8 Kriteria Jadi Penyiar.

by theKRY™ on 11/02/09 at 1:18 am

micropon

Ketika persaingan semakin tinggi dalam perkembangan industri penyiaran radio dimasa sekarang ini, umumnya stasiun radio siaran akan memprioritaskan calon penyiarnya yang memiliki dedikasi dan komitmen yang tinggi terhadap dunia penyiaran radio. Selain itu diharapkan memiliki kualitas yang optimal. Bagi pengelola stasiun radio, penyiar adalah ujung tombak dalam penyajian program ‘on-air’ yang sesuai dengan format radio yang telah ditetapkan oleh stasiun radio yang bersangkutan. Dalam pelaksanaan siaran dilakukan menurut jadwal tugas yang telah ditetapkan oleh stasiun radio. Namun untuk mendapatkan jadwal itu tidaklah mudah, Setelah lolos saringan reqruitment maka syarat menjadi penyiar radio dimasa sekarang ini paling tidak dapat memenuhi 8 Kriteria.

1)    Mempunyai kualitas vokal yang memadai.
Dalam melakukan penilaian kualitas suara yang memadai dan tidak memadai, sangat bergantung kepada penilaian pendengarnya. Oleh karena itu merekrut penyiar harus hati-hati apakah suara penyiar tersebut memiliki dan dianggap cocok dengan segmen radionya atau tidak. Misal jika radio bersegmen dewsa diisi oleh karakter vokal dan gaya anak muda, tentu saja hasilnya tidak optimal jika dipergunakan untuk meraih pendengar dewasa. Begitu juga sebaliknya. Atau untuk keperluan program-program khusus terkadang stasiun radio memerlukan karakter vokal yang khusus. Oleh karena itu ketika jenis vokal yang diinginkan tidak didapat biasanya stasiun penyiaran radio akan melatih penyiar yang bersangkutan untuk dioptimalkan menyesuaikan karakter program yang sudah direncanakan oleh program director. Paling penting adalah bagaimana seorang penyiar mampu mengoptimalkan jenis suaranya sehingga sesuai harapan perencanaan program dan harapan pendengar.

Memang kenyataannya tidak semua Penyiar mudah dibentuk saat berbicara didepan microfon, Semuanya bergantung pada tingkat intelektualitas pribadi penyiar serta talent yang dimiliki. Tidak semua juga penyiar memiliki karakter pribadi seperti air, ibaratnya ketika berada dalam botol ia akan membentuk botol ketika ada dalam gelas maka akan berbentuk gelas, ini yang susah. Karena tidak setiap pribadi memiliki karakteristik dasar seperti air yang mudah menempati ruang apapun. Penyiar yang baik, umumnya sedikit tahu banyak hal namun banyak memberikan kemudahan di direct. Dan Penyiar yang baik biasanya “SEDIKIT TAHU BANYAK HAL,  ALL CURRENT AFFAIRS & CURRENT ISSUE”

2)    Mampu melaksanakan ‘adlibbing’ dan ‘script reading’ dengan baik.
Tuturan penyiar yang dilakukan tanpa persiapan, spontan, tanpa mengingat terlebih dahulu, bahkan tidak dipikirkan sesaatpun sebelumnya. Kelancaran berbicara yang mengalir alami apa adanya, tidak dibuat-buat, jujur jernih, jelas akan banyak dipengaruhi oleh wawasan yang luas dan latihan-latihan khusus. Karena itu penyiar perlu memiliki wacana dan mampu menganalisa situasi serta kondisi dari berbagai aspek, misal pandangan ideologi, politik, sosial, budaya maupun bidang lain yang terkait dengan kepenyiaran. Selain itu harus memahami pula dampak-dampak dari materi yang dibicarakan, khususnya dampak negatif yang berakibat fatal bagi stasiun radio citra dirinya, hal ini bisa dilakukan dengan adlibbing menjadi positif. Kemampuan membaca naskah adalah diperlukan. Hindari kesalahan membaca hanya gara-gara tidak pernah berlatih membaca karena kebiasaan improvisasi tanpa naskah. Oleh karena itu keterampilan membaca mutlak diperlukan dan hal ini perlu latihan.

3)    Memahami format radionya dan format clock.
Penyiar dalam menjalankan tugas harus memahami format radionya, baik format kata maupun format musik, serta aturan-aturan lain yang berlaku pada stasiun radionya. Yang jelas format disini lebih merupakan ramuan pokok atau rancana program yang diarahkan pada pendengar tertentu. Dengan memahami format radionya berarti memahami “station positioning” yang mengacu pada tampil beda dengan stasiun lain untuk membangun loyalitas pendengar. Penetrasi pesan yang lebih mendalam. Paling tidak penyiar harus memahami “need and want”-nya pendengar. Selain itu dalam menjalankan format, tentu saja setiap stasiun radio akan memiliki log siaran atau panduan siaran yang memuat catatan-catatan siaran setiap interval waktu rutin harian. Dan format clock tersebut adalah perintah kerja mulai dari playlist, sistem rotasi musik, iklan, radio expose, penempatan stasiun ID/jingle, atau toleransi waktu bicara para penyiar. Log siaran ini merupakan bahan siaran bagi penyiar yang harus dikerjakan. Dan biasanya log siar ini adalah penjabaran secara rinci dan mudah bagi orang yang bertugas.

4)    Memahami secara mendalam segmen radio.
Penyiar dengan memahami secara mendalam segmen radionya berarti akan sangat paham tentang target pendengarnya, penyiar harus tahu pasti siapa pendengarnya: pria/wanita; umur; pendidikan; pekerjaan; tingkat belanja bulanan rumah tangga, tempat tinggal, minat, maupun program apa yang mereka butuhkan dan mereka sukai.

5)    Memperlihatkan simpati dan empati terhadap pendengarnya.
Penyiar harus bisa berempati, maksudnya dalam upaya melayani secara optimal sebaiknya bisa mewujudkan rasa kedekatan dengan pendengar, juga sekaligus harus bisa berpikir dari sudut pandang pendengar atau berempati. Sikap apatis tidak diinginkan oleh stasiun radio, karena jika hal ini terjadi maka radio yang bersangkutan tidak akan punya pendengar, dan akan gagal dalam membangun loyalitas pendengar.

6)    Mampu menghasilkan gagasan-gagasan segar dan kreatif dalam siarannya.
Seorang penyiar perlu menjadi seorang creator, karena tugasnya menghibur  pendengar dengan kata-katanya. Agar pendengar tertarik dalam setiap siarannya selalu menghasilkan gagasan atau ide-ide segar dan selalu kreatif memunculkan hal-hal baru sesuai kondisi atau trend yang berkembang. Penyiar tidak mempunyai kemampuan ini, penampilannya disiaran akan hambar dan tidak berbobot serta menjemukan.

7)    Mampu bekerjasama dalam team.
Karena bekerja di radio adalah kerja terintegrasi antara masing-masing bagian yang terlibat dalam produksi siaran, maka seluruh praktisi penyiaran termasuk penyiar wajib memiliki kemampuan bekerja sama dan saling pengertian, menghargai dan saling mengingatkan, untuk menghasilkan output siaran yang berkualitas. Menjadi penyiar yang baik harus benar-benar mempunyai kebanggan pada pekerjanya, maksudnya cakap dan berhati-hati terhadap hal-hal kecil dan mekanis serta cara kerja atau prosedur dan sistem-sistem dan bagaimana peraturan-peraturan ditegakan dengan baik. Semuanya ada karena alasan untuk dapat menjadi yang terbaik.

8)    Be Your Self.

Ini yang sering kali saya tekankan kepada semua crew di Metro fm Jambi. Alasannya simple. Tidak semua pendengar memiliki sikap interest terhadap gaya siaran sesorang. Ada yang suka dengan gaya siaran pakde ada juga yang tidak. Menjadi diri sendiri itu lebih nyaman rasanya, dan tak perlu menjadi orang lain untuk menunjukkan siapa dan apa diri kita ini.

Tak sedikit orang yg menghindar dari jati dirinya hanya untuk tampil yg dibilang keren dan gaul katanya dengan cara mengcopy penampilan orang lain yg dianggapnya patut untuk ditiru. Dan akan membuat penampilannya jauh lebih keren dari sebelumnya. Tapi di balik penampilannya yg keren itu, dia merasa sangat terbebani oleh pikirannya sendiri. contohnya seperti seseorang yg meniru gaya siaran IDA ARI MURTI, INDY BARENDS,  RUDY DAHLAN FEMALE RADIO, atau FARHAN di DELTANESIA. Atau NANCY LIONA di RUSH HOUR Rase FM Keep Bandung Beautiful Euy (Pakde jadi inget jaman2nya kita kerja di GNS Pro Bandung miss Nancy…kamu suka menggunakan kata2 “waduh….waduh” :D but itulah dirimu.)

Tak sedikit dari mereka yang pernah mencontoh kelima sosok itu merasa kelimpungan sendiri, termasuk penyiar gaek lainnya, Semua hampir dimirip-miripkan menjiplak dan sipenjiplak itu harus berperan jadi orang lain. Belum lagi kemampuan improvisasi saat bicara dan style dalam penggunaan kosakata serta dialek dan yang lainnya. Itu bukan hal mudah untuk ditiru, jadi bahan referensi mungkin bisa. Tapi tetep sekian bulan kedepan setelah lama mengikuti atau menjiplak gaya siaran siapapun, lambat laun akan membentuk diri kita yang asli, kondisinya akan jauh lebih baik jadi diri sendiri dan berperan sebagai pribadi yang mau jadi diri sendiri, sehingga ketika melakukan pengasahan dalam siaran akan lambat laun akan terasah cara dan kemampuan kita yang awalnya mungkin saja tumpul.

Bee your self mungkin termasuk salah satu dari ribuan nasehat yang sering banget kita dengar. Tapi, Untuk New Commers selalu jadi bahan pertanyaan. Bagi sebagian banyak orang, mungkin nasihat be your self itu berguna banget dalam menumbuhkan rasa percaya diri, agar ga minderan, de es be…. tapi, mohon maaf. Saya sudah terlanjur menganggap bahwa setiap manusia sudah terkontaminasi dengan manusia-manusia yang lain yang berada di sekelilingnya. Mungkin istilah “Aku sudah bukan menjadi Aku lagi bisa muncul. Di dalam setiap tubuh Aku sudah terdapat Dia dan Mereka. Semenjak kita lahir, orang-orang di sekililing kita selalu berusaha menjauhkan kita dari diri kita sendiri”.

Tantangan terbesar penyiar salah satunya disini, mengingat peran Orangtua kita yang selalu berdoa agar kita kelak menjadi orang baik, tentu doa itu bagus banget, tapi ya ujung-ujungnya agar kita bisa seperti si Anu, si Anu, dan si Anu. Sejak kecil kita sudah dipaksa untuk tidak menjadi diri kita sendiri. Saya berani taruhan, bahwa di antara kita pasti udah lupa seperti apa sih diri kita yang sebenarnya? Ini hanya satu dampak influence pihak lain yang lambat laun merubah siapa kita. Memang….. Kita hidup engga sendiri. Orang-orang berlalu-lalang di depan mata kita. Sejarah demi sejarah melintas di dalam kepala kita. Dan mau engga mau semua itu sudah menjadi sebuah referensi untuk kehidupan kita. Aku telah menjadi Kita. Kita telah menjadi Aku. Tak ada Aku yang benar-benar Aku selama masih ada Dia dan Mereka. Dalam menulis di blogpun tak jauh beda. Ada yang puitis niru gaya si anu, ada yang nyablak niru gaya menulis si Anu. Dalam kepenyiaranpun begitu. Manusiawi memang….namun akan jauh lebih baik jika mau jadi diri sendiri, ini bekal untuk menjadi trendsatter dan bukan follower. Nah penyiar yang berhasil dimanapun awalnya ia membentuk dirinya untuk menjadi trendsetter. Tapi tidak sedikit dari mereka yang mengawalinya dengan mencari bahkan menirukan gaya siaran orang lain sebagai referensi.

Finally….Jika sudah siap dengan ke-8 bekal ini, pakde tantangin untuk bergabung di tempat pakde. Mau???

Bookmark and Share

Top Post

88 Comments

sandyagustin

Feb 11th, 2009

Duh kalo ngomong di depan publik saya sering demam panggung mas, ada tips ga buat itu. Boro-boro lah jadi penyiar, belajar ngmong dulu aja hehehehehe…

salam

Demam panggung biasanya hanya di lima menit pertama. Ini umum dialami banyak orang. Inget …berbicara didepan umum bukan hanya milik celebrity seperti pakde hik hik….tapi milik anda juga.
Ada 5 karakter Pribadi yang harus ditanamkan;
1. Hasrat 2. Energi 3. Percaya Diri 4. Kemampuan untuk merasakan kenikmatan saat tampil 5. Kemampuan untuk berbagi antusiasme bersama audiense. Proses awalnya butuh langkah kecil yaitu. BERANI MEMULAI.

“Tarik nafas dalam2, hempaskan dan katakan AKU BISA.”
Salam

erander

Feb 11th, 2009

Wah .. jadi tahu deh syarat buat jadi penyiar hehehe ..  ma kasih ya pak De. Walaupun dari kedelapan syarat tersebut saya ga nyangkut satu pun syarat, minimal informasi ini bisa aku rekomendasikan ke teman-teman ku yang memenuhi persyaratan. Lamarannya diantar kemana ya pak De??

Woke…nggak masuk kriteria nggak jadi masalah, minimal ini jadi bahan obrolan nanti kalau ketemu temen yang mau jadi penyiar. Kalau menurut saya sih, si abang yang satu ini punya kriteria tadi….setidaknya tahu What is Radio Broadcaster. Itu juga bisa jadi bekal. Apalagi punya kebiasaan bicara didepan banyak orang. Minimal jadi narasumber gituuuuuuuu……. lamaran by e-mail pakde ya….!!!

Thanks bang

mamas86

Feb 11th, 2009

Wahhhhh… Nggak masuk kriteria Pakde… :(

Masak seeeeeh???

nh18

Feb 11th, 2009

Waw …
Ini wejangan yang paten untuk para Broadcaster pemula …
Selama ini mereka beranggapan bahwa untuk jadi announcer cuma butuh suara bagus dan gaul saja …

tetapi sebetulnya lebih dari itu …
Diperlukan wawasan, listening skill  … juga sincerity …
(not to mention … “Taste”)

Thanks Pak De.

Thanks Om…!!
Anda Benar Om…
saya dedikasikan untuk berbagi pengalaman dengan pemula dan mereka yang mau jadi penyiar. Modal utama adalah mampu bicara.

Urusan gaul itu modal tambahan juga, banyak tahu alias berwawasan dan cerdas iya juga. Minimal melengkapi ke 8 kriteria yang saya tuliskan. Sisanya modal tambahan.

Tanpa ke 8 kriteria itu sebetulonya bisa saja seseorang jadi penyiar, PENYIAR MO NE alias Modal Nekat.

zoel

Feb 11th, 2009

hehe saya biasa nulis.. klau ngomong rada gimana githu.

Jika mulai dibiasakan, anda pasti bisa. Kuncinya yang penting nggak bisu!

Billy Koesoemadinata

Feb 11th, 2009

ada lagi kang,
1. musti punya ciri khas,
2. musti bisa menciptakan theater of mind, jadi si pendengar tau apa yang kita maksud, meski mereka ga ngeliat kenyataannya.. ;-)

Terimakasih sudah menambahkan!
Memang… radio adalah sarana imajinasi alias Theatre Of Mind, Bayangkan…you harus berbicra seolah-olah sedang bercakap dengan banyak orang padahal realitasnya you bicara sendiri di ruangan ber AC, Kalaupun ada yang menemani paling hanya Operator.
Kadang dilupakan banyak penyiar ketika harus menumbuhkan Theatre Of Mind. Padahal kunci untuk memunculkan Theatre Of Mind adalah anda cukup membayangkan MICROFON yang dipakai untuk bicara itu adalah Teman anda sendiri, Jangan pedulikan orang lain, Berimajinasilah seolah-olah anda sedang bicara PADA SATU ORANG saja. Jangan di borong semua. Theatre Of Mind ini akan terbentuk setelah ke-8 kriteria itu ada dalam diri penyiar. Ciri khas juga akan terbentuk melalui proses yang sama, yaitu setelah ke 8 Kriteria tadi sudah bersarang dalam diri penyiar.
Thanks Bro!

thevemo™

Feb 11th, 2009

Kalo ketawa aja fals bisa gak jadi penyiar.

Asal jangan BICARA nya aja yang Fals alias nggak bermutu. Radio jaman sekarang tidak lagi menganut karakteristik suara yang harus bagus. Yang cemprengpun dapat memunculkan satu karakter. Kalau tertawanya FALS bukankah itu modal yang unik? Jaman urban life seperti saat ini, Penyiar harus cerdas, SEDIKIT TAHU BANYAK HAL. Memiliki wawasan yang luas karena doyan baca.

HE. Benyamine

Feb 11th, 2009

Tambah wawasan … ternyata nggak segampang yang terdengar di radio.

Jangan dibuat sulit bro! tak sesulit yang anda bayangkan koq. Dan semua itu tidak muncul dengan sendirinya, tapi lambat laun kriteria itu muncul sesuai dengan pengalaman dan jam terbang.

Arvernester

Feb 11th, 2009

Cuman beberapa yang masuk kriteria neh, bisa dioptimalkan ga yah?

Bisa!!! Dan tak sedikit dari yang bermodal NOL BESAR menjadi penyiar handal, Ada yang karena tuntutan profesi dan keuletan belajar. Akhirnya karakter itu dimiliki. pakde sendiri bertolak belakang dengan kehidupan sehari2, di rumah cenderung pendiam, di depan mic….wuiiiiih jangan salah…..nyablaknya ndak bisa di rem.

PS. Blogmu susah diakses, giliran muncul malah open DNS. jadi aku ndak bisa comment

soerdjak

Feb 11th, 2009

baru di kriteria pertama aja saya dah gagal, suara saya pas2an nih pakde,kekekke

Jangan takut, yang penting ketika menghadapi microfon anda tidak gugup…urusan cempreng nomor sekian, kecerdasan tetep punya bukan? Learning by doing lah..nanti juga bisa. Semuanya dipelajari dengan tekun, jangan lagsung pengen bisa. saya juga nggak langsung bisa tuh.

omiyan

Feb 11th, 2009

saya mendingan jadi pendengar aja deh

Woke….yang penting ada jalinan keakraban dengan radio.

deviw

Feb 11th, 2009

waduuu pakdhe, aku di jogja je… jadi gak bisa gabung :D teman Saya sering Saya bilangin suaranya mirip Rudi Dahlan, yang siarannya memang kita relay setiap malam. sampe akhirnya dia buat RE, suaranya dimirip miripin kaya Rudi Dahlan. sampe take berkali kali… trus punya temen yang ngueyellnya minta ampun. dia tetep PD dgn stylenya radio jadul, untung kontraknya gak diperpanjang.

Apa itu RE???
Nah, Radio yang memiliki segmentasi yang jelas umumnya selektif dalam menentukan awak siarnya, Karena punya target market dan style yang jelas pula. Kalau radio yang multi segment sih….kagak ngaruh keknya. Penyiar yang tidak lentur terhadap aturan radio yang jadi tempat kerjanya, termasuk penyiar yang tidak mumpuni dengan gaya siarannya, entah karena sudah merasa terkenal dengan style JADUL berpeluang diputus kontrak kerjanya. Karena tidak sesuai dengan positioning dan format radio.

Itulah kenapa penyiar itu harus seperti air, karena penyiar yang seperti air biasanya…membawakan program apapun bisa. Artinya ketika di minta membawakan program sesuai dengan keinginan poroduser atau Program Director akan menghasilkan show yang tepat dan benar sesuai dengan harapan managerial. Yang hasilnya nanti tentu akan bagus. Da itu yang biasa dipakai.

Penyiar yang sudah punya pegalaman kerja diradiopun, biasanya diberikan pelatihan dulu Agar style jadulnya hilang dan menyatu dengan format radio baru. Lamanya pelatihan tergantung pada kemampuan Talent. Cerdas dan mudah di direct apa nggak….terbayang kan? kalo susah di direct…masa training bisa sia-sia.

Saya yakin Devi jauh lebih faham tentang ini…iya kan…??

mamas86

Feb 11th, 2009

Maf pakde… Pertanyaannya ga sesuai… Tapi ni penting banget bagi kehidupan blog saya…

Gimana sih cara buat …..Spam protection:…..

Coba searching di tempat si mbah google

jambi

Feb 11th, 2009

mantab tipsnya pak de, seharusnya penyiar disini mendalami itu…jadi gak ada lagi itu penyiar yang kurang piknik alias cetek pengetahuannya, pake bahasa sok gaul tapi kaku, juga pronunciation kalau baca tekz inggris(biasanya artikel yang dicomot dari internet tuh) masih dibawah basic level….no hard feeling plis :p

Salah satu tujuan postingan saya adalah seperti yang mas maksud. Meskipun tak sedikit spelling penyiar banyak yang masih berantakan. Mungkin konsumsi keju dan roti nya kurang (ah pakde nih)

munawar am

Feb 11th, 2009

Ikut menyiarkan: Link SUDAH DIPASANG….., terima kasih kalau ngelink balik :)

Woke…dan saya ada di urutan satu.ya kan? pakdengibuldotcom..thanks kang

yessy muchtar

Feb 11th, 2009

waduh pakde….yessy malah pernah bercita cita banget mau jadi penyiar …pokoknya penyiar radio lifestyle gitu gitu deh..kayak hardrock…indika…

Dan aku pernah kirim lamaran …beserta contoh suara…sekali si…gak pernah nyoba lagih…soalnya gak pernah kepanggil kekeke…

Setiap station radio memiliki standar kualifikasi dalam merekrut penyiar, perlu di ingat itu….dan tidak semua orang bisa masuk kriteria. ya wis melamar di tempat pakde ajah.

hoi

Feb 12th, 2009

jadi pengen jadi penyiar :P

Baiknya tidak hanya berhayal INGIN JADI. Beranikanlah untuk mencobanya. siapa tahu duniamu memang disana…

p u a k

Feb 12th, 2009

Daku sangat tertarik dengan dengan karakter pribadi seperti air pada point no. 1 itu. Kapan2 bisa ceritakan lebih jauh kan?
Walaupun kurang detail infonya..tapi kadang2 orang seperti saya.. paling tidak bisa punya feeling itu.
Thanks pakde. :)

Karakter seperti air itu maksudnya, karakter yang mudah di bentuk dalam mengikuti aturan kerja sebagai penyiar, bisa mengikuti breakdown program dari program director atau produser acara. Umumnya program yang di siapkan oleh Program director Formatnya itu macem2, ada yang bentuknya Games, Show, Charity, Variety, drama, Kuiz, Soft News sampai HardNews. Nah setiap penyiar di tuntut harus bisa membawakan Format program tersebut dengan Fleksible. Di suruh bawain acara NEWS, bisa bawainnya, diminta Talkshow..bisa juga. Di suruh bawain SHOW bisa juga….begitu loh…itu yang saya maksud memiliki kepribadian seperti air dalam dunia siaran. Sama halnya ketika diminta mengisi suara dalam iklan atau sebagai narator Iklan. Penyiar harus bisa memainkan naskah iklan sebaik mungkin.

ikkyu_san

Feb 12th, 2009

Wah saya sudah memenuhi syarat-syarat itu belum ya? Mungkin karena terpaksa saja tuh dulu sampai jadi announcer hehehe.
Salam kenal pak.

EM

Dulu, saya juga masih mentok dan terbatas, tapi karena tuntutan profesi untuk kemajuan karier di dunia broadcast, lama2 setelah diasah, belajar banyak hal. Kedelapan kriteria itu muncul juga.
Kalo untuk mbak yang satu ini, saya yakin….mbak pasti yang terbaik diantara penyiar yang lain di jaman2 mbak….iya kan? Atau bahkan bisa jadi jaman sekarang masih memiliki kualifikasi yang patut diberi acungan jempol, two thumbs for u.

Mikekono

Feb 12th, 2009

Ternyata menjadi penyiar
tak semudah yang dibayangkan ya Pakde
cuma penyiar acap juga bikin kecele
suaranya terdengar lembut
ehhhh….pas jumpa
mukanya ternyata sangar
hihihihi     :)

Mudah koq bang….kunci awalnya mau memulai dan berani NYOBA. Jangan dibuat rumit, semuanya ngak rumit koq. Dan perlu waktu untuk memunculkan ke-8 kriteria itu.
Urusan kecele…….mmmmmmh….nampaknya ada pengalaman ya…? Nggak semua penyiar begitu koq bang!!

Rindu

Feb 12th, 2009

Saya mau jadi pujangga bukan penyiar … tapi saya punya penyiar pavorite pak De, mas Ariel Brown di LiteFM.

Wahhhhh, jadi pendengar setia Ariel Brown ya…..?! Penyiar fav lainnya siapa lagi jenk??

ArieL, FX

Feb 12th, 2009

Berarti klo ganteng aja gak cukup donk?

Kegantengan bukan kriteria mutlak, Namun tak sedikit pula radio yang memposisikan diri dilifestyle atau radio yang memiliki segmentasi teenagers (radio yang banyak didengar oleh anak2 SMP dan SMA…..biasanya kagantengan dan kecantikan jadi syarat juga.

Awie

Feb 12th, 2009

wah aku dah ter masuk yng ke gitu belum yah wkwkwkwk maaf pakde baru bisa berkunjung habis compiku habis error sekali lagi maaf beribu maaf.

Its OK…No Problemo

Ersis Warmansyah Abbas

Feb 12th, 2009

Menjadi pendengar yang baik tentu prestasi juga bukan Pak De? Saya berposisi demikian aja.

Betul!! Dan menjadi pendengar yang baik, berpeluang untuk menjadi pembicara yang baik pula.

Masnur

Feb 13th, 2009

Di Balikpapan aku pernah diajak siaran sama teman bosku yang punya radio, tapi bukannya ngomong aku malah jadi patung bingung mau ngapain padahal kan nggak ada yang tahu diluar sana. Dasar bukan bakatku tuk cuap-cuap, mending tulis-tulis. Tapi makasih pakde ama tipnya di komentar 1.

Jika kita bisa mendengarkan dengan baik apa yang diobrolkan dalam sebuah talkshow, siapapun pasti bisa merespon ucapan penyiar dengan cukup baik pula. Kadang2 atmosfir ruang siaran memang cenderung membuat narasumber SHOCK. Ini hal yang wajar koq. Dan tidak jarang ketika penyiar ingin suasanan ruangan siarannya tidak kaku, biasanya dimunculkan ice breaking, obrolan yang dapat mencairkan suasana agar suasana menjadi rilex.

esha di birulangit

Feb 13th, 2009

Memunculkan ciri khas diri sendiri..barangkali salah satu hal yang sulit….biasane dalam masa belajar pasti ada niru2 dikit penyiar lain…..btw..lowongannya sampai kapan pakdhe…?

Lowongan masih terbuka sampai akhir Februari ini….kalau berminat kirim by e-mail saja. Usia minimal 25 tahun.

antown

Feb 13th, 2009

keren pak de tulisannya…semoga bermanfaat ya

Amieeeeen! Mudah2an bermanfaat!

edratna

Feb 13th, 2009

Aku suka Rudy Dahlan….dia bisa memaintain pertanyaan pendengar yang kadang rada ngaco…..(apa aku bisa sesabar itu ya???). Risikonya, kerjaanku jadi kacau, kalau sambil mendengarkan radio… Btw, radio pakde bisa nyampe Jakarta nggak? Berapa frekuensi nya?

Radio pakde masih undercontruction bun, untuk live streeming nya masih belum selesai. Sabar bun ya…!

joe

Feb 13th, 2009

Sekarang sudah banyak kursus-kursus tentang public speaking untuk meningkatkan kemampuan berbicara.
Nice template dude…

Anda benar! Public speaking beredar dimana2 kecuali di Jambi. Mau buka disini? silahkaaaaaaan.

Rere

Feb 13th, 2009

Kalau aku…. biar dibayar tetap aja ngga mau jadi penyiar, apalagi di radionya Pakde….. wkwkwkwk

Binggo!! lama2 ditunggu muncul juga nih artis Sudan. Pakabar Neeeeeehh…..
Saya tidak menawarkan untuk pejabat teras. ..Bayarannya pasti harus tinggi… dikhawatirkan juga nanti malah pendengarnya jadi tuwir2…Kalao om siaran disini, repot!!! nanti malah ABG nya pada kabur. Maaf!! Usia Om sudah tidak masuk kualifikasi, cocoknya jadi bintang tamu…atau pendengar aja….wakakakak Apa kabar Sudan? Musim cinta ndak disana? valentine bang…valentine!

Jauhari

Feb 15th, 2009

Jadi Pingin ;)

Boleeeeeeh,

novnov

Feb 15th, 2009

aku cocok gak jadi penyiar?..huehehehehe..pa kabar pakdeeee?!

Kabar baeeeeeeeek, mane aje neh? dirimu cucok buanget Nov, dari menulis aja sudah setangkas itu, apalagi kalau ngomong. Pasti BAWEL.

OmFarhan

Feb 16th, 2009

Kang Dekroy kang dekroooooy kamana wae atuh? Sibuk banget yach kang?
Jangan lupa…gaya bicara yang Natural. Nggak dibuat2 kang…Sukses kang yah!

Sip OmFarhan!!
dipikir2 kita lama di dunia entertaint, tapi koq tampang kita nampaknya cepet tuwir, kenapa ya….? Banyak yang bilang kerja di entertaint bikin kita awet muda. Tapi GEN kita sepertinya tidak terpengaruh tuh….ada apa dengan kita ya?
Tips nya singkat skali pak…..Tambahin sama smiling Voice juga donk wkakakk

silent reverie

Feb 17th, 2009

Keknya yg ke-8 itu… gw banget deh! *halah*

Dulu… waktu sekowlah, saya terobsesi jadi penyiar. Kalo sekarang sih, jadi penikmat suara para penyiar aja deh… :mrgreen:

Im Said
Yup, apresiatif terhadap penyiar ini merupakan tantangan calon penyiar. Yang siarannya jelex biasanya nggak punya pendengar dan berpeluang grounded.

zara

Feb 18th, 2009

met klenal pade!

za mau tnyk , klu jd melamar jadi penyiar, apa sih yg pertama kali di tes!dan ajari dong klu kita menyapa pendengar gmn ya,yg baikny???klu bisa bls ke email za y pade.

Im Said
Salam kenal juga. punya blog ndak? ngajarin koq lewat e-mail? Untuk belajar itu tidak cukup lewat email.
Yang pertama di Test adalah Karakter Vocal. Cenderung muda cocoknya di radio anak muda, demikian sebaliknya. Ngajarin nggak butuh waktu satu atau dua jam, apalagi lewat e-mail.

zara

Feb 18th, 2009

emang radio apa yg dibw ma  pakde?

diaz

Feb 18th, 2009

hmmmm….. keliatannya penawarnnya menarik neh….
cuman sayang kejauhan mah kudu ke jambi, pakde buka cabang gih di kalimantan
nah… gw nantangin balik neh…. berani buka cabang di kaltim ga?

Pakde Said:
Berani…..yang modalin siapa ya…? \:d/

silly

Feb 19th, 2009

Huaaaa, gak nyangka, ternyata pakde ini broadcaster Radio??? Gilakk.. *menjura*

Anyway, katanya kalo suaranya jelek, biasanya wajahnya cakep yah… bener gak sih?… Duh, saya gak bisa ngelamar jadi penyiar nih keknya… Suara saya jelek… Berarti…. <i>*pura-pura mikir panjang, hahaha*</i>

Anyway, makasih kunjungannya yahh… saya terharu, eh tersanjung.  Dan begitu berkunjung kesini, malah terkagum2… Hebat! Blog ini keren, gak se serius yang saya bayangin, hehehe :)

Makasih sekali lagi yahhh… :D

Pakde Said:
Duuuh Silly jangan maen Fisik deh….Nanti di timpuk penyiar mau?
Ditempat pakde kebetulan Penyiar plus suaranya keyen-keyen. Maklum sasaran kami selesai jadi penyiar harus jadi presenter…nah loooooh.
Mau ngelamar? Kecantikan mendukung juga koq…tapiiiiiiiiiiii tak semuanya begitu.

Terimaksi untuk balasan surat cintanya….

marshmallow

Feb 21st, 2009

komprehensif sekali pemaparannya, pakde. untuk menjadi handal dan digemari, seorang penyiar radio pasti perlu memenuhi kriteria-kriteria di atas.

mengenai kualitas vokal, tak jarang saya mendengar seorang penyiar dengan kualitas vokal yang cenderung seadanya (malah kadang terkesan cempreng), tapi karena kemampuan komunikasi dan lain-lainnya dia menonjol, dia justru digemari.

soal be yourself mengingatkan saya pada seorang penyiar amerika berambut kribo, howard sern, pelopor pernyiaran ala kontemporer yang miskin basa-basi dan sopan-santun. di awal karirnya stern memang meniru gaya penyiar kebanyakan, namun dia justru menjadi terkenal setelah menjadi dirinya sendiri. hingga tahun 2007 stern bahkan dianugerahi sebagai the most-searched radio personality karena prestasinya itu.

pakde, udah lama saya coba beromentar di sini, tapi tak kunjung berhasil, katanya error karena nggak ngisi anti-spam, padahal anti-spam-nya nggak ada, pakde. mudah-mudahan kali ini berhasil…

Pakde Said:
Nggak semua penyiar harus memiliki kualifikasi suara yang bagus. Karena tidak semua radio menjadikan itu sebagai syarat. Saya cenderung merekrut penyiar yang isi kepalanya bagus, artinya dibuktikan dengan cara dia ngomong berhadapan dengan Pakde saat interview…keliatan koq mana yang kualified mana yang tidak.

Error sudah diperbaiki….

marshmallow

Feb 21st, 2009

wah, senangnya ternyata komentar saya masuk! alhamdulillah…

silly

Feb 23rd, 2009

Pakdhe… OOT nihhh… kecantikan itu bukan dari fisik ajah khan?… cantik itu apa yang ada didalam hati… dan apa yang ada dikepala seorang perempuan… Kalo dia smart, dan hatinya baik… dia akan selalu menebarkan aura yang menyenangkan buat siapa saja yang ada disekitarnya…

*timpuk silly, sok tauuu dehhhh*

Pakde say thanks to Silly
Ooooh tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaak

Reyha

Mar 10th, 2009

pak, saya tu hampir tiga tau jadi penyiar di radio komunitas kampus saya, teman-teman saya udah pada jadi penyiar di luar, jadi reporter, wah hebat2 deh…nah saya udah tiga kali ngelamar penyiar radio gagal terus, ya meski saya selalu ada hikmah dibalik kegagalan saya. nah sekarang saya daftar lagi di sebuah radio komunitas yang udah punya nama besar di jogja, apa yang harus saya lakukan supaya pada seleksi kali ini saya sukses??? do’ain saya ya….saya mohon banget masukannya, saya tunggu terimakasih.

Pakde Say Thanks to Reyha
Saran saya…Jika ada test Vocal….ikuti gaya siaran sesuai format siaran yang mereka sampaikan untuk pendengarnya. Tunjukan kelebihan yang anda miliki. Pastikan juga karakter vocal yang anda miliki disesuaikan dengan radio yang bersangkutan. Tunjukan sikap ramah kepada semua yang ada diradio itu, jangan kaku ataupun malu-malu untuk nunjukin kemampuan diri termasuk ketika akan berbicara dengan siapapun.

Kecantikan dan kegantengan bukan syarat mutlah dalam mereqrut calon penyiar. Yang penting wawasan! dan kecerdasan.

SemangaD..semangaD..maju terus….Harus lolos….
Saya mesem2 sendiri baca tulisan yang di Blog..ternyata my lovelynya setia dan mensuport ya…!
Sayangnya saya nggak bisa masuk ke blogmu. Coba di buka biar siapapun bisa masuk dan memberik komentar. Sory telat balas….

rhiesha

Mar 19th, 2009

pak dhe…salam sukses luaaarrrr biasa…seppp baget dahhh masukannya biar jadi semangat ngadepin komputer ma mic.tiap hari….wekekekeke………

Pakde say to Rhiesa
Harus tetep semangat all condition. Penyiar yang baik harus tetap mempertahankan Mood, sekalipun dalam keadaan sedang berduka.

chirilmuhsin

Mar 20th, 2009

wah bagus sekali tapi gimana ya agar kalo pertama siaran nggak grogi??? tolong dong kasihtahu ke prafansajika@ymail.com thankssssssssssssssss

Pakde said:
Konsentrasi dan fokus pada profesi sebagai penyiar, ingat siaran itu jangan pernah di jadikan beban. Tapi nikmatilah siaran.

gee aditya

Mar 21st, 2009

wah keren pak dhe….
bisa minta dikirim sample voice dari salah satu dj di radio pak dhe gag ?
soale agy butuh neh wad referensi jadi penyiar yang baik
mohon sample voice nya isa di kirim ke imel aku yaw ?
makasih sebelume.

Pakde said:
Sample banyak, tapi sayang sekali saya tidak bisa mengirimnya, File yang saya punya milik kantor saya. Sebagai acuan, banyak radio2 yang menggunakan live streaming. Adit bisa rekam langsung mereka. Ingat juga radio tempatmu kerja sekarang belum tentu format siaran serta gayanya sama dengan radio ditempat adit kerja…iya kan…

marshmallow

Mar 22nd, 2009

pakde, saya pinjem tipsnya buat episode baru di serial kampung blagu. boleh dicek, siapa tau ada yang keliru. hehe…

Pakde
Thanks Bu Dokter…saya sudah membacanya…terbayang betapa sulitnya menyususn struktur kalimat seperti itu ya…? two thumbs for you..

via

Mar 31st, 2009

pakdhe…………..
Aku butuh bantuan nich,,,,,,,,,,,,, help me pleaseeeeeeeeeeeeeee????!!!!
Pakdhe,
1.agar saat Qta On-Air Pendengar jadi antusias ikutan bergabung, pembawaan Qta harus kya gmn????
2.Agar saat  Qta membawakan itu seru kedengarannya, gimana caranya pakde????
Tolong bantu aku Pakde……………. aku tunngu jawabannya………….
Terereeeeeeeeeeeeeeeeeeeengkyu…………

gadis

Mar 31st, 2009

pakde…………….. suara aku kata temen2 cempreng,,,,,,,,,,,,,
bisa jadi penyiar g yach??????

theKRY™

Mar 31st, 2009

To Via & Gadis jawaban saya satukan ya….mengingat IP address computer kalian sama.

Agar antusias mendengarkan.
Banyak pola pemaparan yang dilakukan penyiar diradio. salah satunya adalah dengan cara, anda seolah2 sedang berbicara kepada satu orang, tetap konsisten dengan cara itu. Berimajinasilah bahwa anda sedang berbicara hanya kepada satu orang. Itu pola pertama. Yang kedua, perhatikan baik2, ketika sedang berbicara di depan mic. Apakah disampaikan dari Pikiran, dari Hati atau dari Mulut?

Obrolan yang disampaikan dari Pikiran akan ditangkap pendengar dengan pikiran juga. Misalnya anda menyampaikan jumlah angka2… “27 + 29 adalah…” ini Via sampaikan kepada pendengar. Maka pendengar akan memikirkan itu juga.

Obrolan yang disampaikan dari Mulut, Setangkas apapun gaya bicara kita, jika basiknya hanya di sampaikan dengan mulut saja. Otomatis pendengarpun akan menanggapinya dengan mulut juga. Misalnya anda tiba2 berbicara membahas sesuatu yang tidak anda pikirkan sebelumnya, tidak anda rasakan pula sebelumnya, maka secara otomatis pendengar akan bilang dan merespon anda dengan mulut juga. Tanpa dipikirkan dan dirasakan, tiba2 resppon pendengar membuat anda jadi tidak nyaman.

Obrolan yang disampaikan dari Hati akan didengar oleh hati pendengar juga. Bayangkan jika anda sedang sedih/bahagia. Maka kesan yang akan ditangkap pendengar adalah kesan sedih/bahagia. Jika anda merasa mendapat kebahagiaan misalnya Lotre sebanyak sekian trilyun rupiah, tentu rasanya akan berbeda dengan gaya bicara anda ketika mendapat berita duka. Pemaparan yang disampaikan dari hati  akan jauh lebih enak di dengar.  Karena semuanya memiliki muatan rasa yang jauh lebih berdampak bagi pendengar.

Agar pendengar betah mendengarkan kita, baiknya kembangkan kemampuan anda saat berbicara didepan Mic. Apakah anda cukup cerdas untuk bercanda, apakah cukup wise untuk menyampaikan kata2 bijak atau anda cenderung datar-datar saja. Mainkan semua emosi itu dengan gaya yang natural. Dengan tidak melepaskan Hati, Pikiran dan Mulut.

Seru?
Seru itu relatif, ada yang seru karna kekonyolan/Humor/Joke yang segar dan cerdas, namun ada pula yang dimunculkan karena kecerdasan menyampaikan isi obrolan kepada pendengar alias smart. Anda sudah mumpuni untuk menguasai hal seperti itu tidak? Jika ya…pertahankan, namun jangan terpatok dengan standar yang anda punya, jika bisa kembangkan lagi.

Untuk Gadis
Cempreng ataupun tidak yang penting bisa bicara, mampu menyampaikan obrolan sesuai dengan konsep program,  memang tida semua radio memberikan standarisasi khusus, suara harus Bas, harus gini dan gitu. Namun jika dengan cemprengnya anda memiliki nilai Jual kenapa tidak? Banyak koq yang cempreng tapi memiliki nilai jual, dan ini bisa disesuaikan dengan konsep program yang di buat pihak radio yang bersangkutan.

ika

Apr 15th, 2009

pak de…. ups (boleh ngak yah, manggilnya pake pakde)

pakde, daku sering latihan “icek-iceknyo” jadi announcer udah pede sih pakde tapi pas didenger ulang rekamannya kok suara ku kayaknya fales banget *bruuuk!* biar suara enak didenger giaman pakde?

Pakde
Dimanapun setiap pemula pasti merasa “malu” mendengar suara sendiri. Saya pun dulu mengalami itu…kuncinya belajar menumbuhkan rasa suka pada suara sendiri. Meskipun terdengar narsis, tapi ini sangat baik untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Karakter vocal setiap orang itu berbeda. Jadi jangan takut ketika nanti terjun kedunia broadcast. Ingat tidak semua pendengar suka dengan satu karakter…saya yakin akan banyak juga orang yang suka dengan karakter vocalmu.

Kalau masih Fals…bermainlah dengan irama bicara. cukup cari penekatan suku kata…mana yang harus ditekan mana yang tidak…dari situ akan tercipta sebuah irama.

irsyad

May 3rd, 2009

Assalamu’alaikum…
jujur deh…terkadang
berbicara diruang siar lebih sulit ketimbang bicara langsung depan audiens…
oya..mas ada tips olah vokal yang baik ga??

Pakde
Anda benar…kemampuan tiap2 orang berbeda. Ada yang bilang lebih simple bicara sambil sembunyi (seperti penyiar diruang siaran) ada juga yang lebih mudah bicara di depan public dengan alasan audience nya terlihat sehingga tidak harus berimajinasi.
Penyiar sebagian besar dituntut untuk bisa berimajinasi….
Tehnik vocal dan olah vocal yang baik sangat banyak …dari mulai melatih dengan cara mengikuti lagu, senam mulut, sampai menirukan gaya bicara seseorang….dan semua yang dilakukan dalam pola latihan itu tidak akan terlepas dengan pernafasan. (ditunggu saja tulisan selanjutnya)

irsyad

May 3rd, 2009

oke…thanks ya..nasihatnya..
aku tunggu informasi2 terkini tentang kepenyiaran…

Pakde
Mohon Sabar, karena saya masih sibuk nih….

joan jonathan

May 7th, 2009

wah…dimana ne t4 kerjanya?
q mau donk…
q juga penyiar di PTPN radio Solo, siapa tau bisa berkembang di sini….

Pakde
Di Jambi mas :)

joan jonathan

May 7th, 2009

mungkin bisa ditambahi dengan “pembentukan karakter”…mungkin itu cukup penting ketika kita mulai terjun dalam dunia penyiaran…
dulu ketika q meraba² bagaimana karakter yang ada dalam diri biar khas,q bener² kualahan meskipun sudah menjadi diri sendiri. namun dengan berfikiran untuk menjadi beda dengan orang lain, itu menjadikan q seperti sekarang ini.
meskipun masih tergolong baru dalam dunia penyiaran, namun ini bisa jadi pengalaman yang berarti. “menjadi diri sendiri dengan karakter yang kuat”.
semoga bermanfaat.

Pakde
Thanks sudah melnegkapi. Be Your Self.

Rahardjomuljo

May 7th, 2009

Bagus…bagus Pak/Kang (?)
Btw, klo saya yg gabung boleh ga?

Pakde
Boleeeeeeh… sayangnya saya lagi butuh announcer perempuan.

Rahardjomuljo

May 7th, 2009

ko tulisannya ga bisa dikopi sih, diprotek ya? padahal saya memerlukannya buat referensi karena saat ini saya tengah memfasilitasi anak-anak Paket C (setara SMA) berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang public speaking di antaranya kepenyiaran, gimana dong?

Pakde
Ketik ulang saja mas… sama kaaaan?

edo

Jun 5th, 2009

haaaaaa…pakde nantangin atw emank lagi nyari penyiar???wkkwkwk

Pakde
Nantangin IYA nyari penyiar juga IYA.

vera apriani fitri

Jun 11th, 2009

horrreeee aku udah masuk beberapa kriteria tadi niyh. tapi min umur jadi penyiar ithu brp siyh? cz aku baru 17 :D
jadi penyiar radio siyh impian aku.
tapi yang aku mau tanya,, kita wajib menguasai berapa bahasa asing buat jadi penyiar radio??
thx yah :D

Pakde
Kalau program dan segmentasi programnya mewajibkan dibawakan oleh announcer belia. siapapun yang masuk kategori pasti dipakai. Radionya untuk anak2 seperti Radio Kidd. Disitu bukan hanya emak2 dan bapak2 yang siaran, tapi ada anak2 juga. Pengembangan selanjutnya adalah menguasai perangkat siar.

gust

Jun 19th, 2009

Ada ndk ya tempat kursus penyiar radio d jogja gt.. yg murah ya.

Pakde
Coba searching di sekitarmu gust.. Pasti ada.

sary martha erlangga

Jun 24th, 2009

Beberapa kali aku pindah radio harus menyesuaikan diri dan menyesuaikan semua dari teknik sampai lingkungan, memang benar kita tidak boleh merasa puas, dan learning by doing itu perlu… tapi yang jadi pertanyaan, apakah kita bisa jadi diri sendiri, padahal ga menutup kmungkinan akan jadi orang lain hanya karna tuntutan program acara, apalagi dalam sehari siaran 3 program. kadang jd tuwir…hihiii, kadang kaya ABG…. Tapi serunya jadi penyiar…!!!

Dan yang terakhir menurut pakde, kadang manusia itu punya segudang masalah, karna itu kiat2 apa yang harus kita lakukan agar bisa memanage diri supaya ga kebawa ma suasana ( saat play lagu, kadang kita terbawa suasana) padahal, air mata kl kluar sedikit aja kan bisa merubah suara.
regard’s

Pakde
Penyiar itu aktor/artis kecil yang harus mampu memerankan gaya dan tuntutan program. Cara kerjanya harus fleksibel bisa memenuhi kebutuhan program director ataupun produser acara. Penyiar harus seperti air, mampu menempati segala ruang. Awal saya masuk broadcast saya juga niru cara orang bawain acara. Selama 6 bulan saya berperan jadi orang lain. Lambat laun proses ini semakin mengarahkan saya menjadi diri saya. Betul2 menguasai siapa yang jadi pendengar, segmen acara, bobot acara dan yang lainnya.

Jika emosi terbawa saat siaran, Ingat dengan format program yang dibawakan, Jika format acaranya SHOW, otomatis dibolehkan mau nangis sekalipun. Namun jika program itu menuntut kita harus serius, nggak mungkin kan? Coba dengan cara mengambil nafas yang dalam – penuhi tubuh dengan oksigen. Ini akan membantu otak bekerja. Selanjutnya, Gerakan badan (bluff). Berdiri tegak, layaknya tentara berbaris dengan bahu dan dada yang tegap. Lalu tersenyumlah! Meskipun Anda tidak merasa bahagia atau tidak percaya diri, lakukanlah. Jangan lupa Lancarkan aliran darah dengan memijat dahi. Kemudian konsentrasi bahwa anda sedang bekerja.

Memang lagu dapat menggugah emosi kita, coba fokus pada bahan siaran. Control emosi. Jangan memikirkan lagu. Jadikan lagu sebagai pelengkap siaran saja. Dan pikirkan apa yang harus di sampaikan kepada pendengar. Usahakan untuk tetap enjoy. Baiknya tidak membiarkan pikiran menerawang atau larut dalam kesedihan yang terdapat dalam lagu. Kalau masih terus emosi terbawa lagu. Artinya emosi belum terkontrol, selagi diluar jam siaran, coba puter lagu yang membuat sedih, menangislah sepuasnya. Lama2 akan hilang juga kesedihannya. Ingat yang dibutuhkan penyiar bukan kesedihan tapi kehangatan, keramahan, friendly, di telinga pendengar.
Thanks

Ando neh Pak de...

Jul 10th, 2009

“waw.. pak de dah jadi blogger aktif banget dah.. heheh….
wah ternyata ando mah kenal neh… inspirasi pakde hehehe… walau gabung dengan metro fm gak lama.. 3-4 bln karena satu hal? (skripsi), gw tetep aja suka dengernya…
pao kabare mas…baek2 aja kan….,kalau ando waktu keterima udah memenuhi ke 8 kriteria itu kan mas heheh…_(narsis mode : on)….pokoke sukses aja dah buat metro FM nya mas….kapan2 masih boleh maen ke studio kan..”

ando

Jul 10th, 2009

“waw.. pak de dah jadi blogger aktif banget dah.. heheh…. wah ternyata ando mah kenal neh… inspirasi pakde hehehe… walau gabung dengan metro fm gak lama.. 3-4 bln karena satu hal? (skripsi), gw tetep aja suka dengernya… pao kabare mas…baek2 aja kan….,kalau ando waktu keterima udah memenuhi ke 8 kriteria itu kan mas heheh…_(narsis mode : on)….pokoke sukses aja dah buat metro FM nya mas….kapan2 masih boleh maen ke studio kan..”

Pakde
Ando masuk kriteria do… studio terbuka untuk siapapun… silahkan berkunjung selagi sempat.

somene dusamualkeun

Jul 28th, 2009

SAMA SATU LAGI SYARAT YANG LEBIH PENTING,JANGAN SENTIMENTIL DG PENYIAR2 YANG LAIN.SESAMA PENYIAR MAH HARUS SALING MENDUKUNG.JANGAN SALING SIKUT YA?

Pakde
Saling sikut merupakan sikap mental yang harus direnovasi. Sesama mitra kerja apalagi satu crew. Itu berlaku di dunia kerja manapun.

melda

Aug 28th, 2009

aku pengen jdii penyiar yg sesungguh nya…
hehe ;)
ehMm…ckrg lgi belajar… :)
msih bnyak kekurangan nya…
klo dah ketmu bnyak org gugup bgt…
gmna yaa???

Pakde
Biasanya Mulut, jantung berdebar dan lutut bergetar. Lantas harus bagaimana?
1. Tarik nafas yang dalam – penuhi tubuh dengan oksigen. Ini akan membantu otak bekerja.
2. Gerakan badan Anda (bluff). Berdiri tegak, layaknya tentara berbaris dengan bahu dan dada yang tegap. Lalu tersenyumlah!
3. Pikirkan bahwa teman adalah teman bicara, bukan orang lain yang akan ngejudge, buang pikiran negatif seperti takut ini dan itu.
4. Jaga agar mulut dan tenggorokan tetap basah. Siapkan selalu air mineral, jangan sampai mulut dan tenggorokan kering.
5. Lancarkan aliran darah dengan memijat dahi Atau bagian anggota badan lainnya yang ikut tergangu dengan nervousnya.
Thanks

me

Aug 30th, 2009

ad lowongan ga yah?

me

Aug 30th, 2009

thx sarany
oia,klo jd penyiar tuh asik gak seh?

Pakde
Asyik nggak asik tergantung pribadi masing2 yang merasakan.

 

erenz wiaza keniten

Sep 10th, 2009

aq tertarik bangetsss… ma kepenyiaran.. ampe nekatin ikt kursus segala tp masalahnya sekarang cari lowongan penyiar di solo susah…
pa lg aq cma lulusan sma…
gmana ya…
apa lg radio yang udah pny nama slalu ngasih syarat s1 or d3…
patah smangat jdnya….
au ahh….
 

erween

Sep 23rd, 2009

bagus sekali artikelnya pakdhe, apalagi bagi seorang cadel seperti saya yang sedang mencoba berusaha memperbaiki pelafalan kata dan kalimat.

thanks om…

yani

Oct 1st, 2009

apa kbr PakDe…
artikel nya baguuus..dari ke8 kriteria itu jadi inget teman baik ku nih,
jika membaca artikel diatas dia cocok sekali buat jadi penyiar nih PakDe.
klo untuk umur 26 laki2 masuk kategori dewasa or ABG ya?!
tapi sayang lum ada kesempataan. pakDe bisa bantukah???
domisili nya di jakarta, cuma dia pernah kerja jadi orang lapangan di jambi.
thanks sebelumnya, salam.

yani

Oct 1st, 2009

baru lihat situs & artikel nya PakDe hari ini..heheehe,
btw ada hubungan nya kah antara penyiar dengan psikolog?

ayya

Oct 5th, 2009

hy salam kenal pak de…

pak de aku pengen banged jadi penyiar radio, sekeliling aku juga bilang kalo aku banyak omong,cerewet dan kalo d ajak ngomong nyambung, apa hal tersebut bisa menjadi modal awal,,aku ada niat untuk kut kelas public speaking berhubung masalah dana jadi aku urungkan niat aku untuk menjadi penyiar, yang ingin saya tanyakan, bisa tidak saya nekat melamar ya sekedar bantu2 di balik / tidak menjadi penyiar, setidaknya saya belajar di tempat radio yang ingin saya lamar. bisa kasih solusinya.thnks ya pak de.

regards.

Pakde
Siapapun bisa jadi penyiar, Selama bisa berkata2 dan bersuara, ada yang jadi penyiar karena bakat alam, ada yang jadi penyiar secara tiba2 karena banyak bergaul dengan temen2 di radio, ada juga yang dianggap cerewet terus dianggap bisa siaran. Ada juga yang memang sengaja mau menekuni profesi penyiar. Semuanya bisa terjadi. Pesan saya… Jika memang mau Di coba saja Ayya. Siapa tahu Ayya bisa beralih dari Penyiar menjadi Marketing Radio. Orang yang pinter ngomong cocok jadi marketing atau memilih beberapa keragaman profesi lainnya yang memang mengandalkan BICARA.
Kalau niatnya jadi penyiar kenapa tidak di coba? Toh masing2 radio punya standar tersendiri untuk merekrut karyawannya. Perhatikan juga format radio yang akan dilamar, apakah penyiarnya cerewet semoa, jika ia… peluang lebih terbuka lebar. Modal cerewet emang worth it bgt buat jadi penyiar!

Tyas

Oct 12th, 2009

Makasih banget 8 kriterianya…saya sudah 19 taun jadi penyiar…yang jadi kesulitan sekarang, saya jadi pengajar pemula ekstrakurikuler kepenyiaran disalah satu SMK di kota saya…mohon saran donk….

Pakde
Baiknya tidak hanya teori yang diperkenalkan kepada siswa, tapi barengi dengan praktek. Anda sudah punya basic karena sudah 19 tahun sebagai penyiar. Anda tinggal menceritakan semua pengalaman yang anda miliki dan ini jauh akan lebih baik apalagi anda sendiri yang menceritakan dan mentransfer pengalaman anda kepada mereka. Maaf tingkat Kesulitan anda belum saya fahami.

nday

Nov 1st, 2009

Hay pak De, ngomong2 aku ini penyiar baru banget masih belajar tapi sangat sangat berniat untuk serius di dunia broadcast, tips nya akan aku aplikasikan.. dan ngomong2 pula jika ada peluang untuk magang di radio pak De, dimana alamatnya? thanks

Pakde
Syukurlah jika bermanfaat, saya di Jambi mas… bisa akses di http://metrofmjambi.com disitu ada alamat jelas.
Terimakasih

dispadj

Nov 15th, 2009

mantap banget…

dede syarif

Jan 15th, 2010

tks pakDE,,,,,mhn izin ilmu-ny untuk di bagikan k tmn2,.sy lg merintis radio komunitas yg cm berawal dari hobby..tks
 

dede syarif

Jan 15th, 2010

pakDE,.tlong bantu gmna c’ cra bkin program yang mnarik anak muda,?
tapi kami dominan dangdut,.ga d’pungkiri pendengar kami kebanyakan orang tua yang snang dangdut.kami ni radio komunitas dan kami msih bersifat jual atensi untuk mmbantu operasional,,.

dispadj

Jan 18th, 2010

sederhana dan mengena prikitiweeeeeee pade…

Ulfah

Feb 7th, 2010

Pakde…

Mksh bwt ilmunya..

Kbtulan fa khn Pnyiar bru nie.. jd Bsa tmbah2 wawsan gmn cranya Menggaet pra pndengar spya g pda kbur! hehe….

shandy

Mar 6th, 2010

tak mudah memang untuk menjadi seorang penyiar yang baik……….

shandy

Mar 6th, 2010

tak mudah memang… menjadi seorang penyiar yang baik….. semua butuh proses… tapi makasih bwt kriterianya !!!!!!!!

Melon sang Penyiar

Mar 15th, 2010

Wow,, makasiiiiy yach info2nya, saia yakin bermanfaat bagi pemula seperti saia,,sayang sekali pakde niy gag di SBY ya?wew…saia niy kadang suka gugup abizzz,,, cuma pernah niy,, alhamdulillah nyantol di slh satu radio di SBY,tpi gag jadi saia ambil coz mw maju sidang skripsi yg tdk bisa di tinggal. Pdhl udh goal, tinggal masa training ajah +__+ Niy baru mw nyoba lagi,, tpi kug ya udh gag pede. Mohon doana yaaccchh pakde ^_^v Thanks b4

agnes

Mar 20th, 2010

Waaah..aku pengen bgt Pak DE jadi penyiar radio…
tp ga taw masukin lamaran nya dmn???
bukannya penyiar harus bs bhsa inggris jg y.. pak De???

agnes

Mar 20th, 2010

wah..aku pgn bgt Pak De jd penyiar radio..
tapi aku ga taw masukin lamaran nya gmn..
bukan-nya penyiar radio harus bs b.inggris yaa???

Ahina

Mar 24th, 2010

Ribet banget :-(

arul_fain

Apr 9th, 2010

cita2 gw dari kecil pengen bgt njdi penyiarr ???????
tips2 jdi p[enyiar yg pripesional tu gmn??? thxss

andre

May 12th, 2010

Makasih pak dee atas ajaran nya sa6ya jdi tahu dech gmna cra jdi penyiar,,,,,,,mksih bnget yyyyyyyy salam

arya

Jun 13th, 2010

pa de..yha pengen bgt jdi penyiar tapi kayaknya…ga masuk kriteria ..yha masih coba-coba n belum PD..

heheh

iva qolbi

Jun 21st, 2010

.sipp pak de.. bagus banget tipsnya..
.
. saya sudah pernah mempraktekkannya, , tapi sayang saya kurang bisa cocok sama penyiar pendamping. ada tips lagi gak ?

Leave a Comment

Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.