Charity
by theKRY™ on 20/12/08 at 12:16 am

Thanks for Melissadanisdotcom
Peristiwa ini terjadi tahun 2005. Ada seorang pejabat keluar dari sebuah hotel mewah. Ia baru menyelenggarakan seminar dan malam amal untuk mencari dana bagi anak-anak miskin yang berkeliaran di jalan. Ketika akan masuk ke mobil mewahnya, seorang anak jalanan mendekatinya dan merengek, ”Pak, minta uang sekadarnya. Sudah dua hari saya tidak makan.” Pejabat itu terkejut dan melompat menjauhi anak itu. ”Dasar anak keparat yang tak tahu diri!” teriaknya. ”Tak tahukah kamu bahwa sepanjang hari saya sudah bekerja sangat keras untukmu?
Peristiwa ini mencuci otak saya dan bekasnya masih terasa sampai saat ini, Jika di penghujung tahun ini, kita ingin melakukan sebuah renungan, baik juga untuk merenungkan satu hal saja. “Pedulikah Kita terhadap sesama?” Dari skala 1 (sangat buruk) sampai dengan 10 (sangat baik), dimanakah posisi kita? Jawabannya tak perlu kita kemukakan, tapi cukup disimpan untuk diri kita sendiri.
Mengapa saya menganjurkan temen2 melakukan ini? Ini tak lain untuk kepentingan kita bersama. Selama kita masih berkutat dengan diri sendiri, selama itu pula jiwa kita tak akan pernah tumbuh. Kita hanya akan mengalami transformasi yang luar biasa begitu kita mulai memikirkan orang lain.
Memikirkan orang lain memang sangat sulit dilakukan, apalagi di zaman sekarang. Setiap hari kita disibukkan dengan pekerjaan yang tak habis-habisnya. Namun sekadar memperhatikan diri kita sendiri akan menghasilkan kesulitan yang cukup serius dalam jangka panjang. Kita akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan spiritual kita. Banyak orang yang beranggapan bahwa hal ini adalah kewajiban. Mereka salah besar! Memperhatikan orang lain adalah kebutuhan kita untuk menikmati hidup yang penuh makna. Memperhatikan orang lain adalah cara terbaik untuk mencapai hakikat kemanusiaan yang sejati.
Seorang filsuf terkemuka pernah mengatakan, ”Manusia dilahirkan dalam kondisi telanjang, dan ketika meninggal ia dibungkus kain kafan. Apakah hanya itu keuntungan yang ia dapatkan sepanjang hidupnya?” Sayangnya dunia kita sekarang telah begitu materialistisnya, sehingga banyak orang beranggapan bahwa perhatian tersebut bisa digantikan dengan uang. Padahal walaupun uang memang penting, ia tak akan pernah dapat menggantikan perhatian, pengertian, kehadiran dan kasih sayang.
Betapa banyak contoh yang bisa kita ambil dari kehidupan kita sehari-hari. Banyak anak yang tumbuh tanpa perhatian yang semestinya dari orang tua mereka. Banyak orang tua yang berdalih bahwa quality time jauh lebih penting ketimbang quantity time. Padahal, kasih sayang dan pengertian hanya akan terbina melalui proses yang perlahan-lahan dan membutuhkan banyak waktu. Betapa banyak para profesional yang cukup puas dengan memberikan sejumlah uang kepada orang tua mereka tanpa pernah mau tahu mengenai keadaan mereka yang sesungguhnya. Orang-orang seperti ini telah salah kaprah dalam memahami hidup seolah-olah segala sesuatunya bisa dibeli dengan uang.
Kahlil Gibran pernah mengatakan, ”Bila engkau memberi dari hartamu, tiada banyaklah pemberian itu. Bila engkau memberi dari dirimu itulah pemberian yang penuh arti.” Memberi tidak harus bernuansa materi. Bahkan memberikan perhatian sebenarnya jauh lebih berarti ketimbang memberikan materi yang sifatnya amat terbatas.
Tersentuh dengan dua blog yang membuat saya ingin mempublikasikan ini, dengan harapan temen2 semua bisa bantu untuk mepublikasikannya di blog temen2 semua. (Tanpa ada paksaan, biarkan mengalir sesuai keinginan nurani temen2 sendiri).

Mohamad Rizky
Blog pertama yang kerap saya lihat adalah INFOJAMBI. Yang menjadi bagian Jambi On the spot dalam sisipan program Metro Morning Show yang saya bawakan senin hingga Jumat. Ada satu Foto yang membuat saya tertantang untuk mengangkat kembali halaman infojambi ini, InfoJambi Peduli, kembali mengetuk hati para dermawan untuk memberikan sumbangan. Bisa diantar langsung ke Kantor Redaksi Infojambi Jl. LKH . Yoenoes Sanis No. 42, Kebun Handil, atau lewat rekening No. 86309432 Bank Danamon Jambi Kota Indah.

Hydrocepalus
Saya menemukan hal yang sama di blognya Perhimpunan Mahasiswa Bandung, ada anak yang mengalmi Hydrocepalus. Dan membutuhkan Donasi. Si bocah malang tsb. kondisinya memang memprihatinkan. usianya 2 thn 3 bln, terkena Hydrocepalus sejak lahir. sampai saat ini Orangtuanya sudah kehabisan dana. sampai rumah yg sedang ditinggalinya dijual untuk membiayai pengobatan si bocah. dan sekarang bocah malang tsb tinggal bersama orangtua dan 2 saudara tuanya di rumah kakek dan neneknya. alamat lengkapnya: Leuwi Bandung Rt.04 Rw.01-Desa citeureup Kec.Dayeuh kolot Kab. Bandung. TLP:081220685405- AangHidayat
Bersyukurlah kita karena keturunan kita memiliki fisik yang sempurna. Kita di berikan kekayaan hati dan harta. Haruskah kita terdiam ketika melihat mereka??? ”Adalah baik untuk memberi ketika diminta, tapi jauh lebih baik lagi jika memberi tanpa harus diminta.’ Salam Charity.









9 Comments
Rian Xavier
Dec 20th, 2008
Hmm.. Benar parah tuh pejabat. Ga sadar sama perkataannya.
gegen
Dec 20th, 2008
Mari kita tingkatkan kepedulian kita……….
inos
Dec 20th, 2008
The Power of Sedekah is the truth…
PS. Pakde blog-nya pakde ini ‘tidak ramah’ bagi yg quota internetnya terbatas, mohon dipertimbangkan untuk tidak memasang widget-nya imeem.. Peace..
sawali tuhusetya
Dec 20th, 2008
ya, ya, ya, kesetiakawanan dan kepedulian terhadap sesama ini yang agaknya sekarang dinilai sudah mulai luntur, pakde. seringkali urusan memburu gebyar materi seringkali menutup mata kita bahwa di sekitar kita ternyata banyak saudara kita yang membutuhkan sentuhan perhatian kita. wah, postingan yang mencerahkan.
Juliach
Dec 20th, 2008
Jujur aja 4. Kalo mo ambil 5 kayaknya belum juga. Atau bahkan 3 ya?
Terima kasih.
Ersis Warmansyah Abbas
Dec 20th, 2008
Yang penting dari setiap kejadian kita dapat ambil pelajaran, ada hikmah dibalik persitiwa. Paparan bagus.
kemix
Dec 21st, 2008
Kl gue ada disitu mungkin udah gue lempar tuh pejabat….
Sering kali orang berbuat hanya untuk mencari nama semata..
Lain dimulut lain dihati..Semoga diberi ketabahan bagi keluarga m. rizky..
enno
Dec 23rd, 2008
ahh Pakde menyadarkan saya, belakangan ini saya jarang beramal karena berpikir: diri sendiri saja sudah sulit,boro2 mikirin orang lain! Baru sadar banyak yang lebih membutuhkan. Makasih pakde
PMB Bandung
Dec 26th, 2008
Pak De, bocah dari Bandung akhirnya bisa masuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, walaupun agak terbelit-belit bisa juga dapat tunjangan Akses dari Pemerintah…. “biasalah harus “ditekan” dulu oleh para mahasiswa” …. mahasiswa agar jangan kerjanya “demo” saja .. thx beritanya sudah diposting di blog pak de …. salam Perhimpunan Mahasiswa Bandung (salah satu organisasi lokal di Indonesia)
Leave a Comment