Lowongan
by theKRY™ on 21/05/09 at 8:15 am
Proses Rekrutment Penyiar.
Sebuah statiun penyiaran radio, jika membutuhkan penyiar radio biasanya membuat sebuah pengumuman, ada yang terbuka melalui iklan di radio, TV atau Surat kabar, bisa juga tertutup melalui orang ke orang. Jadi untuk temen2 yang ngebet jadi penyiar radio tidak akan ketinggalan informasi lowongan kerja. Kalau memiliki minat besar untuk terjun di dunia broadcast. Parasut yang digunakan untuk landing nya adalah “parasut niat”, niat ini yang akan memberikan motivasi tinggi sehingga temen2 akan melakukan tindakan-tindakan selanjutnya, misalnya melamar ke statiun radio yang dituju.
Tapi, sebelum melamar akan lebih baik temen2 berlatih dulu, ini khusus penyiar yang baru. Berlatih sendiri nampaknya dapat dilakukan dengan cara mendengarkan seorang penyiar diradio, rekam acaranya, catat semua kata2 yang dipaparkan. Nah catatan itu temen2 baca berulang2 dan lakukan dengan penjiwaan seolah2 emen2 sedang siaran di radio yang bersangkutan. Lakukan terus untuk membiasakan dan keluwesan bicara temen2. Ingat, dalam membaca catatan tersebut harus dilakukan seolah2 anda sedang berbicara, bukan sedang membaca. Begitupun bagi penyiar yang sudah berpengalaman, jika akan pindah ke statiun yang di tuju sebaiknya melakukan pola yang sama persis dengan calon penyiar pemula tadi. Lakukan dan Tiru “air personality” penyiar stasiun radio yang bersangkutan, cara ini disebut duplikasi.
Temen2 harus memahami bahwa setiap stasiun penyiaran radio memiliki air personality yang berbeda, kenapa berbeda? Karena setiap stasiun radio memiliki target pendengar yang berbeda, misalnya; Radio untuk anak muda, dewasa, orang tua, belum lagi format program dari stasiun radio yang bersangkutan. Karena itu penjiwaan perlu dipelajari juga. Bekal-bekal latihan sendiri akan sangat membantu temen2 dalam melamar di stasiun penyiaran radio.
Dulu, pola tersebut saya gunakan setiap kali saya memasukan lamaran ke radio manapun, sehingga proses perekrutan tidak akan sulit lagi. Management radio yang merekrut kitapun tidak akan kebingungan untuk menentukan crew barunya. Seiring dengan perkembangan jaman, dimana stasiun radio kepenyiaran banyak yang menggunakan pola siarannya dengan pola “Story Telling” atau siaran dengan gaya ngobrol yang sepertinya sedang bercerita. Otomatis pola latihan yang kita jadikan patokan radio yang akan kita tuju, harus Story Telling juga.
Bekal latihan diatas tidaklah cukup, bukan hanya penilaian bicara temen2 saja, namun hal lainnya seperti pemahaman tentang radio dan wawasan temen2 juga akan menentukan. Selain itu temen2 perlu juga mengamati perkembangan stasiun yang bersangkutan di kota temen2, paling tidak ini menunjukan keseriusan temen2 bahwa temen2 sedikit mengerti tentang radio.
Banyak hal yang saya temukan pada saat merekrut crew baru di Metro FM Jambi. Karena itulah tulisan ini saya buat. Antusias untuk menjadi crew radio tiap daerah tentu berbeda. Pelamar ini ada yang memiliki antusias besar namun karakter vocalnya tidak sesuai dengan karakter vocal yang diharapkan. Ada yang hanya coba-coba namun tidak dibarengi dengan skill yang mumpuni, tidak belajar siaran dulu, langsung buat lamaran, ikut test tulis jeblok, ikut test vocal malah parah. Menyebutkan 101.9 dalam spelling english pun berantakan Terus mengucapkan kata The Progressive Radio pun parah, begaya lidah yang kebarat-baratan namun malah split. Tak jarang slogan ini diucapkan dengan gaya cinca laurah. “de pogesiv ridioh“. Sapaan untuk pendengarnya “Metro Listeners” pun di ucapkan dengan gaya kebarat2an sama dialeknya cincah laurah. Pengucapan kata listeners pun huruf “T” nya itu terbaca dengan jelas. Harusnya liseners malah listeneres. Ada juga pelamar yang sudah money oriented …. Nah artinya semakin banyak nilai minus pada saat melakukan test, peluang untuk bergabung di radio yang bersangkutan itu makin kecil. Melamar kerja diradio, jangan dijadikan sebagai ajang coba-coba. Tunjukan keseriusan dan keyakinan yang nyata agar radio yang anda lamar jatuh hati pada anda selaku pelamar. Urusan Salary tentu akan bergantung pada management radio yang bersangkutan.
Proses selanjutnya jika lamaran temen2 sudah dipelajari oleh stasiun radio yang bersangkutan dan berkas lamarannya memenuhi syarat, maka akan dipanggil untuk seleksi, interview, test vocal, Cognitive ability test/ test kemampuan kognitif. Inilah kunci pintu masuk menjadi penyiar radio. Jika lulus seleksi maka akan diterima untuk menjadi penyiar di stasiun radio yang bersangkutan.
Smoga bermanfaat!









48 Comments
Catur Ariadie
May 21st, 2009
Wah ternyata virus bahasa cinta laura sampe juga yah pakde ke audisi radionya, hehe. Bener pakde segala sesuatu harus dilakukan dengan sepenuh hati dan tidak setengah2.
Ikkyu_san
May 21st, 2009
aduh rasanya pengen melamar ke sana deh… Tapi gajinya dengan yen ya pakde hihihi…. (Dan saya bisa meyakinkan pakde bahwa saya tidak seperti cinta laura)
EM
Muzda
May 21st, 2009
Aku dua kali ngelamar jadi penyiar, dua kali pula gagal di test vocal.

Katanya sih aku kalo ngomong terlalu cepet,, hahaa
padahal udah diniatin pelan, tapi saking semangatnya sama satu topik malah lupa nge-rem
afwan auliyar
May 21st, 2009
wew…. ngelmu baru neh
btw blom pernah euy terjun didunia “dengar-mendengar” gt
JAUHDIMATA
May 21st, 2009
iyah pakde

kapan-kapan ngamar nglamar deh
marshmallow
May 21st, 2009
pakde, kalau saya perhatikan gaya penyiar kondang semacam om farhan di delta serta ari dan desta di prambors (sayang desta udah resign), penyiar radio itu tak mesti memiliki kualitas vokal yang super. ketiga penyiar favorit saya itu memiliki penghayatan yang hebat atas apa yang dibincangkan, yang seperti pakde tulis, tidak terkesan membaca namun berbicara.
ah, pakde. saya suka sekali membaca seluk-beluk dunia penyiaran di blog ini.
kakve
May 21st, 2009
suing…suing…
kapok ah jadi penyiar, gagu…
ekwkwkwk
ajengkol
May 21st, 2009
wah wah kalau nggak ada telenya rasanya susah untuk menjadi penyiar
thevemo™
May 22nd, 2009
one o one point nine fm
Ade
May 22nd, 2009
Pak de, itu yang di meja, lamaran semua yaa?
Yari NK
May 22nd, 2009
Walaupun saya yakin pakde adalah crew yang sederhana, dan juga seorang blogger yang kelihatannya ramah, namun saya yakin pakde adalah seorang pemimpin yang kejam, bengis dan otoriter, yang sering menghukum bawahannya dengan push-up dan squat jump, mirip seperti Pak Taka dalam serial OB.
Buehehehe…. **kabur ah sebelum disiksa pakde**
nh18
May 22nd, 2009
HHmmm …
Sepertinya … tiada yang paling jitu untuk ngetes Calon Penyiar
dengan jalan menghadapkannya ke depan microphone …
plus ngoceh dengan bahasa yang pas
dan isi yang pas pula.
buJaNG
May 22nd, 2009
Hihihi… mantep nih infonya. nanti kalau saya daftar jadi penyiar bisa ikutin anjurannya pakde…
**Bisa ngomong nggak kok mau daftar hihihii..
Ocehanburung
May 22nd, 2009
Saya mau donk.. jadi penyiar…..
ayub
May 22nd, 2009
boleh ne pakde…. lowongan kerja nya…
klo gitu saya mau buat lamaran dulu…
indra kh
May 23rd, 2009
Tips yang bagus pak. Trims. Akan saya sampaikan ke adik saya yang baru memulai menjadi penyiar di salah satu radio swasta di Bandung.
Oemar Bakrie
May 23rd, 2009
Pernah pengen jadi penyiar sambilan tapi nggak kesampaian berhubung belum-belum sudah merasa nggak teralu audio-genic (temennya photogenic dan videogenic) …
Gadget and Technology
May 23rd, 2009
wah detail sedetail detailnya. sangat bermanfaat terutama bagi mereka yang akan menhadapi panggilan test penyiar radio. saya engga bakat jadi penyiar radio. orang pendiyam ce. cocoknya jadi pendengar radio sajja hehehe.
oia kenalan dengan blog baru ya *nyodorin tangan* kok diem ce salaman donk. ditunggu kunjungan balik dan komentarnya. awas lho kalao engga berkunjung tak jithak pakai tiang listrik wakakaka *kabuuurr *ngumpet
masnoer
May 23rd, 2009
terimakasih pakdhe atas pituturnya sangat bermanfaat sekali buat saya.
esha di birulangit
May 24th, 2009
gak boleh money oriented untuk pemula…..*sambil bisik bisik*..emang berapa…?
geRrilyawan
May 24th, 2009
wah…musti jago cas cis cus nih pakde…
suaranya juga musti okeh kaya alm. sambas atau olan sitompul nggak?
edratna
May 24th, 2009
Saya cuma pendengar radio setia….dulu saya bayangkan yang bisa jadi penyiar ya suaranya seperti Maria Oentoe (yang empuk gurih itu)…ternyata ada juga suara cempreng, namun enak juga ya.
Tapi pendengar juga bisa mendengar, beberapa penyiar yang menyiarkan acara menggunakan hati, bisa berinteraksi dengan pendengar…bahkan ada pendengar yang menceritakan masalahnya dengan terisak-isak….
raja semut
May 24th, 2009
Saya juga pernah lho pak jadi penyiar khusus jam 12 malam ke atas, ngisi suara zzzzzzzzzhhhhhhhhzzhhhh….
yanti
May 24th, 2009
Salam kenal…
Ada syarat umurnya???
Udah STW nih… (setengah tuwo..) tapi tetap punya cita-cita selangit.
Rusa Bawean™
May 24th, 2009
sebenernya pengen banget neh jadi penyiar radio
tapi keknya aku sama sekali nol dalam hal ini
bisa ajarin gak Pakde????
p u a k
May 25th, 2009
Aku mending jadi pendengar aja deh, boss.. Dengerin penyiar yang luwes cuap-cuap di radio emang menghibur hari pada sekedar mendengarkan music yang disuguhkan.
reallylife
May 25th, 2009
pakde masih ada ya lowongannya, cita-citaku dari dulu sampai sekarang adalah jadi penyiar radio
belum kesampaian nih.
Catur Ariadie
May 26th, 2009
gimana pakde dengan Audisi penyiarnya??
dah dapet finalis atau malah udah ditetapkan pemenangnya??
frozzy
May 26th, 2009
tes…tes..tes….
gimana pakde ? keterima ga ? hehehehe
trinil
May 27th, 2009
Semangat…
Ayo sapa yang mo ikut audisi penyiar radio yang di selenggarakan oleh pak de….
Dunia broadcast emang penuh warna, dan punya ciri2 masing2.
trinil
May 27th, 2009
Pake rupiah pakde…
Kan kita Indonesia, klo kita di eropa boleh pake euro, as pake $us.
Kitakan cinta Indonesia, hehehehehehe…..
Hidup Indonesia…
Tapi pakde gajinya yang adil ya, jangan mentang2 bule minta gaji gede.. Hehehhehe…
edy
May 27th, 2009
kalo saya kira-kira diterima ga, pak?
dobleh yang malang
May 28th, 2009
malam pakde blue datang meski agak lambat ya ..hehehe
pa cabra? kapan kapan boleh blue jadi penyiar tamunya hehehhe……
sukses selalu ya pakde
salam hangat selalu
Siti Fatimah Ahmad
May 29th, 2009
Assalaamu’alaikum…
Menjadi penyiar tentu tugasnya berat. perlukan komitmen yang tinggi. Salut buat yang berjaya dan berusaha menyemarakkan dunia hidup manusia yang mengharapkan keceriaan di siang dan malam hari mereka. Anda semua insan yang punya potensi yang tidak dipunyai oleh semua orang. Anda juga Pak De. Saya sukakan banner dalam laman ini. Biru yang mengasyikkan. Romantis.
Eka Situmorang - Sir
May 29th, 2009
ahhahaha
Pakde.. pakde…
ini curhat sebel yang diselubungi dengan niatan baik untuk mendidik
hihihihi
Btw pakde.. I was an announcer before.. tapi cuma satu ,inggu trus keluar
radionya gak cocok ahhahhaha terllau mellow
lha org kek gue yg ceplas ceplos ya gak masuk hihihi
raja semut
May 29th, 2009
saya juga pernah jadi penyiar lho..
tapi khusus jam 12 malam sampe pagi..
ngisi suara sssssssssssssssshhhhhhh….
mascayo
May 29th, 2009
wah ini bocoran khusus buat yang mau terjun di dunia penyiaran yaa pakde .
ternyata melamar jadi penyiar juga ada tips nya …
denologis
May 30th, 2009
jadi, kapan saya bisa mulai siaran?
HE. Benyamine
May 30th, 2009
Ass.
wah terlambat daftarnya …. tumpukan kertas lamaran udah penuhi meja.
Kalau gitu … ya mendoakan saja bisa dapat crew baru yang sesuai dengan yang diharapkan.
paling nanti, kalau ada saudara atau teman atau siapa saja yang mau test menjadi penyiar radio, disarankan baca2 ke sini ha ha ha.
dobleh yang malang
May 30th, 2009
malam pakde
blue diterima gak yah kalau daftar ehhehe……………
met berakhir pekan bersama keluarga
salam hangat selalu
domba garut!
May 31st, 2009
Dulu berpikir bahwa jadi penyiar itu mudah - asal cuap-cuap, ternyata—> Eduun, man! sama sekali gak gampang.. selain harus bisa diajak ngobrol, nyambung serta resourceful juga harus punya karakter vokal yang sesuai dengan si karakter station-nya itu
Semoga proses seleksinya mulus dan mendapatkan penyiar yang piawai. Seneng udah bisa mampir kesini.. coba ikutan ah di tes..kali aja bisa ‘nyambi’ disini nanti
itempoeti
Jun 1st, 2009
kalau jadi pensyi’ar gimana Pakde?
SQ
Jun 1st, 2009
Kalau menurut saya ada 2 filosofi manis bisa diambil disini:
1. Prepare first before do something. Bila pengen benar2 jadi penyiar, persiapkan mental dan kemampuan.
2. Do something with good focus. Lakukan sesuatu dengan sungguh2.
Saya kira kedua hal itu memang harus ada bila kita menginginkan menjadi “sesuatu” PakDe?
Dan salut atas kawan2 yang berekspresi gaya “cinca laura”, mereka sudah berani menantang diri sendiri dengan cara yang berbeda.
Terima kasih kunjungan ke tempat saya. Izin blog ini saya taut dalam postingan selanjutnya.
Pakde.
Uke Poet
Jun 4th, 2009
Dicari! Pekerjaan buat ibu RT yang baru pensiun dari kantornya 2 minggu yg lalu dan sekarang pindah ke Paiton.
Ada gak Pakde?
Indonesia Menulis
Jun 13th, 2009
Pengen juga nich ngelamar…….. pakde blogger jambi satu ini pengen ngajak tukeran link nich……..
mas nDol
Aug 28th, 2009
Yang diungkapkan… benar. Namun nggak gampang “nemunya”.
Tuntutan dan realita kadang gak “gatuk”.
Penyakitnya satu : Banyak yang mudah menyerah dan kurang daya juang.
‘Kali ini jaman instant ya Pak De.
Salam !
mas nDol
Aug 28th, 2009
Sudah ah ….
sedikit catatan saja :
1. Dalam 3 dekade “hunting” nyatanya yang benar-benar mau prof kurang dari 10. Lainnya…… jadi katak….. dan kutu…. sukanya loncat-loncatan. ha…ha…. Yah itu kan hak masing-masing….
2. Sekarang “tukang omong” sudah diakui sebagai profesi dan bukan hobby lagi. Syukurlah.
3. Tuntutan sekarang : Bukan hanya omong, tapi “opis” (olah pikir positif)
Cerio……
neyra
Dec 28th, 2009
pakdhe,, aq sukak bingung cari materi buat siaran nich
kasih tips dunk
Leave a Comment