Pernikahan Adat Jambi
by theKRY™ on 05/01/09 at 11:44 pm
Part Two
KATO BAJAWAB DI HALAMAN
Sabtu 3 Januari 2008 - 10.00 WIB
Calon Pengantin pria beserta rombongan berangkat menuju rumah calon pengantin perempuan. Sebelum diterima pihak keluarga pengantin perempuan, biasanya diadakan KATO BAJAWAB DIHALAMAN. Barisan terdepan pengantin laki-laki dipimpin oleh seorang juru bicara dengan empat pendamping. Pendamping pertama membawa Tombak, Pendamping kedua membawa timbangan emas, pendamping ke ketiga membawa Mahar,pendamping ke empat membawa pohon pinang. Barisan kedua adalah ibu-ibu dan remaja putri dari pihak keluarga pengantin laki-laki, mereka membawa hantaran yang akan di berikan kepada pihak keluarga pengantin perempuan di balairungsari. Dari pihak keluarga perempuan yang siap menyambut kedatangan rombongan pengantin laki-laki memiliki formasi yang jauh berbeda. Yaitu 3 orang tanpa membawa perlengkapan apapun. salah satu dari kelima penyambut ini dijadikan juru bicara dalam KATO BAJAWAB DIHALAMAN.
Ini salah satu Seloka yang di pakai KATO BAJAWAB DIHALAMAN.
Pihak pengantin laki-laki:
Nan kecik idak kami sebut namo
Nan gedang idak kami panggil gelar
Adolah kami nan datang seadonyo iko datang dari jauh menempuh tabik menuju …….(nggak jelas yang diucapakan apa…)
Kerno kami nak datang ke rumah niniek mamak,
rumah yang berpagar dengan adat, halaman besapo…..
Apolah boleh kami nak numpang berkato agak sepatah, nak numpang berunding tegak sebaris.
Pihak pengantin perempuan:
Kalau kami dengar tadi, kedatangan niniek mamak beserta arak dengan iring.
memanglah kami tunggu dari tadi niniek mamak. Nak putih mato nak memandang,
lah tinggi tumit nak menjinjit, Lepaslah tembing nak meninjau, kini yang kami tunggu telah tibo, nan kami
nanti syukur alhamdulillah sudah datang. kemudian niniek mamak, numpang bekato agak sepatah, numpang berunding agak sebaris, kito jangan lupo dengan petuah orang tuo-tuo kito. Tidak elok kito meratap sepanjang jalam, berunding ditengah laman, takut kito dikato orang kurang adat, kasar basonyo.
Cempedak tengah halaman uratnya bertindih-tindih. jangan ragu kita tegak dihalaman, ayolah kita mampir kedalam.
| ULUR ANTAR SERAH TERIMO |
Rombongan pengantin laki-laki memasuki Balairungsari selanjutnya diadakan ULUR ANTAR SERAH TERIMO.
Dalam tradisi melayu Jambi kegiatan ini di lakukan di Balairungsari yang merupakan rumah adat melayu yang dapat digunakan sebagai tempat untuk sidang adat. Karena momentnya adalah resepsi pernikahan, maka balirungsari digunakan sebagai tempat sidang pernikahan. Balairungsari yang digunakan dalam resepsi pernikahan kali ini tidak lagi di gunakan di bangunan Balairungsari seperti bangunan ini, tapi cukup dibuat dalam bentuk panggung dengan lebar 4×6 meter persegi dan tinggi sekitar 50 cm, dan di dirikan dibawah tenda persisnya dihalaman rumah mempelai wanita.
| BALAIRUNGSARI Bangunan yang biasa dipakai sebagai rumah sidang adat|

Gedung Balairungsari Provincy Jambi
Dalam balairungsari diadakan ULUR ANTAR SERAH TERIMO. Diatas balairung sudah berkumpul, Niniek Mamak dari pihak yang mengundang (pihak mempelai wanita). Niniek Mamak dari pihak penengah, serta Ninik Mamak yang datang (pihak mempelai pria). Seloka versi lainnya diucapkan kembali oleh niniek mamak. Berbalas pantun kali ini lebih fokus bicara tentang maksud dan tujuan kedatangan pengantin laki-laki bersama rombongan. Bahasa selokanya cukup menarik.
Dalam ULUR ANTAR SERAH TERIMO kegiatannya tidak hanya makan sirih saja, namun lebih jauh Niniek Mamak atau yang dituakan dari pihak pengantin laki-laki akan menceritakan maksud dan tujuan kedatangan mereka termasuk menjelaskan kepada Niniek Mamak yang mengundang semua perangkat hantaran yang dibawanya.
Selesai ULUR ANTAR SERAH TERIMO, maka tempat sirih dari pihak pengantin laki-laki diserahkan kepada pihak pengantin perempuan yang diwakili oleh niniek mamak. Penyerahan tempat sirih ini menjadi simbolisasi dari perlengkapan hantaran yang dibawa pihak pengantin laki-laki. Selanjutnya dilakukan proses Makan sirih memainkan peranan penting di dalam adat istiadat Melayu Jambi terutamanya di dalam pernikahan.
Nenek-mamak pengantar melalui juru bicarnya mengadakan kato berjawab gayung bersambut lagi dengan nenek mamak pihak penunggu. Kemudian setelah selesai kedua pihak melaksanakan kato berjawab gayung bersambut, maka perundingan diangkat kepada nenek-mamak penengah. Nenek mamak penengah mengadakan penelitian terhadap perundignan kedua belah pihak dan memberikan petuah-petuahnya. Setelah selesai petuah-petuahnya dari pihak nenek-mamak penengah, maka kedua belah pihak nenek-mamak pengantar dan penunggu berjabatan tangan.
CLICK FOR video balairungsari2
Diatas Balairungsari ini, Acara berlangsung dengan mendengarkan nasehat dari ketua lembaga adat melayu tanah pilih pusako betuah kota Jambi. Yang dipilih menjadi Datuk Temenggung Dubalang Sakti nya adalah Bapak Drs. H.M. Asnawi AB. MM
Selanjutnya pengantin laki-laki dibawa oleh nenek-mamak pihak pengantin perempuan ke dalam rumah menuju bili atau tempat pengantin perempuan, sesampainya didepan bilik atau kamar pengantin perempuan diadakan acara buka lanse (buka pintu).
The Ijab Qabul.
January 03, 2009 - 11:30
Setelah duduk dan berseloka serta mendengarkan nasihat dari Datuk Temenggung di Balairungsari. Pengantin laki2 beserta rombongan masuk kerumah pengantin perempuan untuk melaksanakan Ijab Qabul. Ijab Qabul di lakukan di depan pelaminan di dalam rumah pihak mempelai wanita.Didepan pelaminan inilah pengantin pria menunggu kedatangan mempelai wanita yang masih berdiam diri di kamar pengantin.
ACARA BUKA LANSE pun dilaksanakan.
Sesampainya pengantin laki-laki didepan bilik atau kamar pengantin perempuan juru syair pengantin laki-laki melantunkan syairnya yang mengatakan kedatangan pengantin laki-laki dan memohon dibukakan pintu atau lanse. Kemudian dijawab oleh juru syair pengantin perempuan, dengan mengemukakan syarat yang harus dipenuhi oleh pihak pengantin laki-laki, untuk membuka pintu atau lanse. Setelah terdapat kesepakatan dari juru syair maka untuk membuka lanse, barulah dapat dipertemukan pengantin laki-laki dengan pengantin perempuan. Setelah pengantin laki-laki masuk kedalam bilik dan dipertemukan dengan pengantin perempuan, maka keduanya dibawa oleh nenek-mamak ketempat untuk prosesi Ijab Qabul / Akad Nikah.
Prosesi pernikahan selanjutnya dipimpin langsung oleh Kepala kantor Urusan Agama. Disini pihak mempelai pria duduk bersila mendengarkan Pembacaan Ummul Quran dan Pembacaan ayat suci Al-Quran. Tak lama, Niniek mamak dari pihak Perempuan akhirnya memanggil mempelai wanita. Disuruhnya duduk mendampingi pengantin laki-laki yang sudah duduk lebih dulu didepan pelaminan. Selanjutnya Pembacaan Khotbah Nikah.
Ijab Qabul pernikahan Merry & Ipul cukup mendebarkan dan mengharukan. Kami melihat kebahagiaan kedua mempelai. Suasana mencekam sekali. Cukup Hening menyaksikan ekspresi detik-detik yang mendebarkan dalam akad nikah ini. Khawatir kebahagiaannya ini mengalahkan bibirnya untuk mengucapkan Syahadatain. Semua undangan terkesima melihat mempelai wanita, ia menghela nafas cukup panjang….akhirnya dapat mengucapkan akad nikah bersama pengantin pria. Penandatanganan surat nikah, dan ditutup dengan Do’a.
Moment terakhir adalah foto bersama pengantin dari semua pihak.
Well Merry & Ipul, SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU, SEMOGA MENJADI KELUARGA SAKINAH MAWADDAH WA ROHMAH….Jepret!! Cekrek
BERSAMBUNG !!!
Next Post THE WEDDING PARTY’s MERRY & IPUL.









16 Comments
Billy Koesoemadinata
Jan 6th, 2009
kang dekry (alias pakde),, bahasa melayu-nya ada terjemahan bahasa indonesia-nya ga? hehe.. jadi penasaran
btw, acara nikah adat itu berlangsungnya berapa lama?
p u a k
Jan 6th, 2009
Waduh lengkap sekali infonya pak de. Tapi kebanyakan mirip sih sama adat minang.
Btw..Selamat Tahun Baru ya.. Tetap semangat!
edratna
Jan 6th, 2009
Pakde, makasih….infonya lengkap sekali, sehingga bisa membayangkan pernikahan adat Jambi…
Bunda Lina
Jan 6th, 2009
sangat menarik membacanya, bangga rasanya, kebudayaan, adat dan istiadat bangsa kita memang beragam dan sangat perlu untuk dilestarikan. terimakasih Pakde.
erander
Jan 6th, 2009
Selamat menempuh hidup baru ya pak De .. koq saya ga diundang sih? .. ini pernikahan yang ke berapa ya pak De .. soalnya — seingat saya — pak De kan sudah berkeluarga di Jakarta?
*dilempar sepatu Bush sama pak De*
thevemo™
Jan 6th, 2009
Adat Jambi ya? dapat Orang Jambi ni?
anny
Jan 6th, 2009
Nice info Pakde, aku suka kebudayaan indonesia
Makasih ya udah mampir
abuthoriq
Jan 6th, 2009
Yang simpel itu cara Islam. Yang terpenting kan di dalam kamar? Yaaa kan? Salam untuk gadis Jambi.
kidungjingga
Jan 6th, 2009
wahhhh.. budaya kita emang kaya ya pakde…?
kapan ya maen ke jambi..? heheh…
kemix ™
Jan 6th, 2009
haaaa haaa.. jadi kepengen cepet kawin.
munawar am
Jan 6th, 2009
Pak De sudah menikah kan?
santun dan bersahaja; itulah adat melayu.
Farrel
Jan 6th, 2009
Asyik ya berbalas pantun.
Saya pernah liat dipernikahan saudara sepupu saya. PErnikahannya pake adat Minang, juga pake balas pantun gitu…
marshmallow
Jan 6th, 2009
seperti komentar mbak puak, mirip dengan adat minang (sepertinya bahasanya juga, hanya mungkin beda dialek) sekaligus melayu. jadi perpaduan gitu. ah, betapa kayanya adat istiadat negeri kita.
sekalian titip doa selamat menempuh hidup berumah tangga yang sakinah buat kedua mempelai, pakde.
sawali tuhusetya
Jan 6th, 2009
bener2 sebuah sajian yang informatif dan mencerahkan, pak de. bisa tahu tradisi pernikahan yang berlangsung di jambi. pasti ada banyak nilai kearifan lokal yang bisa digali dari sana.
Kwek Lie Na
Jan 6th, 2009
wah…bagus , Pak De! Terus promosikan budaya Indonesia…
dan saya jadi tahu budaya pernikahan jambi, yang mirip juga dengan adat melayu kalbar.
Selamat buat kedua mempelai…semoga selalu hidup bahagia dan bersama…sampai akhir hayat!
dewi
May 18th, 2010
maaf, saya hanya ingin tau hantaran pernikahan yg di namakan kembang gempol sperti apa? ini saya mengajar di sdlb muara bungo dan saya mengajari membuat hantaran pernikahan. berhubung saya orang jawa jadi saya tdk tahu hantaran untuk daerah jambi seperti apa. mohon bantuannya. trima kasih.
Leave a Comment