SPG Bispak?? hari geneeeeeee

by theKRY™ on 24/01/09 at 3:33 pm

Wajah cantik rupawan, senyum manis hiasan. Semua yang ada padaaaamu membuat hatiku tak menentu……Sebait lagu ini tiba2 muncul dalam benak saya tadi malem, anehnya koq langsung inget sama SPG ya…?! Di balut pakaian rapi sekaligus sexy, haaaaaaaa sosok Sales Promotion Girl (SPG) yang jadi ujung tombak pengenalan sebuah produk apapun dan selalu menghadirkan kesegaran.

Dimata lelaki dewasa khususnya. Di balik tugas yang disandang, keceriaan gadis promosi kerap kali juga menjadi bagian tak terpisahkan dari sikap keseharian mereka. Memiliki penampilan cantik dan trendy serta jadi pusat perhatian banyak orang. Woalaaaaah bikin ngiler… ndok …….ndooook!

KEHEBATAN SPG
Dalam mempromosikan Product, SPG ini cenderung menggunakan aji pemikat. diantaranya:

1. See
Seorang pengunjung akan selalu melihat-lihat dulu sebelum memutuskan untuk membeli, posisi SPG sudah pasti harus menarik dari segi fisiknya.

2. Touch
Setelah berhasil menarik perhatian pengunjung untuk datang ke standnya, ini kesempatan bagi SPG untuk memberikan penjelasan kepada pengunjung tentang barang yang dijualnya dan memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk melihat kondisi barang yang ditawarkan.

3. Feel Different
Pada saat pengunjung sudah mau mendatangi stand dan mau mencoba barang yang ditawarkan, ini waktunya bagi SPG untuk memberikan penjelasan tentang keunggulan dan manfaat barang yang dijualnya kepada pengunjung.

4. Buy
Inilah saatnya closing sales. Kombinasi antara daya tarik fisik dan kemampuan komunikasi si SPG dengan pengunjung dalam memberikan penjelasan tentang barang yang dijualnya membuat pengunjung akhirnya mengambil keputusan untuk membeli.

Itulah kenapa banyak kalangan menggunakan Sales Promotion Girls ketimbang Sales Promotion Boys. Dan anehnya sampai sekarang, entah ini tercetus dari budaya mana, Jika sebuah event tidak dilengkapi dengan sosok SPG, rasanya Hambar. Ham-Bar ……sekali lagi Ham-Bar!!

Terlepas dari akurat atau tidak, ya….saya hanya melihat apa yang saya lihat dilapangan tentang SPG. Selanjutnya, saya menemukan data lain dari sosok SPG.

Tak urung menjadi kebanggaan tersendiri. Gemerlapnya dunia SPG di beberapa arena pameran dan event besar, ini menjadi alasan yang menggiring para gadis yang memiliki fisik indah untuk terus menggeluti profesi yang juga menghadirkan pemasukan lumayan itu. Banyak yang mengawali karier ini dengan dalih coba-coba, akhirnya ketagihan, entah karena salari Junior dan senior sama rata, dengan lingkup kerja yang tidak menguras pikiran atau alasan lainnya.

Bahkan, demi profesi ini tak sedikit dari mereka yang yang rela minggalkan bangku kuliah. Belum lagi kegiatannya yang menjadi sorotan banyak pihak, dari kelas profesional muda yang produknya ingin laku keras, sampai lelaki hidung belang turun tangan mewarnai perjalan hidup SPG. Mendapat banyak kenalan baru dari kalangan yang cukup bonafit, sampai kaum borju yang hedonis.

Selain karena penghasilan, Pekerjaan yang tidak terlalu berat ditunjang faktor kesenangan yang didapat selama kerja menjadi latar belakang yang membuatnya betah menyandang gelar SPG. Profesi SPG seringkali mendatangkan kesenangan lain di luar tugasnya. Membentuk relasi dan akses masuk ke tempat hiburan malam pun tak urung menggiring mereka ke pola dan gaya hidup baru. Memang biasanya jadi ikutan ke dunia malam, biasanya sih dari ajakan-ajakan teman saja, Kondisi itu pula yang banyak membawa seorang wanita lebih betah dan menspesialisasikan diri sebagai SPG. Pekerjaan yang tidak terlalu berat ditunjang faktor kesenangan yang didapat selama kerja menjadi latar belakang yang membuatnya betah menyandang gelar SPG.

Banyaknya kesenangan plus penghasilan yang didapat menjadi iming-iming bagi SPG untuk bertahan diprofesi ini. Bahkan profesi ini seolah menjadi aktivitas yang membuat ketagihan. Parahnya, candu ini malah menggiring para wanita SPG masuk ke ‘dunia lain’ untuk sekedar memenuhi gaya hidup.

Karena itu, tak heran di kalangan SPG muncul istilah SPG bispak (kependekan: bisa dipakai) untuk jenis SPG yang bisa di-booking setiap saat. SPG yang ‘nyambi’ ini memang bukan hal baru. Tapi bagi SPG yang merasa dirinya ‘baek-baek’merasa ikut tercemar dengan kehadiran mereka. Ya…meskipun tidak semua SPG bispak. lagi-lagi dari ajang coba-coba mereka akhirnya berani memulai babak kehidupan baru, menjamah dunia malam.

Tapi untuk bisa mengetahui seperti apa SPG bispak memang tak mudah. Meski sikap SPG yang centil dan menggoda seringkali diidentikkan dengan SPG bispak, tapi tebakan itu tak selalu tepat. Faktor pendekatan personal adalah cara yang paling bisa dijalankan untuk bisa mendapatkan servis lebih dari seorang SPG.

Dari pendekatan personal. Bahkan kalau pendekatannya mahir dan mengena, si SPG bisa dipakai meski tanpa harus dibayar. (Ooolalllllaaaa!!! Is it Free????…are you kidding me Pakde?). Tak dipungkiri, keindahan fisik adalah daya tarik utama seorang SPG. Namun, di sisi lain, ternyata ada juga hal-hal menarik lain yang membuat para lelaki iseng senang menjalin hubungan gelap dengan para perempuan muda itu. Yaitu, sosok SPG yang umumnya berbeda dengan para penjaja cinta di pinggir-pinggir jalan.

Bermain api dengan seorang SPG, bagi para lelaki hidung belang, dianggap lebih aman. Mereka menilai, para SPG itu berbeda dengan para penjaja cinta pada umumnya. Banyak yang beranggapan, berhubungan dengan SPG plus, tidak terlalu berisiko, kendati lelaki hidung belang ini harus mengeluarkan kocek yang tidak sedikit.

Bahkan, karena sudah punya jalur khusus dengan kalangan SPG plus, teman-teman saya kerap meminta bantuan temen saya yang lain sebagai penghubung untuk mendapatkan SPG plus. ya……Kendati tidak semua SPG berprofesi ganda, pada gilirannya tubuh indah para SPG seolah menambah deretan perempuan-perempuan yang menjajakan diri demi uang. Bahkan, bila ada yang menolak untuk berkencan kilat dianggap itu adalah suatu kepura-puraan. Sungguh disayangkan, karena ternyata para SPG plus itu telah menodai profesi mereka sendiri. Memiliki relasi luas memang bisa menjadi jalan untuk mengubah nasib. Namun, itu selayaknya tidak sekedar untuk menjaring para laki-laki nakal yang bisa dimanfaatkan kantong tebalnya.

Mengingat akan kesan buruk dari sosok bernama SPG, tak sedikit diantara SPG ini malah menjadi wanita simpanan kalangan tertentu, Dari mulai pejabat teras, sampai kalangan pebisnis sukses. Semuanya mendadak ngidam sosok SPG. Bukan karena produk yang ditawarkan, namun lebih karena sosok SPG nya yang membuat mata mereka tak mau berkedip. Click…. Obrolan dibuka, dari mulai bicara product yang dipasarkan sampai kegiatan event. Tanya nama, tanya tempat tinggal, sampai rayuan gombal dimainkan para hidung belang. click mata dikedipkan, Minta nomor HP, sampai bikin janji lewat SMS diluar Event. Jika statusnya single, bisa jadi gelar bispak bersarang, Namun jika imannya kuat, si SPG akan membuat lelaki hidung belang ini merangkak mati-matian mengharap cintanya.

Dan akhirnya untuk membuang kesan negatif ini, beberapa perusahaan yang kerap menjaga image positif perusahaan nama SPG pun berganti FEMALE PRESENTER.
Profesi yang nyata tidak berbeda dengan SPG. Dibayar sama, dengan aturan kerja sebagai sales promotion di beberapa event. Sayangnya lagi-lagi ganti namapun. kesan SPG ini masih memiliki image buruk dibeberapa kalangan, Jangan salah, gara-gara gincu dan sepatu SPG, seorang suami di mata-matai oleh istrinya tak henti-henti, Jarot namanya (disamarkandotcom). Dia ini bekerja disebuah instansi cukup terkenal, kelasnya konglomerat disebuah kota.

Gara2 mengajak pulang seorang SPG, dan hanya karena LUPA menyimpan sepatu SPG dibawah jok depan, istrinya marah besar. Kejadiannya pagi hari saat istri jarot duduk dibelakang kemudi, maklum tinggi tubuh jarot dan istrinya beda, jadi posisi duduk istrinya di belakang kemudi ini kursinya harus di geserkan lebih kedepan, Nah saat menggeserkan kursi inilah, istri jarot merogoh satu kantong plastik yang didalamnya terbungkus satu pasang sepatu hak tinggi yang jelas2 bukan miliknya. Belum lagi saat melihat gincu diselembar tissue. Cap bibir asli….si istri mulai curiga kalo suaminya berselingkuh. Untungnya si Istri hapal betul siapa yang pernah memakai sepatu hak tinggi itu. Sayang dramatisasi dari pihak Jarot tak berhasil, pasalnya jarot tak bisa menjelaskan potongan Ticket Hotel yang ia gunakan untuk bermalam. Potongan ticketnya masih tergeletak bebas di bawah rem tangan. Apes benar tuh Jarot.

Dari peristiwa ini, jarot tak pernah lagi dipercaya untuk meninggalkan rumah lebih dari jam 9 malam, giliran harus keluar kota pun, istrinya harus ikut serta, Gaswat!!

Profesinya tak seharum prilakunya. Ini kasus yang terjadi pada beberapa SPG dan lelaki hidung belang. Memang tidak semua begitu. Masih banyak yang harum namanya, berlaga jadi SPG alhasil jadi artis terkenal.

Ada satu yang membuat saya terbahak2, ketika membandingkan profesi SPG dengan SPB, kontras pisan atuh, jelas ternyata yang cocok dipandang sebagai sales untuk mempromosikan product, sosok wanita jauh lebih ginclong…..lebih pas, lebih enak dilihat, nggak bikin perih, lebih OK. gak Percaya? Lihat  Foto ini.

Perhatikan satu-satu, meskipun mengambil pose yang sama, tetep aja SPB nggak enak dilihat!!

Image From HERE

Tak sedikit predikat TOP OF BRAND maupun SUPERBRAND itu dibantu oleh SPG. Sekali lagi SPG bukan SPB….karena itu para petinggi perusahaan, terutama departement marketing, jangan remehkan SPG. Kalau diintip kinerja mereka, maka mereka juga termasuk penentu dalam keberhasilan produk. Bayangkan saja, sebagai wanita mereka rela untuk naik ke tangga, hanya untuk membetulkan dan merapikan produknya agar rapi dan sedap dipandang mata. Selain memajang produk agar timbul impulse buying, mereka juga seringkali aktif berkeliaran disekitar rak untuk mengejar dan menawarkan produknya kepada konsumen. Itu termasuk pemandangan normal, tetapi kadang kala mereka terlibat perkelahian, sampai jambak menjambak dengan SPG kompetitornya demi mempertahankan raknya yang digeser oleh SPG produk lain tersebut.

Ada kisah yang menarik, ketika Produk susu Anline pertama kali launching dan perusahaan belum memiliki sarana transportasi memadai, SPG-lah yang menjadi korban. Mereka dengan rela naik berjejal-jejal di kabin mobil box demi menawarkan barang ke konsumen langsung di hari sabtu. Tujuannya satu yaitu agar produk Anline bisa dikenali oleh konsumen. Setelah menjadi market leader di produk susu spesialis tulang, rupanya perusahaan ini tetap mengkaryakan SPG untuk mempertahankan posisi produknya di pasar. Kesimpulannya, jangan remehkan SPG jika produk anda ingin bertahan di pasar.

Bookmark and Share

Most Commented Posts

25 Comments

kw

Jan 24th, 2009

duh agak malas dengan para spg yang senyumnya (palsu) manis itu. :)

Ooooo…Really????

achoey

Jan 24th, 2009

Gini2 dulu daku SPB

Tapi gak kaya foto itu :D

Ha ha ha ha….jadi….SPB toh dulunya…..pernah nyoba berpose seprti itu ndak kang? ha ha ha

Rian Xavier

Jan 24th, 2009

Makanya kalo ada temen maw jadi SPG saya larang.

lah?? Koq dilarang….kan nggak semua SPG bandel2….

rizal

Jan 25th, 2009

waaaaw kayaknya sampe bela2in riset nin pakde? :)

Riset? Nggak juga sih…hanya mencari beberapa fenomena kehidupan SPG aja….Urusan Foto kebetulan nemu langsung.

hilal achmad

Jan 25th, 2009

kirain PSG :) Pendidikan Sistem Ganda :)

Lah, ini kan Pendidikan sistem ganda juga…..berjualan dan ber…..hik hik

sibaho

Jan 26th, 2009

SPG itu seperti buah cherry di atas black forest. bikin suasana tambah meriah :D pic nya bisa aja pakde…

Wah imaginasinya sampai ke blackforesst ya…..saya malah nggak berimajinasi sampai situ…..hebat si bapak ni

thevemo™

Jan 27th, 2009

hihihi…

SPG plus? banyak ma cantik cantik lagi…
SPB plus kelaut aja….

Kenapa? Koq dikelautin si bro?

nh18

Jan 27th, 2009

Aku ndak ikut-ikut …
Nyerah aku …

hahahah …

Salam saya …

(Yang jelas SPG beginian kalo ditempatku … pasti sudah dikeluarkan dari perusahaan …)(bikin repot dan runyam …).

Nah karena runyamnya, akhirnya ada yang mengganti nama jadi FEMALE PRESENTER, karakter pribadinya pun di audisi lagi….yang nakal nggak lolos, yang betul2 mengejar profesi ini baru lolos……Meskipun sampai saat ini belum ada audisi sekaligus test psikolog untuk SPG.

Billy Koesoemadinata

Jan 27th, 2009

foto yang kedua, adalah SPG setelah bispak.. :P

*becanda, kang..

SETUJU…wakakakak

munawar am

Jan 27th, 2009

sudah mulai monetisasi blog yaaahhh Pak De…; postingnya juga sangat mendukung tuhh…, pakai SPG SPB segala….; baru denger SPB :)

The Problem is…saya kesulitan menyebut nama SPG jika diperankan oleh laki-laki, “B” nya terserah akang mau di baca Boy Apa …..(hahahaha)

Tuti Nonka

Jan 27th, 2009

Walaaah … saya kirain SPG (Sekolah Pendidikan Guru)….
Pose-pose SPGnya nantang banget Mas. Lha kalo SPB pose kayak gitu, ya jadinya kayak bencong … hehehe …

Ha ha ha….itu dia makanya lebih ginclong dan mantep. Makanya ….kalau mau berpromosi pakai jasa SPG ajah….

emma

Jan 28th, 2009

tapi terkadang spg suka memaksa..
suka sok tauu..dan merendahkan orang bila penampilan “tamu” nya tidak gemerlap..
hehe aku kok curhat..lam kenal ya maass..

Salam kenal kembali mbak! Kadang2 ada juga SPG yang begitu…

novnov

Jan 28th, 2009

Ahhhh SPG yahhhh?….jaman kuliah dulu, cara nyari duit yg gampang ya jadi SPG, tapi boro2 bisa dipake…lha wong baru mau di deketin aja Bapakku udah melotot…hahahahahaha..semua kembali ke pribadi masing2 sih Pakde…btw Jambi apa kabar?…gw msh utang kaos yahh?..hahaha dah basi kaleee…

Absolutely 100% semua dikembalikan pada dirinya masing2, mau dipakai khusus atau tidak….Amannya sih tiap SPG punya Bodyguard.

Singal

Jan 28th, 2009

SPG benaran sudah bubar, iya kan pak?!

Sebutannya masih SPG (sales Promotion Girl), Sebagian mengganti dengan nama Female Presenter, Jadi belum bubar 100%, yang Bubar itu Sekolah Pendidikan Guru pak….Sebutannya memang SPG jua…

easy

Jan 28th, 2009

hahaha… yang SPB nya itu laki2 atau bencong sih pakde ?
kok mau maunya pose seperti itu. hahaha

Nah loh…laki-laki atau perempuan….saya sendiri nggak tahu siapa mereka……

Mikekono

Jan 29th, 2009

setahuku SPG itu
Sekolah Pendidikan Guru
hehehe…….SPG
memang bnyk yng nyambi
menjadi…..buat nyari
tambahan uang minyak
hmmmmmm :wink:

Hanya satu pertanyaan untuk bang agus….Pernah melihat mereka NYAMBI? Atau pernah di SAMBI Mereka belom..? (ah pakde ngak sopan pakde)

bagus

Jan 29th, 2009

profesi SPG di kota besar kayaknya dah jadi trend dan gaya hidup di kalangan gadis2..kerja ringan bayaran gede dan bisa memperluas “relasi”
pernah ngobrol ama temen yang kebetulan punya tempat makan di samping salon..dia bilang “berapa sih gaji jadi SPG? gile aje tiap hari salon sebelah penuh ama SPG2 padahal tarif salonnya termasuk mahal”..kayanya SPG dah jadi profesi yang menjanjikan uang cepet dalam waktu singkat.
masalah SPG plus2 ga tau sih..ga pernah terlibat :p tapi saya ngacungin jempol deh buat effortnya SPG2 waktu nawarin produk ke calon pelanggan…patut di tiru dan di hargai :)

Trend lama yang sekarang memiliki peran cukup hebat!

Balisugar

Jan 29th, 2009

kalau SPG nya lucu-lucu kayak gitu so pasti aku mau beli barangnya, tapi kalau SPG nya ngomong nyerocos terus kurang ramah kalau gak jadi beli ah ngacir saja.

Memang ini fakta dilapangan, Ada SPG yang membuat kita terhipnotis ada juga yang malah membuat kita pergi menjauh. kalau saya siiih beli nggak beli yang penting bisa kenal dan bisa akrab dengan SPG, Karunya atuh…piraku rek di ganggu. Batur pan keur usaha….ner teu????

AFDHAL

Feb 20th, 2009

wah kalau dulu saya sering ngurusin SPG tuh pakde….
dari rekrut, training, sampe supervisi….
hihihii…kerjaan paling enak tuh

tapi kalo ketahuan SPG Bispak…
wah pasti di cut tuh…

tapi jujur, peran SPG/FP itu sangat penting
penting bagi brand’nya lho :)

Betul pak.
Peran SPG sangat2 membantu…termasuk yang nyicip sekalipun, nyicip product yang di jual maksud saya…
Ada yang menjadikannya sebagai pendamping hidup malah….

Deddy Huang

Mar 27th, 2009

Lho… SPB khan buat tante-tante kesepian :p~~

Pakde
Ha ha ha ngiler dotcom donk!

rizal

May 8th, 2009

Penggantian nama adalah ide bagus ditempat saya diganti jadi Fashion Counsultant (FC ) tapi yang lebih penting adalah menanamkan kepribadian yang kuat terhadap para staff bahwa yang mereka lakukan adalah tugas dan tanggung jawab kerja ( job description ) selain juga mengedepankan aqidah agama dan adat ketimuran…

Pakde
Posisi dan Job desc Mereka sama idealnya dengan yang di terapkan dengan perusahaan2 lainnya di Indonesia. Ini bukan profesi yang nyeleneh. Tinggal nanti dikembalikan kembali pada pribadi masing2 mau nyeleneh atau baik2 saja? Sama kasusnya dengan Caddy (pemungut bola golf) Terkesan mereka adalah wanita sewaan….padahal bukan….back to personal dan bagaimana kita memperlakukan mereka.

Cak Nano

Jul 22nd, 2009

hehehe…SPG memang paling asyik dilihat dan dinikmati…keramahan dan kecantikannya…ayoo siapa yg istrinya dulunya SPG?…hahahaha….

Budi Hermanto

Jul 24th, 2009

Hmm..
SPG juga manusia..
Dan tugas mereka memang sperti itu.. :D

jarot

Aug 28th, 2009

 
kirain saya SPG tu SEJENIS PASANGAN GAIRAH gitu HE…HE…HE……tau nya bkn ya??? tapi bnyak yang kaya gtu ga pakkkkkkkkkk

pupi

Dec 24th, 2009

tp kbnyakan SPG yg ak liat semuanya emg pada ga bener (bukan asal lho,tp emg ad kasus nyata)…blik k sikap n manners bawaan mreka koq…yg menentukan opini orang kan dr manners mreka….dan sesama SPG pun bs slg nilai temen2 mreka it spt ap…jd dr situlah ak bs beropini mereka it spt ap…susah lho memulihkan nama baik…he.he..

Leave a Comment

Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.