“The Great PakDe 3″
by theKRY™ on 15/01/09 at 12:36 am
1st ONAIR
Kisah perjalanan pakde singgah didunia Broadcast diawali dari sebuah undangan untuk menjadi bintang tamu GATRA MUDA. Radio program yang mengeksplorasi puisi anak kota diselingi dengan lagu2 yang sesuai dengan tema puisi. lokasinya waktu itu masih di Sukabumi. Konsep program ini hanya membacakan puisi yang dikirim pendengar, ditayangkan seminggu sekali berdurasi satu jam, host nya adalah Iqbal ramadhan, sosok yang melatih saya untuk ikut audisi jadi penyiar sampai lolos.
Undangan ini muncul saat saya buta tentang dunia radio, buta segala hal dengan konsep program, yang penting berani memenuhi undangan menjadi seorang bintang tamu. Apa yang kami bicarakan waktu talkshow itu? hanya menggali prestasi yang pernah saya ikuti lewat Poetri Reading English Festival Sekokab Sukabumi, Kebetulan saya menyabet peringkat dua waktu itu. Iqbal meminta saya untuk hadir jam 8 malam sebagai bintang tamu diacara yang beliau asuh. Ngalor ngidul obrolannya, 15 menit pertama sangat kaku banget obrolannya, gemeteran juga, norak pokoknya, tapi host nggak mau acaranya jadi nggak seru. Usaha Host membuat saya terpancing untuk cair nggak berhasil karena saya 80 persen tegang habis. maklum banyak didengan anak muda. Saya diajak bicara tentang puisi oleh iqbal ini termasuk puisi karya Arifin C. Noor berjudul JAKARTA. Saya mampu membacakan puisi ini atas dorongan temen2 di kelas dua SMA waktu itu, itupun setelah mendapatkan pelatihan dari guru bahasa Inggris Ibu Nung. (dimana beliau ya..). Hadiah dari Festival tersebut berupa buku berjudul LONG PROSFECT, Sebuah buku impor dari Australia tanpa terjemahan, Bea siswa 1 tahun dari BBC College, Piagam dan Dana Pendidikan. Piagam & bukunya masih saya simpen untuk cerita nanti pada anak cucu.
Back to Talkshow. Saya masih ingat jelas ketika host meminta saya untuk membacakan ulang puisi Karya Arifin C Noor. plus satu puisi karya pendengar, tidak ada pengarahan sedikitpun bagaimana talkshow diacara itu. Jaman itu belum dikenal istilah Producer. jadi serabutan aja tuh acara di jalankan, yang penting memuaskan pendengar. Hasilnya? setelah mendengar hasil rekaman acara tersebut…buset dah maaaaaaaaaaaaaaaaaaaalu banget saya mendengar suara sendiri. aneh rasanya, muka pucat pasi, geli sendiri, jijik mendengar suara yang jelek habis. Kapok sudah!!
Seminggu kemudian saya memenuhi panggilan Station Manager Radio NBS. Ismet Arifin, Sekarang beliau di MNC Production Jakarta. Saya dipanggil karena dinyatakan lolos seleksi penyiar tahun 1994. Dan harus mengikuti training. Pola pelatihan yang saya ikuti waktu itu, hanya mendengarkan gaya siaran Hanny Tresna, Sekarang Program Director Galaxi radio (radio ini pernah saya motori juga sebagai radio pertama yang memiliki segmentasi pendengar dewasa di Kota Sukabumi. Dulu saya yang Handle Programnya thn 2000). Ismet ngajarin saya bicara didepan mic, belajar artikulasi, aksentuasi, nafas, teknic operating mixer dan gaya siaran, gaya siarannya tetep menjiplak habis Hanny Tresna yang waktu itu icon standar paling baik di NBS.
3 bulan saya melatih kemampuan, mengolah bakat teaterikal, seni bicara, relationship dsb. Sampai pada puncaknya saya diberi jadwal siaran pertama. WOW…tak sabar saya menanti moment bersejarah dalam hidup saya untuk bicara didepan mic, didepan ruang siaran, dengan gaya nge-disjokey, yang nantinya akan didengar banyak orang, cemas? Tentu!!! Sebelum siaran perdana, saya mendengarkan dulu hasil latihan saya yang terakhir yang gayanya sudah mendekati gaya Hanny tresna, Tujuannya agar saya tidak ngawur atau lepas gaya. Jaman itu belum ada MP3, jadi setengah jam sebelum siaran, saya harus menyiapkan banyak catatan, termasuk skrip, air mineral 1 liter dalam botol, kaset yang akan diputar diacara saya, Nama acara yang akan saya bawakan adalah REST N RELAX. Nama acara sih iya Rest & relax, tapi koq…penyiarnya nggak rilex? apa pasal…begini:
It still feels like our first night together
Feels like the first kiss and
It’s gettin’ better baby
No one can better this
I’m still hold on and you’re still the one
The first time our eyes met it’s the same feelin’ I get
Only feels much stronger and I wanna love ya longer
You still turn the fire on
So If you’re feelin’ lonely.. don’t
You’re the only one I’d ever want
I only wanna make it good
So if I love ya a little more than I should
Please forgive me I know not what I do
Please forgive me I can’t stop lovin’ you
Don’t deny me
This pain I’m going through
Please forgive me
If I need ya like I do
Please believe me
Every word I say is true
Please forgive me I can’t stop loving you
Still feels like our best times are together
Feels like the first touch
We’re still gettin’ closer baby
Can’t get close enough I’m still holdin’ on
You’re still number one I remember the smell of your skin
I remember everything
I remember all your moves
I remember you
I remember the nights ya know I still do
Lagu ini diputar sebagai lagu pembuka dalam siaran perdana saya, lagunya Bryan Adams - Please Forgive Me. AC ruangan tidak berpengaruh, ketegangan bersarang dikepala saya. Nervous sejuta %, Muka pucat pasi. Gemetar ASLI!!…botol air mineral saya teguk, tapi nggak ngaruh juga….(Hah harus bagaimana ini). sementara lagu yang diputar sebentar lagi habis….!
One thing I’m sure of
Is the way we make love
And the one thing I depend on
Is for us to stay strong
With every word and every breath I’m prayin’
That’s why I’m sayin’…
Bait lagu terakhir ini, yang menjadi tonggak sejarah saya mengeluarkan suara di Radio secara “Trial Onair” (siaran percobaan). Auuuuugh….ambil nafas panjaaaaaaaaaaaaaaaaang, rileeeeeeeeeeeeeeeex (meskipun nggak bisa) tarik nafaaaaaaaaaas, hembuskan pelan2, Tiba2 lagu habis. Iqbal yang mengoperasikan mixer waktu itu. Langsung membuka track untuk mic, saya diminta langsung membuka acara diawali dengan aba2 JEMPOL yang diacungkan Iqbal.
Keluarlah satu paragraf naskah pembukaan. Lancar??? NOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO.
Saya gemeteran, ngomong nggak fokus, Text tiba-tiba tak nampak, panik, entah apa yang dibaca, Keringat deraaaaaaaaaas. Ah. Confused harus seperti apa. Hancur lebur. Kacau balau. Bahkan saya tidak sadar apa yang telah saya ucapkan di depan mic. Nggak jelas karena suara saya nggak jelas, saya terbata2 gagap!!. Gila ya…atmosfir ruang siaran itu ternyata mampu melumpuhkan saya.
Brak!!! suara bungkus kaset jatuh ketika saya harus membacakan judul lagu pembuka. Ikbal malah terdiam ikut tak berdaya menyaksikan kegagalan saya waktu itu.
Antisipasi, Iqbal memutarkan lagu kedua. Badan menggigil nggak jelas, keringatan, super panik, Air sebotol nyaris habis, padahal baru saja di isi full 3 menit lalu. Kemana tuh air tumpahnya? ya keperut saya, karena tegang selama berada di depan mic, dan tanpa sadar saya tak henti-henti menengguk air mineral.
jatah bicara waktu itu hanya 6 paragraf dengan durasi masing2 paragraf hanya 2 menit. Dari semua yang saya sampaikan hanya kata2 “Salam penutup” yang pengucapannya jauh lebih jelas. “Gelo siah maneh” grutu ikbal kesal…Mengesankan? Tentu Tidak!!!
Ada kepuasan? Nooooooooooooooooo saya tak bisa tidur semaleman, memikirkan hasil kerja keras berbulan2 yang amburadul. Besoknya saya dipanggil diminta berlatih lagi. Sebagian penyiar yang sudah jago waktu itu, bukan memberikan spirit atau apa, malah menjatuhkan kondisi saya. Sebagian masih tetep wise menghadapi ketidak mampuan saya. Inilah kejadin pertama dalam perjalanan karier saya yang sangat memalukan.
Hari ini 15 Januari 2009, tepatnya 15 tahun yang lalu, Penanda Tonggak perjalanan karir di dunia Broadcast sudah ditancapkan.
Thanks God, karena masih memberikan semangat yang cukup tinggi, sampai saya singgah pada hari, dimana semuanya sudah menjadi INDAH. Dan tetep Indaaaaa
Hikmahnya yang saya dapat:
1. Jangan pernah merasa bosen belajar jika belum mampu.
2. Berikan pola pelatihan yang benar kepada siapapun sesuai dengan profesi yang dipilihnya. Gurui jika perlu
3. Orang yang belum mampu dalam satu bidang perlu melatih dirinya dengan tekun.
4. Tetep Optimis YAKIN BISA meskipun pernah gagal.
5. Jadikan cemoohan dan ejekan sebagai spirit untuk maju.
6. Jangan mudah menyerah.
7. Jangan malu belajar mencontoh siapapun yang bisa di contoh.
8. Jadilah seseorang yang mampu melatih dengan sabar.
Bersambung!!!
Next Post : Kegilaan Radio









21 Comments
mahendra
Jan 15th, 2009
nah ini baru real Pak De, energik, penuh semangat dan tidak diragukan lagi akan capabilitasnya sebagai master sesuai dengan pengalaman selama ini….BRAVO….GODLUCK always for You..!
mareq
Jan 15th, 2009
SELAMAT ULANG TAHUN PAK DEEEEEEEE……SEMOGA PANAJANG UMUR YA??????SEHINGGA AKAN ADA TAHUN KESERIBU DALAM MASA KE”RADIOAN”nya….THE SPIRIT CARRIES ON…….
edratna
Jan 15th, 2009
Hebat pakde…akhirnya bisa melewati semua tantangan itu.
enno
Jan 15th, 2009
pakde…SEMANGAT…!
semua hal ada awalnya yah, pakde yg hebat ternyata dulu grogi juga..!
Setuju pakde : “Tetep Optimis YAKIN BISA meskipun pernah gagal.”
Billy Koesoemadinata
Jan 16th, 2009
saya setuju banget sama yang pertama tuh kang,, jangan pernah bosen belajar kalo merasa belum mampu.. wuuhh.. berasa pengen belajar banget nih.
thevemo™
Jan 16th, 2009
15 tahun perjalanan yang panjang pakde…maaf lom bisa ke sana
Mikekono
Jan 16th, 2009
Pakde memang kreatif dan inovatif
setuju….jangan pernah merasa
gagal sebelum mencoba
yakin usaha sampai berhasil
thanks bro
hilal achmad
Jan 16th, 2009
wah, nice tip pak. never give up … break the limit
http://ichadimas.wordpress.com/2009/01/14/breaking-the-limit/
nh18
Jan 16th, 2009
UUUyyyyeeeaaahhhh …
Selamat pagi para pendengar semua …
Van DeKray menyapa …
Apa kabar dunia …
Pak De’ … 15 tahun bukan angka yang sedikit …
ini perjalanan panjang …
I hope you enjoy your work ya pak …
Keep on broadcasting …
Sebarkan kabar suka cita pada dunia …
Agar dunia tetap tersenyum …
Bahagia …
Mahendra
Jan 16th, 2009
Kita sulit untuk bisa relax ketika kita harus bersikap tidak menjdi diri kita.
Tapi memang seringkali kita dipaksa untuk bermain peran menjadi orang lain dalam hidup kita.
Tabik….
kemix ™
Jan 17th, 2009
2 + 8 = 10. Maksud loh ha.haaa.
.
Inspiring story bos, beneran neh ultah. Tapi gue ngucapin slamet buat posisi barunya di metro,kapan makan-makan neh. Kan gajinya udah ikutan naik heheheh2222
Hidup pakde udah banyak asam garam, sementara lembaran hidup gue masih baru dimulai.. Whatever it’s time to say.
Congratulation to you, You’re realy great.
Tapi tetep ditunggu lo ajakan makan-makannya hahhahhha.
Gelandangan
Jan 18th, 2009
wahhhh sebuah perjalanan hidup yang penuh dengan berjuta pengalaman
sukse selalu pade.
bagus
Jan 18th, 2009
wah pakde pindahan tho..baru tau nih..selamet ya buat rumah barunya

seru juga pengalaman siaran pertamanya ya..”there is always a first time for everything”
herrybj
Jan 18th, 2009
luar biasa, luar biasa, luar biasa, Pakde true inspire story,, great,,, sukses…
Luigi
Jan 18th, 2009
In short: “When the going gets tough, the tough gets going..”
ayo semangat terus..
Memang lika liku perjalana hidup adalah tempaan yang mengena buat setiap orang
Gusti Dana
Jan 18th, 2009
Met malam Pakde…
Saya ingin mengundang sahabat blogger (semua) untuk ikut berdiskusi menjadi blogger yang pertama ikut menyusun konsep “Indonesian’s Friendship Blogger”
.
Salam Hangat dan Persahabatan selalu
Gusti Dana
Brigadista
Jan 19th, 2009
Waahh bangun dari kehancuran,belajar dari kesalahan,..pak dhe ku satu ini memang pantes di contooh..!!
perjalanan hidup (4) - first experience being a two child widower :D « i don’t drink coffee but cappuccino
Jan 20th, 2009
[...] hidup (4) - first experience being a two child widower
20 01 2009 nyontek dikit sama postingan dan juga ceritanya kang dekry, gue juga mau cerita2 dikit kenapa gue demen banget sama dunia media, dan juga sekalian [...]
Krishna
Jan 20th, 2009
pakde emank top!
maju terus!!!
syaiful
Jan 22nd, 2009
Terima kasih atas kunjunganya. salam ukhuwah dari Pekanbaru
Yulis
Jan 23rd, 2009
Ga bisa bayangin suara pak De kalau tegang seperti itu. Yang aku tahu hanya yang sekarang. Sukes selalu Pak De. Thanks
Leave a Comment