Sumpah Zabatan Pakde Mannnnnnnna?
by theKRY™ on 21/01/09 at 8:19 am
35-Inspiring Word Oktober.mp3 -
Masih Ingat dengan isi sumpah jabatan sewaktu anda menempati posisi cukup tinggi di instansi tertentu/pemerintahan? Kemana larinya Janji dan Sumpah yang pernah di ucapkan pada saat pelantikan sumpah Jabatan itu sekarang?….. Sekedar mengingatkan, kebetulan isi sumpah itu baru saya temukan hari ini, terinspirasi sumpah jabatan Kang Obama sebelum masuk gedung putih. Kalo di Indonesia versinya kira2 begini:
“Saya bersumpah (menerangkan) bahwa saya, untuk diangkat menjadi bal bla bla***, langsung ataupun tak langsung dengan nama atau dalih apa-pun, tiada memberikan atau menjanjikan ataupun akan memberikan sesuatu kepada siapapun juga.
Saya bersumpah (berjanji) bahwa saya, untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatan ini, tiada sekali-kali menerima dari siapapun juga, langsung ataupun tak langsung sesuatu janji atau pemberian.
Saya bersumpah (berjanji) setia kepada Undang-undang Dasar, bahwa saya akan memelihara segala peraturan yang berlaku bagi Republik Indonesia, bahwa saya dengan sekuat tenaga akan mengusahakan kesejahteraan Republik Indonesia, bahwa saya akan setia kepada Nusa dan Bangsa dan bahwa saya akan memenuhi dengan setia segala kewajiban yang ditanggungkan kepada saya oleh jabatan bla bla bla***”.
Bla bla bla saya tandai karena bisa diganti dengan posisi yang berbeza-beza.
Sebagai orang yang tidak memiliki apa-apa secara materi baik dalam bentuk harta benda, keunggulan fisik, dukungan “jaringan” atau network sebagaimana yang dimiliki oleh sebagian orang yang beruntung (terlalu merendah nih pakde, Sebellllll), ditambah dengan posisi sebagai perantau yang tidak bisa menggantungkan diri pada keluarga, saya selalu mengupayakan untuk memenuhi janji. Kenapa? Hanya itu yang saya miliki. Entah akan menjadi apa saya nantinya, jika satu-satunya yang bisa saya pegang tidak lagi saya bisa andalkan.
Ada pengertian yang sangat dalam bagi kita tentang janji. Janji dan komitmen itu bukan sekedar memenuhi apa yang telah kita janjikan. Tapi memenuhi janji adalah sebuah pekerjaan sepenuh hati, sekuat tenaga, sebuah kegiatan yang dipenuhi dengan nilai2 professionalisme, memberikan lebih dari apa yang kita janjikan. Memenuhi janji dan komitmen tidak bisa hanya dipenuhi dengan omongan saja, harus dari lubuk hati yang paling dalam, agar seluruh semesta bekerja untuk kita dalam memberikan yang terbaik. Janji dimata sebagian orang bukan memberi sejumlah yang kita janjikan, tapi janji adalah standard minimal yang harus dipenuhi. Sungguh sangat berat rasanya ; bahkan menyesakkan, ketika kita menyadari tidak mampu memenuhinya, sekalipun itu bukan janji dan komitmen kita secara pribadi.
Akan tetapi, saya tidak ingin berapologi atas kekuasaan Allah dalam berkehendak untuk menutupi janji dan komitmen kita. Berjanji dan berkomitmen juga bukan sesuatu yang harus ditakuti. Saya selalu memiliki respect yang dalam terhadap teman-teman saya yang mampu mengucap komitmennya. Dibutuhkan keberanian. Nyali. So, besarnya tanggungjawab atas janji dan komitmen bukan lalu untuk ditakuti dan dihindari. Tapi untuk dihadapi.
Memang saya bukan pebinis, maka saya harus berkomitmen terhadap client. Sebagai enterpreneur dan atasan, komitmen saya pada rekan2 yang bekerja dikantor adalah nyawa bagi perusahaan. Bagi yang beragama, maka janji dan komitmen ketika (contoh bagi seorang muslim) mengucap kalimat syahadat adalah nyawanya. Bagi yang sudah bersuami atau beristri, maka janji dan komitmen yang diucap ketika prosesi ijab qabul adalah nyawanya. Ngeri rasanya ketika membayangkan sudah berapa banyak komitmen terhadap rekan kerja yang saya ingkari. Komitmen terhadap client yang terabaikan. Komitmen terhadap Allah yang terlupakan oleh duniawi. Lebih ngeri lagi jika membayangkan berapa kali saya melakukan excuse, mencoba melakukan pembenaran dan menimpakan kesalahan pada orang lain atau apapun itu ketika saya tidak mampu memenuhi janji tersebut. Lalu…seberapa penting Janji & Komitment yang harus kita pegang?
Ketidak unggulan atas hal-hal yang terlihat dan terukur saya coba untuk dijadikan semangat dan pemacu, dengan meningkatkan kemampuan2 yang lain yang saya miliki. Saya sangat percaya akan hukum keadilan Allah SWT. Saya percaya akan kasih dan sayang-NYA. Atas segala kekurangan yang saya miliki, saya mensyukurinya dengan amat sangat.
Semoga Allah selalu mengingatkan kita untuk tetap commited atas setiap janji yang kita ucap dalam peran hidup yang kita jalani. Termasuk berpegang teguh pada sumpah Jabatan. Sekedar share, seumur-umur kerja di dunia broadcast, saya belum pernah mengucapkan Sumpah Jabatan seperti para petinggi. Saya hanya dapat surat kontrak kerja saban tahun, selalu begitu di setip perusahaan, entah kapan sumpah jabatan itu akan saya ucapkan dihadapan public……..momentnya seperti apa ya….? rasanya seperti apa ya……? Terus rasa berkomitmen pada sumpah jabatan itu seperti apa ya…? ada yang bisa share bagi2 pengalaman?









20 Comments
edratna
Jan 21st, 2009
Dalam suatu perusahaan memang perlu ada : a) Philosophy (dijabarkan dalam Visi dan Misi perusahaan, b) Policy: bagaimana perusahaan membuat policy yang dijabarkan dalam corporate plan dan annual plan, c) Procedure, disini perlu suatu aturan main untuk mencapai corplan dan annual plan tsb, termasuk adanya unsur pengawasan berupa built in control, d) People, bagaimana kualitas SDM, dan budaya kerja.
Sumpah jabatan tak ada gunanya, tanpa adanya aturan main dalam perusahaan, serta yang lebih baik lagi jika aturan di perusahaan telah menyatu pada SDM nya, sehingga tercipta budaya kerja yang kerja keras, anti korupsi, bersifat elayani, fokus pada pelayanan konsumen dst nya.
mascayo
Jan 21st, 2009
Wah iya juga ya, saya kebetulan kerja swasta, jadi perjanjian kerja tidak dibacakan, pokoknya tandatangan saja.
tapi kemudian ada pesan kode etik perusahaan yang biasa dibacakan setiap pagi, hanya situasinya tidak seperti sedang mengucapkan janji. Seandainya kalimat-kalimat kode etik tadi diawali dengan “saya berjanji ….” … hmmm …
novnov
Jan 21st, 2009
wahhh cuma pernah ngerasain di sumpah di depan penghulu pakde…hahahaha
Billy Koesoemadinata
Jan 21st, 2009
yah, kalo dalam hal bisnis sih, biasanya sumpah jabatan kan emang ga diperlukan. namanya juga bisnis.
beda halnya kalo politik. kan, itu jabatan publik, dan bukannya jabatan karir. *sok tau ga sih?
hilal achmad
Jan 21st, 2009
ya ya ya
sebagian besar dari kita memang tidak ingat apa yang kita sign
paling banter “harus menaati aturan perusahaan”
that’s it 
Tuti Nonka
Jan 22nd, 2009
Saya juga nggak pernah mengucapkan sumpah jabatan tuh, Pakde. Surat perjanjian kerja? Mmm …. kayaknya kok nggak juga. Habis sudah 22 tahun kerja, sudah lupa dulu pakai perjanjian kerja apa nggak. Yang saya ingat, saya tanda tangan perjanjian ikatan dinas karena sekolah dengan biaya universitas. Kalau selesai sekolah saya keluar, harus ganti biaya sekolah 10 kali lipat … ihiks …
achoey
Jan 22nd, 2009
Wah gimana ya rasanya
Aku belum pernah sumpah-sumpahan
Apalagi nyumpahin
Pak De, kalo kita disumpah jabatan
Takut korupsi
Gelandangan
Jan 22nd, 2009
trus dalam perjanjian tersebut yang dirugikan pasti karyawan pade
casual cutie
Jan 22nd, 2009
wah casual cutie ga pernah sumpah-sumpahan.
Kwek Lie Na
Jan 22nd, 2009
Selamat malam pak De!
Sehat dan bahagia selalu ya.
Kangen sudah lama ngak sempat kesini…tapi saya jangan disumpah jadi kodok ya hehehe
wennyaulia
Jan 22nd, 2009
saya belum pernah disumpah jabatan
tapi jaman sekolah dulu, suka disuruh baca sumpah pemuda, dan terbukti banyak yang melanggar
munawar am
Jan 23rd, 2009
cuma mau ngasih tahu, ada link buat pakde…..
titip pesen; kalau disumpah jangan seperti obama; nyengir melulu…
syaiful
Jan 23rd, 2009
Bagi yang sudah disumpahdan sudah membaca posting diatas, mudah-mudahan mereka kembali kejalan yang benar. jangan dilanjutkan kesalahan itu. wassalam salam juga untuk komunitas bloger.
Yulis
Jan 23rd, 2009
Saya belum pernah Pak De, karena belum pernah menjabat. Tapi pernah melakukan sumpah setia didepan pak Hakim di court housenya Colorado Springs. Deg.. deg.. an banget, nervouse banget walaupun tidak samapai seperti Obama..
Thanks
Mikekono
Jan 23rd, 2009
tak cuma PNS dan pejabat
saja yg selalu lupa
pada sumpah jabatannya
rakyat biasa pun suka kali
bersumpah…..menutupi
kebohongannya
omiyan
Jan 23rd, 2009
sumpah sekarang hanya tinggal sebatas ucapan…tapi ketika pas prakteknya…lupa karena ditemplokin segepok duite…hhmmm
boyin
Jan 23rd, 2009
Sumpah pak de..saya udah brenti minum pagi ini..tapi ntar sore ada undangan lagi pak de…hiii..kabuurrr
kalo kerja di luar, kontrak kerja harus detail banget di baca..soalnya kalo nggak BAHAYA..
Hejis
Jan 23rd, 2009
Hmm… Coba banyak pejabat tinggi kayak Pakde yahh. Pasti asyik tuh. Salam anget, Pakde
Yenni
Feb 2nd, 2009
Justru karena takut dengan sumpah jabatan itu, aku jadi mundur dari pekerjaanku dulu. Takut kualat!
Ntar rakyat yang punya duit nyumpahin aku jadi pocong….walah malah jadi kacau
xixixixi
nadin
Feb 23rd, 2009
he…ia pakde, saya baru pernah sumpah setia sama suami…mudah-mudahan kami berdua diizinkan untuk memenuhi komitmen kami sampai akhir hayat.
soal sumpah jabatan, saya setuju dengan bu ratna, tanpa policy dan procedure yang tepat manfaat, rasanya sumpah jabatan hanya jadi embel - embel birokrasi saja ya pakde?
Leave a Comment