His Privacy
by theKRY™ on 26/12/08 at 10:37 am
Pagi hari di sebuah ATM, lelaki berusia 40 tahun berdiri dalam satu antrian, Jeans ketat, body gempal, matanya menerawang jauh pada seorang perempuan yang berdiri tak jauh dari pintu ATM. Dari dalam mobil saya perhatikan bahasa tubuh lelaki itu, berdiri dengan gelisah, namun matanya tetap fokus pada perempuan yang sedang hamil sekitar 8 bulan.
Matanya terus menatap penuh harap, gusar, lalu tersenyum sediri. Senyuman nya tulus, tertuju pada perempuan hamil yang masuk antrian ATM. Tiba2 perempuan itu menoleh kearah lelaki yang memberikan senyuman, sayangnya perempuan itu menanggapi dengan dingin, perempuan itu nampak ketakutan, Ia mencengkram tas nya kuat2. lalu meletakannya diatas perutnya yang besar dan fokus ke arah mesin ATM tanpa terpancing dengan senyum yang dilemparkan lelaki gempal berusia 40 tahun itu.
Saya dan teman saya pagi itu berada dalam mobil, mata kami terus tertuju pada dua objek yang masuk antrian ATM, pandangan kami tertuju pada lelaki berusia 40 tahun dan pada perempuan hamil. Gerakan mata kami terfokus pada dua object yang sama, Tatapan kami begitu kuat merekam gerak-gerik dua tokoh di depan ATM, sesekali di barengi gelak tawa dan obrolan pendek. “Lihat matanya….dia tertarik dengan perempuan hamil itu”, kata temen saya sambil menunjuk ke arah lelaki berusia 40 tahun. “Tapi perempuannya koq ketakutan” kataku simple. “Dia pikir mau di copet mungkin ya…?” Memang sikap yang dimunculkan lelaki berusia 40 tahun itu mengundang rasa takut perempuan hamil.
Tak lama, ketika si perempuan masuk ATM, lelaki tua itu mendekati mobil kami. Jendela mobil saya buka, tampak lebih jelas lelaki berusia 40 tahun itu, punya keinginan untuk menceritakan semua kejadiannya di depan ATM yang baru dialaminya. Mukanya cerah ceria, seperti melihat sesuatu yang belum pernah ia lihat.
“Lihat perempuan yang masuk ke ATM itu?” Tanya dia singkat. “Kami sudah tahuuuuuuuu! kami perhatikan sikapmu dari tadi begitu” kata temen saya. “Loe suka?” pertanyaan tambahan terlontar juga. “Bukan masalah like or this like….guwe hanya membayangkan, bagaimana kalo itu adalah istri guwe!” Jawab lelaki berusia 40 tahun itu dengan tegas.
“Loh memang kenapa?” sanggah saya….”abang bukannya masih bisa bikin dan membuat istri abang seperti itu juga? gampang koq bang, rutin aja melakukan itu tiap malam. ya…kecuali kalo lagi haid abang harus puasa!” Saya timpali dengan bahasa sewajarnya dan bos saya ini cukup akrab dengan bahasa yang seperti ini, oya…kami tidak memiliki jarak khusus mana bos mana bawahan, kami setara dalam berteman, dan memiliki aturan organisasi jika berada di kantor. Tiga sekawan itu cukup pandai menempatkan suasana, mana urusan kantor mana urusan pertemanan.
“Masalahnya guwe tidak bisa membuat istri hamil!! percuma bikin tiap malem!” Sanggahnya.
Asli saya speachless…muka saya pucat. karena sebelumnya saya tidak tahu kalau bos saya ini belum punya keturunan. Temen saya yang duduk dibelakang kemudi itu terbahak. Entah lucunya dimana. “Makanya gw perhatikan dari tadi perempuan itu dan gw membayangkan kalo saja istri gw bisa hamil! Gw pasti mengelus perutnya! Tadi tuh gw sambil ngantri ngebayangin itu…!”
“Oh pantesan loe senyum2 sendiri!” kata temen saya.
Sekali-kali bos saya ini menghela nafas panjang karena belum dikaruniai anak, mukanya berubah seketika dengan raut menyedihkan.
“Gila ! Gw koq belum jadi bapak2 padahal sudah usia 40 tahun, istri gw tidak bisa jadi ibu2 karena menikah dengan gw, Tapi orang lain yang sembarangan memperkosa orang, merit by accident koq bisa hamil yang diperkosanya?! Guwe yang kerap melakukan hubungan intim, menikah 15 tahun, koq belum punya anak juga. Istri gw mungkin merasa tida diakui kewanitaannya, padahal dia wanita. Guwe nih bukan lelaki sejati nih…. karena guwe tidak bisa membuat istriku hamil.” Ucapannya itu menyedihkan, seolah-olah dia merasa ada ketidak adilan dalam hidupnya. Aku hanya diam. Matanya mula berkaca…padahal dia lelaki yang tak pernah cengeng setahu aku.
Sesaat kemudian perempuan itu keluar dari ATM, dengan ekspresi yang penuh curiga. Secepat kilat langsung masuk ke dalam bank. Bos saya berlari masuk antrian ke dua. Sementara kami bicara berdua dalam mobil, sambil menunggu bos saya masuk ATM, gosip keluar satu2 dari temen saya yang kebetulan jadi sopir dulu. Sampai saya cukup tahu dengan kondisi bos saya ini.
Sebuah moment yang memberikan gambaran bahwa privacy tak selamanya bisa di tutupi. Dan privacy cukup mudah dibicarakan dan dibuka kehadapan orang lain, dengan alasan kita cukup dekat dengan mereka cukup paham dengan pribadi mereka. Open mind, membuka pikiran untuk orang lain dapat memberikan peluang agar orang lain tahu siapa kita. Tapi tak setiap orang punya kebebasan untuk mengumbar privacy. orang lain. Seberapa penting privacy itu semua tergantung pribadi seseorang. Siap di republikasikan atau tidak.









22 Comments
Singal
Dec 26th, 2008
hmmm..sempat tegang membaca awalnya…eeeh taunya malah rahasia pribadi terbuka…
edratna
Dec 26th, 2008
Duhh si akang…tak pikir tadinya dikira ada adegan rampog atau pencopet…lha kok???
kemix ™
Dec 26th, 2008
wedew…….. privacy ni yeee
thevemo™
Dec 26th, 2008
Masalahnya, dia dan istrinya belum di percaya untuk memiliki anak oleh Allah…ca ile…kayak ustad ya pakde.
sayur asem
Dec 26th, 2008
yah.. begitulah.. Ternyata di balik keunggulan seseorang terselip juga kelemahan, atau tepatnya ketidak beruntungan, so get positive aja, ngaten to Dhe ?
kemix ™
Dec 26th, 2008
@cewing coba minta bantuin gue… pasti gue bantuin wkakakak.
silent reverie
Dec 27th, 2008
itu privacy yg keceplosan…
Billy K.
Dec 27th, 2008
ya.. mungkin emang belum rezeki tuh.. atau, emang belum dikasih aja. atau memang, Tuhan punya rencana lain buat dia.
keep positive..
Billy K.
thevemo™
Dec 27th, 2008
@kemix
Gila aja mix…40 tahun masih loe embat
bapakethufail
Dec 28th, 2008
kadang sangat di perlukan hanya untuk sendiri
tapi, kadang memang harus di bagi..
Hejis
Dec 28th, 2008
Betul Pakde, privacy menjadi hak penuh pribadi-pribadi, apa mau direpublikkan (
saya suka istilah Pakde ini ) atau disimpan dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Seringkali malah orang suka kepada pribadi yang ekstrovert, yang tak sungkan mengungkap privacynya itu. Di blog, misalnya. Banyak blogger yang bahkan mengakui narsistis sekaligus eksibisionis dan banyak orang terhibur karenanya. Kalau sedikit melirik hikmat agama, mengungkap privacy yang sifatnya cela milik sendiri dianjurkan agar disimpan saja. Apalagi cela orang lain direpublikkan.
Wadoh… wadoh! Maaf Pakde. Jadi kayak pembicara seminar yah.. Kebanyakan ya, komen dari sayanya… ha..ha…
*Kalau begitu saya ngeloyor pergi seraya menyampaikan salam hangat. Semoga Pakde tetep sehat wal afiat agar dapat berhikmat*
HE. Benyamine
Dec 28th, 2008
Privacy … terkadang hanya dalam pikiran kita saja, tapi ternyata sudah menjadi urusan orang lain. Semoga saja orang yang dibuka privacy nya oleh yang kebetulan mengetahuinya, tidak begitu mendapat masalah, karena ada yang dianggap privacy bagi seseorang ternyata bagi yang lain adalah hal yang umum.
Namun, tetap saja privacy orang harus dihormati.
annosmile
Dec 28th, 2008
Privacy..tapi kasihan juga ya beliau belum mendapat momongan. Mungkin beliau sudah mencoba bayi tabung atau pengobatan bisa mengalami masalah reproduksi???
randu alamsyah
Dec 28th, 2008
Walah saya hampir nulis 5 tadi, 2+4= . Tapi betul ceritanya bagus. Kata-katanya menyentuh Opa. Opa jadi teringat…
angga
Dec 28th, 2008
Tulisan yang menarik… hmm…. salam kenal…
donapiscesika
Dec 28th, 2008
Punya anak…semua pasti berdebar menunggu dan mengharapkannya, semoga si Bos diberi berkah ya PakDE…
Dia nggak cari rahim lain…
Si Istri juga nggak nyari bibit lain….
Still adem ayem…
Daiichi
Dec 29th, 2008
Saya sih belum menikah.. tapi membaca cerita ini, kasihan juga ya bapak bos ini!? dan ada rasa khawatir juga, kalo-kalo…Ah sudahlah.. semua ada yang mengturnya..
Selamat Tahun Baru
abindut
Dec 31st, 2008
Awal dan akhirnya kontras banget….
*Senym Pepsoden*
Nug
Jan 1st, 2009
Jadi senyum2 nih nih.. (Setelah terlanjur tegang, ngikutin alur ceritanya). Xixixi..
bonar sihotang
Jan 15th, 2009
yah…mungkin belum waktunya….

sempat tegang juga baca ceritanya..
salam,
bonar
http://sihotang407.wordpress.com
wyd
Mar 5th, 2009
saya juga pingin punya anak banyak… tujuh atau sembilan anak… tapi tuhan cuma mempercayakan satu anak untuk saya asuh dari perut hingga dewasa… masih lumayan dibandingkan si boss yah
yungchi
Aug 24th, 2009
Diriku terdampar pada sebuah pulau yang sepi,sebuah perjalanan yang begitu menantang,hampir semalaman perahuku diombang-ambing ombak besar di lautan sana.Di pulau ini aku terjatuh kehabisan tenaga di atas pasir putih yang terhampar diantara tiang-tiang yang lapuk oleh masa.Laksana reruntuhan istana yang ditinggalkan raja dan pengawal-pengawalnya.
Tatkala malam datang,laksana beludru hitam kesunyian menyelimuti semua makhluk,sekilas kucium wewangian aneh di udara.Seperti semerbak dupa.Seperti arak yang memabukkan.Mulut ruh ku membuka,mengisap kelembutan dupa.Kemudian tampak tangan tersembunyi menarik perasaanku.Kelopak mataku makin lama kian bertambah berat,sementara ruhku terlepas dari raganya.
Kemudian terasa langit dan bumi berguncang,aku terlompat seolah-olah terbangkit oleh kekuatan sihir.Dan kutemukan diriku terbujur di atas permadani indah tanpa manusia seperti dalam alam mimpi.Kutemukan diriku di tengah-tengah sekumpulan perawan,semuanya serba cantik rupawan,pakaian indahnya melebihi keindahan dewi-dewi di langit sana.Mereka berjalan mengelilingiku,namun kaki mereka tak menyentuh permadani.Mereka melantunkan lagu-lagu indah yang mengungkapkan khayalan Cinta.Seorang perawan memainkan harpa dengan kerangka gading dan dawai-dawainya dari emas.
Aku berada di hamparan permadani indah dalam sebuah istana,di tengah-tengahnya berdiri sebuah singgasana bertakhtakan batu-batu permata yang diterangi oleh cahaya pelangi.Para perawan itu akhirnya berdiri kedua sisinya,suara mereka membahana dan arah wajahnya searah dengan datangnya keharuman dupa,seorang Raja berjalan dengan kemuliaan ke arah singgasana itu.
Dia kemudian duduk,sekawanan kupu-kupu putih laksana salju,terbang merendahkan diri dan hinggap mengelilingi kakinya.Sementara perawan-perawan melantunkan kembali lagu-lagu tentang Cinta.Aku berdiri di sana menyaksikan apa yang tidak terlihat mata manusia.,dan mendengar apa yang tidak terdengar oleh telinga manusia.
Kemudian Sang Raja bergerak,dan kesunyian berasa senyap.Dalam suara menggetarkan ruhku laksana dawai-dawai harpa yang dimainkan,dia berkata, “Aku memanggilmu,hei pemuda,aku adalah Raja di istana ini.Kulimpahkan padamu keberuntungan hingga kau berdiri di hadapanku,Raja dari kerajaan Cinta.Dengarkanlah titahku,karena aku menunjukmu sebagai Pangeran Kerajaan ini.Jelaskan pada manusia bahwa kerajaan Cinta adalah pintu masuk yang di jaga oleh Malaikat-malaikat yang berdiri kokoh di pesta pernikahan.Istana ini adalah surga yang tidak ada seorang pun manusia yang boleh memandang walau sekilas kecuali dia mempunyai goresan tanda Cinta di dadanya.Lukiskanlah kepada mereka tentang keindahan istana ini,dengan keindahan permadani-permadani yang indah,para perawan cantik yang selalu menari dan bernyanyi,dan kupu-kupu putih yang bertebaran di mana-mana.Gambarkanlah semerbak wewangian bung-bunga dan dupa,dan ketahuilah bahwa hanya Putra impian yang boleh menginjak kelembutan permadani-permadani dalam istana ini.Aku adalah bayangan dari pelukan kenyataan,dan kenyataan adalah sebuah kesaksian yang sesuai dengan perbuatan para Dewa maupun manusia.Sesungguhnya aku mengatakan kepadamu bahwa perasaan mempunyai tempat yang lebih tinggi dari pada logika.Imajinasi menemukan jalan menuju kerajaan Cinta,dan manusia dapat menilai jiwanya dari hakikat dunia.”
Dan Sang Raja menarikku ke arahnya dengan pandangan sihirnya dan mencium bibirku,hangat sambil berkata,”Ceritakanlah pada mereka bahwa kau telah menjadi seorang Pangeran Kerajaan Khayalan.”
Setelah itu suara-suara para perawan itu menggema,gumpalan asap dupa membubung.Bumi dan langit mulai berguncang lagi,akhirnya kutemukan diriku lagi diantara puing-puing bekas istana yang sepi.
Matahari telah memperlihatkan senyumnya,dan diantara lidah dan bibirku meluncurkan kata-kata, “Ceritakanlah pada mereka bahwa kau telah menjadi seorang Pangeran Kerajaan Khayalan.”
Leave a Comment