Belajar dari semut part 2

by theKRY™ on 10/05/09 at 11:14 am

Dikisahkan, ada raja semut yang berada disarangnya tinggal bersama rakyatnya didalam lubang kecil, Ia memerintah prajurit-prajuritnya keluar mencari makanan. Seekor semut kecil bertemu dengan seekor lalat yang mati, lalu pulang melapor kepada rajanya.

”Saya melihat seekor lalat mati ditepi jalan, ayo kita ramai-ramai menggotong pulang lalat tersebut dan disantap bersama.”

Raja semut dengan malas-malas berkata.

”Seekor lalat mana cukup untuk makan kita semua, Aku tidak akan pergi. Dan aku takkan menurunkan mandat kepada prajurit dan rakyatku”.

Beberapa saat kemudian, datang lagi seekor semut melapor.

” Wahai baginda….dipadang rumput hamba melihat seekor capung yang mati, hamba harap baginda bisa memerintahkan prajurit untuk membawa pulang capung itu ke istana!”

Raja semut menggelengkan kepalanya,

”Seekor capung mana cukup untuk kita makan, tidak! aku tidak akan pergi, aku tak bisa memenuhi permintaanmu”

Tak lama kemudian seekor prajurit semut datang melapor.

”Baginda, hamba melihat seekor kerbau yang mati dibawah sebatang pohon, kerbau itu tergeletak di samping sungai. Mohon bantuan perintah baginda untuk memerintahkan seluruh keluarga semut kesana menyantapnya.”

Setelah mendengar perkataan prajurit, Raja semut dengan gembira memerintah semua keluarga semut , mereka beramai-ramai pergi menyantap daging kerbau.

Kegembiraan mewarnai perjalan mereka menuju sebuah pohon yang ditunjuk prajurit semut, mereka menari-nari, mereka mengikuti raja semut, begitu mereka sampai disana mereka melihat seekor kerbau yang terbaring dibawah pohon, sebelum diperintah raja semut, prajurit-prajurit tersebut semuanya menyerbu badan kerbau, ada yang menggigit, ada yang mengerogoti kulitnya, ada yang menarik kulitnya, pemandangan ini kelihatan lebih seru dari semut merebut gula-gula.

Rupanya kerbau hanya berbaring beristirahat saja, begitu digigit dan di gerogoti para semut, kerbau langsung terbangun dari tidurnya. Begitu terbangun kerbau merasa badannya gatal-gatal karena gigitan semut, lalu membalikkan badannya, begitu membalikkan badan banyak semut-semut yang mati tertimpa oleh badannya yang besar. Melihat situasi demikian raja semut memerintah prajurit-prajuritnya segera lari dari sana, sebelum dia selesai berkata, kerbau sudah berdiri dan berjalan menuju sungai. Para semut dengan ketakutan berteriak meminta tolong! Mereka berteriak sambil mencengkram kulit kerbau.

Sampailah kerbau di sungai, ia ceburkan dirinya ke sungai, para semut satu demi satu mulai melepaskan cengkramannya, karena air sudah menenggelamkan tubuhnya, akhirnya mereka terapung dan dihanyutkan air sungai.

semut-hitam
Raja semut ikut terhanyut sampai ditepi sungai dengan susah payah dia naik ke daratan, melihat semua prajurit-prajuritnya hilang dibawa arus, dengan menyesal dan suara keras dia menangis dengan sedih di pinggir sungai. ”Semua ini terjadi karena ketamakan ku, Kenapa aku demikian tamak!”

Temen2…Dalam menyikapi kehidupan ini, satu diantara kita, kadang mudah untuk tergiur oleh jabatan yang tinggi, Nama yang dielu-elukan, Tahta, Strata hidup mewah Namun sayang kita sering lupa dalam memaknai dan mensyukuri hidup.

Manusia, jika sudah tergiur oleh nama, jabatan dan harta berpeluang lupa daratan  dan kehilapan kecil ini akhirnya membuahkan kesengsaraan. Kita kehilangan Nama, kehilangan Jabatan, baju seragam dilepaskan, kursi empuk tak bisa lagi diduduki dan tak ada lagi yang dapat mempercayai kita. Untuk mengharumkan nama baikpun butuh waktu yang tidak sebentar.

Bayangkan jika itu terjadi didalam pemerintahan??? Mari kita bersama-sama mempertahankan watak dasar kita yang sederhana dan baik supaya terhindar dari malapetaka.

Bookmark and Share

Top Post

41 Comments

nora tambuse

May 10th, 2009

punya jabatan tinggi.. it’s OK… tetep hidup sederhana it’s OK… so… kita tetep membumi walau sudah diangkasa.. Orang gak perlu tahu berapa banyak yang kita punya… cukup merasakan hasil dari yang telah kita lakukan.. untuk kebaikan.

Pakde
Terimakasih Nora …sudah melengkapi tulisan ini.

sawali tuhusetya

May 10th, 2009

hehehe … ndak usah dibayangkan, pakdhe. fenomena di dunia pemerintahan kita kan memang banyak “raja semut” yang ingin sebanyak-banyaknya mengumpulkan harta dan tahta agar bisa diwariskan ke anak cucu. mereka dianggap belum berjasa jika belum sanggup memberikan warisan utk 7 turunan, wakaka ….

Pakde
Ya…dan masing2 dari mereka ini cenderung lupa diri. Semuanya sepertinya harus di kembalikan kepada pribadi masing2. Mau jadi apa kelak…baiknya seperti apa kelak.

frozzy

May 10th, 2009

ya begitulah….yang raja pengen mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, yang rakyat, rame2 pada pengen jadi raja kecil……kalau semuanya pengen jadi raja, yang jadi rakyat siapa yah ???

Pakde
Smoga kita dijauhkan dari sifat Tamak …
Mereka berlomba untuk mencari Raja, tentunya dihadapkan dengan banyak resiko. Dalam kerajaan semut raja tetap satu..sama dalam pemerintahan juga Satu. Sayangnya saya belum menemukan bagaimana persaingan menjadi Raja dalam kerajaan semut.

Catur Ariadie

May 10th, 2009

bener pakde pemimpin sekarang silau oleh jabatan yang dipegang sehingga kadang melupakan orang-orang disekitarnya, semoga kita bukan salah satu dari ciri2 tersebut..btw Foto makronya keren pakde…

hehe

Pakde
Foto makro yang mana nih?

mas8nur

May 10th, 2009

Dari kisah semut dinner dengan semut makan kerbau kok sama aja sih pada tamak, dasar semut?!…………
Meski aku di pemerintahan, amit2 deh jangan sampai kayak semut, hehe……….

Pakde
Terlepas dari kisah itu…mudah2an kita tetap sadar untuk tidak tamak.

afwan auliyar

May 10th, 2009

sifat tamak memang kan berefek akan menghancurkan, krn hatinya sudah tidak melihat lagi kebijaksanaan …
semut = manusia ?!!? :D

Pakde
Yang harus dipahami bukan kesamaan karakter. Semut tidak sama dengan manusia. Hanya kita bisa belajar banyak dari karakter semut. Toh media belajar tersebar luas disekitar kita. termasuk dari semut….

wahyu ¢ wasaka

May 10th, 2009

Nice post… Penyesalan tak pernah datang sebelum merasakan akibatnya *bener ngga ya???

Pakde
Thanks mas….sudah mampir.

Ade

May 10th, 2009

Semakin menghayati dunia semut nih kayaknya Pak de :lol:

Pakde
Yo i Do i To i

geRrilyawan

May 11th, 2009

jabatan tinggi sebenernya sih oke2 aja ya pakde…cuma kadang jabatan tinggi bukan dilihat sebagai bentuk tanggung jawab dan pengabdian tapi justru untuk mencari keuntungan…kayanya itu yang jadinya tamak ya…

Pakde
Tidak ada yang melarang untuk memiliki jabatan Tinggi. Namun baiknya tidak sampai lupa diri.

Ocehanburung

May 11th, 2009

Tamak memang tidak pernah baik….
salam…

Pakde
Salam kembali Tian

Fadlinx!

May 11th, 2009

Kunjungan pertama nih Pakde… :-)
Lam kenal.
Sebuah inspirasi dan cerita yg bagus. Makasih

Pakde
Sama2…semoga bener2 memberikan inspirasi. Salam kenal kembali Fadli!

Ikkyu_san

May 11th, 2009

Iya nih pakde berkencan dengan semut terus deh akhir-akhir ini….
ada yang jeles loh…tuh yang pake batik hahahha
EM

Pakde
Batik? jiahahahaha…masih inget aja dengan pocong pakai batik…:smile:

AFDHAL

May 11th, 2009

mudah2an “Raja” kita nantinya yang terpilih tidak seperti semut ini
Aminnnnnnn

Pakde
Paling tidak kita awali dari pribadi kita dulu deh…

nh18

May 11th, 2009

Hmmm …
Postingan keren …
Foto makronya pun keren …

Pakde
Thanks Paman!

cupangkolam

May 11th, 2009

Kerbaunya manis kaleee…makanya dikerubuti semut. Kalo PakDhe dikerubuti nggak?-:)

Pakde
Bukan karena daging kerbau manis…tapi prajurit semut itu nggak bisa membedakan mana kerbau mati mana kerbau tidur…begitu loooh…
Saya dikerubutin juga..tapi bukan sama semut.. :smile:

Muzda

May 13th, 2009

Politisi ?
Anggota legislatif ?
Calon Presiden ?
Antasari ?
Oh iya,,
kita juga :)

Pakde.
Kita…Kiiii..Ta…

Catur Ariadie

May 13th, 2009

Pakde akhir2 ini ngambil filosofi semut mulu,
dikerubungi semut yah pakde??
hehe

Pakde
nggak juga sih…lagi pengen aja…karena dari yang kecil itu buanyak yang bisa diambil hikmahnya…ya toh?

Djambi-koha

May 13th, 2009

maaf baru bisa balas sekarang pakde, kemaren emang kelupaan.. Sekarang Link nya Pakde sudah dipasang, mohon di link balik.. sukses terus, btw cerita semutnya penuh makna..

Pakde
Woke siap ke TKP. Siap Blogroll Juga

Eka Situmorang - Sir

May 13th, 2009

Pak De… mencintai semut banget ya?
Anw penghubungan semut dgn dunia kini…
heeem bagus !

Pakde.
Semua binatang saya suka…kebetulan aja sih..ini lagi ketemu si semut mut mut….

Uke Poet

May 13th, 2009

mampir ke sini pak de.
salam kenal.
posting ttg semutnya ok deh

Pakde
Thanks ya…sudah berkunjung disini, salam kenal juga…keep blogging ya! :smile:

Budi Hermanto

May 13th, 2009

Wew..
Moga2 kita bisa belajar..
Dari cerita semut itu ya mas..
Hehehe..
Btw..
Ijin bwt nglink ke blog ini ya mas.. ;)

Pakde
Sudah di link balik bos…thanks yo…

edratna

May 14th, 2009

Kenyataannya banyak yang lebih suka jadi raja kecil, lebih bebas merdeka, dibanding  jika hanya menjadi rakyat biasa walau gajinya besar.
Kekuasaan memang membuat ketamakan.

Pakde
Apa kabar bun?
Untung masih “katanya” jadi masih ada peluang kemungkinan 100 % benarnya dikit….syukur2 kalau nanti kita jadi petinggi…kita tidak sampai tamak. Deal?

elindasari

May 14th, 2009

Wah-wah pakde, setelah sekian lama ndak sempat berkunjung, akhirnya pas hari ini saya berkunjung, wah-wah ternyata sajian pakde memang selalu top.  Sukses buat tulisan2 pakde.  hebat dan luar biasa…

Terus tampilan blognya semakin keren dan inovatif.  Oyach pak de ngomong-ngomong cerita semutnya, kok mirip dengan manusia sekarang yach…wah pertanda buruk kalau semut tamak aza bisa celaka dan binasa apalagi manusia yang tamak yach pakde…nggak bisa bayangi seperti apa dunia ini jadinya….hem….

See you pakde, sukses terus  :)  :)  :)
Best regard,
Bintang

Pakde
Thanks Ya Linda…lama tak bertemu…lama tak posting juga….ini sipakde juga baru muncul lagi nih.

ipi

May 14th, 2009

cerita yang sungguh menginspirasi.

Pakde
Thanks Ipi…

Rindu

May 14th, 2009

Percaya gak, saya takut sama semut …

Pakde
Pasti karena manisnya dirimu…iya kan de?

itempoeti

May 15th, 2009

Bersyukur…
Ikhlas…,
melahirkan kesederhanaan…

Pakde
Amiiien….Tabik!

HumorBendol

May 15th, 2009

Kita manusia, yang punya pikiran, seharusnya bisa menyikapi cerita semut di atas. Harusnya jauh lebih baek dari cara berpikirnya semut. hehe….

Pakde
Thanks pak bendot…semoga ini memberikan pelajaran teramata sangat….untuk siapapun yang membaca tulisan dan komeng pak bendot…..salam

ciwir

May 15th, 2009

bersyukurlah, itu yng paling mudah diucapkan tapi susah dimanifestasikan…

Pakde
Thanks Bro…. kalau terbiasa, sangatlah mudah bos,

Oya….Aku susah masuk ke blogmu…blogmu nampaknya banyak yang baca ya…aku satu jam ini nggak mau masuk loooh.

rizal

May 16th, 2009

kadang kita tak bersyukur dengan sesuatu yang kecil, padahal walaupun kecil itu kan nikmat.
“ko semut di kaki saya ga ilang ya kalau dimarukun ke air, padahal pegel loh”

Pakde
Kesemutan? coba tanya eyang google….obatnya harus di kasih gula atau yang manis2, gitu kalau nggak salah mah. Mau lihat blogmu susah banget bos…

mas her

May 16th, 2009

Berarti kita kalah dari semut ya…?
Salam kenal PakDe…?

Pakde
Kalah sih tidak, hanya kita sedikit lupa dengan kelebihan kita yang saat ini tidak dimunculkan dalam kehidupan kita sehari2.

raja semut

May 16th, 2009

Ha..ha..ha..
lama gak kesini, pakde tambah gemuk aja sekarang…

Pakde
Lama tak sua…pak randu makin berbinar-binar aja blognya…keren oy…mantab!!!

raja semut

May 16th, 2009

Komentar lagi ah, supaya rajin komentar biar diprof gitu..he..he..

raja semut

May 16th, 2009

Lho masih ada tulisan itu tho? kan udah rajin komnentar

Bisnis Online

May 17th, 2009

wah, mas cocok jadi inspirator nih :)

Ecko

May 17th, 2009

Truly inspirative. Benar2 kisah yg menggugah selera, Pakdhe. Hebat! memang kadang kita suka meremehkan hal-hal kecil demi mengincar yg lebih besar, meskipun swebenarnya yg besar itub hanya semu semata.

Btw, salam kenal dari blogger asal Jambi. :D

HE. Benyamine

May 18th, 2009

Ass.
Yap, rakyat juga  harus mulai sadar untuk tidak berperilaku seperti raja semut, karena bila tergiur oleh ketenaran, kemegahan jubah raja, dan sedikit sisa makanan raja maka hanya itu yang kita dapat yang bahkan menghilangkan kesabaran dan keikhlasan kita sebagai rakyat.

Nug

May 19th, 2009

Hm..
Sesungguhnya tingkat pengelolaan resiko membutuhkan kematangan berfikir dan pengalaman.
Semakin besar iming2 semakin besar resikonya.
Yang terpenting adalah kemampuan mengukur diri dan jujur menilai diri sendiri. Jika memang mampu, raihlah yang tertinggi yang mungkin diraih…

Ini kan semata-mata kesalahan laporan inteligen… masak kerbau hidup dibilang mati… Kalo laporan itu akurat dan benar, mestinya gak ada yang salah dengan keputusan sang Raja..

Benar gak sih..?? :)

Pakde
Iya mas Nug, Ini kesalahan kecil dari sang pelapor, namun berdampak cukup besar bagi pihak lain. Raja mungkin saja merasa bersalah karena atas ulahnya dan ketidak pedulian untuk mendengar pelapor lainnya akhirnya terjadilah petaka bagi rakyat lainnya.
Sayangnya sang Raja tidak berfikir jernih. Harusnya kan cross check dulu benar apa tidak itu kerbau mati. Ini main perintah aja.

deeedeee

May 20th, 2009

belajar dari semut *lagi*
moga bapak2 dan ibu2 di pemerintahan bisa belajar juga dari semut-semut ini *berdoa*

Pakde
Iya belajar lagi dari semut, thanks dee

marshmallow

May 21st, 2009

wah, banyak filosofi yang dapat diambil, bahkan dari cerita sederhana seekor raja semut. hanya saja semut itu tak punya raja, pakde, tapi ratu. hehe…
semoga kita semua terhindar dari sifat tamak dan takabur biar tidak terhimpit kerbau atau tenggelam di sungai…

Pakde
Thanks sudah mengkoreksi Raja menjadi Ratu. Semoga! seperti yang kita inginkan. Tetap tidak tamak. :smile:

sjahrir

May 29th, 2009

Pada semutpun kadang kita perlu belajar… ini tulisan yang sangat baik.
Salam.

Pakde
Thanks pak Sjahrir. Kapan2 bapak bikin tulisan semacam ini ya… ha ha ha ha

pakwo

Jun 9th, 2009

Terima kasih Pakde telah berkunjung, Pakde pintar bercerita dan berguru dengan alam sekitar. Memang kita ini suka tergiur. Tergiur bolehkan ? Yang penting taati aturan main kan Pakde ?…..

Pakde
Siapaun bisa bertutur. Selagi mau mencoba, lama2 akan bisa koq. Alam ini tempat kita belajar banyak hal bukan?

Leave a Comment

Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.