Everlasting LOVE

by theKRY™ on 04/02/09 at 7:01 pm

Prologue
“Straight From Each lover’s heart everywhere,…..Everlasting Love……”

Akhirnya….menadai sejarah baru di JAMBI, saya buat satu program radio yang lebih bersifat momentum, Februari…as you know. Ini bertepatan dengan moment Kasih sayang sedunia bukan? Yang notabene diperingati banyak kalangan.

Dimana peran radio dalam mewarnai moment ini? Pakde & Team menciptakan satu program dalam bentuk auditif dari karya tulis/cerpen yang dikirimkan pendengar. kisah-kisah inspirasional yang dikirim pendengar, menggugah, inspirastif dan secara universal memiliki pesan moral yang cukup tinggi. Formatnya lebih ke Drama Radio/monolog dan dilengkapi dengan sounds illustration yang membuat isi cerita lebih hidup.

Contoh sederhana, pakde kemaren mengambil satu kisah dari SINI Kisah ini, mengungkapkan perjalanan singkat lelaki tua berusia 48 tahun yang terkena strooke, ia terjatuh kemudian dibawa ke rumah sakit. Selama dalam perjalanan ke rumah sakit, lelaki tua ini dihadapkan dengan penggalan-penggalan pengalaman masa lalu semasa masih muda, termasuk ketika ia menyatakan kesungguhan untuk menikahi istrinya yang sekarang akan di tinggalkan pergi ke alam lain. Kisah Monolog ini sangat puitis, dengan balutan emosi yang cukup dalem.

Naskah yang nantinya akan dikirim oleh pendengar, jelas harus karya asli dari pendengar, bukan saduran ataupun menguktif. Materi cerpennya dikirim ke Metro Fm, setelah naskah dikirim pendengar, selanjutnya naskah ini akan dipilih dan dinilai  scriptwriter. Untuk tulisan terbaik nanti akan langsung diproduksi kemudian ditayangkan dalam bentuk drama/cerpen yang sangat auditif.

Setelah melalui proses cukup panjang, dari meja scriptwiter, naskah dilarikan ke bagian music director, ini untuk menentukan lagu apa yang nanti akan disisipkan dalam kisah ini, agar isi monolog lebih kena, ini bertujuan untuk menciptakan sebuah atmosfir agar pendengar tidak jenuh dengan monolognya yang terkesan datar. Setelah melalui small discuss, Naskah masuk ruang produksi untuk langsung dijadikan Monolog yang bersifat Auditif, carakter Vocal yang memerankan monolog itu di sesuaikan dengan cerita yang dibuat, selanjutnya naskah berada di tangan Team Produksi, disinilah team produksi melakukan tapping alias rekaman suara yang akan di isi oleh …(kebetulan pakde lagi pengen nyoba nih…hik hik…..) Selesai tapping, audio monolog di mixing dengan beragam backsound dan sound ilustrations untuk membangun cerita ini lebih berasa.

Dan inilah hasilnya. Silahkan mainkan Durasinya 36 menit 04 detik. lumayan lama….(pede banget si pakde nih…suara pas2an gitu juga…TAK MENJIWAI BANGET PAKDE). Sudaaaaaah jangan protes yang penting dummy program sudah jadi!! Understand?

SIRINE.mp3 -

Resources:
http://www.kolomkita.com/2009/01/30/sirene-sirene/

Lagu Pendukung
BRIAN MCKNIGHT - ONE LAST CRY
KENNY ROGERS - LADY
THE RADIO-TEARDROPS

Instruments Pendukung
Instrumental - Sad Love Story OST - Even After Ten Years (Piano Nocturn)
Instrumental - Background Music (Sad Piano)
Instrumental - Sad Waltz

Special Thanks To

Arki Atsema
http://www.kolomkita.com/2009/01/30/sirene-sirene/

Gegen as my Special Production
Eko as scriptwriter
Faisal as Music Director

Good Jobs Friends…….Two Thumbs for U!

“Straight From Each lover’s heart everywhere,…..Everlasting Love……” Semoga moment hari kasih sayang ini tidak sebatas kalimat itu, tidak hanya sebatas program radio berjumlah 29 episode, namun lebih dari segalanya. Dimana kami akan melihat, merasakan dan bertindak atas nama kasih sayang dan cinta diatas segalanya. Belajar memberikan cinta dan bukan hanya menerima cinta. [sorry ........tulisannya berwarna pink plyod]



Bookmark and Share

Most Commented Posts

23 Comments

awie

Feb 4th, 2009

Waduh, sayang yah, aku ndak di Jambi, jadi ndak bisa ikutan, he he he he sukses selalu untuk pakde dan crew nya. Happy Valentine friend….

Thanks Bro….!

backhtiar

Feb 4th, 2009

Saya gak merayan palentin pak de..

really?

Tuti Nonka

Feb 4th, 2009

Wah, saya suka lagunya Pakde, One Last Cry dari Brian Mcknight dan Lady dari Kenny Rogers.

Pasti flashback ke jaman2 dulu, saat masih muda…iya kan…? btw ada kenangan apa dengan lagu itu?

Billy Koesoemadinata

Feb 5th, 2009

cieee.. kang dekry jadi ’sok’ romantis nih…
berarti, salah satu yang setuju kalo februari = bulan cinta dong.. ;-)

Terlepas dari bulan cintrong atau apalah namanya….yang pasti saya ingin memanfaatkan moment ini untuk pengiklan.

erander

Feb 5th, 2009

Yang mengisi suaranya itu suara Pak De ya? .. wah, kaya’ suara penyiar radio ya *dijewer sama pak De*

Pak De .. kalo saya dengar hasilnya, saya koq jadi flashback ke tahun 70-an ya Pak De. Pada waktu itu, kota tempat saya tinggal belum ada TV .. sehingga, satu²nya sarana hiburan yang ada hanya radio.

Nah, pada waktu itu .. drama radio sangat digandrungi seperti Butir-butir Pasir Dilaut. Walaupun saya bukan penggemar drama, tapi cara monolog juga sering diudarakan. Boleh juga tuh idenya. Minimal buat bernostalgia.

Kalo untuk anak² muda jaman sekarang, saya ga tahu ya Pak De .. apakah cara tersebut cukup efektif menjaring mereka. Secara mereka kan generasi MTV hehehe :)

Generasi MTV…dimungkinkan bersebrangan dengan ide ini.

Iya…Masih banyak kurangnya koq bang, Karena itu saya berani share dengan harapan banyak masukan, Ide awalnya adalah flashback ke jaman dimana drama dan dongeng cukup digandrungi.

Program ini kami buat untuk mendongkrak minat pendengar dalam menghasilkan karya tulis dalam bentuk monolog/cerpen untuk di perdengarkan dalam bentuk auditif. Siapa tahu memberikan inspirasi bagi pendengar untuk menulis cerita. Bukan hanya penerbit saja yang mencari karya tulis cerpen tuh, tapi radio juga bisa mencarinya, Karena ini juga bisa dikatakan Pasar. Pasar untuk beriklan. Media yang bisa dijadikan ajang berpromosi juga. Tujuan utamanya memang itu. Dan terbukti Program ini memiliki pasar dan bisa dijadikan ajang berpromosi dan laku di jual.
Thanks untuk masukannya bang!

ikra amesta

Feb 5th, 2009

[...]Perhatian …. ini Email dari IKRA AMESTA yang pakde copas kesini.[...]

halo pakde,
saya arki atsema penulis “Sirene, Sirene”

saya telah mendengar monolog yg anda buat di blog anda utk cerpen ini,
wow! terima kasih ya, i feel so much appreciated!
monolog anda membuat cerita ini jadi lebih hidup dan bahkan saya hampir tak percaya saya yang membuat dan menuliskan kata-katanya, hebat sekali pakde,
well done!

cerita ini sebenarnya menyatakan ttg bagaimana seorang suami yg begitu mencintai istrinya dan ia merasakan itu lagi saat ia melihat istrinya sedang menangis. lalu ia mengingat momen2 bersama istrinya yang berhubungan dengan ketika sang istri menitikkan air mata, yg berisi kemarahan, kekecewaan, rasa cemburu, dan putus asa Sampai akhirnya, di saat ia akan segera dipanggil Tuhan, ia justru mengingat saat sang istri menangis bahagia saat ia melamarnya.
sehingga dapat dipastikan, beberapa detik sebelum ia meninggal ia kembali merasakan saat2 ketika mereka masih muda dan melihat kecantikan sang istri kembali memancar.

maka sang suami meninggal dalam keadaan jatuh cinta lagi.

terima kasih ya,
mungkin pakde jg berminat utk membuat monolog dari cerpen2 saya yg lain yg sudah dimuat di kolomkita.com, hehehe

sekali lagi terima kasih,
it means so much to me to be appreciated!

Bingo!!! Akhirnya yang punya naskah mampir juga, Thanks Ikra Untuk Naskahnya, Tanpa karya tulis anda saya bukan siapa2, dan faktanya saya bukan siapa2. Karya anda luar biasa….Sukses untuk anda!

mamas86

Feb 6th, 2009

Valentine… Memang februari lebih bersifat momentum kasih sayang ya pakde… Wah kalau saya mah sama saja… Mau februari atau maret sama saja… Yang penting ada uang di kantong… nah itu hari kasih sayang namanya… :D

Kasi sayang bisa di ukur dari uang saja gitu???????

alris

Feb 6th, 2009

Kreatif terus pakde.
salam kenal.

Setiap org bisa kreatif bos!

Hejis

Feb 6th, 2009

*Sambil mengunduh programnya Pakde*

Ketika Media Baru masih menjadi trend beberapa tahun yang lalu, beberapa pakar memprediksikan bahwa medium radio akan mati karena ditinggalkan pendengarnya. Saat ini terbukti bahwa prediksi itu keliru. Radio masih memiliki keunggulan yang mampu membuatnya bertahan. Salah satunya adalah aksesibilitas khalayak dan kedekatan emosional antara radio dan khalayaknya. Tentu ada faktor utama yang bermain di sini, yaitu kreativitas pembuatan program.

Orang radio seperti Pakde, tak perlu diragukan lagi, pastilah telah membaca fenomena Media Baru ini. Semoga program ini mampu membuat radio tetap eksis. Tetapi, sebetulnya naskah itu juga bisa diambilkan dari post-post blogger, Pakde. Kan banyak yang bagus-bagus tuh. Ya, mungkin jika naskah yang dimainkan diambil dari blog, kedekatan psikologisnya dengan pendengar kurang dibandingkan naskah dari para pendengar. Pendengar akan merasa “lebih ikut terlibat” dalam narasi program. Namun, suatu saat ketika naskah dari pendengar tidak ada yang memenuhi kriteria, pilihan pada naskah yang berasal dari blog memungkinkan. Atau, bisa juga diselang-seling.

*Downloadnya belum berhasil, Pakde*

Sasaran Program Everlasting memang untuk membuat pendengar jadi doyan nulis, doyan dengerin karya tulisnya di radio pula. Pendengar sengaja akan dilibatkan dalam satu program radio om, kalaupun nanti saya memanfaatkan temen2 blogger untuk turun ke media radio, saya bisa ploposri dengan menciptakan program baru, misalnya Blog On the Air atau apa lah…yang judule lebih empuk. Sponsorenya jelas provider Internet biar seru.

Jangan Di Download Om, Di Play aja…nanti juga keluar sendiri suara pakde fals itu. Btw thanks untuk pujiannya,,,but tolong untuk tidak berlebihan, saya masih memiliki banyak kekurangan Om. Salam

inos

Feb 6th, 2009

kerennn… cuma di sini saya dengernya putus2 pakde..

Sayang banget ya…om…padahal filenya ringan tuh Om…..Foto yang diupload juga ringan semua….
Saya juga lagi mempertimbangkan untuk bandwit temen2 yang kecil. Mudah2an nanti blog inspirasipakde ini bisa di akses lebih cepet lebih lancar.

jambi

Feb 6th, 2009

o…….. pakde…. di metro fm to? radio fav-ku sekarang…
semoga gak berubah2 format siarannya :)

Alhamdulilah…. masih tidak berubah formatnya, dan satu2 nya radio yang beda formatnya as you know Bro. Dan tidak akan berubah. Karena cuman kami yang punya Format seperti sekarang ini. Yang berubah paling cuman Penyiar nya ajah. Maklum mereka freelance….

arvernester

Feb 6th, 2009

hadiahnya apa je pakde? he,
boleh ikutan ga neh? atau udah selesai?

Blog CC mu lelet nian, awak idak biso akses….lelet bro.
Siapapun boleh ikutan selama tinggal di Jambi….Hadiahnya menjanjikan. Karena yang suport adalah salah satu Bank di jambi. Acara ini masih berlangsung sampai tanggal 29 Februari 2009.

marshmallow

Feb 6th, 2009

hiks… koneksi internet saya nggak memungkinkan untuk mendengarkan suara pakde yang menghanyutkan kayak banjir bandang ituh… huhuhu…
padahal pengeeeeen banget bisa ikut menikmatinya.
maklum, pakde, internet udah nggak mewah lagi kayak di sydney…

tapi acaranya top markotop deh, pakde.
saya salut banget dengan kreativitas pakde dalam berkarya.
pakde betul-betul konsen menggarap acara radio, ya?
salut banget! sumpah!
kalau ada dua orang aja kayak pakde, pasti… hmm… pasti kita bingung milih siapa yang lebih bagus. hehe…

sukses selalu buat pakde dan tim.

Lelet banget sampai nggak bisa play? waduh sayang ya…..monolog pakde ndak bisa didengar. hik
Thanks untuk suportnya, saya sangat menghargai, akan lebih baik jika berkenan memberikan kritikan, saya pengen banget banget mendengar kritikan bu dokter, bukan pujian semata yang membuat hidung saya mengembang. By E-mail aja jika berkenan bu ya….!
Sekali lagi thanks…..

PS. kapan jalan2 ke Jambi? sekarang kan sudah di Indonesia bukan?

boyin

Feb 6th, 2009

pakde va;entine jauh dari istri nih..wah..manyun ngliatin yang muda muda pada berbinar binar matanya.

Ersis Warmansyah Abbas

Feb 7th, 2009

Asyik kayaknya tapi jauh euy di Kalimantan. Selamat aja ya

'Nin

Feb 7th, 2009

Wah…
Yang di Mataram bisa ikut mendengar nih…
Bagus…
Sangat mengharukan….

emma

Feb 7th, 2009

semangat bekerja truss kang..

ayoo kamu pasti bisa..(apa siih..)

esha di birulangit

Feb 7th, 2009

Kalau di yogya dulu ada juga acara pembacaan cerita secara monolog…dalam bahasa jawa…materinya biasanya dari novel2 bahasa jawa…semoga materi cerita di radio pakdhe tidak melulu yang sedih….saya suka nggak tahan dengar yang sedih2…hehehehehe

Sebetulnya banyak kisah yang membahagiakan dalam tema kasih sayang ini, kebetulan aja saya uplod yang ini, karena talentnya si ganteng pakde (halah).
Thanks ya…..

p u a k

Feb 7th, 2009

Luar biasa tuh Pak. Kalau punya team yang solid, pasti hasilnya akan seperti yang diharapkan.
Yeah, that’s good job.. ;)

Gusti Dana

Feb 7th, 2009

Pakde memang kreatif dan inovatif..,saya salut dengan yang “Pakde Bangetz..”.

Btw..karena hanya pakai hp jadi gak bisa mendengarkan suara Pakde yg merdu:’(

HE. Benyamine

Feb 7th, 2009

Cerpennya dan Pakde benar-benar “kawin” …

edratna

Feb 10th, 2009

Aku masih pendengar radio yang setia lho pakde…. terutama jika sambil kerja, membuat lebih konsentrasi.

Nah, kalo saya lin lagi bun…. saya kalau lagi kerja justru harus sepi….terlalu lama berkecimpung dengan lagu dan penyiar mungkin bun…..Jadi kalau lagu diputar, tangan dan konsentrasi terpecah, suara penyiar kedengeran, kuping nih gatel banget. Mulut tiba2 bergumam sendiri…”Eh tuh penyiuar ngomong apa tadi….jangan asal gitu deh omongannya”…begitu kira2 bun.

munawar am

Feb 15th, 2009

Postingnya Valentine abizzzzz pak de….
luar biasa. sukses selalui untu penyiarannnya.

Thanks Kang, Sukses juga ya….

Leave a Comment

Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.