8 Kriteria Jadi Penyiar.
by theKRY™ on 11/02/09 at 1:18 am
Ketika persaingan semakin tinggi dalam perkembangan industri penyiaran radio dimasa sekarang ini, umumnya stasiun radio siaran akan memprioritaskan calon penyiarnya yang memiliki dedikasi dan komitmen yang tinggi terhadap dunia penyiaran radio. Selain itu diharapkan memiliki kualitas yang optimal. Bagi pengelola stasiun radio, penyiar adalah ujung tombak dalam penyajian program ‘on-air’ yang sesuai dengan format radio yang telah ditetapkan oleh stasiun radio yang bersangkutan. Dalam pelaksanaan siaran dilakukan menurut jadwal tugas yang telah ditetapkan oleh stasiun radio. Namun untuk mendapatkan jadwal itu tidaklah mudah, Setelah lolos saringan reqruitment maka syarat menjadi penyiar radio dimasa sekarang ini paling tidak dapat memenuhi 8 Kriteria.
1) Mempunyai kualitas vokal yang memadai.
Dalam melakukan penilaian kualitas suara yang memadai dan tidak memadai, sangat bergantung kepada penilaian pendengarnya. Oleh karena itu merekrut penyiar harus hati-hati apakah suara penyiar tersebut memiliki dan dianggap cocok dengan segmen radionya atau tidak. Misal jika radio bersegmen dewsa diisi oleh karakter vokal dan gaya anak muda, tentu saja hasilnya tidak optimal jika dipergunakan untuk meraih pendengar dewasa. Begitu juga sebaliknya. Atau untuk keperluan program-program khusus terkadang stasiun radio memerlukan karakter vokal yang khusus. Oleh karena itu ketika jenis vokal yang diinginkan tidak didapat biasanya stasiun penyiaran radio akan melatih penyiar yang bersangkutan untuk dioptimalkan menyesuaikan karakter program yang sudah direncanakan oleh program director. Paling penting adalah bagaimana seorang penyiar mampu mengoptimalkan jenis suaranya sehingga sesuai harapan perencanaan program dan harapan pendengar.
Memang kenyataannya tidak semua Penyiar mudah dibentuk saat berbicara didepan microfon, Semuanya bergantung pada tingkat intelektualitas pribadi penyiar serta talent yang dimiliki. Tidak semua juga penyiar memiliki karakter pribadi seperti air, ibaratnya ketika berada dalam botol ia akan membentuk botol ketika ada dalam gelas maka akan berbentuk gelas, ini yang susah. Karena tidak setiap pribadi memiliki karakteristik dasar seperti air yang mudah menempati ruang apapun. Penyiar yang baik, umumnya sedikit tahu banyak hal namun banyak memberikan kemudahan di direct. Dan Penyiar yang baik biasanya “SEDIKIT TAHU BANYAK HAL, ALL CURRENT AFFAIRS & CURRENT ISSUE”
2) Mampu melaksanakan ‘adlibbing’ dan ‘script reading’ dengan baik.
Tuturan penyiar yang dilakukan tanpa persiapan, spontan, tanpa mengingat terlebih dahulu, bahkan tidak dipikirkan sesaatpun sebelumnya. Kelancaran berbicara yang mengalir alami apa adanya, tidak dibuat-buat, jujur jernih, jelas akan banyak dipengaruhi oleh wawasan yang luas dan latihan-latihan khusus. Karena itu penyiar perlu memiliki wacana dan mampu menganalisa situasi serta kondisi dari berbagai aspek, misal pandangan ideologi, politik, sosial, budaya maupun bidang lain yang terkait dengan kepenyiaran. Selain itu harus memahami pula dampak-dampak dari materi yang dibicarakan, khususnya dampak negatif yang berakibat fatal bagi stasiun radio citra dirinya, hal ini bisa dilakukan dengan adlibbing menjadi positif. Kemampuan membaca naskah adalah diperlukan. Hindari kesalahan membaca hanya gara-gara tidak pernah berlatih membaca karena kebiasaan improvisasi tanpa naskah. Oleh karena itu keterampilan membaca mutlak diperlukan dan hal ini perlu latihan.
3) Memahami format radionya dan format clock.
Penyiar dalam menjalankan tugas harus memahami format radionya, baik format kata maupun format musik, serta aturan-aturan lain yang berlaku pada stasiun radionya. Yang jelas format disini lebih merupakan ramuan pokok atau rancana program yang diarahkan pada pendengar tertentu. Dengan memahami format radionya berarti memahami “station positioning” yang mengacu pada tampil beda dengan stasiun lain untuk membangun loyalitas pendengar. Penetrasi pesan yang lebih mendalam. Paling tidak penyiar harus memahami “need and want”-nya pendengar. Selain itu dalam menjalankan format, tentu saja setiap stasiun radio akan memiliki log siaran atau panduan siaran yang memuat catatan-catatan siaran setiap interval waktu rutin harian. Dan format clock tersebut adalah perintah kerja mulai dari playlist, sistem rotasi musik, iklan, radio expose, penempatan stasiun ID/jingle, atau toleransi waktu bicara para penyiar. Log siaran ini merupakan bahan siaran bagi penyiar yang harus dikerjakan. Dan biasanya log siar ini adalah penjabaran secara rinci dan mudah bagi orang yang bertugas.
4) Memahami secara mendalam segmen radio.
Penyiar dengan memahami secara mendalam segmen radionya berarti akan sangat paham tentang target pendengarnya, penyiar harus tahu pasti siapa pendengarnya: pria/wanita; umur; pendidikan; pekerjaan; tingkat belanja bulanan rumah tangga, tempat tinggal, minat, maupun program apa yang mereka butuhkan dan mereka sukai.
5) Memperlihatkan simpati dan empati terhadap pendengarnya.
Penyiar harus bisa berempati, maksudnya dalam upaya melayani secara optimal sebaiknya bisa mewujudkan rasa kedekatan dengan pendengar, juga sekaligus harus bisa berpikir dari sudut pandang pendengar atau berempati. Sikap apatis tidak diinginkan oleh stasiun radio, karena jika hal ini terjadi maka radio yang bersangkutan tidak akan punya pendengar, dan akan gagal dalam membangun loyalitas pendengar.
6) Mampu menghasilkan gagasan-gagasan segar dan kreatif dalam siarannya.
Seorang penyiar perlu menjadi seorang creator, karena tugasnya menghibur pendengar dengan kata-katanya. Agar pendengar tertarik dalam setiap siarannya selalu menghasilkan gagasan atau ide-ide segar dan selalu kreatif memunculkan hal-hal baru sesuai kondisi atau trend yang berkembang. Penyiar tidak mempunyai kemampuan ini, penampilannya disiaran akan hambar dan tidak berbobot serta menjemukan.
7) Mampu bekerjasama dalam team.
Karena bekerja di radio adalah kerja terintegrasi antara masing-masing bagian yang terlibat dalam produksi siaran, maka seluruh praktisi penyiaran termasuk penyiar wajib memiliki kemampuan bekerja sama dan saling pengertian, menghargai dan saling mengingatkan, untuk menghasilkan output siaran yang berkualitas. Menjadi penyiar yang baik harus benar-benar mempunyai kebanggan pada pekerjanya, maksudnya cakap dan berhati-hati terhadap hal-hal kecil dan mekanis serta cara kerja atau prosedur dan sistem-sistem dan bagaimana peraturan-peraturan ditegakan dengan baik. Semuanya ada karena alasan untuk dapat menjadi yang terbaik.
8) Be Your Self.
Ini yang sering kali saya tekankan kepada semua crew di Metro fm Jambi. Alasannya simple. Tidak semua pendengar memiliki sikap interest terhadap gaya siaran sesorang. Ada yang suka dengan gaya siaran pakde ada juga yang tidak. Menjadi diri sendiri itu lebih nyaman rasanya, dan tak perlu menjadi orang lain untuk menunjukkan siapa dan apa diri kita ini.
Tak sedikit orang yg menghindar dari jati dirinya hanya untuk tampil yg dibilang keren dan gaul katanya dengan cara mengcopy penampilan orang lain yg dianggapnya patut untuk ditiru. Dan akan membuat penampilannya jauh lebih keren dari sebelumnya. Tapi di balik penampilannya yg keren itu, dia merasa sangat terbebani oleh pikirannya sendiri. contohnya seperti seseorang yg meniru gaya siaran IDA ARI MURTI, INDY BARENDS, RUDY DAHLAN FEMALE RADIO, atau FARHAN di DELTANESIA. Atau NANCY LIONA di RUSH HOUR Rase FM Keep Bandung Beautiful Euy (Pakde jadi inget jaman2nya kita kerja di GNS Pro Bandung miss Nancy…kamu suka menggunakan kata2 “waduh….waduh”
but itulah dirimu.)
Tak sedikit dari mereka yang pernah mencontoh kelima sosok itu merasa kelimpungan sendiri, termasuk penyiar gaek lainnya, Semua hampir dimirip-miripkan menjiplak dan sipenjiplak itu harus berperan jadi orang lain. Belum lagi kemampuan improvisasi saat bicara dan style dalam penggunaan kosakata serta dialek dan yang lainnya. Itu bukan hal mudah untuk ditiru, jadi bahan referensi mungkin bisa. Tapi tetep sekian bulan kedepan setelah lama mengikuti atau menjiplak gaya siaran siapapun, lambat laun akan membentuk diri kita yang asli, kondisinya akan jauh lebih baik jadi diri sendiri dan berperan sebagai pribadi yang mau jadi diri sendiri, sehingga ketika melakukan pengasahan dalam siaran akan lambat laun akan terasah cara dan kemampuan kita yang awalnya mungkin saja tumpul.
Bee your self mungkin termasuk salah satu dari ribuan nasehat yang sering banget kita dengar. Tapi, Untuk New Commers selalu jadi bahan pertanyaan. Bagi sebagian banyak orang, mungkin nasihat be your self itu berguna banget dalam menumbuhkan rasa percaya diri, agar ga minderan, de es be…. tapi, mohon maaf. Saya sudah terlanjur menganggap bahwa setiap manusia sudah terkontaminasi dengan manusia-manusia yang lain yang berada di sekelilingnya. Mungkin istilah “Aku sudah bukan menjadi Aku lagi bisa muncul. Di dalam setiap tubuh Aku sudah terdapat Dia dan Mereka. Semenjak kita lahir, orang-orang di sekililing kita selalu berusaha menjauhkan kita dari diri kita sendiri”.
Tantangan terbesar penyiar salah satunya disini, mengingat peran Orangtua kita yang selalu berdoa agar kita kelak menjadi orang baik, tentu doa itu bagus banget, tapi ya ujung-ujungnya agar kita bisa seperti si Anu, si Anu, dan si Anu. Sejak kecil kita sudah dipaksa untuk tidak menjadi diri kita sendiri. Saya berani taruhan, bahwa di antara kita pasti udah lupa seperti apa sih diri kita yang sebenarnya? Ini hanya satu dampak influence pihak lain yang lambat laun merubah siapa kita. Memang….. Kita hidup engga sendiri. Orang-orang berlalu-lalang di depan mata kita. Sejarah demi sejarah melintas di dalam kepala kita. Dan mau engga mau semua itu sudah menjadi sebuah referensi untuk kehidupan kita. Aku telah menjadi Kita. Kita telah menjadi Aku. Tak ada Aku yang benar-benar Aku selama masih ada Dia dan Mereka. Dalam menulis di blogpun tak jauh beda. Ada yang puitis niru gaya si anu, ada yang nyablak niru gaya menulis si Anu. Dalam kepenyiaranpun begitu. Manusiawi memang….namun akan jauh lebih baik jika mau jadi diri sendiri, ini bekal untuk menjadi trendsatter dan bukan follower. Nah penyiar yang berhasil dimanapun awalnya ia membentuk dirinya untuk menjadi trendsetter. Tapi tidak sedikit dari mereka yang mengawalinya dengan mencari bahkan menirukan gaya siaran orang lain sebagai referensi.
Finally….Jika sudah siap dengan ke-8 bekal ini, pakde tantangin untuk bergabung di tempat pakde. Mau???










88 Comments
sandyagustin
Feb 11th, 2009
Duh kalo ngomong di depan publik saya sering demam panggung mas, ada tips ga buat itu. Boro-boro lah jadi penyiar, belajar ngmong dulu aja hehehehehe…
salam
erander
Feb 11th, 2009
Wah .. jadi tahu deh syarat buat jadi penyiar hehehe .. ma kasih ya pak De. Walaupun dari kedelapan syarat tersebut saya ga nyangkut satu pun syarat, minimal informasi ini bisa aku rekomendasikan ke teman-teman ku yang memenuhi persyaratan. Lamarannya diantar kemana ya pak De??
mamas86
Feb 11th, 2009
Wahhhhh… Nggak masuk kriteria Pakde…
nh18
Feb 11th, 2009
Waw …
Ini wejangan yang paten untuk para Broadcaster pemula …
Selama ini mereka beranggapan bahwa untuk jadi announcer cuma butuh suara bagus dan gaul saja …
tetapi sebetulnya lebih dari itu …
Diperlukan wawasan, listening skill … juga sincerity …
(not to mention … “Taste”)
Thanks Pak De.
zoel
Feb 11th, 2009
hehe saya biasa nulis.. klau ngomong rada gimana githu.
Billy Koesoemadinata
Feb 11th, 2009
ada lagi kang,
1. musti punya ciri khas,
2. musti bisa menciptakan theater of mind, jadi si pendengar tau apa yang kita maksud, meski mereka ga ngeliat kenyataannya..
thevemo™
Feb 11th, 2009
Kalo ketawa aja fals bisa gak jadi penyiar.
HE. Benyamine
Feb 11th, 2009
Tambah wawasan … ternyata nggak segampang yang terdengar di radio.
Arvernester
Feb 11th, 2009
Cuman beberapa yang masuk kriteria neh, bisa dioptimalkan ga yah?
soerdjak
Feb 11th, 2009
baru di kriteria pertama aja saya dah gagal, suara saya pas2an nih pakde,kekekke
omiyan
Feb 11th, 2009
saya mendingan jadi pendengar aja deh
deviw
Feb 11th, 2009
waduuu pakdhe, aku di jogja je… jadi gak bisa gabung
teman Saya sering Saya bilangin suaranya mirip Rudi Dahlan, yang siarannya memang kita relay setiap malam. sampe akhirnya dia buat RE, suaranya dimirip miripin kaya Rudi Dahlan. sampe take berkali kali… trus punya temen yang ngueyellnya minta ampun. dia tetep PD dgn stylenya radio jadul, untung kontraknya gak diperpanjang.
mamas86
Feb 11th, 2009
Maf pakde… Pertanyaannya ga sesuai… Tapi ni penting banget bagi kehidupan blog saya…
Gimana sih cara buat …..Spam protection:…..
jambi
Feb 11th, 2009
mantab tipsnya pak de, seharusnya penyiar disini mendalami itu…jadi gak ada lagi itu penyiar yang kurang piknik alias cetek pengetahuannya, pake bahasa sok gaul tapi kaku, juga pronunciation kalau baca tekz inggris(biasanya artikel yang dicomot dari internet tuh) masih dibawah basic level….no hard feeling plis
munawar am
Feb 11th, 2009
Ikut menyiarkan: Link SUDAH DIPASANG….., terima kasih kalau ngelink balik
yessy muchtar
Feb 11th, 2009
waduh pakde….yessy malah pernah bercita cita banget mau jadi penyiar …pokoknya penyiar radio lifestyle gitu gitu deh..kayak hardrock…indika…
Dan aku pernah kirim lamaran …beserta contoh suara…sekali si…gak pernah nyoba lagih…soalnya gak pernah kepanggil kekeke…
hoi
Feb 12th, 2009
jadi pengen jadi penyiar
p u a k
Feb 12th, 2009
Daku sangat tertarik dengan dengan karakter pribadi seperti air pada point no. 1 itu. Kapan2 bisa ceritakan lebih jauh kan?
Walaupun kurang detail infonya..tapi kadang2 orang seperti saya.. paling tidak bisa punya feeling itu.
Thanks pakde.
ikkyu_san
Feb 12th, 2009
Wah saya sudah memenuhi syarat-syarat itu belum ya? Mungkin karena terpaksa saja tuh dulu sampai jadi announcer hehehe.
Salam kenal pak.
EM
Mikekono
Feb 12th, 2009
Ternyata menjadi penyiar
tak semudah yang dibayangkan ya Pakde
cuma penyiar acap juga bikin kecele
suaranya terdengar lembut
ehhhh….pas jumpa
mukanya ternyata sangar
hihihihi
Rindu
Feb 12th, 2009
Saya mau jadi pujangga bukan penyiar … tapi saya punya penyiar pavorite pak De, mas Ariel Brown di LiteFM.
ArieL, FX
Feb 12th, 2009
Berarti klo ganteng aja gak cukup donk?
Awie
Feb 12th, 2009
wah aku dah ter masuk yng ke gitu belum yah wkwkwkwk maaf pakde baru bisa berkunjung habis compiku habis error sekali lagi maaf beribu maaf.
Ersis Warmansyah Abbas
Feb 12th, 2009
Menjadi pendengar yang baik tentu prestasi juga bukan Pak De? Saya berposisi demikian aja.
Masnur
Feb 13th, 2009
Di Balikpapan aku pernah diajak siaran sama teman bosku yang punya radio, tapi bukannya ngomong aku malah jadi patung bingung mau ngapain padahal kan nggak ada yang tahu diluar sana. Dasar bukan bakatku tuk cuap-cuap, mending tulis-tulis. Tapi makasih pakde ama tipnya di komentar 1.
esha di birulangit
Feb 13th, 2009
Memunculkan ciri khas diri sendiri..barangkali salah satu hal yang sulit….biasane dalam masa belajar pasti ada niru2 dikit penyiar lain…..btw..lowongannya sampai kapan pakdhe…?
antown
Feb 13th, 2009
keren pak de tulisannya…semoga bermanfaat ya
edratna
Feb 13th, 2009
Aku suka Rudy Dahlan….dia bisa memaintain pertanyaan pendengar yang kadang rada ngaco…..(apa aku bisa sesabar itu ya???). Risikonya, kerjaanku jadi kacau, kalau sambil mendengarkan radio… Btw, radio pakde bisa nyampe Jakarta nggak? Berapa frekuensi nya?
joe
Feb 13th, 2009
Sekarang sudah banyak kursus-kursus tentang public speaking untuk meningkatkan kemampuan berbicara.
Nice template dude…
Rere
Feb 13th, 2009
Kalau aku…. biar dibayar tetap aja ngga mau jadi penyiar, apalagi di radionya Pakde….. wkwkwkwk
Jauhari
Feb 15th, 2009
Jadi Pingin
novnov
Feb 15th, 2009
aku cocok gak jadi penyiar?..huehehehehe..pa kabar pakdeeee?!
OmFarhan
Feb 16th, 2009
Kang Dekroy kang dekroooooy kamana wae atuh? Sibuk banget yach kang?
Jangan lupa…gaya bicara yang Natural. Nggak dibuat2 kang…Sukses kang yah!
silent reverie
Feb 17th, 2009
Keknya yg ke-8 itu… gw banget deh! *halah*
Dulu… waktu sekowlah, saya terobsesi jadi penyiar. Kalo sekarang sih, jadi penikmat suara para penyiar aja deh…
zara
Feb 18th, 2009
met klenal pade!
za mau tnyk , klu jd melamar jadi penyiar, apa sih yg pertama kali di tes!dan ajari dong klu kita menyapa pendengar gmn ya,yg baikny???klu bisa bls ke email za y pade.
zara
Feb 18th, 2009
emang radio apa yg dibw ma pakde?
diaz
Feb 18th, 2009
hmmmm….. keliatannya penawarnnya menarik neh….
cuman sayang kejauhan mah kudu ke jambi, pakde buka cabang gih di kalimantan
nah… gw nantangin balik neh…. berani buka cabang di kaltim ga?
silly
Feb 19th, 2009
Huaaaa, gak nyangka, ternyata pakde ini broadcaster Radio??? Gilakk.. *menjura*
Anyway, katanya kalo suaranya jelek, biasanya wajahnya cakep yah… bener gak sih?… Duh, saya gak bisa ngelamar jadi penyiar nih keknya… Suara saya jelek… Berarti…. <i>*pura-pura mikir panjang, hahaha*</i>
Anyway, makasih kunjungannya yahh… saya terharu, eh tersanjung. Dan begitu berkunjung kesini, malah terkagum2… Hebat! Blog ini keren, gak se serius yang saya bayangin, hehehe
Makasih sekali lagi yahhh…
marshmallow
Feb 21st, 2009
komprehensif sekali pemaparannya, pakde. untuk menjadi handal dan digemari, seorang penyiar radio pasti perlu memenuhi kriteria-kriteria di atas.
mengenai kualitas vokal, tak jarang saya mendengar seorang penyiar dengan kualitas vokal yang cenderung seadanya (malah kadang terkesan cempreng), tapi karena kemampuan komunikasi dan lain-lainnya dia menonjol, dia justru digemari.
soal be yourself mengingatkan saya pada seorang penyiar amerika berambut kribo, howard sern, pelopor pernyiaran ala kontemporer yang miskin basa-basi dan sopan-santun. di awal karirnya stern memang meniru gaya penyiar kebanyakan, namun dia justru menjadi terkenal setelah menjadi dirinya sendiri. hingga tahun 2007 stern bahkan dianugerahi sebagai the most-searched radio personality karena prestasinya itu.
pakde, udah lama saya coba beromentar di sini, tapi tak kunjung berhasil, katanya error karena nggak ngisi anti-spam, padahal anti-spam-nya nggak ada, pakde. mudah-mudahan kali ini berhasil…
marshmallow
Feb 21st, 2009
wah, senangnya ternyata komentar saya masuk! alhamdulillah…
silly
Feb 23rd, 2009
Pakdhe… OOT nihhh… kecantikan itu bukan dari fisik ajah khan?… cantik itu apa yang ada didalam hati… dan apa yang ada dikepala seorang perempuan… Kalo dia smart, dan hatinya baik… dia akan selalu menebarkan aura yang menyenangkan buat siapa saja yang ada disekitarnya…
*timpuk silly, sok tauuu dehhhh*
Reyha
Mar 10th, 2009
pak, saya tu hampir tiga tau jadi penyiar di radio komunitas kampus saya, teman-teman saya udah pada jadi penyiar di luar, jadi reporter, wah hebat2 deh…nah saya udah tiga kali ngelamar penyiar radio gagal terus, ya meski saya selalu ada hikmah dibalik kegagalan saya. nah sekarang saya daftar lagi di sebuah radio komunitas yang udah punya nama besar di jogja, apa yang harus saya lakukan supaya pada seleksi kali ini saya sukses??? do’ain saya ya….saya mohon banget masukannya, saya tunggu terimakasih.
rhiesha
Mar 19th, 2009
pak dhe…salam sukses luaaarrrr biasa…seppp baget dahhh masukannya biar jadi semangat ngadepin komputer ma mic.tiap hari….wekekekeke………
chirilmuhsin
Mar 20th, 2009
wah bagus sekali tapi gimana ya agar kalo pertama siaran nggak grogi??? tolong dong kasihtahu ke prafansajika@ymail.com thankssssssssssssssss
gee aditya
Mar 21st, 2009
wah keren pak dhe….
bisa minta dikirim sample voice dari salah satu dj di radio pak dhe gag ?
soale agy butuh neh wad referensi jadi penyiar yang baik
mohon sample voice nya isa di kirim ke imel aku yaw ?
makasih sebelume.
marshmallow
Mar 22nd, 2009
pakde, saya pinjem tipsnya buat episode baru di serial kampung blagu. boleh dicek, siapa tau ada yang keliru. hehe…
via
Mar 31st, 2009
pakdhe…………..
Aku butuh bantuan nich,,,,,,,,,,,,, help me pleaseeeeeeeeeeeeeee????!!!!
Pakdhe,
1.agar saat Qta On-Air Pendengar jadi antusias ikutan bergabung, pembawaan Qta harus kya gmn????
2.Agar saat Qta membawakan itu seru kedengarannya, gimana caranya pakde????
Tolong bantu aku Pakde……………. aku tunngu jawabannya………….
Terereeeeeeeeeeeeeeeeeeeengkyu…………
gadis
Mar 31st, 2009
pakde…………….. suara aku kata temen2 cempreng,,,,,,,,,,,,,
bisa jadi penyiar g yach??????
theKRY™
Mar 31st, 2009
To Via & Gadis jawaban saya satukan ya….mengingat IP address computer kalian sama.
Agar antusias mendengarkan.
Banyak pola pemaparan yang dilakukan penyiar diradio. salah satunya adalah dengan cara, anda seolah2 sedang berbicara kepada satu orang, tetap konsisten dengan cara itu. Berimajinasilah bahwa anda sedang berbicara hanya kepada satu orang. Itu pola pertama. Yang kedua, perhatikan baik2, ketika sedang berbicara di depan mic. Apakah disampaikan dari Pikiran, dari Hati atau dari Mulut?
Obrolan yang disampaikan dari Pikiran akan ditangkap pendengar dengan pikiran juga. Misalnya anda menyampaikan jumlah angka2… “27 + 29 adalah…” ini Via sampaikan kepada pendengar. Maka pendengar akan memikirkan itu juga.
Obrolan yang disampaikan dari Mulut, Setangkas apapun gaya bicara kita, jika basiknya hanya di sampaikan dengan mulut saja. Otomatis pendengarpun akan menanggapinya dengan mulut juga. Misalnya anda tiba2 berbicara membahas sesuatu yang tidak anda pikirkan sebelumnya, tidak anda rasakan pula sebelumnya, maka secara otomatis pendengar akan bilang dan merespon anda dengan mulut juga. Tanpa dipikirkan dan dirasakan, tiba2 resppon pendengar membuat anda jadi tidak nyaman.
Obrolan yang disampaikan dari Hati akan didengar oleh hati pendengar juga. Bayangkan jika anda sedang sedih/bahagia. Maka kesan yang akan ditangkap pendengar adalah kesan sedih/bahagia. Jika anda merasa mendapat kebahagiaan misalnya Lotre sebanyak sekian trilyun rupiah, tentu rasanya akan berbeda dengan gaya bicara anda ketika mendapat berita duka. Pemaparan yang disampaikan dari hati akan jauh lebih enak di dengar. Karena semuanya memiliki muatan rasa yang jauh lebih berdampak bagi pendengar.
Agar pendengar betah mendengarkan kita, baiknya kembangkan kemampuan anda saat berbicara didepan Mic. Apakah anda cukup cerdas untuk bercanda, apakah cukup wise untuk menyampaikan kata2 bijak atau anda cenderung datar-datar saja. Mainkan semua emosi itu dengan gaya yang natural. Dengan tidak melepaskan Hati, Pikiran dan Mulut.
Seru?
Seru itu relatif, ada yang seru karna kekonyolan/Humor/Joke yang segar dan cerdas, namun ada pula yang dimunculkan karena kecerdasan menyampaikan isi obrolan kepada pendengar alias smart. Anda sudah mumpuni untuk menguasai hal seperti itu tidak? Jika ya…pertahankan, namun jangan terpatok dengan standar yang anda punya, jika bisa kembangkan lagi.
Untuk Gadis
Cempreng ataupun tidak yang penting bisa bicara, mampu menyampaikan obrolan sesuai dengan konsep program, memang tida semua radio memberikan standarisasi khusus, suara harus Bas, harus gini dan gitu. Namun jika dengan cemprengnya anda memiliki nilai Jual kenapa tidak? Banyak koq yang cempreng tapi memiliki nilai jual, dan ini bisa disesuaikan dengan konsep program yang di buat pihak radio yang bersangkutan.
ika
Apr 15th, 2009
pak de…. ups (boleh ngak yah, manggilnya pake pakde)
pakde, daku sering latihan “icek-iceknyo” jadi announcer udah pede sih pakde tapi pas didenger ulang rekamannya kok suara ku kayaknya fales banget *bruuuk!* biar suara enak didenger giaman pakde?
irsyad
May 3rd, 2009
Assalamu’alaikum…
jujur deh…terkadang
berbicara diruang siar lebih sulit ketimbang bicara langsung depan audiens…
oya..mas ada tips olah vokal yang baik ga??
irsyad
May 3rd, 2009
oke…thanks ya..nasihatnya..
aku tunggu informasi2 terkini tentang kepenyiaran…
joan jonathan
May 7th, 2009
wah…dimana ne t4 kerjanya?
q mau donk…
q juga penyiar di PTPN radio Solo, siapa tau bisa berkembang di sini….
joan jonathan
May 7th, 2009
mungkin bisa ditambahi dengan “pembentukan karakter”…mungkin itu cukup penting ketika kita mulai terjun dalam dunia penyiaran…
dulu ketika q meraba² bagaimana karakter yang ada dalam diri biar khas,q bener² kualahan meskipun sudah menjadi diri sendiri. namun dengan berfikiran untuk menjadi beda dengan orang lain, itu menjadikan q seperti sekarang ini.
meskipun masih tergolong baru dalam dunia penyiaran, namun ini bisa jadi pengalaman yang berarti. “menjadi diri sendiri dengan karakter yang kuat”.
semoga bermanfaat.
Rahardjomuljo
May 7th, 2009
Bagus…bagus Pak/Kang (?)
Btw, klo saya yg gabung boleh ga?
Rahardjomuljo
May 7th, 2009
ko tulisannya ga bisa dikopi sih, diprotek ya? padahal saya memerlukannya buat referensi karena saat ini saya tengah memfasilitasi anak-anak Paket C (setara SMA) berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang public speaking di antaranya kepenyiaran, gimana dong?
edo
Jun 5th, 2009
haaaaaa…pakde nantangin atw emank lagi nyari penyiar???wkkwkwk
vera apriani fitri
Jun 11th, 2009
horrreeee aku udah masuk beberapa kriteria tadi niyh. tapi min umur jadi penyiar ithu brp siyh? cz aku baru 17

jadi penyiar radio siyh impian aku.
tapi yang aku mau tanya,, kita wajib menguasai berapa bahasa asing buat jadi penyiar radio??
thx yah
gust
Jun 19th, 2009
Ada ndk ya tempat kursus penyiar radio d jogja gt.. yg murah ya.
sary martha erlangga
Jun 24th, 2009
Beberapa kali aku pindah radio harus menyesuaikan diri dan menyesuaikan semua dari teknik sampai lingkungan, memang benar kita tidak boleh merasa puas, dan learning by doing itu perlu… tapi yang jadi pertanyaan, apakah kita bisa jadi diri sendiri, padahal ga menutup kmungkinan akan jadi orang lain hanya karna tuntutan program acara, apalagi dalam sehari siaran 3 program. kadang jd tuwir…hihiii, kadang kaya ABG…. Tapi serunya jadi penyiar…!!!
Dan yang terakhir menurut pakde, kadang manusia itu punya segudang masalah, karna itu kiat2 apa yang harus kita lakukan agar bisa memanage diri supaya ga kebawa ma suasana ( saat play lagu, kadang kita terbawa suasana) padahal, air mata kl kluar sedikit aja kan bisa merubah suara.
regard’s
Ando neh Pak de...
Jul 10th, 2009
“waw.. pak de dah jadi blogger aktif banget dah.. heheh….
wah ternyata ando mah kenal neh… inspirasi pakde hehehe… walau gabung dengan metro fm gak lama.. 3-4 bln karena satu hal? (skripsi), gw tetep aja suka dengernya…
pao kabare mas…baek2 aja kan….,kalau ando waktu keterima udah memenuhi ke 8 kriteria itu kan mas heheh…_(narsis mode : on)….pokoke sukses aja dah buat metro FM nya mas….kapan2 masih boleh maen ke studio kan..”
ando
Jul 10th, 2009
“waw.. pak de dah jadi blogger aktif banget dah.. heheh…. wah ternyata ando mah kenal neh… inspirasi pakde hehehe… walau gabung dengan metro fm gak lama.. 3-4 bln karena satu hal? (skripsi), gw tetep aja suka dengernya… pao kabare mas…baek2 aja kan….,kalau ando waktu keterima udah memenuhi ke 8 kriteria itu kan mas heheh…_(narsis mode : on)….pokoke sukses aja dah buat metro FM nya mas….kapan2 masih boleh maen ke studio kan..”
somene dusamualkeun
Jul 28th, 2009
SAMA SATU LAGI SYARAT YANG LEBIH PENTING,JANGAN SENTIMENTIL DG PENYIAR2 YANG LAIN.SESAMA PENYIAR MAH HARUS SALING MENDUKUNG.JANGAN SALING SIKUT YA?
melda
Aug 28th, 2009
aku pengen jdii penyiar yg sesungguh nya…

hehe
ehMm…ckrg lgi belajar…
msih bnyak kekurangan nya…
klo dah ketmu bnyak org gugup bgt…
gmna yaa???
me
Aug 30th, 2009
ad lowongan ga yah?
me
Aug 30th, 2009
thx sarany
oia,klo jd penyiar tuh asik gak seh?
erenz wiaza keniten
Sep 10th, 2009
aq tertarik bangetsss… ma kepenyiaran.. ampe nekatin ikt kursus segala tp masalahnya sekarang cari lowongan penyiar di solo susah…
pa lg aq cma lulusan sma…
gmana ya…
apa lg radio yang udah pny nama slalu ngasih syarat s1 or d3…
patah smangat jdnya….
au ahh….
erween
Sep 23rd, 2009
bagus sekali artikelnya pakdhe, apalagi bagi seorang cadel seperti saya yang sedang mencoba berusaha memperbaiki pelafalan kata dan kalimat.
thanks om…
yani
Oct 1st, 2009
apa kbr PakDe…
artikel nya baguuus..dari ke8 kriteria itu jadi inget teman baik ku nih,
jika membaca artikel diatas dia cocok sekali buat jadi penyiar nih PakDe.
klo untuk umur 26 laki2 masuk kategori dewasa or ABG ya?!
tapi sayang lum ada kesempataan. pakDe bisa bantukah???
domisili nya di jakarta, cuma dia pernah kerja jadi orang lapangan di jambi.
thanks sebelumnya, salam.
yani
Oct 1st, 2009
baru lihat situs & artikel nya PakDe hari ini..heheehe,
btw ada hubungan nya kah antara penyiar dengan psikolog?
ayya
Oct 5th, 2009
hy salam kenal pak de…
pak de aku pengen banged jadi penyiar radio, sekeliling aku juga bilang kalo aku banyak omong,cerewet dan kalo d ajak ngomong nyambung, apa hal tersebut bisa menjadi modal awal,,aku ada niat untuk kut kelas public speaking berhubung masalah dana jadi aku urungkan niat aku untuk menjadi penyiar, yang ingin saya tanyakan, bisa tidak saya nekat melamar ya sekedar bantu2 di balik / tidak menjadi penyiar, setidaknya saya belajar di tempat radio yang ingin saya lamar. bisa kasih solusinya.thnks ya pak de.
regards.
Tyas
Oct 12th, 2009
Makasih banget 8 kriterianya…saya sudah 19 taun jadi penyiar…yang jadi kesulitan sekarang, saya jadi pengajar pemula ekstrakurikuler kepenyiaran disalah satu SMK di kota saya…mohon saran donk….
nday
Nov 1st, 2009
Hay pak De, ngomong2 aku ini penyiar baru banget masih belajar tapi sangat sangat berniat untuk serius di dunia broadcast, tips nya akan aku aplikasikan.. dan ngomong2 pula jika ada peluang untuk magang di radio pak De, dimana alamatnya? thanks
dispadj
Nov 15th, 2009
mantap banget…
dede syarif
Jan 15th, 2010
tks pakDE,,,,,mhn izin ilmu-ny untuk di bagikan k tmn2,.sy lg merintis radio komunitas yg cm berawal dari hobby..tks
dede syarif
Jan 15th, 2010
pakDE,.tlong bantu gmna c’ cra bkin program yang mnarik anak muda,?
tapi kami dominan dangdut,.ga d’pungkiri pendengar kami kebanyakan orang tua yang snang dangdut.kami ni radio komunitas dan kami msih bersifat jual atensi untuk mmbantu operasional,,.
dispadj
Jan 18th, 2010
sederhana dan mengena prikitiweeeeeee pade…
Ulfah
Feb 7th, 2010
Pakde…
Mksh bwt ilmunya..
Kbtulan fa khn Pnyiar bru nie.. jd Bsa tmbah2 wawsan gmn cranya Menggaet pra pndengar spya g pda kbur! hehe….
shandy
Mar 6th, 2010
tak mudah memang untuk menjadi seorang penyiar yang baik……….
shandy
Mar 6th, 2010
tak mudah memang… menjadi seorang penyiar yang baik….. semua butuh proses… tapi makasih bwt kriterianya !!!!!!!!
Melon sang Penyiar
Mar 15th, 2010
Wow,, makasiiiiy yach info2nya, saia yakin bermanfaat bagi pemula seperti saia,,sayang sekali pakde niy gag di SBY ya?wew…saia niy kadang suka gugup abizzz,,, cuma pernah niy,, alhamdulillah nyantol di slh satu radio di SBY,tpi gag jadi saia ambil coz mw maju sidang skripsi yg tdk bisa di tinggal. Pdhl udh goal, tinggal masa training ajah +__+ Niy baru mw nyoba lagi,, tpi kug ya udh gag pede. Mohon doana yaaccchh pakde ^_^v Thanks b4
agnes
Mar 20th, 2010
Waaah..aku pengen bgt Pak DE jadi penyiar radio…
tp ga taw masukin lamaran nya dmn???
bukannya penyiar harus bs bhsa inggris jg y.. pak De???
agnes
Mar 20th, 2010
wah..aku pgn bgt Pak De jd penyiar radio..
tapi aku ga taw masukin lamaran nya gmn..
bukan-nya penyiar radio harus bs b.inggris yaa???
Ahina
Mar 24th, 2010
Ribet banget
arul_fain
Apr 9th, 2010
cita2 gw dari kecil pengen bgt njdi penyiarr ???????
tips2 jdi p[enyiar yg pripesional tu gmn??? thxss
andre
May 12th, 2010
Makasih pak dee atas ajaran nya sa6ya jdi tahu dech gmna cra jdi penyiar,,,,,,,mksih bnget yyyyyyyy salam
arya
Jun 13th, 2010
pa de..yha pengen bgt jdi penyiar tapi kayaknya…ga masuk kriteria ..yha masih coba-coba n belum PD..
heheh
iva qolbi
Jun 21st, 2010
.sipp pak de.. bagus banget tipsnya..
.
. saya sudah pernah mempraktekkannya, , tapi sayang saya kurang bisa cocok sama penyiar pendamping. ada tips lagi gak ?
Leave a Comment