The Punishment

by theKRY™ on 20/04/09 at 12:17 pm

Banyak bentuk Punishment yang diberikan sekolah kepada muridnya. Tingkatannya pun macem2. Rendah, sedang, atau keras, semuanya diberikan tergantung dari jenis pelanggaran yang dilakukan si murid dan tergantung pula di Sekolah mana Punsihment itu berlaku. Semuanya menyisakan banyak kisah yang tak mudah di lupakan.

Ada dua peristiwa yang aku alami beberapa tahun silam, pertama waktu masih duduk di kelas 4 SD. Entah itu bisikan dari mana koq males banget masuk sekolah. Masuk dua pelajaran, jam istirahat langsung pulang…eh besoknya ada yang ngadu sama wali kelasku. Namanya Eti….(dimana engkau kini) Cewek bengis dikelasku jaman itu, cerewetnya minta ampun. Sakit hati ini ….(hik hik)..koq di aduin sama ibu wali kelas seeeeeeh….

Hukumannya sangat simple. Tapi membekas hingga kini. Aku harus berdiri di depan kelas sambil menuliskan 100 kalimat “Aku tidak akan kabur lagi”...aaarrrghh bener2 membekas sampai sekarang. Selesai dengan hukuman menulis, tugas tambahannya menuliskan kembali kata yang sama dengan gaya menulis indah pada satu halaman polio. Selesai itu aku di kasih Pe Er 20 soal matematika pecahan dan pembagian. Asli sampai sekarang masih bersarang kenangan itu….

Kejadian kedua, sangat hina dina ini…tiba2 kepala sekolah menamparku dengan tangannya…keras sekali…sampai aku tersungkur, mimisan pula. Untungnya masih bisa bernafas.  Apa pasal? Kepsek ini….  Meminta membersihkan ruangan kelasku yang masih kotor, padahal yang punya jadwal bersihin kelas bukan aku. Hanya kebetulan saja, pagi itu aku hendak keluar kelas sebelum pelajaran di mulai, dikelas itu hanya ada beberapa orang, kepala sekolah mungkin berfikir, aku salah satu yang harus membersihkan ruangan kelas, dipikirannya mungkin tak harus menunggu petugas piket. Padahal….anak2 yang kebagian piket sedang mengambil air kobokan (guru2 jaman dulu pakai kobokan setelah menulis di papan tulis, sekarang masih nggak ya?). Yang lainnya mengambil sapu yang masih dipakai di ruangan sebelah. Aku pikir kepsek datang ke ruangan itu mau ngasih Pe Er atau apa gitu….mengingat ada guru yang nggak bisa masuk kelas. Aku beranjak dari bangku lalu menghampirinya…dan tiba2 matanya mendelik…sangar nian….PLACK…aku ditamparnya tanpa sebab…tersungkur lah sendirian. Entah berapa menit  tak sadarkan diri setahu aku kisah itu diakhir dengan posisi aku terbaring lemas di ruang P3K.

Karena lemes, aku dipulangkan oleh wali kelas….apakah peristiwanya selesai sampai disitu?…tidak! Bokap yang kebetulan saat itu menjabat sebagai Petinggi di Instansi pemerintahan akhirnya datang ke sekolah. Mencari sosok bernama  KepSek. Setelah sidang ini itu….karena membela aku. Akhirnya ia mengakui kehilapannya dan bertekuk lutut. Besoknya saat aku masuk kelas, ia duduk dimejaku dengan wajah yang menyedihkan, ia mengagetkan aku kemudian mendekapku keras sekali. Ia meminta maaf. Entah kekeliruannya di mana, sampai saat ini aku masih belum faham, tapi dari kejadian itu, kepsek jadi makin ramah, makin sering berkunjung ke rumah, dan kini serasa jadi sodara.

Kenapa aku posting tentang ini, silahkan nikmati foto ini. Fotonya diambil sendiri jam 7 pagi. Pagi itu anak sekolah di seberang studio sedang upacara. mereka-mereka ini datangnya telat. Begini nih jadinya….berjalan jongkok mengelilingi kelas. Ikat pinggang masing2 murid diikatkan satu sama lainnya, mereka di papah guru BP nya.

punishment

Banyak bentuk Punishment yang diberikan guru kepada muridnya, dari yang mulai menggunakan kekerasan sampai hal yang lebih mendidik.
1. Hukuman berupa penundaan dalam memberikan penghargaan : Kelebihannya adalah murid akan berusaha mendapatkan rewardnya, sehingga akan berusaha pula untuk segeera memperbaiki kesalahannya/prilakunya. Sayangnya kelemahan dari punishment ini secara tidak langsung akan bergantung dengan pemberian reward, apalagi jika reward yang diberikan tidak proporsional.

2. Hukuman berupa pencabutan hak istimewa murid : Kelebihannya, murid akan merasa rugi karena hak istimewanya dicabut, dan umumnya ia akan berusaha memperbaiki kesalahan atau perilakunya dengan segera untuk mendapatkan kembali hak istimewanya. Lemahnya, jika sekali saja guru lalai akan konsekuensi dan konsistensi penerapan hukuman tersebut maka tidak akan memberikan hasil apa-apa dalam menerapkan disiplin pada murid.

3. Hukuman berupa penyetrapan atau time out : Kelebihannya, murid akan merasa tidak nyaman karena diasingkan ke ruangan yang sepi dan tidak diajak berinteraksi karena diabaikan atau ditinggal oleh guru untuk beberapa menit sampai ia bisa tenang dan siap untuk kembali ke kelas. Lemahnya, untuk murid-murid tertentu justru mengharapkan dirinya dibawa keluar kelas agar bisa “bebas”. Untuk itu sebaiknya guru mengatasinya dengan tetap memberikan tugas yang harus diselesaikan oleh murid selama waktu time out sebelum ia diperbolehkan kembali ke dalam kelas.

4. Hukuman berupa skorsing : Kelebihannya dapat memberi waktu kepada murid untuk merenungi  kesalahannya dengan tidak mengijinkannya mengikuti pembelajaran di sekolah dengan harapan ada perasaan malu dan rugi, sehingga murid mau memperbaiki kesalahannya. Kekurangannya hampir sama dengan penyetrapan atau time out di mana untuk murid-murid tertentu justru mengharapkan diskorsing atau tidak diperbolehkan masuk sekolah untuk beberapa hari sehingga bisa “bebas” dari tanggungjawab sekolah. Untuk itu penanganannya juga sama yaitu sekolah sebaiknya memberikan tugas yang harus diselesaikan selama murid diskorsing dan ikut melibatkan orangtua untuk memantaunya. Selain itu kekurangan lainnya adalah murid menjadi tertinggal pelajarannya karena tidak masuk sekolah, sehingga butuh waktu bagi murid tertentu yang cenderung lambat untuk bisa mengejar ketertinggalannya.

Memang nampaknya tidak mudah untuk menentukan sebuah bentuk punishment kepada murid, salah-salah malah mental anak didik dapat mengalami gangguan, apalagi jika sudah mengunakan kekerasan pisik. Peran orang tua nampaknya juga harus turun tangan, bukan hanya berkordinasi dengan guru, namun memantau anaknya agar tidak ada kasus punishment.

Pesan Moralnya: “Jadilah murid yang baik kalau ingin terbebas dari Punishment”.

Bookmark and Share

Most Commented Posts

51 Comments

pak guru

Apr 20th, 2009

artikel menarik pak…

sungguh sekolah harus berhati-hati dalam menggariskan disiplin dalam sekolah. Sebaiknya hukuman diberikan sebagi bentuk konsekuensi perilaku yang salah bukan pribadi yang salah. Tendensi buruk pada seseorang biasanya mengakibatkan jenis konsekuensi/hukuman yang menyimpang dan tidak mendidik…

Pakde
Salam saya pak guru. Mudah2an kejadian seperti ini tidak terjadi di tempat pak guru. Kalaupun terjadi. saya yakin bapak bisa angkat bicara….bukan begitu? Salam saya pak.

Ferdi

Apr 20th, 2009

Ah, punishment terhadap siswa yg “dianggap” nakal ternyata ga bisa juga membawa kepada kebaikan. Selama ini saya lihat masih ada oknum guru yang bersikap arogan entah karena merasa lebih senior atau sebagai wujud kekesalan mereka atas “keadaan” yg mereka dapati..

Seharusnya para murid ini dijadikan partner dalam berdiskusi atas apa yg mereka pelajari, rangkul mereka untuk menjadi tunas2 bangsa baru yang lebih cemerlang dengan ide2 dan inovasi mereka, bukan cekokan materi yang monoton tiap hari, tanpa tujuan yang pasti..

Thanks,

Pakde
Memang ada yang memberikan efect jera, ada juga yang tidak memberikan efect jera, tergantung siswanya juga…kalao memang bener2 kelakuannya belum baik…. ya…perlu ekstra perhatian tuh….
Memang benar. Murid yang dijadikan partner umumnya terpacu untuk giat belajar. Mudah2an banyak guru Idol di Indonesia karena mampu merangkul siswanya dengan cukup baik. Thanks Om Pedi.

thevemo™

Apr 20th, 2009

Sah sah aja, asal jangan pakai kekerasan fisik.
Aku pernah di jemur seharian, gara gara memprovokatorin teman sekelas untuk tidak mengikuti pelajaran olahraga yang teori saja, kami ingin praktek juga….

Mungkin, temen kelas pakde itu suka ama pakde….

Ini toh yang dibilang ada yang baru di sidebar….rupanya..iklan esia, mantap boz

Pakde
Jangan salah loooh…sebelum mereka di giring seperti binatang piaraan seperti photo yang saya muat, ada adegan jambak dan tampar2an dulu. Entah saya juga nggak ngerti kenapa gurunya jadi main fisik ya….? Apa karena memang mau di juluki sebagai killer? entahlah.
Si Eti temen kelas mungkin cari perhatian…aja kalau menurut aku sih.
Nah urusan side bar…gimana ? mantab bukan? Thanks untuk bantuannya master!

itempoeti

Apr 21st, 2009

Seringkali punishment yang diberikan tidak diimbangi dengan reward sehingga memunculkan ketidakadilan.

Pakde
Benar…Efect jeranya pun sesaat…

mikekono

Apr 21st, 2009

memberi reward and punishment
memang sebuah keharusan
soal punishment juga penting
demi menimbulkan efek jera,
asal jngn dilakukan karena dendam
atau atas dasar like or dislike :(

Pakde
Terimokasih bang mike. Harapan kita memang begitu, sayangnya sang Guru BP kadang2 bertindak atas dasar like or dislike…dendam membara gitudotcom. Entah dari kaka kelas ataupun dari Guru BP lainnya. Mendingan cari selamat deh keknya..

nh18

Apr 21st, 2009

HHmmmm …
1. Untuk yang kelas IV SD …  aku akan menambahkan hukumannya untuk Pak De.  Pak De yang salah jeh … (huahahaha).

2. Untuk yang kedua … siapa sih Kep Sek ituh … ringan tangan sekali …
kalo aku disana  … pasti … aku … aku … aku diam saja … hehehe
Ini sungguh tidak bisa di tolerir …
Ya bisa saja … Mungkin kepsek lagi butek pikirannya … (tapi butek kok nampar sih … )(bikin geram saja …)

3. Lihat foto … ??? kenapa mesti buka baju segala ya ???

Pakde
Yaaaaa…si Om koq dukung Eti siiiiih…. :cry:
Kepsek juga manusia…boleh butek kan?
Ini tradisi sekolahan ini, Punishnya selalu buka baju….maklum baju kan ada badge nya ada lokasi sekolahnya ada lambang osis nya….makanya di lepas agar tidak ikut tercemari….BARANGKALISEHDOTCOM.

Salam saya

aLe

Apr 21st, 2009

Dah ga sekolah lagi ^^

Pakde
Jadi Posisi apa? Mengajar? Jangan lupa, awasi juga anak nya pak ya….jangan sampai kena punish.

Harsa

Apr 21st, 2009

Iya, saya ga setuju hukuman yang berbentuk fisik, malah menciptakan trauma dan kemungkinan sakit hati. Disiplin memang perlu ditegakkan, tapi kayanya dengan pemberian reward kepada siswa2 tertentu yang menaati peraturan sekolah dan bertindak baik kayanya juga termasuk salah satu meningkatkan semangat disiplin kali yah? tanpa “mencampur tangan” prestasi belajar. Jadi reward disiplin sekolah dan reward prestasi belajar menjadi dua hal yang berbeda…..

kira2 bisa begitu ga yah?…

Pakde
Woke thanks Harsa….kita kembalikan pada penonton…eaaaaa…lah…Ya ya y aya…saya faham maksudnya…

achoey

Apr 22nd, 2009

Hehehe
Dulunya siswa yg nakal ya
Dan kini menjadi sosok yang hebat

Saya juga nakal Pak dulunya :D

Pakde
Ya…namanya kan proses….saya dulu badung banget choy…sekarang? juga badung…ha ha ha ha…
Achoy temanku yang baik sejagat maya…terimakasih untuk pujiannya…..cumaaaaaa…..Kalo saya dikata sosok yang hebat. Belum deh keknya…I’m An Ordinary people choy!

Muzda

Apr 22nd, 2009

Haiyah …
Di sekolahku dulu,, gurunya bener deh ampun …
kalo menghukum kok pake fisik, tapi ini khusus anak cowok..
Ada yang nyubit di perut, mukul pake sapu di belakang lutut, nampar juga ada..
Kenapa harus fisik, Pak Guru ..??
Jadinya ni ya PakDe, anak-anak itu tetep geblek kok, dan si Guru jadi sosok paling dibenci,, hehee …
:D

Pakde
Saya jadi inget dengan kejadian temen sampai dipukul pakai rotan, besi panjang, lampu neon yang panjang. judule penyiksaan…dengan syarat…Punish itu diberikan kalo memang sudah bener2 melewati batas. Tidak semua murid diberi punish geblek semua loooh….tidak semua guru jadi paling di benci…kalo di takuti pasti….
Thanks commentnya ya…

Qie

Apr 22nd, 2009

makin aneh2 ajah pak dhe,,, kelakuan guru yang menjadi panutan kita ini :(( menyedihkan sekali :(

Pakde
Thanks Qie…Mudah2an tidak akan terdengar lagi kisah pilu lainnya beralaskan punishment….dan para guru nanti akan membuat satu gebrakan memberikan punisht lebih bermoralitas…Sekolah kan gudang ide juga. setidaknya…cara punish yang baik bisa mereka temukan.

Harsa

Apr 22nd, 2009

Pak De, 
waktu smp dulu saya pernah dihukum sama guru bahasa dengan ditarik jambangnya…saakiittt….sampe kesel, akhirnya saya cukur rambut jadi cepak  (gara2 ini adalah awal saya jatuh hati dengan rambut cepak) dan ga ada jambangnya…saya pikir guru bahasa saya udah keabisan jurus, karena saya dah ga punya jambang lagi…tau2 cubitannya ga kalah sakit…haih, malah jadi saya deh yang keabisan jurus… hehehhe

mampir lagi yah pak De…lagi mati gaya nih di kantor.. :P

Pakde
Harsa pernah Gondrong? pendidikan di timur memang begitu…harus rapi dalam urusan penampilan. Kalao gondrongnya dibuat rapih gimana ya? Toh dalam aturan sekolah juga saya tidak menemukan “RAMBUT NGGAK BOLEH GONDRONG”.

News Online

Apr 22nd, 2009

Wew..
Siapa menebar angin..
Dia menuai badai..
Semoga kita semua bisa menjaga diri..
Begitu ya bpk.. ;)

Pakde
Yup bos….Sebelum kena Punish mending jaga2 dari sekarang keknya…

Eka Situmorang-Sir

Apr 22nd, 2009

Sedih melihat fotonya.
Sedih itu terjadi di negara kita.
Saya gak seneng dapet murid baik yang diem2, lebih seneng dpt murid nyleneh, bandel, ato nakal. Karena itu berarti ada suatu dorongan di dalam diri si murid yang perlu dibedah. Siapa tau dorongan itu adalah sisi kreatifitas, ide menciptakan atau lainnya.

7 tahun lalu saya pernah praktek ngajar sma yang murid2nya terkenal badung and tukang tawuran. satu bulan pertama dicuekin, tapi enam bulan kemudian saya dibuatin pesta perpisahan satu murid kelas itu. Dan salah satu muridnya udh jadi artis skr pdhl dulu hobi madol. Karena pada dasarnya bahasa kasih menjangkau setiap hati bahkan murid paling bandel sekalipun.

Jadi kangen ngajar lagi….

Pakde
Yesss…serasa diingatkan dengan film Dangerous Mind. Guru perempuan mengajar di sekolah badung/ sekolah khusus anak2 badung. Dan terbukti memang kasih sayang meluluhkan kekasaran murid2 itu.
Salam Gangsta Paradise Buk guruuuuuuu…
Kangen ngajar? ya wis….kita bikin sekolahan lagi ajah…gimana?

Komandan

Apr 22nd, 2009

wah kalau yang kaya ginie saya sudah pernah ngalami pakdhe sampai orang tua saya dipanggil juga ke sekolahan  ,  ,  ,
salam kenal pakdhe dan silturahmi ,  ,  ,  ,  ,  ,

Pakde
Padahal badung tak selamanya badung kaaaaa? Salam kenal juga Kumendan.

Supermance

Apr 22nd, 2009

wah kalo hukuman fisik, dulu saya langganan pak, huhu nasib…

Pakde
Lain dulu lain sekarang…kalau sekarang masih…keknya bukan Supermance ha ha ha…dulu mungkin celanamu di luar sekarang di dalam..atau transfaran? halah!

Taktiku

Apr 22nd, 2009

Wah jadi ingt dulu waktu SD pernah di strap. hehe

Pakde
Berpa kali bos? Sekarang masih nggak?

cupangkolam

Apr 22nd, 2009

Hukuman fisik kayaknya dah gak jamannya lagi. Memang perlu hukuman yang arahnya membangun kesadaran anak, bersifat motivasi, dan mendukung pola kedewasaan berpikir anak. Berpikir dan membangun kesadaran memang memerlukan proses, dan seharusnya tidak hanya murid yang dituntut kreatif tapi guru juga kreatif dalam memberikan bentuk-bentuk hukuman yang lebih mendidik.

Pakde
Perlu melibatkan banyak pihak dan masing2 harus konsekuen dengan aturan yang dibuat. Jauh lebih baik menumbuhkan pola punishment yang mendidik ketimbang yang tidak mendidik.

Uke Poet

Apr 22nd, 2009

Jadi ingat pernah dipanggil guru BP SMP gara2 di bawah laci mejaku ketemu puntung rokok. Padahal boro2 ngerokok, nyium asapnya aja bikin pusing.
Kesalnya, walau sudah dijelaskan soal fakta ini dan bahkan pakai saksi teman sekelas, tetap saja orang tua dipanggil ke sekolah dan kita disuruh berjanji buat tidak mengulangi hal yang sama.
Ada2 sajah…

Pakde
Masak iya? Baru denger nih kisah kek begini….Temenku malah pernah kena punish karena memang merokok…hukumannya merokok satu bungkus…diminta dihabiskan pula…untung nggak kehabisan nafas….Sampai sekarang tetep aja dia merokok

sawali tuhusetya

Apr 23rd, 2009

Saya termasuk salah seorang guru yang tidak setuju dengan punishment beraroma fasiis dan kekerasan yang justru menghancurkan karakter anak. ada bagusnya sebelum keputusan punsihment diambil, perlu dicari dulu asbabun nuzulnya. jangan main setrap. anak2 juga mempunyai hak utk beropini dan  menyampaikan pendapat ttg tindakan yang dilakukan. yang seringkali terjadi, sekolah selama ini tak pernah mau mendengar alasan si anak. ya gitu deh, pakdeh, arah dunia pendidikan kita.

Pakde
nah …pak Sawali datang…terimakasih pak untuk komengnya…bapak mewakili guru2 yang ada di Indonesa pak…Seperti yang bapak tahu…Kebanyakan keburu esmosis pak…jadinya lupa dengan hak siswa didik…harusnya memang begitu…Nah ini…kesiangan nggak ikut upacara…langsung ajah aksi militer berjalan.

ArieL, FX

Apr 23rd, 2009

duh malu nya..

Pakde
Pernah ngalamin?

Cengkunek

Apr 23rd, 2009

yg jelas hukuman gak boleh kejam atau menghancurkan psikologisnya…
trus, semua siswa yg ketauan merokok harus dihukum lebih berat, walau merokoknya di luar sekolah.

Pakde
Kembali ke Laptop mas….Punishment yang dilakukan dalam photo diatas kan sebenernya telat masuk sampai nggak bisa ikut upacara bendera. Memang banyak juga kasus anak2 sekolah yang doyan rokok…Dan untuk menjatuhkan punishnya saja nggak gampang…

kelly amareta

Apr 23rd, 2009

bentuk hukuman seperti yang ada di foto ilustrasi diatas menurutku sudah keterlaluan.
engga ada manis-manisnya nyuruh murid bertelanjang baju begitu.
anak sekolah sekarang beban belajarnya sudah over dosis
luar biasa kebanyakan, yang engga perlu juga musti diapalin sampe mati
engga usah deh di tambah hukuman yang keterlaluan.

Pakde
Mudah2an banyak tenaga guru yang baca blog ini ya….sehingga ketika mereka memberikan punishment kepada murid mereka bisa buat punishment yang lebih mendidik…sehingga bener2 mendidik…lucu kan…pusat pendidikan koq nggak mendidik.

denologis

Apr 23rd, 2009

saya suka punishment berupa PR yang banyak…. :)
**maksudnya, PR dari Google School**

Pakde
Punishment yang itu mah saya juga mauuuu….mau naik ke 8 aja kek FB…… susaaaaaaaaah! bener2 susaaaaah.

News Online

Apr 23rd, 2009

Wew..
Abis jongkok baris gitu..
Enaknya ngapain ya..
Pijit2an..
Ato kerok2an..
Hehehe.. ;)

Pakde
Pulang…enaknya sih pulang…nggak nanggung malu

HE. Benyamine

Apr 24th, 2009

Ass.
Itu guru BP yang memang belajar psikologi ya? Sangat aneh, seoarang yang berlatar psikologi memperlakukan siswa seperti binatang dan cenderung menggunakan kekerasan.  Apalagi hanya karena datangnya telat, sampai dilepas bajunya, jangan2 guru tersebut mengalami kelainan kepribadian.
Memberikan hukuman terhadap suatu pelanggaran, sebagai institusi pendidikan, tentu harus yang bersifat mendidik dan pembelajaran.
Fotonya keren dan menggambarkan suatu perlakuan yang tidak pada tempatnya terhadap para anak didik.

Pakde
Wa alaikum salam Pak…
Satu lagi pak…pengalaman saya jaman2 SMA. Saya ikut extra kulikuler Pramuka.(alm Bapak Dick E. Gandhi pembinanya…maaf pak saya mengenang keindahan jaman SMA dulu paaaak).

Waktu itu pelajaran baru dimulai….beliau masuk di Jam pertama. Kami pikir semua akan baik2 saja…ternyata oh ternyata…beliau membuka absen kepramukaan….semua yang ada di kelas IPA waktu itu. Mayoritas kena hukuman…

Bentuk hukumannya adalah…siapa yang absen dalam kegiatan pramuka akan dikalikan dengan 20 kali push up atau 20 kali scott jump..menarik nih….Nggak menyisakan dendam membara ataupun kekesalan…karena ini konsekuensi yang harus di terima…hukumannya tetep berlaku kepada anak2 di sekolah kami.
Rekap absen yang beliau bawa mulai dibaca…si A sampai si Z…..kami di panggil satu satu….dihitung berapa kali absen extra kulikuler.

Kami menjalani hukuman dengan hati berbinar2… Bentuk punish yang kami terima cukup seru. Memang melelahkan tapi otot jadi kekar… Waktu itu saya kebagian jatah 40 kali push up…tapiiiiii karena nggak kuat…akhirnya saya bagi rata….20 push up 20 scott jump….satu bulan kemudian…punish tetep berjalan dan diberikan kepada mereka2 yang tidak suka dengan kegiatan pramuka.

annosmile

Apr 24th, 2009

jadi inget waktu sd dulu

Pakde
Annosmile PUSH UP! SEGEERA!!!

Oemar Bakrie

Apr 24th, 2009

Mungkin harus dibedakan antara hukuman untuk kenakalan dan ketidakdisiplinan …

Pakde
Bisa….tingkatan kenakalan dengan ketidakdisiplinan nyata koq pak. Tinggal menentukan sendiri…inikan tugas2 semua crew yang bergerak di dunia pendidikan…saya sih selaku orang tua…tetep mengawasi jangan sampai anak saya kena punish….sakit hati ini…hik hik…malu rasanya…isiiiiin

Huang

Apr 24th, 2009

Pakde, ada gak hukuman yang membawa nikmat?

Pakde
Ada….habis dihukum di ajak makan2…ha ha ha ha..

domba garut!

Apr 25th, 2009

Memang jenis hukuman untuk mereka di tanah air berbeda sekali dengan anak2 di AS, beda kultur - beda pendekatannya perihal disiplin ini.. namun demikian, sepertinya lembaga pendidikan bersama-sama dengan POMG dan orang tua murid dirumah, perlu mengkaji ulang perihal “praise & punishment” ini secara psikologis..agar berimbang.

“too much sticks and less carrots may not make students effectively abiding the rules..”

Pakde
Inilah tantangan yang harus dipikirkan bersama antara ketiga unsur itu…banyak yang menyarankan anak2 bandel baiknya di rangkul bukan dikasih efect jera….
Memang tak bisa membuat mereka jera…yang ada atit ati…

mascayo

Apr 25th, 2009

usul nih …
mending hukumannya di kasih training outbond saja sama Om Trainer,
pasti JOss deh …
ketimbang di keplak … hehehe

Pakde
Kalo itu sih…aku juga mauuuuuuu kang!

ceznez

Apr 25th, 2009

lebih ngena klo di bilangin ato di omongin dari hati ke hati ya.. klo hukuman fisik.. malahan kurang ngena di pendidikan moralnya :)

Pakde
Secara moralitas ememang begitu…
Hati lebih peka ketimbang pisik
BTW blogmu koq ditempatku jadi Open DNS ya…

zee

Apr 27th, 2009

Hmmm mudah-mudahan si Eti itu baca biar dia tahu dia sudah jadi kawan yg tidak setia. Soalnya dulu saya jg pernah bandel atau cabut waktu smp, tp teman-2 ga pernah ngadu, kita setia kawan. Klo guru marah & mogok mengajar, kita malah senang hahahaa…

Pakde
Ha ha ha ha…kabar terakhir si Eti nggak pernah bergumul dengan blog….sekolahnya saja tidak diteruskan…sudah jadi ibu rumah tangga katanya…

frozzy

Apr 28th, 2009

weeee…..saya dari dulu ga suka dengan kekerasan……

Pakde
Kalao sekarang suka yang “keras” ya? ha ha ha ha (tebak deh tebak)

p u a k

Apr 28th, 2009

Ih, ngeri juga tuh kepsek nempeleng anak murid sampe berdarah gitu. 
Yang seperti itu tuh, pakde.. masih banyak prakteknya di beberapa sekolah di Indonesia. Mengenaskan.

Pakde
Yup….namanya orang hilap…mudah2an dengan peringatan hari pendidikan nasional 2 mei kemaren tidak akan terdengar lagi kisah pilu disekolahan…

Wisata Jambi

Apr 29th, 2009

Semakin canggih hukumannya semakin juga pakde, contohnya ga boleh fesbukan selama sebulan. Kan keren tuh

Pakde
Aha…ide yang kreatif….untuk yang nggak bisa FBan diapain?

Retie

Apr 29th, 2009

mmm jadi inget dulu wkatu kelas 5 SD, ngga ngerjain pe-er mmm sebagai hukuman kena cubit di lengan dech hehehee :D tapi dulu semasa sekolah aku jadi anak yang manis sich jadi nya ngga pernah ngerasain kena hukuman yaaa cuma sekali itu aja :D
tapi kalau dengar berita, ada guru yg nempeleng muridnya juga kadang suka ngeri juga… emang ngga ada cara memberi hukuman yang lainnya apa… waduhhh… kasian banget ya anak2 ini, mereka2 khan aset masa depan, lha kalo mentalnya aja kebentuknya udah kayak gitu trus mau jadi apa Indonesia ini ke depannya….

Pakde
Dulu ada sekolahan yang khusus menampung anak2 badung…(istilah kasarnya anak buangan dari sekolah lain karena badungnya)…
Nah….gurunya waktu ngasih punish main tampar loh…jangan2 gurunya juga buangan ya…
Ini hanya sebagian dari gambaran dunia pendidikan saat ini, dan tidak semua media pendidikan begini adanya.

mas8nur

May 1st, 2009

Duh..amit2 dah…anakku ntar jangan ada yg kena punish kayak photo di atas. Bapaknya aja gak pernah. Paling dijewer kecil karena asyik coret2 kertas saat guru menerangkan…..(ini khan punish juga, ya…hehehe…)

Pakde
Tahun 1987, aku juga pernah kena jewer…waktu pelajaran biologi…aku dan teman sebangku duduk paling belakang…waktu itu menggambar tokoh BREAKDANCE…
karena cengangas cengenges saat guru menerangkan..akhirnya..penghapus papan tulis melayang ke meja kami, selanjutnya kami di suruh berdiri didepan kelas dan menerima punishment dalam bentuk saling jewer…seru memang. Betapa bodohnya waktu itu…

Billy Koesoemadinata

May 1st, 2009

hahaha.. contoh hukuman di fotonya boljug tuh.. guru BP-nya keren..
untung dulu saya ga begitu nakal :P

Pakde
Ada yang bilang mendingan nakal duluan dari pada nakal dijaman sudah melalui masa2 itu….gimana tuh bill?

sibaho way

May 2nd, 2009

punishment harus berimbang dengan reward. punishment perlu, tapi jika sampai kontraproduktif malah tidak mencapai tujuan. apalagi anak usia sekolah.

Pakde
Tepat mas…mudah2an pihak sekolah dimanapun bisa menemukan cara terbaik untuk menyadarkan anak didiknya bahwa jadi anak baik itu nikmat.

phery

May 3rd, 2009

wuih, kepsek nya kejam banged tuh…

Pakde
Ya…namanya juga hilap mas…

alris

May 3rd, 2009

Masih dibutuhkan punishment selama tujuannya untuk perbaikan dan kebagian. Cara melaksanakannya harus yang mendidik tentunya.

Pakde
Tepat! Dibutuhkan pemikiran yang dapat melahirkan ide2 baru yang mendidik dalam memberikan punish…

yungchi

May 4th, 2009

salam kenal….  thx buat mas Mahendra yang sdh mengenalkan inspirasipakde.com kepada saya… saya bisa belajar banyak di sini….
Sukses selalu…

yungchi

May 4th, 2009

setuju buat alris.. cara pelaksanaannya harus mendidk… dan pastinya kekerasan harus ditinggalkan jauh-jauh….

yungchi

May 4th, 2009

minta ijin buat ngelink blognya.. trims……….

Huang

May 4th, 2009

Ha-Ha

Pakde paling tahu kalo soal hukuman membawa nikmat … xixixixixi…

Rusa Bawean™

May 5th, 2009

wahhhh
kalo acara kabur2 waktu sekolah
hmmm
keknya aku gak pernah deh
:)

marshmallow

May 6th, 2009

ya ampun, tulisan pakde ini.
cerita masa sekolah yang tragis dan ulasan tentang upaya penegakan disiplin di zaman sekarang yang ternyata tak lebih baik dari dulu.
saya tak ingin berkomentar soal hukuman dalam pendidikan, karena ulasan pakde sudah komprehensif banget.
saya hanya ingin menyoroti bahwa bila siswa dididik dengan kekerasan, maka jangan berharap generasi ini akan menjadi orang yang lemah lembut dan santun.

nina

May 7th, 2009

slam kenal y komandan…
ne bloger bru…

Merry B

May 26th, 2009

Jadi inget semasa SMP pakD,

Merasa tidak bersalah dan merasa bukan giliran piket pada hari itu, saya menolak untuk disuruh menyapu kelas oleh guru kesenian yang  mengajar di jam pertama.

Terus saja dia memaksa saya sambil marah-marah. Beberapa bulan kemudian, saya dikabari oleh teman-teman kalo si ibu guru ini melahirkan anak perempuan yang mirip dengan saya.

Pakde
kalau gitu, punya kembaran donk…. Pakde ngebayangin Merry nangis jaman itu… Sekarang sudah ketemu lagi sama bu gurunya belum?

Andrian

Apr 5th, 2010

Gimana rasanya?
gue mau ngerasain dihukum jalan jongkok sambil buka baju…..

Leave a Comment

Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.