Ada Uang Abang Sayang
by theKRY™ on 08/01/09 at 9:44 am
One O One Point Nine, Metro fm the progressive radio….(sampaikan dengan gaya Kang Ebet Kadarusman Ya)
Selamat malam puan nona dan nyonya….apa kabarrrrr???? lama tak sua rindunya setengah gila…..Ya…biasa mengoceh diudara dengan beragam berita. Malam ini saya datang bersama cinta….dalam acara….berjuta
rasa melihat si dia mendua…….(melihat perempuan materialistis maksudnya)….Ssssst adek-adek hati-hati…yang masih singgle tolong didampingi…yang sudah merit…silahkan kaji sendiri sampai geli….belum 18 tahun silahkan tidur….karena kami bukan phaleodophilis….Inilah…pertemuan kedua pillowtalk minggu kedua Januari 2009.
Yang kena malaria jangan ke dokter mata, selama mata tak bisa terbuka…cukup pasang kuping untuk mendengarkan suara kita. Kita gali kuburan tua. menghadapkan kita pada satu masa…dimana kita suka dengan wanita yang tak mau di dua……….wadezig!!
Saya nggak mau ikutan pusing ngomongin harga saham yang anjlok sampai ke dengkul (soalna kagak punya saham sih), naik turunnya suku bunga dibank nggak ngaruh, harga kebutuhan naik-lah, dan sebagainya, sebodooooo…. Habis mau gimana, ya? Mau ikutan membahas sampai berbusa–busa juga nggak akan nolong tuh, yang ada malah uban di kepala jadi tambah banyak nih. Mendingan tak bawa santai saja daripada nanti tekanan darah jadi naik terus kena stroke.
Ya wis…inilah gaya ngobrol santai kita versi pillowtalk. Coba lihat….Masalah harga kebutuhan yang jadi semakin mahal…..harganya melangit semua…nggak makan badan meramping…kebanyakan makan…duit habis….. ya disiasati sajalah gimana caranya supaya anggarannya bisa cukup. Jatah shopping berkurang juga nggak masalah, toh nanti kalo perekonomian sudah membaik kita akan bisa belanja–belanja seperti dulu lagi kan? Coba garis bawahi dulu, masih ada hari esok dan tak kan lari shopping malls dikejar.
Seberapa banyak anda memperhatikan istri anda? Anda selaku istri semestinya tetap sabar mendampingi suami di dalam keadaan apapun juga, termasuk di dalam krisis keuangan seperti sekarang ini. Bukan begitu bukan???? Atau …………kalau misalnya suami lagi bangkrut apakah anda tertantang minta cerai supaya dapat harta gono gini dan kemudian nyari lagi suami baru yang lebih tajir, Apa harus begitu….??? Ya…syukur2 ….Tenang-tenang! suami2 yang lagi bokek,,,jangan sedih, jangan panik….dulu. keadaannya nggak bakal saya set separah itu.
Jujur ya…..terlepas dari privacy atau bukan….(kitakan sudah pada kenal) Anda menikah dan berada dalam membentuk sebuah rumah tangga itu Demi Cinta atau Demi Uang? For love or money? Or…for what?
Ini pertanyaan yang terlintas di benak saya, saat ibu2 muda nan cantik jelita bergosip tentang suaminya yang serba pas-pasan. Terlepas dari suka atau tidak suka…faktanya masih banyak wanita yang memilih tetap setia setiap mendampingi sang suami tapi ada juga yang memilih untuk bercerai karena suaminya sudah dianggap tidak mampu lagi untuk membiayai gaya hidup mewahnya.
Postingan ini terinspirasi dari sini TELGRAPH inggris.
Diceritakan beberapa kasus beberapa istri yang minggat gara2 suaminya bangkrut, dan dampak dari berjatuhannya investment bank di sana itu tidak hanya membuat banyak orang kehilangan pekerjaan saja tapi banyak juga yang malah ditinggal lari sama istrinya. Kasian kan…celoko! Bagaimana dengan di Indonesia baru kena PHK aja…langsung stress berat. Pesangon nggak turun. istri tiap hari manyuuuuuuuuuuun mulu. bukannya ngasih semangat dengan tatih tayang atau apa kek. minimal mensupport. Bikin sakit juga, dan dipikir2 hanya karena financial yang menjadi pokok pertama dalam rumah tangga. Kenyataannya dari cerita yang saya baca di Telegraph itu, mereka nggak langsung miskin total sampai nggak bisa makan, atau bayar ini itu. Dampaknya hanya karena “penurunan standard hidup” saja .
Contohnya jadwal pedicure manicurenya yang biasa di salon mahal mesti dikurangi atau pindah ke salon biasa. Sekolah anak – anaknya juga mesti dipindahin dari sekolah elite ke sekolah biasa karena suaminya tidak mampu lagi membayar biayanya. Cuma standard hidupnya saja yang harus diturunkan sedikit. Dan ternyata dengan penurunan gaya hidup ini membuat sebagian orang merasa banyak yang tidak setuju. Karena meni pedi jadi gaya hidup yang tidak bisa di lepas begitu saja, alasannya prestige…termasuk menyekolahkan anak di tempat yang elite (huruf E di belakang, tolong baca dengan jelas ). Lebih cinta meni pedi ketimbang sayang suami. geser sedikit posisi ke kelas kasta yang lebih rendah koq mereka nggak mau ya…?!!!
Tapi mungkin bagi para wanita di Inggris itu nggak gampang kali ya kalau sampai harus turun standardnya. Gengsi dong!!….sampai segitu ekstrimnya seperti cerita rekaan aja gitu loh. Tapi mana mungkin sih koran dengan reputasi seperti itu kok mau memuat berita rekayasa hanya sekedar untuk mencari sensasi saja, ya……mudah2an tidak terjadi pada komunitas borju di Indonesia. Intinya tidak mewabah ketanah Indonesia….. bisa-bisa penderitaan para suami makin nambah apalagi di kita sedang musim PHK.
Believe it or not , Life is b*tch, kata orang . Siapa yang menyangka kalau suatu hari nanti akan ditinggalkan oleh orang yang dikasihi justru di saat keberadaannya sangat dibutuhkan? Padahal sewaktu dinikahinya dulu dia telah berikrar untuk tetap setia mendampinginya dalam keadaan apapun juga bahkan di dalam kemiskinan sekalipun . Mungkin bagi para wanita seperti itu ikrar yang diucapkan sewaktu menikah dulu tidak berarti sama sekali atau mungkin dari awalnya memang bukan cinta yang bicara melainkan keinginan untuk hidup enak melalui jalan pintas, yaitu dengan menikahi pria berduit. Mereka akan tetap cinta dan setia dengan suaminya selama dia masih mampu menyediakan segala kebutuhan materinya tapi, begitu duitnya habis maka akan hilang pula cintanya. Ada uang abang sayang nggak ada uang abang di tendang.
Nah kalau sudah terjadi begini nih, biasanya baru si pria menyadari bahwa selama ini dia sudah membuat kesalahan yang sangat besar di dalam hidupnya. Dulu ketika semuanya baik – baik saja, dia merasa kalau dirinya adalah laki–laki paling beruntung di dunia karena telah menikahi wanita yang cantik , pintar dan sophisticated. Tidak pernah sekalipun kebayang kalau suatu hari nanti wanita yang dicintainya ini akan meninggalkannya begitu saja karena kekayaannya sudah berkurang.
Mana ada penyesalan datang di depan. Bukan karena si prianya blody idiot alias o’on ato gimana tapi kadang memang ada wanita seperti ini susah untuk dideteksi dari awal. Kenapa? Karena tipe wanita gold digger ini biasanya sangat manipulative dan paling pinter bersandiwara. Saking pintarnya sampai–sampai bisa membuat si pria manjadi yakin bahwa cintanya itu tulus dari hatinya sedangkan kenyataanya tidak begitu. Ternyata semuanya itu hanyalah kamulfase saja, ada uang abang disayang tak ada uang abang ditendang, huh.
Kenapa ya, jaman sekarang ini sepertinya banyak orang yang rela melakukan segalanya hanya demi kepuasan materi? Bahkan banyak yang sudah tidak memakai hati nurani lagi sampai tidak memperdulikan nasib dan perasaan orang lain . Mungkin karena sekarang ini kita hidup di jaman yang serba meterialistik makanya semua orang hanya mikir hartaaaaa.. saja . Nggak peduli gimana cara mendapatkannya yang penting bisa jadi kaya raya! Bela-belain demi wanita yang dicinta banyak yang korup…..bukan gw banget!! Yang korup…..Sory jangan ke singgung ya!!!
Baik, puan nona dan nyonya… di rasa-rasa….Hidup di jaman modern seperti sekarang ini. layak untuk dikenang. Memang tidak semua bisa menikmatinya perubahan pola hidup ini, karena sangat sulit bagi kebanyakan orang, terlebih di Indonesia. Segala sesuatu itu baik kebutuhan pokok, biaya sekolah, transport sampe tetek bengek lainnya anjrit muaahaaallll pisan euy. Apalagi jamannya lagi resesi seperti ini membuat semuanya jadi bertambah makin gila-gilaan lagi harganya. Memang kadang nggak bisa menyalahkan juga sih kalau orang jadi pada matre gitu, soalnya kan sekarang ini apa – apa juga mesti pake duit. Makanya nggak heran kalo sekarang ini banyak orang yang pada pengin menjadi kaya secara instant. Sebenarnya sih nggak ada salahnya begitu…… asalkan, tidak sampai mengorbankan orang lain saja. Biarlah orang lain melakukan itu, asal tidak jadi budaya latah untuk kita aja. Biarlah mereka di Inggris seperti itu kondisinya…kita di Indonesia….adatnya pasti beda….kita setidaknya ngerti kondisi ketimuran kita. Ya…syukur2 belum tercuci otaknya oleh budaya barat yang gila dengan prestige! Status sosial, whateveh….lah!
Komengnya…adalah…kira2 anda cinta mati dengan pasangan hidup anda itu karena Cinta atau Materi sih…..? Satu hal yang mesti kita ingat, what goes around comes around. Siapa yang menabur pasti akan menuai. We make a living by what we get. We make a life by what we give.
Sambil menunggu komeng anda semua ada lagu yang sempat jadi koleksi wanita-wanita simpanan saya (glek) BENCI TAPI RINDU dari GLENN FREDLY. Selamat minikmati!!
*image by Melissadanis[dot]com









33 Comments
Hejis
Jan 8th, 2009
Di tengah kepungan produk nan menggoda hati jadi serba susyah ya Pakde. Ada yang trendy, wangi, kinclong, modis, necis, gede, mungil, merdu, sedap, nikmat, lengkap, de el el. Pokoknya konsumsi seluruh panca indera. Para istri dituntut menahan diri, para suami diharap tahu diri… Yaah, baiknya kembali kepada hati yang suci, cinta sejati atau… apalah namanya.
Arya
Jan 8th, 2009
thanks atas kunjungan dan komentarnya…
namun layaknya pemeo harta, tahta dan wanita selalu berjalan seiring, sejalan, bergandengan tangan lageee.. dengan cost yang keluar dari kantung…dasar cewek matree, ke antariksa ajeee…
FArrel
Jan 8th, 2009
Wuiihhh, asyik juga Kalo pake de jadi penyiar…
Emang sekarang, wanita lebih melihat materi daripaada cinta. Untungnya istri saya tidak termasuk di dalamnya…
Fitri
Jan 8th, 2009
Kalo buat cewek “Ade Uang Abang sayang, takde uang abang ditendang” weksss… itu tradisi kalangan artis sih keknya…
Kalo buat cowok “Ada muke/body adekku sayang, takde ya cari yang ade aje….” hi..hi..hi… kalo ini bukan buat kalangan artis doank yah… hi..hi..hi..
That’s the world… tapi sih maunya yang selamat dunia akhirat ajah deh…. pusink neh awak mikir macem ni…. (kok jadi ketularan Siti Nurhaliza yah….)
thevemo™
Jan 8th, 2009
ada uang abang sayang gak ada uang ya ..siap siap di putusin heheh
Billy Koesoemadinata
Jan 8th, 2009
wuidih.. hasil siaran, dijadiin postingan..
tapi yang pasti sih, saya ga cinta ke pasangan karena materi - wong sama2 miskin
oRiDo™
Jan 8th, 2009
mesti selektif nih klo cari jodoh..
repot juga klo matre..
fuih…
WildlazGet
Jan 8th, 2009
report text yang bagus..nice2. salam kenal ^^,
Kwek Lie Na
Jan 8th, 2009
Aku ngak ya pak De hihihi
kaya dan miskin nikmati hidup bersama. Kalau nasib baik akan kaya lagi…kalau nasib buruk..kayapun bisa miskin…ya tergantung garis kehidupan kita.
soerdjak
Jan 8th, 2009
banyak yang bilang hidup tuh ga cukup hanya dengan cinta,kudu ada tambahan materi,buat jalan2 ke eropa,kekekek.
geRrilyawan
Jan 8th, 2009
saya belom punya istri…ntar nyari istri yang bisa nrimo, pengertian, bisa support kalo suami kesulitan pokoknya sehidup semati, seiring senada, senada seirama, sehati sejiwa….
Oemar Bakrie
Jan 8th, 2009
Untungnya nggak semua kayak gitu ya … Mudah-mudahan nggak putus harapan atas kesulitan dan musibah ekonomi yg banyak terjadi belakangan ini …
namakuananda
Jan 8th, 2009
agnes monica aja bilang,”Cinta ini kadang-kadang tak kenal logika”. tapi bang Basofi agak kalem dikit menanggapinya,”Tidak semua, laki-laki….. bersalah kepadamu. Contohnya aku…..
dengan itu semua.
cinta bisa membutakan hati tapi dengan duit bisa membeli hati hati ayam, hati kambing, hati-hati lho
Andre
Jan 9th, 2009
kalo jaman sekarang emang repot pak de…kalo cuman modal cinta aja mo makan apa ntar anak kita? wew..memang repot
Eep
Jan 9th, 2009
heuheuheu
ada uang abang disayang
ga ada uang abang ditendang..
kekekekek
salam kenal
bob
Jan 9th, 2009
untung saya selalu nggak punya uang, tapi istri selalu sayang
trijokobs
Jan 10th, 2009
itu gambare sarah bukan ya hehehe
beda dikit sama Bob..
Gak selalu punya uang, tapi istri selalu sayang.. hahaha
munawar am
Jan 10th, 2009
sedang susah cari inspirasiiiii….?
sebab sudah lama tak disayang isteri…
Gusti Dana
Jan 10th, 2009
Akhirnya saya bisa juga nulis koment dirumah pakde yang baru ini
.Sebelumnya udah gagal terus untuk masuk..,entah mengapa..mungkin karena koneksi saya lewat pocket dihp
.
Oh ya..kalau gitu saya ganti alamat blogroll pakde diblog saya dengan yg baru ya..??
rio2000
Jan 10th, 2009
Ada Uang Abang Disayang
Tak Ada Uang Nyawa Abang Melayang
Waduh ! Gawat nih…..
tukyman
Jan 10th, 2009
hari sabtu yang cerah bahkan debu berterbangan tertiup angin &
perlahan tapi pasti aku
datang keblogmu
semata mata hanya berbagi cerita bagi kaum dunia maya.
mareq
Jan 10th, 2009
@.thevemo takut jadi pengalaman pribadi ya???HAHAHA….
khofia
Jan 10th, 2009
byu hu hu…
postingan yang menarik om! btw, itu gambar bikinan sendiri yah?
balisugar.com
Jan 10th, 2009
Ah bang kalau sayah mah makan tak makan kita kumpul hihik
Lebih baik sengsara berdua daripada nelongso sendiri
therunk
Jan 10th, 2009
wedew.. gimana ya.. kalau cinta mati saya ga berani..
karena cinta saya sepenuhnya hanya untuk sang pencipta
pasangan hanyalah salah satu perantara saja.. jadi saya ga berani cinta mati
heddy
Jan 12th, 2009
mudahan ade tetep sayang walau dompet tak beruang..heheheh
Buthe
Jan 12th, 2009
Semua-mua kan tergantung niatnya, kalo menikah niatnya cari pasangan rupawan ya dapet deh pasangan rupawan. Kalo cari kaya, ya yang didapat kaya raya tapi belum tentu bahagia. Jadi niatkan saja yang baik-baik, pasti terkabul..biar gak kena tendangan bebas pasangan….

Salam kenal Pak De..
Hilal Achmad
Jan 12th, 2009
saya nggak cuman butuh perhatian .. emangnya kenyang cuman sama perhatian dan cinta ? .. butuh uang neh supaya nggak lapar, supaya tetap cantik … emangnya potong rambut, pedicure, manicure bisa bayar pakai cinta ? makan tuh cinta
nh18
Jan 13th, 2009
Pak De Van Dekray …
what goes around comes around. Siapa yang menabur pasti akan menuai. We make a living by what we get. We make a life by what we give.
Ini Bener banget … bener banget …
Udah gitu aja komen saya …
hahaha
dikma
Jan 13th, 2009
hehehe menggelitik juga nih judul postingnya.
Jay
Jan 13th, 2009
Cinta dan uang itu tinggal berdekatan dan masih tetangga.
Agar kita tidak terbudak oleh keduanya. Yah jgn tebuai dg keduanya.
“Jgn terlalu mencintai istri. (bukan tdk cinta loh). Dan jgn terlalu suka uang (bukan tak butuh uang)”… itu-mah teori!!!
Jadi teringat tulisan ku beberapa bulan lalu. judulnya Aku lebih mencintai orang lain dari Pada Istri Sendiri klik disini: http://zainuddinjambi.wordpress.com/?s=lebih+mencintai+orang+lain
enno
Jan 15th, 2009
hehhee…
cinta juga butuh biaya pakde, kalo mau nonton, mau makan, mau jalan2, tak ada biaya? ya susah juga. Ga jadi kencan deh hehhe
cewe matre cewe matre…ke mall aje…! yuuu
eoin
Jul 4th, 2009
gwah cowo matreh deh kayaknya.. jadi gak kena imbas….
Leave a Comment