One Listener for Billion Listeners
by theKRY™ on 15/03/09 at 6:52 pm
Terlepas dari format dan gaya siaran radio, pernahkah temen2 merasakan kedekatan emosional ketika temen2 mendengar suara penyiar? Antara penyiar radio yang belum handal dengan penyiar yang lama berkecimpung didunia radio tentu memiliki taste yang berbeza. Yang baru berhadapan dengan microphone umumnya hanya menjadikan pekerjaan itu sebagai sesuatu tugas yang menakutkan, sebagai satu bagian pekerjaan yang harus di jalani dan dianggapnya beban. Bukan tanggungjawab yang nantinya akan membuatnya besar dan akrab dengan pendengar di udara. Penyiar yang terbilang baru, ketika berhadapan dengan microphone umumnya mengangap profesinya itu dijadikan sebagai pemenuhan pekerjaan yang akan membuatnya hanya mengikuti aturan producer acara ataupun program director. Tak jarang ketika mereka siaran dengan gayanya yang masih perlu diasah ini, kerap melahirkan suara2 yang tidak enak didengar. Ketika didengarkanpun terkesan ada beberapa penggalan kalimat yang diucapkannya terasa seperti TEXT BOOK, MENGGURUI atau bahkan RANCU. Tidak mengalir seperti saat kita ngobrol. Umumnya imajinasi mereka ketika berhadapan dengan pendengar ia menganggap pendengar sebagai lautan manusia yang sedang memperhatikan dirinya. Ia tidak mengunakan konsep seperti sedang berbicara dengan satu orang. Sehingga gaya bicaranya ngambang dan terkesan asyik sendiri.
Penyiar yang sudah malang melintang di dunia broadcast tentu memiliki keahlian yang cukup mumpuni. Air personalitynya tentu sudah terbentuk. Kedekatan emosional antara penyiar dan pendengar terasa akrab sekali. Karena umumnya pendengar yang memiliki pengalaman cukup lama akan menganggap pendengarnya itu hanya satu orang. Bukan ribuan. Namun ketika didengar oleh ribuan orang, masing2 yang mendengarkan yang jumlahnya ribuan itu akan memiliki rasa seolah2 sang penyiar sedang berbicara dengan dirinya yang sedang mendengarkan. Ketika menghadapi microphone pun ia takan canggung lagi, sekalipun sering mengucapkan kosakata yang keliru. Ia akan menjadikan kesalahannya itu menjadi improvisasi yang enak didengar.
Memiliki kemampuan yang cukup hebat dalam merangkai setiap obrolan di radio dan tidak text book.
Bagaimana agar temen2 yang baru terjun kedunia broadcast ini memiliki kecakapan seperti penyiar yang sudah lama? Memang…dibutuhkan Jam Terbang. Untuk memiliki jam terbang sendiri bukankah cukup lama waktunya. jalan pintasnya adalah belajar dengan menggali pengalaman dari senior. Beberapa diantaranya adalah:
Ini berlaku diluar format siaran news.
1. Anggap pendengar yang sedang mendengarkan anda itu hanya satu orang. No body else…..sehingga cara temen2 bicara itu nantinya akan tertuju pada satu orang. Tidak multylisteners…tapi cukup One Listener, Imajinasi ini yang kadang susah dibentuk. Namun jika terbiasa berimajinasi seolah2 temen2 sedang berbicara pada satu orang, lambat laun microphone itu akan anda anggap sebagai teman bicara yang jumlahnya satu orang. Biasakan berimajinasi seperti ini. Dampaknya ketika orang lain mendengarkan temen2 siaran, pendengar akan merasa seperti diajak bicara.
2. Sampaikan setiap script/naskah siaran dengan gaya “ngobrol” bukan “pengumuman”. Rasakan mana yang akan sampai kepada pendengar, gaya yang disampaikan dengan cara ngobrol atau gaya siaran yang disampaikan dengan bahasa penyampaian sebuah pengumuman. Keduanya memiliki perbedaan yang mencolok.
3. Biasakan Ambil pointer dari naskah yang tersedia dengan bahasa langsung untuk temen2 sampaikan kepada pendengar. Bukan letterleuuuuh. Seperti yang ditulis oleh scriptwriter/penulis naskah/ penyedia naskah siaran. Jika temen2 melakukan hal yang di tulis dalam Naskah, maka bunyi yang terdengar dari bibir anda akan terasa sepertinya anda sedang memBACA. Bukan ngobrol. Jadikan naskah siaran hanya sebagai referensi saja.
4. Biasakan untuk melatih improvisasi dengan mengembangkan beberapa kata. Misalnya temen2 menemukan kata “JAMBI” kembangkan kata tersebut menjadi sebuah kalimat cukup pendek, maksimal satu paragraph.
“Listeners…”
Teman-teman saya, kerap bertanya. Dek…apa indahnya JAMBI sehingga kamu betah disana? Saya yang telah kecanduan JAMBI, tidak bisa menjelaskan kenapa. Saat di JAMBI, saya merasa berada di rumah, nyaman rasanya. Jangan salah loh, JAMBI yang kata temen saya hutan belantara begini dan jelek untuk bisnis, kota ini pernah di kunjungi Pangeran Charles dan Pak Esbeye juga …untuk bisnis…siapa bilang prosfeknya kecil. Kalau saya lihat ni ya…kota ini justru memiliki prosfect yang cukup bagus untuk bisnis…saung kurning belum ada, pokoknya susah mencari makanan khas sunda, padahal orang sunda banyak disini, ini kan peluang” (Begitu kira2
contohnya).
5. Untuk berlatih, baik penyiar yang baru termasuk blogger juga. Monggo..sebelum saya bicara lebih jauh untuk menulis tentang radio dan penyiar. Kali ini saya memaksa, sekali lagi MEMAKSA temen2 untuk belajar mengembangkan satu kata menjadi satu paragraph. Buat kalimatnya semenarik mungkin ya…karena ini juga berpengaruh terhadap cara temen2 menulis dimedia blog. One reader for billion readers. hik hiiiiiii
(silahkan pilih sendiri) Kata2nya adalah nama2 blogger :
1. Marsmallow
2. NH18
3. Edratna
4. Erander
6. Ikyusan
7. Kangnawar
8. Mikekono
9. HE. Benyamine
10. Yulismatau…nama2 berikut sory nggak semua bisa masuk.
11. Mbakpuak
12. Silly
13. Hejis
14. Bang Jay
15. Tutinonka
Cukup 15 kata aja dulu. Komentar yang nggak sesuai saya masukan ke spam ajah…mampus loh! Kalaupun tidak di SPAM, jika comment nya berantakan berarti ketahuann nggak baca.









9 Comments
HE. Benyamine
Mar 15th, 2009
“Pendengar …
Anda tentu tidak mengenal HE. Benyamine, mungkin pernah mendengar nama itu, atau hanya mirip2 saja, tapi bukan berarti anda tidak boleh mendengar cerita tentang orang yang satu ini. Saya tidak memaksa anda untuk mengingat-ngingat yang memang tidak ada di memori anda, atau menggiring anda hingga merasa memang pernah mendengarnya. Saya hanya ingin mengajak anda merasakan dan berimajinasi tentang nama tersebut. Bayangkan saja, anda ternyata duduk bersebelahan dengan orang itu, ya orang yang bernama HE. Benyamine, yang ternyata sebenarnya seorang yang sangat dekat dengan anda. Bisa teman masa kecil yang nama panjangnya anda tidak tahu, tapi masih mengenali sosoknya, dimana anda biasa memanggilnya El’amour atau nama lainnya. Apa yang anda lakukan? Memanggilnya dengan nama yang anda kenal, sedangkan penampilan dia sekarang seperti pengusaha sukses. Atau, anda diam dan berharap dia yang menyapa duluan. Anda tentu tidak mau kehilangan sahabat untuk kesekian kalinya! Jika ternyata yang namanya HE. Benyamine tersebut bukan sahabat anda, maka siapa tahu dia bisa menjadi sahabat baru anda, jadi tegurlah lebih dulu, karena anda yang merasa mengenalinya.
Gimana Pakde …. (contoh yang …………….). Ha ha ha…
Hejis
Mar 16th, 2009
Hai…hai…hai…, Sobat. Selamat malam menjelang pagi…
Di dunia ini tak terbilang makhluk yang menghuninya dengan karakternya masing-masing. Ada yang menyeramkan, ada yang menggelikan, ada yang mengagumkan… ada pula yang merindukan… Makhluk macam manakah sebenarnya <b>Hejis</b> itu?… wekekekek…
[segini cukup Pakde?]
marshmallow
Mar 16th, 2009
duh, mesti bikin satu paragraf dari nama yang boleh dipilih ya? hiks… tak coba deh, pakde. (makasih juga udah diingat jadi bahan ujian) hihi…
“pendengar yang baik, marshmallow dikenal luas sebagai jenis makanan berbahan gelatin, walaupun aslinya merupakan nama sejenis tumbuhan berbunga indah. selain sebagai makanan, dikenal juga marshmallow sebagai seorang bloger. kalau belum kenal, anda tidak dipaksa buat berkenalan. cuman rugi aja rasanya. memang apa untungnya kenal dengan bloger yang satu ini? nah, ini yang harus anda cari tau sendiri. coba deh kenalan dan sambangi blognya di hatetepeblablabla[dot]com, anda bakalan mengerti kenapa perlu banget berkenalan dengannya. pengalaman anda nantinya boleh dibagi di radio kami… ingat, alamat blognya adalah hatetepeblablabla[dot]com, dan selamat memperkaya pengalaman blogging anda.”
du, pakde. kok isi siarannya jadi narsis begini ya? hahaha… nggak lagi deh. tobaaatt!!!
joe
Mar 16th, 2009
wah, jadi ingat sama lagunya bimbo ada syairnya yang berbunyi: “… wahai penyiar dikau pujaan berjuta telinga …”
mas8nur
Mar 17th, 2009
Selamat malam pendengar…..
Sepertinya beberapa malam berselang para blogger enggan berkomentar disini, bukan apa tapi takut dispam. Mungkin kita bisa mendengar ocehan tiga kandidat berikut yakni HE benyamine, Marsmallow dan Hejis yang sudah mulai dulu berkomentar. Berpikirlah jernih dan ungkapkan perasaan anda dengan tulus maka sambutan tangan akan kita terima dengan lapang dada.
(hehe…gimana pakde…seberapa jelek??)
fandi88
Mar 17th, 2009
Menjadi penyiar tak pernah mengenal kata bosan..
Pendengar baru
Musik baru,
Format baru,
Temen baru,
Pengalaman baru,
Ide baru,
Dan itu berlangsung tiap hari,,
Billy Koesoemadinata
Mar 17th, 2009
saya heran, di postingan ini ga ada nama saya, tapi koq nyambung ke blogs yak?
apa dari blogroll-nya? yaudah,, gpp.. saya coba juga deh.. 
“met pagi semuaa.. rasanya, pagi ini berasa ada yang beda deh.. at least, buat Billy dongs pastinya.. KENAPA, BIL? ada apa? hihihi.. pada penasaran kan?? itu loh, tadi pas lagi jalan ke kantor, Billy ngeliat satu tokoh kartun yang udah lamaaaaa banget ga Billy liat. tokoh kartun ituh, anak kecil, rambutnya dikit botak, dan dulu ditayangin kartunnya di RCTI. nah loh,, masih inget ga? hihi.. itu loh, ikyusan.. yang jadi rahib dari kecil, dan saking cerdiknya sampe2 orang tua ga ada yang bisa ngelawan dia.. hehe..
hmm.. jadi pengen nostalgia ga seeh?? okeh, kalo gitu,, yuk kita dengerin lagu2 nostalgia buat hari ini..”
–> gimana tuh kang?
edratna
Mar 20th, 2009
Saya pendengar radio yang setia, yang menemani hari-hariku membuat laporan keuangan, membuat modul, dan juga saat ngeblog. Dan ada beberapa penyiar yang gaya dan suaranya benar2 nyaman….namun ada juga yang ga suka, terutama yang suka cekikikan atau guyon ga jelas…..
Tapi ternyata susah ya….hehehe
Yari NK
May 21st, 2009
Pakde ….
This morning I listened for the first time to your radio station. I cannot remember when the last time I intentionally listened to a radio program…
I listened to it for about 20 minutes. I couldn’t stay any longer because the cable was about to be used for TV. The program is okay but I am a bit disappointed it only comes with 24 kilobits per second though I know that the compression of data is necessary to save the bandwidth. That’s because the people who enjoy the radio through the Net have various connection speed and their connection mostly lumbers at a pseudo-broadband speed. But for me the low-bit streaming does not spoil the fun to enjoy the programs.
Keep it up pakde, I’m so proud of you……
Leave a Comment