“Im Not Gigolo”
by theKRY™ on 18/01/09 at 11:42 pm
Mengusung nama yang didapat semasa mengalami cinta monyet jaman2 SMP. Lambat laun inisial yang saya gaungkan, mewabah di jagat udara. Enam bulan dari siaran perdana nama itu di gaungkan sampai terbentuk karakter vokal dan air personality saya. Kurun 6 bulan cukup cepat progressnya, sayangnya jaman itu belum ada kepercayaan dari senior untuk menggunakan suara saya dalam mengisi iklan2 in house production. Mereka lebih interest menggunakan nama senior saya. Ada semacam “ANAK BARU JANGAN BIKIN IKLAN”. Bah! aturan yang nggak bagus saya pikir “Made in Ortodok”, sekarang kalau saya butuh pengisi suara iklan, saya cukup menentukan siapapun menurut saya bisa diminta sebagai pengisi suara iklan. Tidak harus yang bersuara bas koq, yang penting punya karakter, mau cempreng kayak kaleng keq, mau logat daerahnya kental keq, ini lebih manusiawi, lebih natural. Lihat si Komeng (sorry Bro…gw catut nama loe), suaranya nggak bagus, tapi berkarakter. Hari gini kalo masih menganut teori iklan jaman dulu betapa tidak kreatifnya kalau karakter vocal seperti Om Yasir Denhas di jadikan icon. Betapa tidak kreatifnya, rakus saya pikir, talent yang lain yang mumpuni, mau dikemanakan???
Yang penting semuanya bermuara pada konsep iklan yang dibuat, Apakah iklannya ini memiliki konsep yang kreatif atau nggak? Urusan menentukan pengisi suara itu nomor dua. Nah yang belum bisa di arahkan mengisi. Team creatif biasanya mampu memberikan arahan agar dialog yang disampaikan dalam iklan bisa sampai ke pendengar. pintar-pintarnya team creatif alias creative director sebenarnya, kenapa? Karena radio itu merupakan media massa personal, artinya audience atau pendengar merasa bahwa radio hanya bicara pada dirinya sendiri, seperti layaknya bertemu sahabat. Radio ini yang didengar hanya suara, jadi otomatis suara ini harus bisa menggambarkan seluruh isi pesan. Sekali lagi tidak harus yang memiliki suara bagus untuk menciptakan iklan. Tapi ide creatifnya. Ini kegilaan pertama saya yang pernah bersarang dikepala ketika melihat senior saya menciptkana iklan. Saya harus bilang kalian keliru, karena tidak melihat partner kerja disekitar kalian yang mumpuni untuk bikin iklan, padahal dia mampu menghasilkan iklan jauh lebih hebat dari kalian. Lihat buktinya. Kreatifitas kalian terbatas sekarang, sementara saya, masih terus melahirkan ide2 baru termasuk konsep2 iklan yang sangat segar dan tidak monoton. Iya Kan? (hah ini untuk senior saya, mudah2an membaca ini). Tapi terus terang dengan cara pelatihan seperti ini, justru membuat saya jadi berpikir bahwa cara kalian belum benar. selanjutnya saya tidak meniru cara kalian, Maaf ya….ini prinsiple banget. Right to be wrong, mumpung saya lagi inget dengan moment itu.
Kalian sudah mengajarkan sesuatu yang belum posistif, namun saya sudah membalikan posisi lebih dulu. Thanks ya…..thanks for my senior, kalian memberikan pelajaran yang cukup berarti. termasuk menolak untuk menjadi gigolo! ha h ah ha
Kegilaan apa yang saya temukan?
Gaya siaran saya pada bulan ke-6 memang masih kaku, artinya saya masih menyampaikan semua text yang di buat scriftwriter mutlak di baca tentunya ditambahin dengan sedikit bumbu improvisasi, menjemukan, dan membuat saya tidak mudah berekspresi. Mending kalau scriftwriternya cerdas dan tangkas dalam menuangkan ide tulisan atau re-write dari beberapa media cetak. Nah kalao tidak. akan semakin kaku sekali gaya si penyiar. Saat ini saya lebih interest dengan gaya2 siaran seperti Jeng Gondo dari Female Radio kesan akrabnya cocok, dia menggunakan konsep Story Telling, Jadi siaran seperti sedang bercerita, Anda tahu? yang dia bayangkan saat ngobrol didepan mic itu bukan ribuan Orang karakter orang, tapi cukup satu karakter orang. Sebutlah sahabat kita satu2nya yang mendengarkan kita, Sehingga kesan ketika dia berbicara friendly sekali alias akrab. Farhan di Deltanesia saban pagi cukup segar, apalagi waktu dia wawancara saya…pernah dengar? pasti belum kan? Konsep Talkshow yang ngalir dan segar, Atau gayanya Ida Ari Murti, yang menggambarkan sosok perempuan Wise.
Mindset inilah yang kadang2 susah dimiliki oleh penyiar. Saat ini, kebanyakan dari penyiar yang masuk kategory new commers….kadang belum faham benar seperti apa siaran yang baik dan benar itu. Perlu penjelasan lebih rinci. (Next saya pasti ulas ini)
Gaya siaran setiap kepala pasti beda, semua tergantung masing2 radionya serta konsep program yang di creat. Umumnya radio2 dewasa alias mature station lebih banyak bicara dengan lugas logis plus settingan music nya yang easy listening. Cara menyampaikan obrolan saat siaran juga, lebih banyak menuntut kreativitas dengan gaya siaran story telling. (Gaya bercerita). Dulu saya tidak menemukan itu. (ini juga nanti akan saya ulas).
KEGILAAN RADIO.
Apa yang ada dibenak temen2 ketika mendengar suara penyiar yang cukup friendly? dengan menggunakan gaya bercerita? kesan pertama yang muncul dalam pikiran anda pasti langsung bilang ” Cara ngomong penyiar ini asyik ya…akrab dan komunikatif ya…! Memang tak sedikit pula yang menanggapi dengan dingin atau malah merospin sampai menjadikan sosok penyiar itu sebagai New Idol dalam hidupnya. Inilah kegilaan yang pernah dirasakan, Fanatisme pendengar.
Litle2 to me…litle2 to me,undang sianu biar seru, ajak jalan sianu biar rame, gw pengen si anu juga diajak, ya….seperti itulah keinginan fans fanatic ketika bertemu dengan salah seorang idolanya. (untung pakde tidak terkenal, kalo terkenal capek saya)
Entah chemistry nya dimana? tapi ketika pendengar sudah mengidolakan penyiar, tak sedikit dari pendengar itu menjadi kehilangan kendali. Sipendengar juga kadang2 lupa diri, dikedipin sekali aja, langsung klepek-kelepek “cinta mati”, pasrah mau diapakan juga, yang penting cinta mati. Dibuntingin ok…diajak kencan Ok…Muncul tuh cerita kehidupan baru, selingkuh dengan penyiar judule. Dari yang ngefans antar sesama Jenis sampai yang hetero sekalipun. Sama halnya ketika yang ngefansnya adalah pendengar laki2 terhadap penyiar perempuan, disitu melahirkan konflik baru. Ada yang sampai mengorbankan anak dan istri pula. Karena perioritasnya adalah Penyiar Sang Idola. Waaaaaah……bisa hancur rumah tangga.
Pakde pernah mengalami ini? Tentu!! Manusiawi dan wajar. Lumrah koq…..keanekaragaman hayati dalam dunia siaran memunculkan new living seperti ini. Pernah suatu hari saya hanya menyapa seseorang plus mengirimkan sebuah lagu istimewa. Si perempuan yang saya rahasiakan namanya langsung berfikiran bahwa dalam dirinya saya ini hanya miliknya….Dampaknya muncul kecemburuan sosial yang membuat saya beda dengan penyiar lain. Tiap jam nama saya disebut. Bikin boring, memang sih mendongkrak profesi. tapi melelahkan…karena akhirnya saya tidak bisa membuka peluang itu untuk pendengar yang lainnya…hik hik….belum lagi menghadapi pendamping hidup yang sebenarnya, kadang2 ia memperlihatkan kecemburuan yang teramat dalam. Ah….(Pak De! sok cakep loe). Fakta meeeeeeen!! ini fakta, dan dikejar2 pendengar itu melelahkan, kalo dikejar client sih empuk…bisa dapat fee marketing karena berhasil pasang iklan, nah yang berhasil pasang cinta? repot jadinya….! Bisa2 merid by accident…..duuuuh!!
Kalangan yang seperti apa yang merespon sikap fanatik ini?
Dari pengalaman yang saya alami, mereka umumnya yang merasa tidak diperhatikan oleh pasangan hidupnya. kedua mereka yang masih single, ketiga beberapa person yang mengalami kelainan secara psikologi termasuk transeksual gender…aiiiih mas buuuuoy….senggol doooonk nama eike……fuih!!! Kaum les biola juga banyak yang begitu, jangan salaaaaaaah. Yang psiko juga.
Inikasus terbaru. Kejadiannya diJambi, korbannya temen saya yang jadi Music Director + Siaran. Karena siarannya sangat Luar Biasa, dia diidolakan Wanita Psiko. Sampai berhenti kerja di Jambi karena kelelahan mikirin si wanita yang ngebulsit. Kasian banget….tiap malam mojok pakai telpon…hampir 4 bulan hubungan mereka berlangsung lewat telpon, Cinta Lewat Ponsel judule. Mojok sampai Pagi….Tapi nggak pernah mau ketemuan, janji sana sini…memuakan. Isinya sampah semua. Muluk-muluk, iming2 yang kampungan & Not a real life. Apa enaknya ya…..hasilnya? waaaaaah loosing time.
Sama kasusnya masih wanita psiko tapi beda orang. 40 tahun usianya, Awalnya bermula dari mendengarkan kata2 bijak yang saya buat dalam bentuk sisipan program, isinya kata2 bijak yang dapat menginspirasikan termasuk memotivasi hidup siapapun, lambat laun. orang ini mau kenal sama saya. Awalnya saya respon sebagai kawan biasa, dengan etika yang cukup jelas, pertemanan tanpa ada niat lebih dari teman apalagi selingkuh. Lambat laun dia menganggap saya mahluk yang memiliki kesempurnaan hidup karena menyampaikan pesan2 istimewa yang mampu memotivasi dan menginspirasi. Begitu hiperactive all day long dia nih. saban kali saya muncul dalam program saya, responnya selalu yang terbanyak. Secara persuatif saya melakukan pendekatan moril karena saya menganggap dia sebagai pendengar saja. Tanpa ada maksud lain, rupanya kesan yang ditangkap, saya ini dijadikan sebagai Idol satu2nya dengan harapan saya bisa menikahi dia….. Nekad dia ingin menikahi saya, Gila Bukan??? (dipikir pakde itu gigolo).
3 Bulan saya diganggu sang psiko, dikirimin surat cinta, di imingi harta yang berlimpah, Dijanjikan kehidupan yang layak, dsb dsb…bikin letih pokoknya. Karena banyak SMS yang dia kirim lebih ke arah mencelakai saya, Sayangnya ketika saya tak merespon, ia malah memaki-maki temen saya yang sedang on air lewat SMS. Kasus ini sampai membumi di hanggar MetroFM Jambi. Semua jadi tahu, Akhirnya saya membuka kasus ini didepan partner kerja saya. Semua jadi tahu, dan temen2 di kantor justru lebih berpihak pada saya. Stress juga dikejar2 cewek psiko ya……..Alhamdulillah sekarang sudah tidak mengejar-ngejar saya lagi. Kecapean mungkin. (bukan nantangin sih)…triknya saya memposisikan diri sebagai pribadi yang tidak mengenakan untuk dirinya. dari mulai bicara kasar lewat SMS, Memberikan makian yang membuat dirinya tidak nyaman, Intinya buat ia merasa gerah dan tidak menarik dalam kehidupannya. lambat laun dia pergi jauh…..Bagaimana kalau dia bunuh diri? Bodo amat! emang pakde pikirin….!!! Orang lagi damai-damainya koq malah diganggu?! Piye Toh?
Ini baru sebagian kisah kegilaan di dunia Radio, belum lagi kasus perselingkuhan dan cinta gelap antara pendengar dan penyiar yang dirasakan temen2 broadcaster radio lainnya dimuka bumi ini. Semua meninggalkan sejarah yang cukup berarti dan memberikan hikmah. How About You? Punya kisah yang mau di share lewat blog pakde, yang berhubungan dengan dunia siaran? atau pernah punya cerita unique seputar mengidolakan penyiar? Monggo share!!!
“Thanks God….
Engkau memudahkan jalan
untuk melewati ujian wanita psiko.
Beruntung saya menang!”










22 Comments
pakde
Jan 19th, 2009
Dedicated to new announcer in this world. There is no easy way to find. How 2be a good announcer….Kalian butuh waktu dan jam terbang…..Semua yang saya lalui didasari atas kemauan, keuletan, konsistensi, keberanian, dan tekad. Be my self!! Radio Broadcaster!! I know…Im Not A star, Im not an actor, I just an ordinary People with a good motivation 4 living. Im not A Gigolo….Peace ah!
rita
Jan 19th, 2009
My god!? pas baca judul… lanjut….Pernah ketemuan gak pakde?…. masih mudah? tua? lajang? tapiii bodo amat yaa hehe… jangan2 minum racun serangga beneran…aw. isi gak seseram judul ternyata hehe
Billy Koesoemadinata
Jan 19th, 2009
hahahah…
kang, dulu juga saya sempet begitu loh.. karakter suara saya yang berat bin dalem, banyak disangka sebagai duda beranak 2. trus, ada juga seorang cewe yang umurnya late 20’s yang mulai sering ngerespon tiap saya siaran. dari asalnya cuman SMS respon, akhirnya dia ngajakin kopdar. saya ga nolak, tapi juga ga nrimo. akhirnya saya minta tolong sama station manager saya buat gantiin kopdar. dan, saya cuman merhatiin dari jauh aja. pura2nya station manager jadi saya. hahah… dan, beneran aja kang. si cewek itu cuakep sangat.. sayang waktu itu, saya masih teenager.. *halah..
setelah kopdar itu, station manager saya laporan. dia cerita kalo tu cewek cakep, dan bener2 baek. dia bahkan tau, kalo station manager itu, bukan saya. untungnya, station manager saya ga tepe ataupun nolak. dia juga ga ngasitau kalo billy itu seperti apa. dia cuman bilang -katanya sih- ke cewe itu, kalo penyiar bernama Billy, emang tokoh misterius yang cuman boleh diketahui oleh management dan pihak radio aja.
walah… lucu
itu baru satu kasus, ada lagi kasus lainnya yang mirip2 psiko gitu kang,, jadi,, suatu ketika sempet bocor kalo penyiar bernama Billy itu anak SMA biasa - emang kenyataan sih,
, tapi bocornya di sekolahan saya. dan, mereka pada nyari2 siapa yang namanya billy itu. ada beberapa temen2 saya yang langsung nunjuk saya - temen sekelas, pada tau kalo saya jadi penyiar juga.
dan, mulai dari situ, ada anak SMA yang ngejar2 saya melulu. tiap kali saya siaran, selalu ikutan respon, tiap kali saya off siaran, ditanyain, dan kalo misal saya mau dateng siaran, pasti udah manteng di kantor radio. mantengin studio dari luar. buseeettt… serem banget! saya sampe minta tolong penjaga studio buat ngusir tu anak SMA. dan, saking psiko-nya, bapak tu anak SMA sempet dateng ke studio buat nyariin, dan nyalahin saya! ujung2nya, saya kena warning sama studio manager - warning buat jangan terlalu nanggepin sih… bukan warniing yang berbahaya
huff… ribet dah
jambi
Jan 19th, 2009
wah judulnya memprovokasi sekali….aku kira pak de sering ditawar hahahahahaha……
nh18
Jan 19th, 2009
Pak De VanDeKray …
Hah …
Ini lah kekuatan suara … kekuatan seorang announcer
Suara bisa membuat orang klepek-klepek dan hilang logika …
Apa lagi ini, suara ini dipunyai oleh seorang berkualitas seperti Pak De Van DeKray …
Wow …
Aku senada dengan bu Rita …
Sempet Di temuin nggak Pak ?
BTW … psycho itu seram juga ya Pak …
Aku berdoa semoga kita semua selalu dalam lindungan NYA …
Bukan begitu Pak De …
Salam saya
munawar am
Jan 19th, 2009
singkat saja Pak De : Fotonya Ngganteng banget…, inilah wajah pemenang itu.
casual cutie
Jan 19th, 2009
wew kirain judulnya beneran…..
Wisata jambi
Jan 19th, 2009
Wah, pakde gitu loh! Jangan sampai ga pakde, hajar terus…
wkwkwkwkk*kaboooeerrrrr*
uwo mahen
Jan 19th, 2009
itu bener…….salutlah, teruskan perjuangan pak de….
jchan
Jan 20th, 2009
Wah wah judulnya bikin salah tafsir sekali lewat. Kirain… hehe lam kenal. n selamat buat tongkrongan baru kita2..
edratna
Jan 20th, 2009
Saya pencinta suara…ehh maksudnya suka mendengarkan radio tertentu, selain mutu siarannya, juga karena gaya dan suara penyiar nya dalam membawakan acara.
Entahlah, memang suka menimbulkan sensasi sendiri mendengarkan suara seseorang, tapi enaknya sih mendingan malah tak usah ketemu orangnya…supaya kita asyik mendengar suaranya aja…hehehe
Saya ingat teman se asrama, suaranya merdu, tapi …mohon maaf, wajahnya biasa aja. Dia menggunakan nama siaran dan banyak yang jatuh cinta, dan pengin ketemuan…dia sangat takut ketemu orang, kawatir penggemar tadi kecewa. Karena nggak pernah mau ketemu penggemar, malah penggemarnya makin penasaran….hehehe…wahh, saya jadi kangen sama temanku itu, dimana ya dia sekarang?
kemix ™
Jan 20th, 2009
yup.. I see i see…
Yange bener yang mana neh, dikejar-kejar ce wek ato ngejar-ngejar cewek wkakakakkkkakkk…. haaa.. haaaa…
randu
Jan 20th, 2009
Lama gak kesini..PakDe Makin Keren aja…
- s L i K e R s -
Jan 20th, 2009
Judulnya lucu banget, hihihih….
Salam kenal bos… 
Mas Koko
Jan 20th, 2009
Selamat malam pakde
Panjang banget postingnya… baca dulu ah
Cecep SWP
Jan 21st, 2009
Lha psycho antara penyiar dan penyiar koq ngga’ ada nih
ciwir
Jan 22nd, 2009
saya juga jelas bukan gigolo….btw, thank kunjungane
Yulis
Jan 23rd, 2009
Ha.. ha.. yah pak De, biar ga ada yang tergila-gila makanya kalau siaran pake suara yang cempreng aja kali ya..
Menarik sekali kehidupan didunia Broadcast ya? Have fun sekaligus menghasilkan uang. Bravo Pak De. thanks
deviw
Jan 23rd, 2009
sayang ya, PakDhe gak siaran di jogja, saya gak bisa dengerin deh. begitulah PakDhe dunia broadcast. dulu saya juga pernah digilai fans… faktaaa meeennn
, setiap hari setiap saya siaran pasti dicalling. everyday i love u deh. pas pindah ke radio lain, dia kelhilangan jejak saya. karena saya ganti nama on air dan style…hehehe. tapi tetep dia masih yakin kalo itu saya.
fendi arie w
Jan 23rd, 2009
Sip Banget Dah Pak de Kita Satu Ini…Sukses Selalu.
Yoga
Mar 7th, 2009
Oh ini tho, wanita psiko itu. Lha mbak Yulis, malah udah komen dari tanggal 23 Januari?
Resiko profesi Pak De, hikmahnya jadi bikin hidup lebih hidup gitu kan?
yungchi
Aug 20th, 2009
Indah ragamu , indah hangatmu , indah setiamu , merekah cerah di sela himpitan warna warni fatamorgana. Sungguh indah…
Pandanganku fokus membungkus , senyumku terpaku membeku , ragaku melayang terbang , mengalir mengulir bersama nafas-nafas binal , merengkuhmu , meleburmu , mendulangmu , bersamaan dengan bulir-bulir peluh yang menyembul dengan sinar-sinarnya yang berkilau. Aku bersama dekapanmu… Aku bersama dekapanmu… Aku bersama dekapanmu… Sayang…
Telanjang tegak berdiriku dalam sapuan angin-angin sutra yang begitu lembut bak pengeran yang selalu dimanja , mengimbangi angkuhmu yang kokoh menopang langit biru , dan akhirnya kurelakan diriku menjadi awan gemawan putih yang menggumpal dan selalu akan menemanimu. Oh… inikah Cinta?
Jiwamu akan terus menjadi gelas kristal yang bercahaya. Dan jiwaku akan terus menjadi tetesan embun yang akan mengisi dan meneduhkanmu. Walaupun waktu berhenti tetesan embun itu akan terus meneduhkanmu begitu pula gelas kristal yang akan terus menerangiku dengan kerlipan cahayanya.
Tak ada yang abadi… Namun percayalah dengan keabadian… Dan ketika kita percaya , dituntunlah kita ke sana. Seperti anak-anak domba yang dapat merumput di Sahara tanpa penggembala.
Leave a Comment