Behind the scène

by theKRY™ on 17/12/08 at 8:19 pm

Terhitung sejak minggu kedua bulan DEsEmbEr ini, (E dibaca jelas E bukan e atau eu) Logat orang jambi mulai meracuni pikiran pakde nih keknya. Minggu pertama ini, saya mulai kehilangan banyak team. Re-Schedule segala hal yang berhubungan dengan kerjaan, super hectic, bikin bad mood tiap saat. Ide2 yang biasa mengalir tiap hari, mendadak lenyap, klien tidak tertangani dengan baik, program banyak yang bolong karena sebagian air crew, bertugas diluar kota, ada yang cuti, ada yang ditugaskan perusahaannya sendiri, bahkan ada yang sedang di skorsing pula. Asli bikin pakde gerah dengan rutinitas yang ada, belum lagi menghadapi keluhan beberapa air crew yang minta jadwal siaran di kurangi…(lalu siapa yang bisa menggantikan?). Dampaknya bisa diprediksi…bisa2 bolong semua program karena penyiarnya nggak bisa masuk. Atau malah saya yang harus turun jadi penyiar lagi seperti jaman dulu, saat saya belum hijrah ke Jambi. OMG

The image is dedicated to my true-blue Flickr friend, _davidh_. Thank you for your wonderful testimonial, Dave, and unwavering encouragement and support!

Lengkap sudah kekurangan ini, asisten Pakde mengundurkan diri bulan November kemaren, Manager Marketing balik kampung, karena tidak siap dengan kondisi keluarganya yang tidak bisa dibawa ke jambi. Crew on Air hanya tinggal segelintir orang. Mengingat jabatan On Air Crew ini Freelance. Ya…perusahaan tidak memaksa sepenuhnya untuk menggantikan atau mengisi jadwal siaran yang lainnya. Karena mereka Karyawan diperusahaan lain pula.

Solusinya saya buka kembali peluang kerja untuk beberapa orang yang berminat jadi karyawan freelance di tempat saya, sayangnya dari semua pelamar yang ada sekarang, belum ada yang memenuhi kualifikasi yang diharapkan, Banyak yang tidak memiliki pengalaman sebagai orang radio, belum lagi karakter vocalnya yang belum mature, masih childist. Air personalitinya belum terbentuk. Asli mereka masih mentah dan perlu di training minimal 6 bulan atau lebih, untuk urusan yang satu ini, pakde tahu persisi mana yang layak dipilih jadi on air crew mana yang tidak, mana yang mudah dijadikan sebagai penyiar mana yang tidak, dari mana saya mampu menilai? Pertama surat lamaran, ketika pengumuman diradio harus mengirimkan CV yang lengkap, mereka belum tahu…CV yang lengkap itu seperti apa? Kedua ketika pertama melakukan walk in interview, cara ngobrolnya malu2, suaranya pelan, tidak ekspresif dan self esteem nya belum terbentuk, Kalau saya rekrut dengan dalih learning by doing ikut training, bisa2 saya makin kewalahan untuk mengajarkan sesuatu yang baru kepada mereka nantinya, beban kerja bisa bertambah nih. bisa GILA pakde! Saya bukan mengecilkan kemampuan SDM dari individu yang melamar, hanya saja saya mengejar target perusahaan ini harus di gawangi oleh tenaga2 yang cukup profesional, artinya punya sikap dan kemauan yang siap tempur, bukan lebay atau mehe2 memenuhi impian pribadi pelamar. SDM yang seperti itu yang sulit ditemukan di sini, entah lah….apakah mereka tidak siap berkarya di sebuah radio siaran atau memang pola pikir mereka belum mau terlibat di dunia broadcast.

Saya membayangkan jika suatu saat berkarya disebuah perusahaan yang multinasional dengan ribuan bahkan ratusan karyawan, pastinya akan sangat menyenangkan, semua team berkarya sesuai dengan job desk dan tanggungjawab yang harus diembannya, minimal semua urusan perusahaan dapat beroperasi dengan cukup baik, karena ditangani oleh orang yang sesuai dengan bidang kerjanya. Dapat dipastikan perusahaan akan melesat pesat. Dan berada dalam koridor yang benar!!

DEsEmbEr ini membuat saya kehilangan semangat kerja, Asli!! Karena tidak sedikit pekerjaan yang terlihat didepan saya harus dikerjakan pula. Memang sih bukan bagian dari tugas utama saya, tapi kalau dibiarkan, pe er di perusahaan makin numpuk, dan bisa berimbas pada saya juga nantinya. Saya akui saya cukup mumpuni untuk peduli dengan pekerjaan orang lain, Karena bagian dari pekerjaan mereka-mereka inilah berada di bawah divisi yang saya pegang sendiri. Artinya jika pekerjaan yang harus dikerjakan dibawah divisi program ini tidak ditangani dengan baik, alhasil ya…mau tidak mau saya yang harus handle sendirian.

Dampaknya apa? Jelas!! saya sibuk sendirian, gaet klien, bikin iklan, bukti siar, ya siaran, Nge-test calon penyiar, walk in interview, meladeni klien yang talkshow. Dan berasa sekali waktu dalam satu hari itu tidak 24 jam lagi. Ya…karena saya harus bekerja melebihi jam kerja.

Positifnya berat badan turun, lemak diperut hilang, Pakaian lama terpakai kembali. Tapiiiiiiiiiiiiiiii kepala senut2, pening banget! Raut muka nggak seger (emang mau ngecengin siapa sih pakde?) Pikiran nggak Fresh. Kelopak mata sekali-kali bergerak sendiri dengan denyut yang dapat dipastikan ini dampak dari istirahat yang kurang. Istirahat kurang banget. Jadi wajar jika saya harus tidur siang, saya tidur sampai magrib dan tidak mau diganggu siapapun. Saya harus istirahan untuk memenuhi kebutuhan biologis tubuh. Agar segar kembali. (lega banget….cuman ya…pola hidup ini koq jadi ngawur).

Tak sedikit pekerjaan yang harus saya handle sendirian saat ini. Semuanya atas dasar tanggung jawab saya sendiri. Tapi dampaknya, kesehatan saya terganggu, mata senut-senut, sakit kepala nggak mau berhenti juga. Peninggggggggggg tahu!

Re-schedule dan create beberapa program terganggu, klien harus dipending masuknya, karena keterlambatan saya mengirimkan proposal penawaran dan presentasi, padahal mereka sudah ngebet banget minta program untuk product nya.

Ditengah kesibukan yang teramat padat ini, saya harus menyempatkan waktu untuk nge-net, nge-blog karena kegiatan yang satu ini obat bagi saya! Sungguh!! Absolutely 100%.

Ada satu yang menarik dibahas ketika jumlah teamwork berkurang, belum lagi team kreatif semangatnya lagi kendor juga karena kesehatannya tergangu. Dengan dalih TAYANG BESOK ia berfikit cepat menciptakan ide kreatif dan konsep iklannya selesai hari ini juga. Thanks U-mild saya usahakan datang tanggal 27 Desember ini.

Selesai satu iklan, iklan lain datang dari ILM kesehatan, Bingung nih…..disaat saya butuh tenaga yang siap bikin iklan, untuk mengisi suara iklan, saya harus meminta beberapa orang untuk belajar dan menjual suaranya untuk ILM Kesehatan. Ternyata tidak susah minta bantuan sama temen dikantor. Semuanya antusias, meskipun pakde harus…..Sory kepotong lanjut by RSS ya…(tobe continuezzzzz).

(UPDATE SETELAH Kepotong dengan RSS yang membuat saya makin bingung, tanya sana sini…tapi tak berhasil menemukan solusi. Nambah kerjaan lagi nih Update tulisan biar nggak menggantung).

Meskipun pakde harus sortir dulu plus memberikan arahan bak sutradara kepada aktor dan aktris agar aktingnya bagus, kena dengan emosi dan nyawa dialognya. Temen2 yang saya ajak mengisi suara iklan, pertama dari bagian front office namanya Merry, Kedua dari bagian Finance….Namanya Pak Neswin. Seru bikin mumet jadi ilang, pasalnya mereka belum mahir mengisi suara dalam satu iklan…jadi dialog yang harus di sampaikan terkesan baca banget. Asli kayak anak SD baca buku pelajaran. Menarik!! Dan ini jadi pengalaman menarik buat mereka. Untuk mendapatkan pengarahan dari pakde. Kenapa pakai suara mereka? Saya ingin suara iklan ini tidak terkesan dibuat2, dialognya pengen natural, dengan karakter vocal yang asli muncul dari masyarakat dengan profesi dokter ataupun pasien. Naratornya tetep harus yang menggelegar suaranya.

Pengen tahu naskah iklannya seperti apa? Berikut saya lampirkan copywrite dari Naskah ILM Kesehatan yang harus di Revisi ulang dialognya, Ya…siapa tahu ada diantara temen2 yang lain yang pengen belajar baca dialog naskah iklan. Simple tapi Naskah yang ini harus direvisi. Karena tidak menggigit, Tidak ear catching, banyak pengulangan kata yang tidak bagus, strukture kalimatnya itu looooh masih baku banget! ejaan bahasa indonesia aja sudah tidak begitu, dibilang selengean bukan, dibilang mau buat trade mark dengan bahasa yang dicetak merah malah rancu. Nggak Asyik. Makanya saya share disini. Hasil Revisi nya saya simpen jadi arsip perusahaan. Oya…..Yang membuat naskah seperti belum paham betul bagaimana membuat sebuah iklan yang simple, menggigit, ear catching dan durasinya pendek. Naskah berikut saya prediksi akan berdurasi lebih dari 1 menit. Beeeeeeeeuuuuuh nggak menarik! GANTI!!!!!! (Akhirnya tugas skripwriter mengganti naskah ini….)

SPOT RADIO PELAYANAN JAMKESMAS

Digambarkan suasana di sebuah Puskesmas, riuh gemuruh dengan obrolan orang2 dewasa, tangisan anak2 yang diperiksa bidan.

Musik masuk menjadi latar dialog

PASIEN : “Jadi bagaimana dengan penyakit saya ini dok?”

Dokter : “Begini bu, penyakit ibu ini harus diobati ke rumah sakit, karena fasilitas dipuskesmas ini masih belum memungkinkan untuk menanganinya.”

PASIEN : “Tapi dok, saya ini orang susah, darimana saya mesti cari uang untuk biaya berobat ke rumah sakit. Untuk sehari-hari saja sudah kembang kempis.

Dokter : “Ibu tidak perlu khawatir, ibukan punya kartu JAMKESMAS, Sebagai peserta JAMKESMAS, ibu berhak mendapatkan pelayanan kesehatan baik dari puskesmas maupun di rumah sakit kabupaten/kota, rumah sakit provinsi bahkan keluar provinsi, tentunya dengan membawa surat rujukan dan kartu Jamkesmas.”

Pasien : “Jadi kalau saya mau berobat kerumah sakit kabupaten/kota cukup membawa rujukan dari Puskesmas ini disertai kartu puskesmas ya….?”

Dokter : “Benar bu! Begitupun kalau mau berobat ke rumah sakit provinsi, ibu tinggal membawa surat rujukan dari rumah sakit Kabupaten/Kota serta kartu jamkesmas, Pun Jua bila harus dirujuk ke Rumah Sakit luar provinsi, cukup membawa rujukan dari rumah sakit provinsi disertai Kartu Jamkesmas yang ibu miliki, Jadi Ibu tidak perlu khawatir lagi soal biaya berobat.

MASUK MUSIK SMASH UNTUK MENGHENTIKAN DIALOG

NARATOR : “Ya…..JAMKESMAS……Jaminan Kesehatan Masyarakat…solusi untuk mengatasi masalah kesehatan anda! Dengan Kartu Jamkesmas masalah kesehatan anda akan tertangani dengan baik.”

MUSIC FADE ON…FADE OUT

NARATOR : “Iklan Layanan Masyarakat ini dipersembahkan oleh oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jambi.”

Naskahnya berteletabis sangat bukan? Pun jua bila disampaikan dalam dialog. super duper kaku-er artinya Naskah ini harus di REVISI Total, Saya nggak mau tahu. Banyak pengulangan kata dan penjelasan dokter yang nggak cerdas, si pasien terkesan OON buanget. Pengulangan penjelasan yang nggak bagus banget. (Sory To Say, Ngeledek Mode ON). Isi dari dialog ini kan simple sebenarnya, ada kartu Jamkesmas yang bisa dipakai berobat di manapun…..begitu kan? Pun jua (maaf terinspirasi naskah diatas). Pun jua untuk narator….sejak kapan iklan layanan masyarakat dipersembahkan dengan gaya yang udik begini. Bah!!! Ganti….nggak mau tahu nih naskah harus di Revisi. Memang sih sudah tepat sasaran…..karna pengguna kartu Jamkesmas memang kalangan menengah ke bawah. Akan lebihi baik jika konsep iklannya memunculkan ide yang jauh lebih universal, artinya semua kalangan bisa dengar. Pengen tahu? silahkan konsultasi dengan ahlinya.

Sekarang tugasnya siapa yang harus di test untuk mengisi suara iklan ini? Kalau mumpuni & bisa…silahkan belajar sendiri dengan nyawa dialog yang sebaik mungkin bisa temen2 dapatkan sendiri. Kalau siap untuk take vocal. Temui pakde segera!! Karena banyak iklan yang harus dibuat dan membutuhkan beberapa talent dengan kemampuan yang bisa memberikan nyawa dialog untuk iklan. Sehingga Pakde tidak harus mengarahkan lagi untuk mencontohkan nyawa dialognya. Pakde Cabut dulu…mau tidur lagi…kepala pening…selamat berkarya, tetep semangat meskipun dalam kondisi yang serba sibuk…..!!!! Love You All…pun jua bila ……Mmmmmuach!

Pesan Moral

“Menulis naskah iklan, dibutuhkan kreatifitas yang sangat tinggi, simple, ear catching, mudah diingat, menarik dan memberikan respon luar biasa bagi product yang di publishnya”.

“Sepadat pun jua bila sesibuk apapun kita kerja, semuanya memiliki aturan yang jelas, Pekerjaan itu pasti selalu ada sampai kapanpun, bukan kerja namanya kalau tidak ada pekerjaan!”

“Sabar adalah kunci utama menghadapi kerja yang super hectic, kerjakan satu demi satu, lambat laun yang menumpuk akan hilang koq. Banyak kalangan yang memegang perinsip ini untuk kemajuannya. Mereka mengalami kesibukan teramat padat sebagai bentuk konsekuensi dan tanggungjawab atas pekerjaan yang harus di kerjakan. Inilah bagian dari profesi.” SELAMAT BERKARYA teman2!!! ….mmmmh pun jua bila….wakakakk

Bookmark and Share

Most Commented Posts

20 Comments

thevemo

Dec 17th, 2008

Anggap aja cobaan pakde….Saya yakin banyak kok Penyiar yang berpotensi di Jambi :P

Jadi inget waktu, pertama kali ketemu pakde….seperti tulisan di atas..malu malu, duduk rapi..eh sudah kenal..ngaco banget ya pakde…pulang gak bilang bilang….

Aku aja bingung pakde…dengan kata kata “The Choice is in Your Hands”

Sudah lah…tiap orang kan sebetulnya memiliki kemaluan yang besar eh punya ras malu yang tinggi saat pertama ketemu wajar koq om……The Choice is in your hand bukan di tanganku…apapun yang dipilih yang om yang menentukan. Paham? termasuk soal perempuan…masak mau dipilihin juga….weleh weleh

Jauhari

Dec 18th, 2008

Keputus Kenapa?

Rupanya..saat save ulang tulisannya nggak ke save semua. Karena sempet paste dengan kondisi text sedang di blok. Akhirnya tulisan awal ngilang…..Silahkan baca tulisan lengkapnya…

kemix

Dec 18th, 2008

yakin dehhh…
yu pasti bisa…………
Cobaan kan datang buat orang yang sabar..
Dan tekun..
Yang sabar ya kang!

Thanks untuk support nya Mr. Kemik.

mahendra

Dec 18th, 2008

sabar….sabar…., dan pantesan tuh icon jambi bloggernya kecolongan…., nanti ketemu sendiri kok jalannya…!

Sudah tuh Om…sudah rapih lagi….logonya bisa di unduh juga koq Om….

Kwek Lie Na

Dec 18th, 2008

semangat pak De…
Anggap aja amal ibadah….kalau kepala nyut..nyut…ntar saya kirim tukang pijak refleksi….hehehehe

Ini dia yang saya tunggu…habis di urut di pijet bawaan nguantuk buanget….pengennya tidur mulu…bisa-bisa kebablasan saya. Thanks ya kweklina!

donapiscesika

Dec 18th, 2008

coba kalo suaraku masih merdu pak de…
coba kalo aku punya banyak waktu luang pak de…
coba kalo aku ….
pasti tak bantuuuuu…pak de….

….sama-sama sibuk kita ya….tapi dirmu nggak sampai senut2 kan….

donapiscesika

Dec 18th, 2008

pak de..masih belum keliatan…ksh tau admin nya dong…

Sudah, sudah terpampang sekarang….

Ersis Warmansyah Abbas

Dec 18th, 2008

Menikmati aja dulu Pak De … ide besar tu bagi saya.

Ya…memang ini sebuah perjuangan yang harus ditaklukan sendiri Mas! Hasilnya kita jadi tangguh….saya baru menemukan klimaksnya.

nyurian

Dec 18th, 2008

waaahhh…
orang advertising toh…
mau dung jadi bintang iklan.
he..he..he..

Jadi model iklan? Aku nggak buka agency bos!! Jadi dubber? mmmmh harus di test dulu suaranya….
New comer nih, bayaran biasanya nggak diperhitungkan….

nyurian

Dec 18th, 2008

tukeran link duuuong…
link NyuriaN belon ada nih PakDe di Kandang Baru…
:D

Siap kumendan!

PMB Bandung

Dec 19th, 2008

Salam dari Perhimpunan Mahasiswa Bandung …. hebat nih blognya pak de…. menambah wawasan ;)

Saya terhenyak melihat blog akang!

genthokelir

Dec 19th, 2008

salam kenal dan salam hormat
Pakde ternyata anda di lingkup penyiaran …eh jadi ingat waktu dulu jaman masih sekolah menjadi penyiar ,….Hiks
tentang hidup yang tak terpola kadang terpaksa sampai larut malam harus ekstra memang serasa menyiksa namun efek baiknya kan berat badan menurun pakde …oh iya mengenai iklan tersebut emang kadang bahasa itu jadi sebuah kesepakatan artinya tepat sasaran …. ” halah” salam kenal dulu dan salam terbaik untuk pakde.

Salam kenal juga om…pengen siaran…silahken berkunjung ke Jambi….

edratna

Dec 19th, 2008

Sabaaar pakde….kelihatannya aja kita nih banyak tenaga kerja, tapi kalau cari yang pas ternyata suliiit…
Lha inilah keluhan orang yang udah malang melintang diperusahaan, anak sekarang memang pintar, tapi entah kenapa, kalau diwawancara (nilai cumlaude lho) tahunya cuma jalan dari rumahnya ke kampus….duhh ngeri pakde…

Kalau dapat yang cocok, dia juga diterima di perusahaan lain….duh duhh….

Terimakasih untuk support nya bun!!

Billy Koesoemadinata

Dec 19th, 2008

Pakde, saya mau loh jadi penyiar lagi.. udah lama juga nih.. tapi di jakarta ya.. :P

Koq di Jakarta?…di Jambi mas http://metrofmjambi.com

melandri

Dec 19th, 2008

assalamu’alaikum..mampir baca2 pakdhe,,,,,,,,,,

Wa alaikum salam…..teriamaksih bersedia mampir….salam kenal ya…

mierz

Dec 19th, 2008

numpang baca-baca pak..
met kenal..
:)

Silahken dik!

boyin

Dec 19th, 2008

Untung ada blog pak de. jadi bisa ada pengalihan setidaknya curhat to?

Baru nyadar saya…(tepuk jidat) rpanya saya sudah curhat…aaaaaaah lebay guwe!

Domba Garut!

Dec 19th, 2008

Nggak papa - bloopers gitu biasa kok.. :D sepertinya mesti banyak turun siaran lagi deh biar luwes dan sekaligus bisa menapakkan familiaritas terhadap para pendengarnya :)

PakDhe pasti suaranya ngebass gimana gitu… :D banyak yang akan ngangeni deh.

Welll hatur nuhun support-na Kang. Iya sih…selama ini saya belum luwes? ah..masak seh? he he he…..suara ngebas biasanya bikin perempaun muda, usia muda dan tuwir klepek klepek kang hik hik

gbaiquni

Dec 19th, 2008

akhirnya … saya pun berkomentar jua… hehehe…semangat PakDe…kalo saya melamar jadi dubbernya bloleh nda…? ;)

-gbaiq-
[senyum] :)

Jadi dubber boleh banget!! lebih enak punya alat rekaman sendiri, jadi nanti pakde tinggal kirim naskah. rekam mentah vocalnya baru kirim kembali ke pakde. Mau?

Cecep SWP

Dec 21st, 2008

Nasibnya hampir sama, saya kehilangan separo tim produksi gara-gara kena flu berat semua. Agar ngga’ molor waktunya terpaksa harus kerja dobel, sampai akhirnya kreatifitas menurun gara-gara ide susah keluar saking cape’nya dan ngga’ bisa mikir :D

Leave a Comment

Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.