MENULIS DI RADIO
by theKRY™ on 05/04/09 at 9:20 pm
Tulisan ini saya pilihkan untuk calon penulis yang nantinya akan duduk di divisi pemberitaan atau yang nantinya akan memposisikan diri sebagai orang yang mensuplay naskah siaran.
Karakteristik gaya penulisan siaran yang paling baik, harus berbeda dengan yang digunakan oleh media cetak. Dalam media radio akan menggunakan gaya yang lebih informal dan suara lebih spontan. Indera pendengaran: telinga, tidak bisa dengan mudah memproses gaya yang lebih kompleks, abstrak dan formal yang ditemukan dalam sebagain besar isi media cetak. Gaya itu memerlukan lebih banyak usaha dan perhatian dari pada yang bisa dilakukan oleh pendengar. Naskah yang terlihat seperti bicara yang spontan.
Based on Walters dalam bukunya “broadcast writing” menyebutkan karakteristik gaya aural berikut ini memberikan impresi dan kejelasan dalam menulis untuk radio:
1.Bahasa yang baik.
tidaklah perlu untuk meningkatkan para penulis naskah bahwa kata-kata seharusnya digunakan dengan baik dan bahwa tata bahasa harus benar dalam semua bentuk tulisan, termasuk penyiaran, namun faktanya adalah bahwa terlalu banyak kata dan tata bahasa yang tidak benar, dan ketika mereka disalahgunakan, pendengar akan kebingungan. Akurasi dan ketepatan dalam pilihan kata anda adalah tanda penulisan yang baik. Jika hanya satu kata yang tepat untuk makna yang anda inginkan dan jika anda percaya bahwa pendengar anda kenal dengan kata tersebut, maka gunakanlah. Sebaliknya, jika kata tersebut akan sulit dimengerti oleh pendengar, anda harus menulis kembali naskah anda dengan cara yang lain. Struktur kalimat dan paragraf perlu mengikuti aturan tata bahasa. Pendengar radio akan tersesat jika apa yang mereka dengar adalah pikiran-pikiran yang tidak disajikan dengan sekuensi yang mudah di mengerti. Beberapa kesalahan akan terjadi meskipun anda begitu hati-hati.
Ketika anda menulis, perhatikan kembali semua naskah anda dengan baik akan membantu anda mengembangkan ketepatan.
2.Kosa kata terbatas
Gaya tulis dapat dan biasanya menggunakan lebih banyak kosa kata daripada gaya aural. Kosa kata baca tulisan orang umumnya tiga kali lebih besar dibandingkan kosa kata lisannya. Seorang pembaca dapat mengenal atau mampu mengetahui banyak kata yang akan hilang jika disajikan dengan dibaca. Pembaca juga akan melihat kata-kata yang aneh yang merupakan sumber yang tidak dikenal pendengar. Pertimbangan utama dalam memilih kata adalah bahwa kata-kata yang digunakan harus memberikan kejelasan. Kosa kata tidak boleh membuat pendengar menjadi bingung. Kebingungan, meskipun sebentar, akan membuat pendengar kehilangan beberapa bagian pesan. Sebagai akibatnya, dia dia tidak akan bisa atau mau mengikuti komunikasi dan mematikannya, baik semacam mental atau fisik, dengan meninggalkan ruangan, memindah saluran, atau mematikan saluran. Oleh karena itu, penulis harus memilih kata-kata yang dikenal oleh pendengar. Hal ini berarti menggunakan kosa kata yang terbatas untuk penulisan sebagian besar naskah penyiaran, terutama jika anda menulis naskah yang ditujukan untuk pendengar yang sangat luas. Untuk mencapai sebanyak mungkin pendengar tanpa mengabaikan isi program, penulis harus menggunakan kosa kata yang langsung dan terbatas. Struktur kalimat bahasa inggris umumnya menunjukkan bahwa satu kata yang digunakan berkali-kali memberikan petunjuk pada maknanya, atau paling tidak keseluruhan makna pesan ditentukan oleh akurasi bahkan tanpa mengetahui karakteristik setiap kata dalam naskah pernyataan. Namun penulis naskah tidak harus menonjolkan karakteristik ini. Sebaliknya, hindari penggunaan “kata-kata besar” ketika kata yang lebih pendek dan umum bisa memberikan pemikiran yang sama. Yang penting dalam prinsip ini adalah menghindari istilah-istilah yang umum, bias dan abstrak. William strunk, ahli gaya amerika, menyatakan bahwa: “jika mereka yang mempelajari seni menulis setuju terhadap setiap prinsip ini, cara terbaik untuk menarik perhatian pembaca adalah dengan menulis secara spesifik, jelas, dan konkret”.
Ketika anda menjadi semakin berpengalaman, anda akan mengembangkan selera terhadap kata yang dirasa terlalu abstrak untuk membuat naskah percakapan yang baik. Ingat juga bahwa kosa kata yang anda gunakan harus cocok dengan pendengar. Pendengar yang lebih terpelajar akan mengerti dan berharap untuk mendengar, kosa kata yang lebih luas dan lebih tepat.
3.Kata-kata yang deskriptif, konotatif dan kuat
Seorang penulis yang sensitif terhadap kata-kata akan menggunakan kata-kata yang memiliki nilai konotatif yang tinggi. Kata-kata yang sugestif akan menimbulkan rekaan-rekaan dalam pikiran pendengaran dan menarik imajinasi. Mereka memberi warna, kehangatan dan kehidupan pada suatu naskah.
Sebagai contoh mengatakan “pikirannya mampu mengerti masalah dengan cepat” akan mengandung makna yang diinginkan, namun akan lebih efektif dengan mengatakan “pikirannya bisa menembus inti masalah’. Kata menembus memiliki makna denotasi dan gambaran visual yang tidak hanya memberitahu pendengar apa yang terjadi, namun juga memberi mereka perasaan tentang kejadian itu… lebih baik mengatakan bahwa angin “berderu dan mencakar-cakar pojok rumah” daripada angin “berhembus”. Jika sebuah kata tidak hanya dapat mengatakan apa yang dilakukan namun juga bagaimana ia dilakukan, tentu ia jauh lebihbaik.
Penggunaan kata-kata deskriptif sangat penting dalam menulis naskah radio, dimana tidak terdapat bantuan visual terhadap suara. Kata-kata dan frase deskriptif yang benar-benar terseleksi akan membantu pendengar membuat gambaran pikiran dari rangkaian suatu drama atau peristiwa. Gaya aural juga ditandai oleh kata-kata yang memiliki nilai efek suara yang tinggi. Penulis seharusnya menggunakan onomatopia, yaitu penggunaan kata-kata yang membacanya terlihat menjelaskan maknanya. Seperti teknik lainnya, onomatopia juga bisa digunakan secara berlebihan; seperti teknik yang lainnya, onomatopia juga bisa digunakan secara berlebihan; jika digunakan dengan diskriminasi, ia merupakan suatu cara yang efektif untuk mewarnai suatu narasi.
4.Gunakan kalimat aktif
Dalam percakapan sehari-hari, kita sering kali menggunakan susunan kalimat aktif. Karena tujuan kita adalah membuat naskah penyiaran terlihat seperti percakapan, maka kalimat aktif juga tepat bagi sebagian naskah siaran. Kebalikannya adalah kalimat pasif. Kalimat aktif bersifat lebih dinamis, lebih kuat; ia membuat suatu iklan atau berita terlihat lebih hidup. Kalimat pasif hanya bersifat pasif, ia membutuhkan lebih banyak kata-kata.
Kata kerja menjadi aktif jika subyeknya melakukan kegiatan:
•polisi itu menangkap penembak jitu
•presiden general motor dan Toyota menandatangani persetujuan bersejarah hari ini
Kata kerja akan menjadi pasif jika subyek menerima reaksi:
•penembak jitu ditangkap polisi tersebut
•suatu persetujuan bersejarah ditandatangani oleh presiden general motor dan Toyota.
Biasanya, kalimat pasif memperlambat suatu cerita dan melemahkan pengaruhnya. Sebaliknya, penggunaannya kadang-kadang menambah keragaman struktur suatu cerita. Juga merupakan cara yang baik untuk membuat suatu tekanan jika penerima aksi lebih penting daripada pelaku.
Gubernus john smith terluka serius hari ini ketika ditabrak oleh rambu yang dibawa oleh pekerja piket. Gubernur saat itu sedang berbicara dari tangga gedung capitol kepada sekelompok oarng yang memprotes kenaikan pajak gas negara bagian.
Untuk contoh diatas, struktur pasif memberikan informasi lebih baik daripada sekuensi seperti:
“sebuah rambu yang dibawa seorang pekerja piket menabrak dan melukai gubernur john smith…”
5.Singkatan-singkatan
Percakapan normal biasanya sering menggunakan singkatan, terdengar lebih alami, lebih spontan dan lebih informal. Tetapi ini banyak berlaku dalam percakapan bahasa inggris, misalnya: don’t” bukannya “do not” atau “we’ll” bukan “we will”, dan lain sebagainya (kata yang disingkat ini banyak digunakan dalam bahasa inggris). Akan tetapi untuk menghindari kesalahan membaca naskah sebaiknya singkatan bila perlu dihindari.
6.Gunakan kata ganti personal secara luas
Percakapan hanya akan menjadi percakapan jika ia melibatkan dua pihak. Dalam penyiaran, kedua pihak tersebut adalah pendengar individual dan suara diujung lainnya-penyiar. Penggunaan kata ganti orang pertama dan kedua membuat naskah menjadi lebih personal atau pribadi, lebih informal, dan lebih bersifat percakapan daripada jika penulis menggunakan kata benda atau kata ganti orang ketiga.
Jika anda memiliki masalah menemukan hadiah istimewa untuk tahun ini, saya memiliki beberapa tips untuk anda…
Bandingkan dengan kalimat ini, Kami akan masuk untuk cuaca dingin… sebagian kita mengindahkan begitu saja bahwa matahari terbit setiap pagi…
Tentu saja, setiap jenis gaya bisa terlalu sering digunakan, dan jenis-jenis isi tertentu bisa beradaptasi dengan mudah pada penggunaan kata ganti orang daripada yang lainnya, namun sebagai aturan umum perhatian pendengar itu. Penggunaan anda dan kami dan kata ganti orang semacam menunjukkan keterlibatan ini.
Namun, yakinkan bahwa penggunaan kata ganti orang ini benar-benar jelas. Penggunaan yang membingungkan dalam naskah penyiaran akan menyingkirkan pendengar dan membuatnya kehilangan informasi yang tepat.
Warga amerika telah memilih banyak presiden yang buruk, tetapi kongres umumnya menghalangi mereka merusak negara ini. (warga atau para presiden itu?)
7.Gunakan kalimat-kalimat sederhana
Kalimat-kalimat yang kita ucapkan lebih sederhana daripada kalimat yang kita tulis, sehingga untuk mendapat gaya bicara percakapan penulis umumnya menggunakan konstruksi kalimat sederhana. Adalah mungkin untuk menulis dengan benar dan pada saat yang sama tulisan tersebut terlalu kompleks bagi pendengar untuk mengikuti ceritanya.
Satu masalah bagi para penulis pemula adalah penempatan keterangan dengan tepat. Jika keterangan-keterangan ditempatkan dengan tidak tepat, pendengar dapat dengan mudah menjadi bingung. Janganlan memulai kalimat dengan frase atau klausa yang panjang. Pendengar memperhatikan keterangan terlebih dahulu, tanpa ada referensi dengan ide utama yang seharusnya mereka rubah. Coba bacalah contoh berikut, dan anda akan dapat melihat masalahnya.
Sekarang berusia 68, berambut perak, dan dengan muhammad ali, pensiunan atlit yang paling terkenal, joe dimaggio adalah sangat dipercaya oleh para penulis dan perusahaan penerbit…
Pendengar tidak dapat mengetahui siapa yang sedang dibicarakan sampai lima belas kata pertama kalimat itu. Umurnya, warna rambutnya, dan perbandingan dengan muhammad ali tidak ada kaitannya dengan pikiran utama kalimat tersebut. Mulailah dengan “joe dimaggio sangat dipercaya…”
Seringkali cara terbaik untuk menghilangkan klausa pembuka yang menggantung adalah dengan memulai kalimat dengan pikiran utama. Interjeksi yang panjang ditengah kalimat diantara subyek dan kata kerja juga dapat menimbulkan kebingungan. Pada dasarnya, klausa penjelas dan interjeksi harus ditempatkan dibagian belakang kalimat. Mungkin yang terbaik adalah menuliskan mereka dalam kalimat lain.
Buruk: suatu sistem komputer untuk menyelidiki sidik jari, yang bertahun-tahun dikembangkan oleh polisi san fransisco, kemarin menghasilkan penangkapan seorang tersangka penembakan fatal terhadap seorang perempuan di distrik parkside enam tahun lalu.
Bagus: system komputer terbaru untuk menyelidiki sidik jari menemukan tersangka pertamanya di san fransisco kemarin. Komputer tersebut mengidentifikasi sidik jari seorang laki-laki yang ditangkap atas tuduhan penembakan fatal enam tahun lalu di distrik parkside terhadap seorang wanita. Polisi telah bertahun-tahun berusaha mengembangkan system pencocokan komputer tersebut.
Sejauh ini kami berharap anda menggunakan tata bahasa dengan benar dan menggunakan kalimat sederhana namun lengkap. Namun pada saat-saat tertentu anda bisa menggunakan penggalan-penggalan kalimat. Kami telah menekankan gaya “percakapan” dan kami sering berbicara menggunakan kalimat-kalimat parsial, dengan menghilangkan kata kerja dalam suatu kalimat. “headline” berita biasanya dalam bentuk penggalanj atau fragmen. Serangkaian item yang di ungkapkan dalam frase pararel lebih baik dibuat menjadi fragmen, untuk menghindari kata kerja yang diulang-ulang. Namun jarang terlalu sering menggunakan teknik ini, dan gunakanlah hanya jika makna pernyataan anda masih bisa dengan jelas dikomunikasikan.
8.Gunakan lebih sering kata-kata transisi dan petunjuk suara lebih sering.
Tulisan yang dimaksudkan untuk mata seringkali menggunakan tanda baca, yang merupakan tanda untuk menunjukkan struktur dan penekanan. Kita membuat paragraph dalam naskah untuk menandai setiap tahapan urutan pikiran, dan kita memakai tanda baca dalam kalimat untuk memperjelas konstruksi kalimat. Kita menggunakan huruf miring dan tebal untuk membuat kata-kata tertentu terlihat menonjol dari yang lainnya.
Untuk mendapatkan hal yang sama dalam naskah baca, pendengar diarahkan dengan tiga jenis petunjuk: kata-kata transisi, infleksi dan jeda suara. Satu kelompok kata-kata transisi berhubungan dengan urutan/sekuensi waktu. Termasuk di dalamnya adalah sekarang, kemudian, masih, berikutnya, ketika, dan yang terakhir. Juga kemarin, besok, minggu kemarin, dan lain-lain. Kata-kata ini akan sangat membantu dalam menyusun suatu naskah berita dimana suatu kronologi peristiwa yang jelas dibutuhkan untuk memahami peristiwa itu.
Kata-kata transisi lainnya menunjukkan sebab dan akibat atau hubungan semacam – misalnya karena, untuk dan kerena itu. Kelompok kata lainnya membantu membuat hal yang kontras dalam berita: namun, sebaliknya, dan tetapi. Ada juga kata penghubung: dan, juga, sebagai tambahan. Hati-hatilah menggunakan kata-kata ini karena banyak penulis pemula menggunakan penghubung untuk membuat kalimat kompleks dimana sebenarnya dua kalimat sederhana yang berbeda adalah lebih baik.
Perubahan dalam inflesi suara juga digunakan para penyiar dan aktor untuk memberikan petunjuk suara bagi pendengar. Hal-hal ini sangat membantu dalam memberikan penekanan pada kata-kata atau frase tertentu dalam suatu naskah. Penulis dapat menunjukkan dalam naskahnya dimana infleksi suara diinginkan dengan menggunakan symbol tanda bahasa yang standat dan dengan menggunakan garis bawah untuk menunjukkan penekanan. Infleksi harus ditunjukkan oleh “suara naskah” naskah-penyiar atau aktor.
Coba bacalah kalimat dibawah, dimana perubahan dalam penekanan mempengaruhi makna dan juga kemampuan pendengar untuk memahami maksud penulis:
“Presiden menekankan bahwa tentara amerika hanya akan digunakan untuk tujuan menjaga perdamaian”
•penekanan pada kata presiden-menekankan kredibilitas sumber.
•Penekanan pada kata menekankan-membuat tindakannya sebagai kunci kalimat.
•Penekanan pada kata amerika-tentara negara lain mungkin digunakan untuk tujuan lain, bukan tentara amerika
•Penekanan pada kata menjaga perdamaian-mungkin sebagai kebalikan dari membuat perang
•Penekanan pada kata hanya-menunjukan tidak ada tindakan lain yang diajukan.
Dan yang terakhir, naskah penyiaran seringkali menggunakan jeda untuk memberikan waktu bagi pendengar untuk memproses informasi sebelumnya sebelum meneruskan informasi selanjutnya. Ingatlah, pada media cetak pembaca menentukan kecepatannya sendiri, namun itu tidak bisa dilakukan dalam penyiaran. Penulis naskah penyiaran sering menggunakan tanda baca yang menunjukkan jeda bagi penyiar. Koma, tanda (-), dan ellipse akan lebih sering muncul dalam naskah penyiaran daripada dalam media cetak dan akan lebih sering jika diharuskan sesuai dengan gramatika yang ketat.
9.Pertahankan kecepatan yang tepat yang berada dalam kemampauan pendengar untuk memahaminya.
Karena program penyiaran disajikan dalam urutan yang tetap dan kecepatan yang telah ditentukan, kecepatan baca menjadi penting. Para penulis dan produser harus memberikan perhatian yang lebih untuk melihat bahwa materi bertutur dibaca dalam kecepatan yang bisa diterima oleh pendengar. Terlalu banyak ide, yang disajikan terlalu cepat akan menjadikan informasi menjadi hanya sekedar serangkaian kata bagi pendengar. Jika terlalu lambat berita menjadi membosankan, pendengar sudah siap untuk materi baru sebelum ia disajikan. Masalah kepadatan yang terlalu tinggi- terlalu banyak informasi untuk waktu yang tersedia - dapat diatasi dengan mengurangi isi, dengan hanya memasukkan fakta-fakta penting dalam berita, dan membatasi jumlah konsep persuasif dalam iklan.
10.Hindari susunan kalimat negatif
umumnya, kalimat-kalimat negatif merupakan suatu halangan pada kejelasan. Mereka lebih sulit dimengerti oleh pendengar. Mereka kurang bisa menjelaskan dan memberikan lebih sedikit informasi.
Buruk :
•bayi kera itu tidak disusui oleh ibunya
•dengan tingkat gravitasi Jupiter yang tinggi, anda tidak bisa melempar bola sangat jauh
•saya tidak tahu bahwa saya yakin jika ayah saya tidak ingin.
Dua kalimat yang pertama tidak jelas: mereka hanya memberi sedikit informasi. Kalimat ketiga membingungkan karena banyak negatifnya. Ketika pikiran menerima informasi negatif, ia ingin dan berusaha merubah informasi itu menjadi bentuk positif. Pikiran ingin tahu apa yang terjadi, bukan apa yang tidak terjadi.
Baik:
•bayi kera itu disusui dengan susu formula bukan susu induknya.
•dengan tingkat gravitasi yang tinggi, anda hanya akan dapat melempar bola sejauh tiga atau empat kaki, tidak lebih
•saya bertanya-tanya jika ayah saya sungguh ingin menutupi emosinya.
11.Hindari homophones
Homofon adalah kata-kata yang bunyinya sama tapi artinya berbeda. Mereka sulit digunakan dalam naskah penyiaran karena penulis akan sangat mengerti makna yang dimaksud dan bahkan mengenal bahwa kata-kata tertentu memiliki homofon. Namun pendengar mungkin tidak mengetahuinya. Pada media cetak, mereka bisa dengan mudah dibedakan, namun jika dengar mereka kedengarannya sama sehingga sebagian besar pendengar tidak bisa membedakannya. Anda tidak bisa benar-benar menghindari homofon. Beberapa kata sangat baik digunakan dalam suatu kalimat sehingga anda tidak akan pernah memperhatikan bahwa mereka terdengar sama dengan yang lainnya. Jika anda mempraktekkan membaca naskah anda dengan keras, anda mungkin akan menemui banyak masalah, dan ketika anda harus melakukan penulisan kembali kata-kata homofon.
12.Hindari redundansi, omong kosong, klise.
Berdasarkan sub-judul diatas, kita telah mengumpulkan tiga masalah yang mempengaruhi penggunaan bahasa yang cukup mengganggu. Tidak satupun yang merupakan masalah khas penyiaran, namun semua bidang dimana anda sebagai seorang penulis profesional dapat melakukan kontrol terhadap penyalahgunaan bahasa.
Edwin newman, seorang repoter dan komentator berita NBC, menulis tentang penggunaan bahasa yang benar:
Bahasa sipil…bagi saya berarti suatu bahasa yang tidak dipenuhi oleh jargon, gengsi yang salah, tidak dipenuhi oleh frase tipuan yang telah kehilangan maknanya. Ia bukanlah kesenangan yang salah, tidak menyembunyikan basa-basi ide dengan mengatakannya dalam bahasa yang hebat, tidak mencari konstruksi-konstruksi kalimat kompleks, tidak membebani kita dengan terlalu banyak kata-kata tidak berguna dan ilmu-ilmu sosial. Ia memperlakukan kesalahan dalam pengejaan dan penggunaan bahasa dengan toleransi namun tidak menyepelekan mereka. Ia tidak mempertimbangkan tingkat kecerdasan. Ia tidak hanya suatu aliran suara yang dihasilkan disk jockey, dimana apa yang dikatakan tidaklah penting selama ia dikatakan tanpa henti. Ia bersifat langsung, spesifik, lengkap, jelas, penuh warna, penuh semangat, dan imaginatif ketika ia seharusnya begitu. Ia jelas dan fasih jika kita bisa menggunakannya. Ia adalah suatu hal yang menyenangkan.
Sayangnya, ia juga suatu impian, karena suatu hal yang ironis terjadi di amerika. Ketika minta menuntut keterbukaan personal dalam kehidupan masyarakat- yang kurang bijak bagi saya-bahasa kita menjadi semakin tertutup, tidak jelas, bombastis dan membosankan.
Kita memperhatikan keprihatinan newman, dan kita harus melakukan usaha untuk mendapatkan kejelasan dan presesi dalam bahasa kita.
Redundansi
Redundansi mengacaukan naskah. Penggunaan kata yang berlebihan ini tidak hanya mengacaukan narasi dan membingungkan pendengar, ia juga memakan waktu, terutama ketika ia muncul dalam berita yang muncul sebentar.
Lama ngendon…akhirnya selesai juga tulisan ini…mudah2an ada yang tertarik menempati posisi script writer/ penulis naskah siaran. Good Luck!









12 Comments
Billy Koesoemadinata
Apr 6th, 2009
selaen itu,, juga perlu ngeliat segmen yang jadi target pendengarnya..
makanya,, nulis di radio,, rada ribet kalo sasarannya aja ga tau
Harsa
Apr 6th, 2009
wah makasih banget nih atas bagi-bagi ilmunya pak De….saya dari dulu pengen banget kerja dibidang broadcast, terutama radio…tapi lom ada kesempatan….insya Allah nanti ada kesempatannya kalau Allah mengabulkan doa saya….
makasih ya pak De….
aprillins
Apr 8th, 2009
wah tulisan bapak sangat bermanfaat sekali! mengapa? karena penjelasan bapak tidak hanya teoretis belaka tapi juga disertai dengan contoh seperti ini:
bayi kera itu tidak disusui oleh ibunya
dengan tingkat gravitasi Jupiter yang tinggi, anda tidak bisa melempar bola sangat jauh
saya tidak tahu bahwa saya yakin jika ayah saya tidak ingin.
—-
bayi kera itu disusui dengan susu formula bukan susu induknya.
dengan tingkat gravitasi yang tinggi, anda hanya akan dapat melempar bola sejauh tiga atau empat kaki, tidak lebih.
saya bertanya-tanya jika ayah saya sungguh ingin menutupi emosinya.
Terima kasih.
aprillins
Apr 10th, 2009
wah pakde terima kasih sudah datang ke blog saya..orang sesibuk pakde masih sempat datang ke blog kecil
terima kasih juga atas pemberitahuan komen yang ke-1000.
mas guru
Apr 15th, 2009
mampir disiang hari pak de
marshmallow
Apr 16th, 2009
keren banget tulisan ini, pakde.
mohon izin saya kopas, ya? buat referensi buat diri sendiri, menambah wawasan dalam berbahasa di media.
jadi ingat prinsip KISS, keep it simple and stupid. mungkinkah begitu sebaiknya bahasa radio ini, pakde, sehingga pendengar tidak terbebani pokok bahasan yang masif dalam satu kalimat yang kompleks?
oya, pakde. bahasa media radio saya curi buat serial kampung blagu yang ini, tapi minta izinnya sekarang. hehe…
dapid
Apr 18th, 2009
penjelasan jelas plus panjang pula, bagus buat jurnal nih heheheh
Muzda
Apr 22nd, 2009
Waktu kuliah, saya beberapa kali melamar jadi penyiar radio di Jogja ..

Gak ada yang masuk, PakDe…
Tapi sebenernya dari dulu saya tahu, saya cocoknya di balik layar, seperti nulis naskah ini ..
Ah, tulisan PakDe bikin keinginan itu datang lagi
Muzda
Apr 22nd, 2009
PakDe di Metro FM Jambi, kan ..?
Tapi sepertinya juga ada tempat kerja lain yang PakDe punya deh kaya’nya ..
Serius nie ..??
Saya kan beneran lagi job hunting nie
jay ajang brams
May 31st, 2009
waw….oya….ada hal lain yang harus pula diperhatikan jika nulis berita untuk radio….yakni nggak ada nama atau kata BO”IM….si HIDEUNG TEA……heheh…geleg…gelegk
inuLz
Jun 29th, 2009
pakde,mw minta dunkz…? =)
bagi2 ilmu ttg bagian2 di manajemen radio juga yah….
so, selain program director,penyiar,music director,gtu2 yg udah disebutin,,apa aja yah yang lain….
misalnya bagian penyiaran ada sub.bid apa aja…juga diluar bagian penyiaran sendiri ada apa lagi gtu…… =) makaci sebelumnyeee
dian
Jan 4th, 2010
Thanks infonya.
Keren dan manfaat..
Leave a Comment