Melihat dari Dalam
by theKRY™ on 06/04/09 at 12:02 am
Coba lihat, seberapa banyak orang disekeliling kita yang takut gagal. Kita dikondisikan untuk memandang kegagalan sebagai memalukan. Bahkan sejak dini kita ditanamkan ide untuk tidak gagal, tidak kalah. Penafsiran kita yang menyimpang tentang winner VS looser dapat dipelajari mulai dari komentar Vince Lombardi dia menulis When Pride Still Mattered : A Life of Vince Lombardi, bertutur apik tentang filosofi hidup seorang pelatih sepak bola legendaris bernama Vince Lombardi. Hidup, memang tidak berbeda jauh dengan permainan sepak bola. Ada pertandingan. Ada pihak yang menang dan kalah. Ada perjuangan. Ada awal dan ada akhir. Dia bilang ” Menang bukanlah segalanya, tetapi ingin menang adalah segalanya”. Jadi kalau kita gagal, atau kesulitan pulih dari suatu kemunduran besar, kita langsung di cap pecundang oleh masyarakat yang menilai hasil akhir, Kita jadi merasa malu terhina, dan dikucilkan.
Saya melihat, konsep kegagalan itu terlalu disepelekan. Kegagalan hanyalah hasil dari suatu tindakan tertentu. Kegagalan itu tidaklah pernah merupakan kondisi yang mendefinisikan siapa kita? hingga kita menyerah. Satu-satunya saat kegagalan itu menjadi persoalan adalah ketika kita berhenti berupaya, ketika kita tidak lagi berusaha meraih sukses.
Kemarin saya sempat mengundang petinggi sebuah perusahaan, untuk hadir dalam program you choose talkshow, sebuah program radio talkshow dengan format live entertaint. Talkshow sekaligus live music dengan homeband yang kami miliki. Lalu dimana letak kegagalan yang saya temukan?
Pertama, saya harus mengundang Top Level Manager dari sebuah instansi. Dialah salah satu dari puluhan narasumber yang akan diundang dalam acara you choose talkshow, mengingat Thema talkshownya tidak berat, kamipun meminta kehadiran beliau. Maka saya berupaya untuk mengundangnya lewat Jalur pribadi. Saya tidak menemukan tanggapan positif dengan kata-kata IYA SAYA BISA HADIR. Undangan yang kami lakukan memang bukan undangan resmi, mengingat kebutuhan program yang kami buat bukan untuk mengangkat sebuah instansi terkait. Namun cukup menjadikan beliau sebagai narasumber atas nama pribadi yang nantinya akan berbicara secara pribadi pula. Karena itulah saya mengundang lewat jalur pribadi.
Bukan hal yang mudah ketika saya berbicara lewat telpon, terlebih ini adalah obrolan pertama saya dengan asisten beliau yang saya hubungi lewat telpon. Dia hanya memberikan janji. “Nanti sore saya kabari!” Sore harinya saya tidak mendapat jawaban apa2. Ketika saya hubungi kembali, nomornya dalam keadaan tidak aktif. Saya hubungi kantornya, namun diperoleh jawaban bahwa yang bersangkutan sedang tidak ditempat. Sayapun putuskan untuk tidak mengghadirkan beliau dalam acara saya. Namun karena saya bersi kukuh dan penasaran, besoknya saya hubungi kembali namun tidak ada jawaban, Ya atau Tidak?
Saya pikir sesibuk apapun. Mengatakan dua kata ini bukan hal yang sulit. Cukup angkat telpon lalu katakan “Ya” atau “Tidak”. Enough! Kalaupun dalam kondisi telpon sedang tidak di silent, toh setelah Handphonenya ia pegang tentua akan melihat data missed call. Selanjutnya tinggal telpon balik atau mengirimkan SMS sebagai tanda persetujuan atau penolakan. Sayangnya saya tidak menemukan jawaban itu.
Saya coba hubungi mitra yang lain. Beliau ini diposisi 2nd level Manager. Kemudian saya meminta beliau untuk hadir diacara Talkshow saya. Dan langsung mengatakan “Ya”. Cukup simple! Berbeda dengan ketika saya harus mengundang 1st Level Manager. Harus lewat jalur asistennya dulu. Harus berjuang dengan beragam cara agar bisa hadir. Memang tidak semua petinggi perusahaan begitu. Saya hanya menemukan ada kesan seperti menutup diri untuk kenal dengan pihak lain. Apa sudah lupa kalau suatu saat bisa saja kita jadi saudara? Bisa saja jadi teman akrab, partner bisnis dsb. Entahlah…
Upaya yang saya lakukan itu tidak berhasil ketika itu. saya tidak mendapatkan hasil yang saya inginkan. Maka saya pun berupaya lagi, mencoba sesuatu yang lain, lalu melihat apakah saya mendapatkan hasil yang saya inginkan. Kalau tidak, saya coba lagi dengan cara lain. saya bukan gagal, saya mengalami berbagai pengalaman untuk mencari tahu bagaimana caranya meraih hasil-hasil yang saya inginkan.
Jika kita gagal, rileks, cobalah sekali lagi, gagal lebih cepat, itu lebih baik, karena kita sedang mempersiapkan diri. Tidak ada yang namanya kegagalan, yang ada adalah suatu kejadian dari mana kita bisa belajar. Tidak ada yang namanya kesalahan dalam kehidupan ini, yang ada hanyalah pelajaran-pelajaran yang memungkinkan kita untuk menempuh perjalanan kita semakin jauh.
Lewat perjalanannya sendiri yang menginspirasikan, kembali kekehidupan yang aktif bergerak, memuaskan dan bergairah, Saya telah mempelajari banyak pelajaran penting yang akan membantu siapapun yang dilumpuhkan oleh ketakutan dan frustrasi.
Kalau saat ini kita merasa karir kita belum maksimal atau kita merasa kita belum berhasil, ingin mendekatkan diri dengan seseorang, baiknya tidak mudah menyerah. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk dapat meningkatkan karir kita dan agar kita berhasil dalam karir kita. Termasuk mengenali banyak petinggi dari suatu perusahaan.
Mungkin anda sudah sering membaca kisah-kisah orang sukses, bagaimana mereka mencapai kesuksesan mereka. Semua yang mereka lakukan adalah usaha yang luar biasa keras. Apakah mereka tidak pernah gagal ? Tentu Pernah ! Tetapi mereka tidak menyerah, mereka mencoba dengan cara lain, mereka mencoba lebih keras lagi, mereka mencoba lebih sering lagi, sampai akhirnya mereka berhasil.
Pesan saya Berilah kemudahan kepada orang lain untuk berbuat baik, dan jangan menghalanginya. Keep the spirit!









17 Comments
Hejis
Apr 6th, 2009
Tokoh-tokoh besar juga mengalami kegagalan, bahkan banyak. Orang sering hanya melihat keberhasilannya saja…
Murid Baru
Apr 6th, 2009
Artikel dan paparan pengalaman yang amat inspiratif. Ada yang bilang, jika tidak mau gagal, maka janganlah berusaha apa pun. Ini tentu tidak mungkin. Kegagalan juga merupakan pelajaran. Salam hangat, salam kenal.
anas
Apr 6th, 2009
Dekri….Melihat dari dalam Vs Pendapat Publik….ame kali ye……?
hmcahyo
Apr 6th, 2009
setuju dengann Pak Heru (komen #1) kalo orang lebih suka “lihat sekarang” bukan proses ketika sesoerang itu menuju kesuksesan
dobleh yang malang
Apr 6th, 2009
selamat malam Pakde
blue datang nich
aku pernah baca buku tentang orang orang sukses dan blue terkadang juga terinspirasi
keep spirit juga yah buat Pakde
salam hangat selalu.
inge
Apr 7th, 2009
yup, setuju..
hasil memang berarti.. tp yg jauh lebih berarti adalah jalan untuk meraih hasil itu..
achoey
Apr 7th, 2009
Kita memang harus mengenal kalau orang ssukses bukan berarti tidak pernah gagal.
Justru kegagalanlah yang membedakan orang sukses dan orang gak mau sukses
Orang sukses makin semangat saat gagal
Orang gagal hanya ingin sukses namun takut gagal
Salam semangat PakDe
anny
Apr 7th, 2009
Aku pernah merasa bangkit dari kegagalan itu.
randu
Apr 7th, 2009
Lagi ” Mode Motivator ” ya Pakde ?
BTW, inspirasi Pakde banget tulisannya !
cupangkolam
Apr 7th, 2009
Yang jelas….ikhlas….ikhlas menerima kegagalan lebih daripada ikhlas menerima keberhasilan.Siapkah ?
sunardi
Apr 7th, 2009
Wah… mendadak motivator PakDe?
Luar Biasa! Ikut ngantri jadi peserta.
buJaNG
Apr 9th, 2009
Wah mau alih jalur profesi nih kayaknya pakde… Mau jadi motivator ya pakde? Mantep tuh kayaknya…
reallylife
Apr 9th, 2009
kegagalan adalah guru yang paling berharga yang memacu semangat kita
Harsa
Apr 10th, 2009
Pak De, mengkonversi pemikiran akan kegagalan kayanya sedikit banyak bisa membantu untuk menyemangati diri sendiri. Maksud saya, seperti apa yang pernah dikatakan Thomas Alpha Edison, dalam ribuan kali percobaanya yang gagal menciptakan lampu, dia berucap “saya bukan gagal, tapi saya menemukan banyak cara untuk membuat lampu ini tidak menyala, hingga akhirnya saya menemukan satu cara untuk membuat lampu ini menyala terang seperti sekarang”
mendoktrin diri dengan kata-kata kegagalan kayanya agak bahaya juga, karena cenderung melemahkan semangat dalam berusaha,mungkin dengan memandang kegagalan itu dari sisi lain seperti si Thomas Alpha Edison juga dapat membantu, seperti : kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda…
wah kepanjangan nih saya komennya…
… maaf yah pak De…slamat liburan pak De…
Semua Untukmu
Apr 11th, 2009
KEgagalan adalah awal kesuksesan…
Salam
edratna
Apr 12th, 2009
Mungkin beliau nggak pede omong-omong di radio, yang akan didengarkan orang banyak.
rudy azhar
May 20th, 2009
Inspirasi dari Pakde sangat mendalam sekali, dan menyentuh banget di hati. thanks…………….
Leave a Comment