Be a Professional

by theKRY™ on 17/05/09 at 4:38 pm

Professionalitas inilah kuncinya.
Saya mendapati satu obrolan yang sangat sederhana dari temen yang kariernya sekarang sudah melesat pesat dan membawahi banyak departemen, Posisinya GM sebuah perusahaan besar di kota ini Banyak hal yang saya tangkap seputar pekerjaannya termasuk bagaimana ia bisa menempati posisi sebagai GM. Ia tidak mendapatkannya dengan jalan aji mumpung ataupun hoki. Semua yang didapat berdasarkan usaha dan perjuangan yang tidak pendek.

Yang paling mendasar dan menjadi nilai penting dalam bekerja adalah ihsan (baik) dan jihad (bersungguh-sungguh). ya…bekerja dengan sebaik-baiknya penuh kesungguhan dengan mengerahkan segala kemampuannya untuk hasil yang terbaik dan menjaga kualitas proses atau cara mencapainya. Dalam dunia kerja, professional yang ihsan dengan jiwa jihad yang di pegang temen saya ini menggunakan moto always deliver the best for his/her employer. Nah dari obrolan yang cukup panjang itu saya menemukan lagi bagian terpenting yang melatar belakangi tekad baja dan kerja kerasnya untuk maju. Salah satunya adalah Landasan Akhlak Professional?

Apa itu landasan akhlak Professional?
Seorang profesional berkeyakinan dalam bekerja dan berusaha adalah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari ibadahnya. Agar suatu pekerjaan atau usaha mempunyai nilai ibadah, setelah berniat (ihsan dan jihad) maka landasan akhlak dalam melakukannya adalah suatu keharusan. Inilah yang disebut etika profesi yang bersifat universal, berlaku sepanjang jaman, dalam jenis pekerjaan atau usaha apapun, dalam masyarakat manapun, tanpa bermaksud memisahkan etika profesi dengan melihat keragama agama di Indonesia, saya mengumpulkan 5 akhlak pokok: Shiddiq, Istiqomah, Fathonah, Amanah dan Tablig. Diakhir obrolan saya dapatkan lima hal yang semuanya harus ada dalam diri seorang professional dengan bentuknya yang paling sempurna.

Orang bule bilang Honest, Orang arab menyebutnya Shidiq, artinya mempunyai kejujuran dan selalu melandasi keyakinan, ucapan dan perbuatan dengan nilai-nilai kebenaran. Tidak ada kontradiksi dan pertentangan yang disengaja antara ucapan dan tindakan. Dalam dunia kerja dan usaha, kejujuran akan tampil dalam bentuk kesungguhan dan ketepatan  berupa ketepatan waktu, janji, pelayanan, laporan, mengakui kelemahan diri sendiri untuk diperbaiki serta tidak berbohong dan menipu. Lalu bagaimana kaitannya dengan dunia Radio?

Jelas Shidiq ini sangat berperan, termasuk dalam media jasa radio yang sebagian didominasi menjual waktu. Sang leader tentu akan memilih dan menilai, mana partner kerjanya yang diyakini memiliki kepribadian yang Honesty, mana yang tidak. Leader biasa menaikan grade partnernya jika partner nya ini dirasa sudah mumpunyai kemampuan yang tidak sedikit. Multy talenta, ini jauh lebih OK. Namun untuk dapat memiliki kemampuan yang serba bisa ini  tentu harus di landasi dengan kerja yang tidak asal-asalan. Kita ambil contoh sederhana, kerja di bagian divisi program. Ujung tombak sebuah radio itu adanya di Penyiar. Dialah pusat perhatian dari segala ramuan yang ditampilkan di media radio. Ia juga yang menjadi ujung tombak apakah Radio itu bagus atas tidak.

Program Director menciptakan sebuah program dengan segmentasi jelas, sasaran pendengar yang jelas pula, Team produksi dari mulai Music Director, Produksi Iklan &Traffic, Scriptwritter, ditugaskan untuk menyiapkan beragam kontent sesuai kebutuhan acara yang akan dibawakan oleh penyiar. Berapa banyak waktu yang di siapkan oleh Music Director ketika menyiapkan lagu dalam satu jam? Ia menghabiskan banyak waktu untuk memilah jenis lagu dari jutaan lagu yang ada, menentukan taste dari beragam genre yang ada untuk memenuhi tampilan Penyiar saat bertugas agar baik. Bagian Produksi Iklan &Traffic, jelas menyiapkan beberapa iklan dengan melakukan proses mapping, sehingga iklan yang akan tayang on schedule pada jam yang telah di tentukan, sebagai pelengkap, ia buat bumper program yang nanti akan diputar pada saat penyiar bertugas. Scriptwritter, tugasnya adalah menentukan thema/topik obrolan yang nanti akan di sampaikan oleh si Penyiar. Berapa divisi yang terlibat untuk sebuah program bisa di eksekusi? Akan lebih ideal jika ada produser acara yang menggawangi jalannya acara tersebut berjalan cukup baik. Dengan demikian penyiar sudah mendapat dukungan dari 4 divisi.

Lalu bagaimana jika penyiar telat masuk? ada semacam Honest luntur disini, karena apa? Pertama, Penyiar mengurangi jam kerja dari jatah yang di tentukan sesuai jadwal karena keterlambatannya. Atmosfir yang akan dia dapatkan dengan tidak ada persiapan yang matang, jelas akan membuat sebuah acara tidak hidup. Belum lagi memahami materi siaran yang disiapkan Scriptwriter, itu tidak mudah dan perlu pemahaman agar materi yang disampaikan menjadi bagian dari Shows nya, apalagi jika radio yang bersangkutan menganut pola siaran pemaparan, bukan membacakan berita.  Belum lagi membangun atmosfir saat diruang siaran, jika sudah ada persiapan yang cukup matang artinya tidak datang terlambat, tentu tidak akan ditemukan kasus yang mengakibatkan acara makin berantakan. Topik yang di siapkan oleh Sriptwritter, tentu akan mudah dipahami. Lagu yang disipakan Music Director tentu akan terjiwai tastenya. Untuk dapat tampil sempurna memang dibutuhkan kesungguhan. Bukan ajang main2 ataupun asal datang duduk di ruang siaran lalu nyablak seadanya tanpa memikirkan penampilan di udara. Jika kondisinya seperti itu, kelak bagimana penilaian pendengar terhadap radio yang bersangkutan?  Jawabannya bisa macam2. Dan jika jawaban pendengar itu sampai ke kepala Program Director bukan lah hal yang sangat menyenangkan. Hitung berapa orang yang merasa dihilangkan honestnya??

Istiqomah (Consistency) artinya konsisten dalam nilai-nilai kebaikan meskipun menghadapi godaan dan tantangan. Istiqomah dalam dunia kerja akan tampil dalam bentuk kesabaran, keteguhan dan keuletan sehingga menghasilkan suatu karya yang optimal. Profesional yang istoqomah akan mendapatkan ketenangan dalam bekerja dan berkarya sehingga lebih mudah mendapatkan solusi dari persoalan yang dihadapi.

Fathonah (Competency) artinya mengerti, memahami dan menghayati segala yang menjadi tugas dan kewajibannya. Profesional dengan etika fathonah memiliki kreativitas yang tinggi dan mampu menelurkan inovasi. Kreativitas dan inovasi tersebut adalah buah manakala profesional tersebut selalu berusaha menambah pengetahuan dalam berbagai bidang, tidak terbatas dalam bidang kerja/usahanya saja tetapi dalam lingkup yang lebih luas.

Amanah (Accountability) artinya bertanggungjawab dalam melaksanakan setiap tugas dan kewajiban yang diemban. Seorang profesional yang amanah akan berprinsip bahwa setiap jabatan yang diembannya dan setiap assignment yang diberikan kepadanya nantinya akan dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada atasan atau pemegang saham perusahaan tetapi juga kepada sang Khaliq.

Tablig (Teach by Role Model) artinya memberi panutan sekaligus mengajak lingkungan kerjanya dalam melaksanakan tugas selalu mempraktekkan nilai-nilai kebenaran. Profesional yang bertablig dengan cara memberikan contoh yang baik ini akan membentuk suatu tim yang solid dibawah koordinasinya. A team building process will only be successful if the leader act as the best role model.

Bukan hal mudah jika kita menghendaki untuk bisa sempurna menjadi  Leader atau Best Role Model. Namun jika semua lini dan bagian team yang terlibat sama2 mengemban lima unsur seperti Shidiq, Istiqomah, Fathonah, Amanah, Tablig. Untuk memenuhi kebutuhan profesionalitas, rasanya semua keinginan itu akan didapat dalam waktu dekat. Dan Team akan semakin Solid.

Bookmark and Share

Most Commented Posts

38 Comments

masnur

May 17th, 2009

mantab banget  pakdhe  buat pelajaran bagi saya, mengumpulkan lima akhlaq : siddiq,fatonah,amanah,istiqomah,dan tablig ini tidak lah mudah memerlukan semangat yang kuat.

mascayo

May 17th, 2009

serasa diingatkan kembali,
segala sesuatu dilandaskan pada niat ibadah
seperti dalam buku ESQ itu

Siti Fatimah Ahmad

May 17th, 2009

Hidup ini sebenarnya adalah ruang profesional yang sepatutnya difahami oleh manusia. Menjadi profesional perlukan ilmu dan pengetahuan. Perlukan kemahiran dan kecekapan. Manusia adalah makhluk hebat. Untuk menjadi penghuni dunia ini, yang lahir dan menjadi ahlinya bukanlah calang-calang manusia. Semuanya hebat dan hebat. Jika tidak, bagaimana dari jutaan sperma pancaran si ayah cuba bersaing hebat menerjah ke ruang rahim ibu dan yang berjaya dalam perjuangan tersebut sama ada seorang atau beberapa orang sahaja.  

Salam kenal dan saya kenali anda di ruang ilmu teman-teman blog Indonesia. Maaf kalau baru cuba mengenali dan mengunjungi ruang ilmu anda dan cuba memahami cara fikir anda. Salam hormat dari Sarawak, Malaysia.

JAUHDIMATA

May 17th, 2009

profesional = insan kamil?

Rusa Bawean™

May 17th, 2009

seep boss
sering2 neh posting yg kek gini

sumpah i like it
:)

Catur Ariadie

May 18th, 2009

Terima kasih pakde sudah menulis artikel ini, semakin memacu saya untuk menjadi orang yang lebih baik lagi kedepannya.

oh yah, ada award untuk Blog Pakde, diambil yah..

p u a k

May 18th, 2009

top markotop boss..!
thanks udah reminding.. :)

mikekono

May 18th, 2009

postingan yang intelek
dan memberi pencerahan
mantap Pakde
met siang……..
:)

Ocehanburung

May 18th, 2009

Lagi lagi…

Very Inspiration posting…

salam!

HE. Benyamine

May 18th, 2009

Ass.
kesungguhan, keikhlasan, dan kesabaran yang menjadi landasan sikap dan perilikau yang  shidiq, fathonah, amanah, istiqomah, dan tabliq.
Ulasannya menarik … benar-benar tabliq.
salam

Eka Situmorang - Sir

May 18th, 2009

saya belajar kosakata arab baru !!
yeeaaa… :)
thank u pakde

annosmile

May 18th, 2009

aminn.. pakde..
semoga kita bisa mengamalkannya

Ade

May 18th, 2009

Makasih dah sharing ma kita di sini ya pak de..

itempoeti

May 18th, 2009

Asyiiiiikkkk…
Dapet ilmu lagiiiiii…

Thanks a lot Bro…

artasastra.com

May 19th, 2009

Wew..
Teamwork juga ya mas..
Semangat prof versi muslim..
Mantep mas.. ;)

Salam kenal dari daratan bumi Tambun Bungai dengan prinsip Isen Mulang….

Sebuah tulisan yang mencerahkan, salut.

buJaNG

May 19th, 2009

Hemm.. pakde ini emang bener-bener bisa jadi sumber inspirasi…

AFDHAL

May 19th, 2009

memang tidak mudah menjadi seorang pemimpin yang mempunyai akhlak profesional…tapi bukan tidak mungkin untuk menjadi itu..
sippp..dapat ilmu lagii dari pakde
ditunggu yang berikutnya

thevemo™

May 19th, 2009

sesuai dengan nama domainnya..inspirasi

Nug

May 19th, 2009

Another nice posting bro..
Thanks for sharing.. :)

Pakde
Thanks Mas Nug untuk waktunya….

dhoni

May 21st, 2009

Makasih, Pakde. Sy memperoleh satu referensi lagi dari sini. I’ll have a link on this, then. Such an inspiration on how to learn Human Capital. Thanks a lot.

Pakde
With my pleasure mas don…. semoga kita bisa belajar banyak hal.

dhoni

May 21st, 2009

O..ya, buat rekan2 blogger di pekarangan ini, dengan segala kerendahan hati saya mohonkan doa untuk para korban meninggal maupun luka beserta keluarga dalam musibah yang menimpa C-130 A-1325 di Magetan kemarin pagi, juga untuk pembangunan TNI AU ke depan. Terima kasih.

Pakde
Mewakili temen2 dan inspirasipakde’s reader, Turut berbelasungkawa, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran. Untuk sodara2 kita yang berpulang, semoga mendapat tempat disisiNYA. Amieeeen.

mas8nur

May 21st, 2009

Tarik nafas panjang terus berpikir….baru berapa persen ya….yg kumiliki dari kriteria di atas……..jauhhhhhhh?!! :(

Pakde
Sabar massss….. kalau memang ada minat, sekecil apapun peluang itu bisa jadi besar.

Qie

May 22nd, 2009

swip postingan yg mantab,, bacaan yg sangad bermutu

edratna

May 24th, 2009

Menjadi pemimpin itu tak mudah, karena jabatan itu amanah.
Menjadi pemimpin harus bisa menunjukkan contoh teladan, karena anak buah akan memperhatikan terus menerus, juga rekan kerja yang lain, maupun atasan.
Menjadi pemimpin bersifat melayani, memperhatikan kebutuhan bawahan, mempromosikan jika ada yang sudah waktunya, namun juga berani menegur jika ada yang berbuat salah, atau memecat jika ada yang berbuat curang, dan melaporkan ke penegak hukum jika ada anak buah yang melanggar hukum. Di satu sisi, kita harus tetap menjadi ayah atau ibu yang baik bagi rumah tangga kita, bisa mendidik anak-anak kita menjadi anak yang sholeh, karena bagaimanapun baiknya kita dalam bekerja dan memimpin, tak ada gunanya jika rumah tangga berantakan.

Pakde
Makasih bun, sudah menambahkan dengan cukup lengkap. Semua ini adalah tantangan yang harus dihadapi setiap pribadi, tidak hanya saya.

bamz

May 24th, 2009

artikelnya, betul2 motivator pakde, sangt berguna skali, salam kenal.

Pakde
Thanks Bamz. Keep blogging bamz. Salam kenal juga dari pakDE.

iskandaria

May 24th, 2009

Hmm, saya gak bisa banyak komen nih, coz paparannya udah komplit dan inspiratif. Intinya, pekerjaan apa pun harus ditekuni dengan sepenuh hati, ikhlas, dan diiringi oleh niat untuk mempersembahkan yang terbaik. Termasuk niat untuk berbagi dan melayani sesama :)

Pakde
Thanks bos Iskandaria. Tidak menjadikan pekerjaan sebagai beban, Tapi jadikan sebagai Tanggungjawab yang harus di jalankan dengan nilai ibadah didalamnya.

erwinyustiawan

May 24th, 2009

intinya kan tidak ada orang sukses tanpa terlebih dahulu melalui usaha dan kerja keras..;)

Pakde
Betul mas, semua dihadapi melalui proses yang tidak sebentar. Thanks sudah mempertegas.

sawali tuhusetya

May 28th, 2009

postingan yang menarik, pakdhe, bagaimana memaknai profesionalisme itu dari perspektif ibadah. semoga saja, profesionalisme tak sebatas dimaknai dengan imbalan yang diperoleh berdasarkan keahlian semata. ada etika2 profesi yang juga perlu ditegakkan. hmmm … pakdhe njagoin MU apa barcelona, ayo?

Pakde
OOT -> Yang jelas nggak dua-duanya. Hanya saja salut atas team dan kerjakeras yang mereka miliki untuk meraih GOAL.

SQ

May 29th, 2009

Yap. Landasan Akhlak Profesional yang terkonsep dengan rapi. Hanya saja, terkadang bila ingin mencontoh pasti ada saja tantangannya. Dan hambatan itu (pasti) berasal dari dalam diri.  Mungkin seperti itulah Hidup. Orang-orang sukses ialah mereka yang bisa mengenali diri dan menemani kelemahannya. Membimbing kegagalan hingga batas akhir untuk merengkuh kesuksesan. Salam :-)

Pakde
Terimakasih Bos, ditunggu placemnet & siarannya di tempat kami sebagai client ataupun narasumber. Terimakasih sudah menambahkan. Salam saya….

Huang

May 29th, 2009

Harusnya dia-yang-nggak-boleh-disebutkan-namanya-itu baca tulisan pakde.

Pakde
Ha ha ha ha..biar dia ikut siaran sama pakde gitu? Lawong dunia kerjanya itu satu profesi denganmu koq…piye iki :smile:

iman

May 31st, 2009

kunjungan sesama blogger jambi pakde.

Pakde
Thanks untuk kunjungannya, ditunggu kunjungan baliknya. Salam

Al Mansur

Jun 9th, 2009

Assalamualaikum pak dee,

This is my 1st time maen ke rumah pakde n ternyata Subhanallah ajeeb article2nya, pa lagi article ini, islamic perspective tp packagingnya modern n bisa masuk ke semua orang, jauh dr kesan dogmatis. Kereen dah pokonya,.. keep doin the great works yea!

Wassalam

BR: Al from fesbuk! :-P

Pakde
Wa’alaikum salam bro! Thanks bro, tapi masih banyak kekurangan koq. swear!

munawar am

Jun 13th, 2009

ini tafsir kontekstual yang luar biasa;
bahasa tekstual memang akan lebih menemukan titik singgung aplikasinya pada tafsir dan teks kekinian………;

Pakde
Terimakasih kang! Salam saya untuk semua FB-ers di sana. haiyah!

iman

Jun 14th, 2009

ga salah blog ini di bilang inspirasi pakde, karena emang tulisan - tulisan pakde buat yang baca jadi ikut terinspirasi

Ratna

Jun 17th, 2009

Saya bookmark tulisannya Pakde… Sangat memotivasi, agar saya profesional menjalankan profesi sebagai ibu rumah tangga, sekaligus ‘blogger komersil’…

Herdy

Jun 29th, 2009

Salam kenal pak….
Saya baru membaca satu artikel dan langsung surprised. Setuju pak, kesuksesan yang dilandasi oleh prinsip2 profesionalitas. Tapi menurut saya, siapa pun bisa berhasil karena setiap manusia adalah khalifah di muka bumi. Lebih-lebih karena Tuhan tidak menyertakan kata “kecuali”.

tips beli rumah

Jun 29th, 2010

dalam mengerjakan apapun yah sebenrnya…harus dibutuhkan keseriusan keprofesionalitasan……itu hal yang terpenting….

Leave a Comment

Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.