Cukup Kuatkah Suaramu?

by theKRY™ on 22/02/09 at 7:28 pm

tarzanKUAT yang saya maksud bukan mampu berteriak laksana Tarzan melainkan kekuatan suara yang nanti akan mendukung penyiar terhadap sikap, emosi dan mental ketika membaca atau berbicara, dalam hal kendali sistem kegugupan dan seluruh otot dalam tubuh. Suara tidak hanya salah satu bagian dari penyiar, atau sebuah faktor yang terisolasi, hal ini merupakan representasi dari penyiar dan produk.
Waktu mengendalikan diri secara psikis dari mental emosional diri, ditambah hasil produksi organ dalam penampilannya. Suara dapat dibuat lebih efektif dengan memperhatikan fungsi otot karena bisa berpengaruh pada kualitas suara: lemah, tajam, keras, parau, mendesah, sengau dan untuk sikap mental emosi dari personality penyiar bisa menjadi berkata dengan nada suara, sedangkan pemikiran dan perasaan menentukan secara alamiah untuk hal ini dan organ-organ mengeraskan dan mewarnai fungsi secara bersamaan dengan ketepatan (precision), kecermatan (accuration) dan ketenangan (ease). Yang bertanggung jawab untuk dasar-dasar suara ialah: sikap (attitude), pernafasan (breathing), nada suara (phonation), bergema (resonance) dan macam-macam variasi (variety).

Beragam hal yang saya temukan, suara dipengaruhi secara alami oleh berpikir dan perasaan. dan seorang Penyiar harus mengetahui dari pengalaman bahwa pemikiran yang sementara, seperti: gembira, takut atau marah dipengaruhi oleh sistem kegugupan, emosi dan konsekuensi suara. Dari pengalaman salah satu watak dan sikap alami akan mempengaruhi nada suara. Pengalaman dan intensitas dari suatu reaksi selalu berhubungan dengan kualitas suara. Sikap akan mempengaruhi suara dan sangat berhubungan dengan karakter, emosi dalam berkomunikasi. Simplenya coba anda bandingkan bagaimana nada suara anda ketika menangis dan ketika gembira? Beda bukan?

Satu hal yang dapat mengendalikannya adalah Pernafasan inilah control terbaik untuk suara dan berbicara. Kekuatannya ada di lokasi diwilayah pusat perut tepatnya diatas perut dan dibawah dada. Pusat kontrol pada hasil pernafasan adalah kejelasan nada suara dan kemampuan untuk memproduksi variasi sensitif kuat lemahnya suara (volume) dan kekuatan (intensity). Penampilan bicara tidak akan efektif jika tanpa kontrol pernafasan. Khususnya penyiar radio, ketika penyiar mengakhiri bicara di mikropon dimana nuansa suara dan berbicara terlalu keras.

Pernafasan adalah fungsi dasar biologi untuk mempertahankan hidup. Kontrol adalah sangat vital dalam memproduksi suara untuk berbicara yang terus menerus. Penyiar memiliki pengetahuan bagaimana fungsi mekanisme bernafas memproduksi suara adalah penting untuk mendukung dan menentukan kejelasan nada suara, gema dan artikulasi. Walaupun otot berada di bawah struktur tulang iga, yang menutupi paru-paru dan hati, boleh jadi otot diafragma dan rongga perut berfungsi untuk menghisap dan menghembuskan udara dengan bernafas normal dengan kecepatan dan tersedianya udara sehingga menghasilkan energi dan kontrol dalam berbicara terus menerus. Diafragma, struktur otot cembung dan otot permukaan cekung di bawah paru-paru, berbentuk sebuah sekat antara dada dan lubang perut, merupakan hal yang yang utama untuk kekuatan dan kontrol ketika bernafas bicara, lokasi segitiga menjelaskan bahwa tulang dada dan dikanan kiri area tulang iga. Otot harus rileks seperti dorongan rongga perut untuk menentukan mengembang. Berhubungan dengan usus kekenyangan dalam lubang perut akan menghalangi. Kolom tulang belakang adalah hanya sekat koneksi antara struktur penuh tulang dari tubuh atas dan dibawah. Kemampuan berdiri atau berjalan dan duduk dengan mudah dan tidak tegang tergantung dari hubungan keseimbangan berat dari atas dan bawah tubuh seperti disesuaikan oleh fleksibilitas kolom tulang belakang. Kunci keseimbangan dan menyesuaian adalah lingkungan tulang panggul, penuh tulang seperti struktur pinggul.

Proses nada suara adalah dimulai didalam pangkal tenggorokan (larynx) oleh aliran pernafasan melalui pita suara (cords), karena getaran. Pengkal tenggorokan tempatnya diproduksi bunyi oleh vibrator menjadi suara adalah struktur pegas tulang rawan bertumpu diatas pipa berbelok-belok atau batang tenggorokan (trachea) dan menggantung dari dasar lidah. Inilah sebuah karunia yang patut disyukuri karena kita memiliki alat ini tanpa harus menservice nya….

Panjang dan ketipisan pita suara berbeda tiap orang; pria lebih panjang beberapa inchi dari wanita lebih kecil pendek dan tipis. ya…meskipun kadang ada wanita yang nampak bersuara lelaki atau sebaliknya. Lupakan itu karena itu alami.

Secara physical perbedaan ukuran ini pada umumnya bervariasi dalam tingkatan titik nada tertinggi antara jenis kelamin. Variasi titik nada tertinggi dan kekerasan selama bicara akan dipengaruhi oleh pita suara berubah dalam panjang, ketebalan dan jarak dari getaran suara. Apabila pita suara panjang dan tipis, titik nada tertinggi meningkat; apabila pendek dan tebal, titik nada suara menururn dan ketika jarak vibrasi meningkat atau menurun, volume suara meningkat atau menururn. Dalam produksi nada suara, tenggorokan, mulut dan hidung akan membuka saluran, bebas dari ketegangan. Otot tenggorokan sering keadaan tegang ketika komunikasi menunjukkan emosi seperti misalnya takut, marah dan membenci tetapi tenggorokan tidak pernah tertutup, mulut , hidung dan khususnya tenggorokan mengeras dan memberikan makna emosi untuk nada suara. Secara fungsi, nada yang rusak seperti parau (huskiness), melengking (stridency), keserakan (hoarseness) adalah hasil pernafasan yang kurang baik dari kontrol pernafasan. Fungsi tenggorokan yang releks sangat penting untuk produksi suara yang efektif.

Di radio, kualitas suara yang tidak sempurna sangat menjadi perhatian. Untuk menghasilkan gema suara penyiar harus dikeraskan menjadi terdengar dan diberi warna (kualitas atau warna suara) untuk memperkaya dan mengkomunikasikan emosi. Mengeraskan nada suara dan merubah kualitas didukung oleh resonator suara manusia. Proses ini disebut resonansi.

Otot-otot diafragma dan perut memberi kita kemampuan untuk mengambil volume udara yang besar dan untuk mengontrol pengeluaran udara. Hal ini disebut dukungan pernafasan. Jumlah waktu diperlukan dalam menghirup dan mengeluarkan udara waktu istirahat cukup berbeda dibandingkan waktu bicara. Rasio menghirup udara dan mengeluarkan udara pada saat istirahat sekitar 1:1 kita bernafas hampir selama kita mengeluarkan udara. Untuk bicara, rasio ini harus berubah menjadi 1:5, 1:10 atau bahkan lebih besar. Dengan kata lain, waktu mengeluarkan udara lebih lama. Kita bisa mengontrol udara ketika ia dikeluarkan jika memberikan otot diafragma dan perut bekerja. Tanpa kontrol terhadap pengeluaran udara, setelah menghirup udara dengan dalam-dalam udara akan keluar dari paru-paru seperti kita mengeluh. Ini tidak baik untuk bicara yang baik karena kita tidak bisa mengeluarkan banyak kata selama waktu yang dibutuhkan untuk bernafas panjang. Udara yang keluar terlalu cepat. Yang terjadi dengan pernafasan ketika membaca copy siaran penyiar perlu memiliki suplai udara yang cukup, dan harus bisa mengontrol udara itu. Suplai udara yang bagus memberi bahan untukl mengeluarkan suara yang bagus. Kontrol yang baik terhadap udara tersebut akan membantu membentuk suara menjadi kata-kata yang menarik untuk didengar, mudah dimengerti, dan penuh dengan energi suara. Senam pernafasan dan perangkat bicara dimaksudkan untuk melatih seluruh perangkat bicara kita, termasuk anggota badan lainnya yang berhubungan dengan proses pembentukan suara “DIAFRAGMA”. Yaitu suara yang dibentuk dari rongga perut. Dengan kelebihan lebih bertenaga, lebih kuat, lebih jelas dan lebih keras tanpa harus berteriak. Suara diafragma juga mampu membantu penyiar mengendalikan stamina serta intonasi maupun aksentuasi waktu bersiaran. Untuk itu perlu dilatih 15 jurus senam pernafasan dan perangkat bicara.


Pengen tahu senamnya penyiar seperti apa? Coming Soon. :D

Bookmark and Share

Top Post

18 Comments

silly

Feb 23rd, 2009

Saya kalo lagi emosi gak perlu senam diafragma segala… saya bisa menjerit ngalahin halilintar… hahahahaha… *kidding*

Masnur

Feb 23rd, 2009

Hemmmm…persis dengan teori olah vokal untuk nyanyi ya pakde….kebetulan saya ex anggota paduan suara mahasiswa, sekarang lagi belajar jadi pelatih.  Kalo ngajari orang2 ya gitu ya kayak teori pakde itu, tapi jujur nggak mudah enerapkan itu ke orang awam.

nadin

Feb 23rd, 2009

wuiiih….lengkap kali…baru tahu bahwa kemampuan bicara yang jadi modal utama penyiar memiliki banyak elemen pendukung. Tidak semudah kelihatannya ya pakde!

esha di birulangit

Feb 23rd, 2009

kalau obama punya suara menggelegar itu berkat latihan apa bawaan dari lahir ya…?

arvernester

Feb 23rd, 2009

Kalow swara kyaknwya chinca wawra ichu udha kwact blum pakdhhe..??

mikekono

Feb 23rd, 2009

setahuku suara pakde
tak terlalu kuat
tapi nyaring dan enak didengar
hehehehe       :)

mbahkoeng

Feb 24th, 2009

Aduh ternyata ribet juga Ya ?!

awie

Feb 24th, 2009

mo absen aja yah pak de boleh nda nich

rita

Feb 24th, 2009

Kalo lagi jatuh cinta, suaranya gimana om? :D
Baru tau kalo bicara juga punya tehnik tersendiri….Pemaparan lengkap mengenai “kekuatan suaran” saya temui disini.   Emosi (nervous, ada saatnya ketika menghadapi moment berbeda) membuat apa yang saya sampaikan rasanya tidak maksimal, sehingga teman2 kadang kurang menaggapi (biasa mereka nanya ulang hehe)…Saya tidak mengerti apa karena “keras-lemahnya suara saya” atau mimik saya ketika mengumumkannya. btw. tehniknya beda  ketika harus “berhadapan langusng” audience?

linus fans

Feb 24th, 2009

artikel yang sangat menarik. Banyak informasi baru yang saya dapat dari tulisan ini. terima kasih boss……
tulisan yang sangat menarik….
salam kenal ya.. Terima kasih.
Sukses selalu buat Anda.. Keep blogging!!!

Yulis

Feb 24th, 2009

Baru tahu ternyata suara ada hubungannya dengan fungsi otot juga ya pak De, kirain otot urusannya cuman sama angkat-mengangkat barang..  :)  Thanks

antown

Feb 25th, 2009

sempat saya liat bentuk pita suara manusia di youtube yang diposting oleh seorang teman di blognya. betul-betul keren…, jadi penasaran ini saya lihat postingan selanjutnya

Catra?

Feb 25th, 2009

Saya susah menjadi menyiar nih pak. Suara saya jelek. pantensan penyiar2 itu suaranya bagus2 ya. Suara saya harus latihan dulu nih agar menjadi penyiar! hehehe

gery

Feb 26th, 2009

buka sekolah latihan olah vokal jahh pakde

kan pakde da tau triknya gmna……

:)

lam kenal pakde

MAZPRAM

Feb 26th, 2009

SUARAKU PALING APIK PAK DE KALO DI KAMAR MANDI HEHEHE, APA KABARE PAK DE LAMA GAK BERKUNJUNG

indro

Feb 26th, 2009

jadi penyiar?
kayaknya boleh tuch. pasti banyak tantangan nya.
tapi modal utama nya g ada. alias suaranya serak-serak banjir :)

Nanang

Mar 2nd, 2009

Kunjungan balik :)

Salam kenal.

Eka Situmorang - Sir

Jun 20th, 2009

Suara memang bisa mewakili perasaan :)
tapi saya ndak tau soal diafragma ini sebelum kesini (aduuuh nafas ajah ribet bgt hehehhee, untunglah saya bukan penyiar :p) Biarlah pakde itu yg jadi masternya :p
nice info pakde !
thank u

Leave a Comment

Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.