Lowongan

by theKRY™ on 21/05/09 at 8:15 am

Proses Rekrutment Penyiar.

surat-lamaranSebuah statiun penyiaran radio, jika membutuhkan penyiar radio biasanya membuat sebuah pengumuman, ada yang terbuka melalui iklan di radio, TV atau Surat kabar, bisa juga tertutup melalui orang ke orang. Jadi untuk temen2 yang ngebet jadi penyiar radio tidak akan ketinggalan informasi lowongan kerja. Kalau memiliki minat besar  untuk terjun di dunia broadcast.  Parasut yang digunakan untuk landing nya adalah “parasut niat”, niat ini yang akan memberikan motivasi tinggi sehingga temen2 akan melakukan tindakan-tindakan selanjutnya, misalnya melamar ke statiun radio yang dituju.

Tapi, sebelum melamar akan lebih baik temen2 berlatih dulu, ini khusus penyiar yang baru. Berlatih sendiri nampaknya dapat dilakukan dengan cara mendengarkan seorang penyiar diradio, rekam acaranya, catat semua kata2 yang dipaparkan. Nah catatan itu temen2 baca berulang2 dan lakukan dengan penjiwaan seolah2 emen2 sedang siaran di radio yang bersangkutan. Lakukan terus untuk membiasakan dan keluwesan bicara temen2. Ingat, dalam membaca catatan tersebut harus dilakukan seolah2 anda sedang berbicara, bukan sedang membaca. Begitupun bagi penyiar yang sudah berpengalaman, jika akan pindah ke statiun yang di tuju sebaiknya melakukan pola yang sama persis dengan calon penyiar pemula tadi. Lakukan dan Tiru “air personality” penyiar stasiun radio yang bersangkutan, cara ini disebut duplikasi.

Temen2 harus memahami bahwa setiap stasiun penyiaran radio memiliki air personality yang berbeda, kenapa berbeda? Karena setiap stasiun radio memiliki target pendengar yang berbeda, misalnya; Radio untuk anak muda, dewasa, orang tua, belum lagi format program dari stasiun radio yang bersangkutan. Karena itu penjiwaan perlu dipelajari juga. Bekal-bekal latihan sendiri akan sangat membantu temen2 dalam melamar di stasiun penyiaran radio.

Dulu, pola tersebut saya gunakan setiap kali saya memasukan lamaran ke radio manapun, sehingga proses perekrutan tidak akan sulit lagi. Management radio yang merekrut kitapun tidak akan kebingungan untuk menentukan crew barunya. Seiring dengan perkembangan jaman, dimana stasiun radio kepenyiaran banyak yang menggunakan pola siarannya dengan pola “Story Telling” atau siaran dengan gaya ngobrol yang sepertinya sedang bercerita. Otomatis pola latihan yang kita jadikan patokan radio yang akan kita tuju, harus Story Telling juga.

Bekal latihan diatas tidaklah cukup, bukan hanya penilaian bicara temen2 saja, namun hal lainnya seperti pemahaman tentang radio dan wawasan temen2 juga akan menentukan. Selain itu temen2 perlu juga mengamati perkembangan stasiun yang bersangkutan di kota temen2, paling tidak ini menunjukan keseriusan temen2 bahwa temen2 sedikit mengerti tentang radio.

Banyak hal yang saya temukan pada saat merekrut crew baru di Metro FM Jambi. Karena itulah tulisan ini saya buat. Antusias untuk menjadi crew radio  tiap daerah tentu berbeda. Pelamar ini ada yang memiliki antusias besar namun karakter vocalnya tidak sesuai dengan karakter vocal yang diharapkan. Ada yang hanya coba-coba namun tidak dibarengi dengan skill yang mumpuni, tidak belajar siaran dulu, langsung buat lamaran, ikut test tulis jeblok, ikut test vocal malah parah. Menyebutkan 101.9 dalam spelling english pun berantakan Terus mengucapkan kata The Progressive Radio pun parah, begaya lidah yang kebarat-baratan namun malah split. Tak jarang slogan ini diucapkan dengan gaya cinca laurah. de pogesiv ridioh“. Sapaan untuk pendengarnya “Metro Listeners” pun di ucapkan dengan gaya kebarat2an sama dialeknya cincah laurah. Pengucapan kata listeners pun huruf “T” nya itu terbaca dengan jelas. Harusnya liseners malah listeneres. Ada juga pelamar yang sudah money oriented …. Nah artinya semakin banyak nilai minus pada saat melakukan test, peluang untuk bergabung di radio yang bersangkutan  itu makin kecil. Melamar kerja diradio, jangan dijadikan sebagai ajang coba-coba. Tunjukan keseriusan dan keyakinan yang nyata agar radio yang anda lamar jatuh hati pada anda selaku pelamar. Urusan Salary tentu akan bergantung pada management radio yang bersangkutan.

Proses selanjutnya jika lamaran temen2 sudah dipelajari oleh stasiun radio yang bersangkutan dan berkas lamarannya memenuhi syarat, maka akan dipanggil untuk seleksi, interview, test vocal, Cognitive ability test/ test kemampuan kognitif. Inilah kunci pintu masuk menjadi penyiar radio. Jika lulus seleksi maka akan diterima untuk menjadi penyiar di stasiun radio yang bersangkutan.

Smoga bermanfaat!

Bookmark and Share

Top Post

48 Comments

Catur Ariadie

May 21st, 2009

Wah ternyata virus bahasa cinta laura sampe juga yah pakde ke audisi radionya, hehe. Bener pakde segala sesuatu harus dilakukan dengan sepenuh hati dan tidak setengah2.

Pakde
Virus itu sudah mendarah daging di lidah new candidat yang ada. Saya sendiri binun. Jangan2 malah tontonannya cincah laurah :smile:

Ikkyu_san

May 21st, 2009

aduh rasanya pengen melamar ke sana deh… Tapi gajinya dengan yen ya pakde hihihi…. (Dan saya bisa meyakinkan pakde bahwa saya tidak seperti cinta laura)

EM

Pakde
Ha ha ha…jadi mau coba cinca laurah kuh?? Bayarannya pakai Yen? nampaknya harus live report bicara tentang budaya Jepun. Kalau ada sponsor keknya saya pasti jalanin tuh program

Muzda

May 21st, 2009

Aku dua kali ngelamar jadi penyiar, dua kali pula gagal di test vocal.
Katanya sih aku kalo ngomong terlalu cepet,, hahaa :D
padahal udah diniatin pelan, tapi saking semangatnya sama satu topik malah lupa nge-rem
:D

Pakde
Dulu waktu saya di radio anak muda, ngomong nya begaya ngebut koq. lambat laun kepikiran, ngomong cepet itu ternyata bikin nafas ngos ngosan, enggak enak untuk didengar. Banyak kalimat bahkan kata2 yang nggak jelas, kalau jelas sih ok. tapi yang dengerin apa nggak capek?
Segmentasi dewasa, Gaya cepat itu sudah nggak berlaku lagi. Sekarang harus lebuh tenaaaaaang… santai!

afwan auliyar

May 21st, 2009

wew…. ngelmu baru neh
btw blom pernah euy terjun didunia “dengar-mendengar” gt :D

Pakde
Ha ha ha… mau di coba kapan? bukannya kemaren sempet on air di bandung?

JAUHDIMATA

May 21st, 2009

iyah pakde
kapan-kapan ngamar nglamar deh
:D

Pakde
Ngamar? New Vocab nih… ngamar di ruang siaran ha ha ha ha…

marshmallow

May 21st, 2009

pakde, kalau saya perhatikan gaya penyiar kondang semacam om farhan di delta serta ari dan desta di prambors (sayang desta udah resign), penyiar radio itu tak mesti memiliki kualitas vokal yang super. ketiga penyiar favorit saya  itu memiliki penghayatan yang hebat atas apa yang dibincangkan, yang seperti pakde tulis, tidak terkesan membaca namun berbicara.

ah, pakde. saya suka sekali membaca seluk-beluk dunia penyiaran di blog ini.

Pakde
Iya memang benar, seperti yang pernah saya ceritakan dulu. bahwa untuk menjadi penyiar itu tidak harus memiliki karakter vocal yang ngebas. Yang suaranya empuk atau apa lah. itukan JADOEL. Sekarang radio manapun lebih interest untuk mendengarkan gaya siaran yang natural dengan karakter vocal apa adanya tapi enak di dengar, isi obrolannya yang bermutu. simple nya asal jangan orang gagu ajah. jangan yang gagap ajah. Atau jangan orang bisu ajah yang disuruh jadi penyiar.

Yang penting dari mulut bisa mengucapkan kata2 dengan jelas. obrolan yang disampaikan bener2 berisi. Saya sendiri memiliki karakter vocal yang tidak istimewa koq.

kakve

May 21st, 2009

suing…suing…
kapok ah jadi penyiar, gagu…
ekwkwkwk

Pakde
kalo begitu jadi pendengar aja. Karena penyiar tanpa pendengar takkan berarti apa2.

ajengkol

May 21st, 2009

wah wah kalau nggak ada telenya rasanya susah untuk menjadi penyiar

Pakde.
Yup bakat itu ada yang muncul di awal ada yang tiba2 tanpa disengaja, tapi tidak jarang juga muncul suatu saat… entah kapan nggak bisa di pastikan.
Thanks Bro

thevemo™

May 22nd, 2009

one o one point nine fm

Pakde
Nah….belepotan nggak?

Ade

May 22nd, 2009

Pak de, itu yang di meja, lamaran semua yaa? :roll:

Pakde
Ho oh… lamaran… buanyak ya…!

Yari NK

May 22nd, 2009

Walaupun saya yakin pakde adalah crew yang sederhana,  dan juga seorang blogger yang kelihatannya ramah, namun saya yakin pakde adalah seorang pemimpin yang kejam, bengis dan otoriter, yang sering menghukum bawahannya dengan push-up dan squat jump, mirip seperti Pak Taka dalam serial OB.

Buehehehe…. **kabur ah sebelum disiksa pakde** :mrgreen:

Pakde
Buahahahaha…. Push UP !! Pencemaran nama baik ini. Push UP ! Tapi disini nggak berlaku tuh.

nh18

May 22nd, 2009

HHmmm …
Sepertinya … tiada yang paling jitu untuk ngetes Calon Penyiar
dengan jalan menghadapkannya ke depan microphone …
plus ngoceh dengan bahasa yang pas
dan isi yang pas pula.

Pakde
Iya…salah satu yang paling mendasar adalah Test Vocal. Kek pemain piano juga. pasti test nya test piano.. bukan begitu om kuh?

buJaNG

May 22nd, 2009

Hihihi… mantep nih infonya. nanti kalau saya daftar jadi penyiar bisa ikutin anjurannya pakde…
**Bisa ngomong nggak kok mau daftar hihihii..

Pakde
Kalau nggak yakin baiknya jangan, buang2 waktu saja. Mending yakinkan dulu bisa! baru melamar. (ceweknya yang mana yang mau di lamar?)

Ocehanburung

May 22nd, 2009

Saya mau donk.. jadi penyiar…..

Pakde
Sini… gabung disini… Yang serius ya… jangan mau doank tanpa dibarengi dengan usaha untuk bisa.

ayub

May 22nd, 2009

boleh ne pakde…. lowongan kerja nya…
klo gitu saya mau buat lamaran dulu…

Pakde
Boleh…syaratnya penuhi aja dulu… kriterianya, baru Ikut audisinya. Yakinlah untuk lolos.

indra kh

May 23rd, 2009

Tips yang bagus pak. Trims. Akan saya sampaikan ke adik saya yang baru memulai menjadi penyiar di salah satu radio swasta di Bandung.

Pakde
Waaaaah. telat atuh kang. harusnya kalau baru masuk di radio, tahap ini sudah dilewati. Coba buka tulisan lainnya di halaman Coffeelounge.

Oemar Bakrie

May 23rd, 2009

Pernah pengen jadi penyiar sambilan tapi nggak kesampaian berhubung belum-belum sudah merasa nggak teralu audio-genic (temennya photogenic dan videogenic) …

Pakde
Ha ha ha..tak harus audiogenic koq pak. Yang penting pinter ngomong, waktu nyablak… omongannya jelas terdengar, tidak seperti sedang berkumur. (cool juga istilah audiogenic)

Gadget and Technology

May 23rd, 2009

wah detail sedetail detailnya. sangat bermanfaat terutama bagi mereka yang akan menhadapi panggilan test penyiar radio. saya engga bakat jadi penyiar radio. orang pendiyam ce. cocoknya jadi pendengar radio sajja hehehe.

oia kenalan dengan blog baru ya *nyodorin tangan* kok diem ce salaman donk. ditunggu kunjungan balik dan komentarnya. awas lho kalao engga berkunjung tak jithak pakai tiang listrik wakakaka *kabuuurr *ngumpet

Pakde
Sudah dari TKP. tapi kalo nanti menang lombanya, jangan lupa traktirannya. :smile:

masnoer

May 23rd, 2009

terimakasih pakdhe atas pituturnya sangat bermanfaat sekali buat saya.

Pakde
Syukurlah masnoer

esha di birulangit

May 24th, 2009

gak boleh money oriented untuk pemula…..*sambil bisik bisik*..emang berapa…?

Pakde
Ha ha ha… masing2 radio punya rate untuk salary crew nya berbeda2, Ada yang menggunakan pola gaji atas grade sipenyiarnya, dari Grade A sampai D. Grade A dinilai sebagai penyiar yang sempurna ketika menjalankan program yang di bawakan, Grade D jelas penyiar yang belum memiliki kemampuan untuk siarannya masih minim. Ada juga yang memberikan salary karena lama tidaknya bekerja diperusahaan yang bersangkutan. Intinya tiap2 radio station punya rate salary sendiri2. Punya patokan untuk membayar masing2 penyiar dengan harga yang berbeda2.

geRrilyawan

May 24th, 2009

wah…musti jago cas cis cus nih pakde…
suaranya juga musti okeh kaya alm. sambas atau olan sitompul nggak?

Pakde
Jangan salah bos….. Jaman sekarang nggak harus seperti role model yang dikau sebutkan. Yang penting bisa ngomong dan omongannya itu terkonsep. Konsepnya sudah di sediakan, namun tergantung pada program radio dan divisi yang ada di radio yang bersangkutan.

edratna

May 24th, 2009

Saya cuma pendengar radio setia….dulu saya bayangkan yang bisa jadi penyiar ya suaranya seperti Maria Oentoe (yang empuk gurih itu)…ternyata ada juga suara cempreng, namun enak juga ya.
Tapi pendengar juga bisa mendengar, beberapa penyiar yang menyiarkan acara menggunakan hati, bisa berinteraksi dengan pendengar…bahkan ada pendengar yang menceritakan masalahnya dengan terisak-isak….

Pakde
Bunda, Salah satu tantangan penyiar untuk meraih pendengar adalah dengan membangun sebuah atmosfir yang bisa membuat pendengar betah mendengarkan si penyiar. Saya pernah menjelaskan pada beberapa komentar tentang bicara dengan hati, bicara dengan kepala, bicara dengan mulut. Ini yang membangun kedekatan emosional antara pendengar dan penyiar.

Apakah sipenyiar menyampaikan obrolannya dengan Pikiran, Hati atau Mulut?

Obrolan yang disampaikan dari Pikiran akan ditangkap pendengar dengan pikiran juga. Misalnya kita menyampaikan jumlah angka2… “10 + 10 adalah…” ini di sampaikan kepada pendengar. Maka pendengar akan memikirkan itu juga.

Obrolan yang disampaikan dari Mulut, Setangkas apapun gaya bicara kita, jika basiknya hanya di sampaikan dengan mulut saja. Otomatis pendengarpun akan menanggapinya dengan mulut juga. Tanpa dipikirkan dan dirasakan, tiba2 resppon pendengar membuat penyiar jadi tidak nyaman. Obrolan yang disampaikan dari Hati akan didengar oleh hati pendengar juga. Bayangkan jika anda sedang sedih/bahagia. Maka kesan yang akan ditangkap pendengar adalah kesan sedih/bahagia. Dan Baiknya tidak memunculkan duka pribadi.

raja semut

May 24th, 2009

Saya juga pernah lho pak jadi penyiar khusus jam 12 malam ke atas, ngisi suara zzzzzzzzzhhhhhhhhzzhhhh….

Pakde
ha ha ha ha…Lagu yang diputarnya pasti Lagi Sunyi dengan durasi 4 jam.

yanti

May 24th, 2009

Salam kenal…
Ada syarat umurnya???
Udah STW nih… (setengah tuwo..) tapi tetap punya cita-cita selangit.

Pakde
Ok Yan..thanks ya… Masing2 radio punya ketentuan segment yang jelas, radio multy segment biasanya memiliki tingkatan usia penyiarnya beragam. Di tempat pakde. minimal usia 25 maksimalnya 32. Karena segmentasi pendengar yang jadi target marketnya diusia 25 smpai 35.
Usia sebetulnya tidak pengaruh, karena banyak juga beberapa person yang berusia muda tapi memiliki karakter vocal tua. Namun kemampuan berfikirnya belum naik gradenya. Selain itu ada juga calon penyiar yang usianya tua, tapi karakter vocalnya muda. atau bahkan kekanak-kanakan. Kenapa karakter vocal sangat penting. karena vocal tersebut yang nantinya akan menentukan sasaran pendengar yang dibidik radio bersangkutan. Tiap radio lagi2 memiliki karakter vocal yang berbeda pula.

Rusa Bawean™

May 24th, 2009

sebenernya pengen banget neh jadi penyiar radio
tapi keknya aku sama sekali nol dalam hal ini
bisa ajarin gak Pakde????

Pakde
Ngajarin Online saya nggak menjamin berhasil… yang dibutuhkan kan prakteknya.

p u a k

May 25th, 2009

Aku mending jadi pendengar aja deh, boss.. Dengerin penyiar yang luwes cuap-cuap di radio emang menghibur hari pada sekedar mendengarkan music yang disuguhkan.

Pakde
Pasti ada penyiar yang difavoritkan…
Pasti punya radio yang biasa di dengarkan tiap hari.
pasti jadi pendengar yang baik juga …

reallylife

May 25th, 2009

pakde masih ada ya lowongannya, cita-citaku dari dulu sampai sekarang adalah jadi penyiar radio
belum kesampaian nih.

Pakde
Thanks dyandra wicaksono, Wujudkanlah kalau memang punya kemauan tinggi.
Mohon maaf pakde ndak bisa berkunjungbalik ke blogmu. Terdeteksi ada virus ditempatmu. maaf Bro!

Catur Ariadie

May 26th, 2009

gimana pakde dengan Audisi penyiarnya??
dah dapet finalis atau malah udah ditetapkan pemenangnya??

Pakde
Banyak, Selanjutnya mereka setelah terpilih harus mengikuti pelatihan dalam waktu yang ditentukan sang manager. Prosesnya, Training, trial on air berdua, trial on air sendiri, baru siarang sendirian.

frozzy

May 26th, 2009

tes…tes..tes….
gimana pakde ? keterima ga ? hehehehe

Pakde
Kurang keras suaranya… Ngomongnya jangan mingkem, buka mulutnya… Tiru apa yang saya contohkan…. (lirik kiri kanan..emang ada contohnya?)

Tahukan? kalau segala sesuatu itu dimulai dengan meniru, sama seperti di saat kita kecil dulu….iya kan?! coba inget2… bagaimana bisa mendapatkan / menghapalkan / dan menggunakan vocabulary kata2 yang ada di dalam kepala jaman itu?

Untuk siaran memerlukan 1 hal, JAM TERBANG, yang tentunya didukung oleh banyak items…
-kemampuan personal, pengembangan diri, berani salah dan bisa memperbaiki,
-mengakui kesalahan diri sendiri. buanyak pokoknya…

You boleh meniru, tapi setelah itu harus dapat menemukan “diri” You sendiri untuk siaran, karena image diri anda-lah yang membedakan anda dengan individu lain di bumi ini…
belajarlah dari cacian dan masukan dari senior anda di studio ataupun dari pendengar2.

Jika berhasil, kembalikan kembali pada NYA, Karena semuanya adalah karunia yang kuasa.

trinil

May 27th, 2009

Semangat…
Ayo sapa yang mo ikut audisi penyiar radio yang di selenggarakan oleh pak de….
Dunia broadcast emang penuh warna, dan punya ciri2 masing2.

Pakde
Thanks Trinil. Sudah menyemangati temen2 di Seluruh dunia. Tapi saya binun kalau ada yang melamar dari luar Indonesia gimana itu ya? Dari Eropa mislanya, Amerika, Australia… woalaaaaah… dibayar dengan apa mereka ya?

trinil

May 27th, 2009

Pake rupiah pakde…
Kan kita Indonesia, klo kita di eropa boleh pake euro, as pake $us.
Kitakan cinta Indonesia, hehehehehehe…..
Hidup Indonesia…
Tapi pakde gajinya yang adil ya, jangan mentang2 bule minta gaji gede.. Hehehhehe…

Pakde
Tergantung, kalau Gradenya A saya bayar gede, kalau Gradenya rendah yaaa…bayaran juga rendah. Yang jelas tidak dibayar pakai Daun Sirih kikikiki

edy

May 27th, 2009

kalo saya kira-kira diterima ga, pak? :D

Pakde
Lamaran diterima, Karakter vocalnya yang belum saya ketahui. Jadi harus tes dulu…

dobleh yang malang

May 28th, 2009

malam pakde blue datang meski agak lambat ya ..hehehe
pa cabra? kapan kapan boleh blue jadi penyiar tamunya hehehhe……
sukses selalu ya pakde
salam hangat selalu

Pakde
Kabar baik Blue, Jadi guesstar di tempat pakde? Buleeeeeh

Siti Fatimah Ahmad

May 29th, 2009

Assalaamu’alaikum…

Menjadi penyiar tentu tugasnya berat. perlukan komitmen yang tinggi. Salut buat yang berjaya dan berusaha menyemarakkan dunia hidup manusia yang mengharapkan keceriaan di siang dan malam hari mereka. Anda semua insan yang punya potensi yang tidak dipunyai oleh semua orang. Anda juga Pak De. Saya sukakan banner dalam laman ini. Biru yang mengasyikkan. Romantis.

Pakde
Wa’alaikum salam mbak Siti. Saya suka birunya. Didalamnya banyak keagungan.
Memang profesi penyiar tidak bisa dimiliki setiap orang, namun siapapun dari kita berpeluang untuk menjadi penyiar! Thanks Ya…salam saya.

Eka Situmorang - Sir

May 29th, 2009

ahhahaha
Pakde.. pakde…
ini curhat sebel yang diselubungi dengan niatan baik untuk mendidik
hihihihi ;)

Btw pakde.. I was an announcer before.. tapi cuma satu ,inggu trus keluar
radionya gak cocok ahhahhaha terllau mellow
lha org kek gue yg ceplas ceplos ya gak masuk hihihi

Pakde
Tergantung Ka, kalau ceplas ceplosnya terkonsep pasti enak didengar dan pendengar bisa tertarik juga loh. Banyak penyiar yang siaran tidak bisa lepas dari konsep dan perangkat kerjanya. Namun nggak sedikit juga, dari mereka ini siarannya langsung tanpa konsep, nyablak habis, ceplas ceplos tapi seru didengar. Memang tidak semua radio punya konsep ceplas ceplos. Jangan khawatir masih ada dan banyak radio yang mencari SDM yang ceplas ceplos juga loh. Thanks Ya

raja semut

May 29th, 2009

saya juga pernah jadi penyiar lho..
tapi khusus jam 12 malam sampe pagi..
ngisi suara sssssssssssssssshhhhhhh….

Pakde
Nah…pantesan suaranya sampai terdengar disini. Apa kabar pak Randu?

mascayo

May 29th, 2009

wah ini bocoran khusus buat yang mau terjun di dunia penyiaran yaa pakde .
ternyata melamar jadi penyiar juga ada tips nya … :)

Pakde
Hi Mascayo, Iya…sedikit bocoran, minimal mereka2 yang mau masuk dunia broadcast bisa tahu persis.

denologis

May 30th, 2009

jadi, kapan saya bisa mulai siaran? :mrgreen:

Pakde
Jadi kapan saya dapat surat lamarannya? :smile:

HE. Benyamine

May 30th, 2009

Ass.
wah terlambat daftarnya …. tumpukan kertas lamaran udah penuhi meja.
Kalau gitu … ya mendoakan saja bisa dapat crew baru yang sesuai dengan yang diharapkan.
paling nanti, kalau ada saudara atau teman atau siapa saja  yang mau test menjadi penyiar radio, disarankan baca2 ke sini ha ha ha.

Pakde
Wa alaikum salam,
Terimakasih mas Ben, harapan kami ada beberapa SDM yang kualified. Kalau ke Jambi, mampir ya!

dobleh yang malang

May 30th, 2009

malam pakde
blue diterima gak yah kalau daftar ehhehe……………
met berakhir pekan bersama keluarga
salam hangat selalu

Pakde
Hi Blue, Nampaknya nggak tuh blue. karena blue belum masukin lamaran. wakakaka

domba garut!

May 31st, 2009

Dulu berpikir bahwa jadi penyiar itu mudah - asal cuap-cuap, ternyata—> Eduun, man! sama sekali gak gampang.. selain harus bisa diajak ngobrol, nyambung serta resourceful juga harus punya karakter vokal yang sesuai dengan si karakter station-nya itu :D

Semoga proses seleksinya mulus dan mendapatkan penyiar yang piawai. Seneng udah bisa mampir kesini.. coba ikutan ah di tes..kali aja bisa ‘nyambi’ disini nanti :D

Pakde
Prinsipnya sama koq kang, banyak orang beranggapan betapa sulitnya bisa menjadi Peacekeepers. Iya kan??
Thanks do’a nya kawan! Mudah2an untuk bulan ini saya dapat crew baru sesuai harapan. (kalau mau di test jadi crew tetap.silangken buat lamaran lengkapnya). Oya… seorang yang hebat seperti kang Luigi ini juga sebetulnya bisa siaran untuk moment tertentu. Misalnya bicara tentang Peacekeeper. Bisa jadi pembicara utama, bisa juga jadi narasumber. Berminat???

itempoeti

Jun 1st, 2009

kalau jadi pensyi’ar gimana Pakde?

SQ

Jun 1st, 2009

Kalau menurut saya ada 2 filosofi manis bisa diambil disini:
1. Prepare first before do something. Bila pengen benar2 jadi penyiar, persiapkan mental dan kemampuan.
2. Do something with good focus. Lakukan sesuatu dengan sungguh2.

Saya kira kedua hal itu memang harus ada bila kita menginginkan menjadi “sesuatu” PakDe? :-)
Dan salut atas kawan2 yang berekspresi gaya “cinca laura”, mereka sudah berani menantang diri sendiri dengan cara yang berbeda.

Terima kasih kunjungan ke tempat saya. Izin blog ini saya taut dalam postingan selanjutnya.
Pakde.

Pakde
Thanks Bro! sudah menambahkan dengan cukup lengkap. Untuk cinca lauranya. sangat tidak tepat. karena penilaian utama ketika masuk ke dunia broadcast adalah karakter vocal yang asli, bukan malah memanipulasi diri jadi orang lain.
(Taut…silahkan mas, nanti saya taut balik)

Uke Poet

Jun 4th, 2009

Dicari! Pekerjaan buat ibu RT yang baru pensiun dari kantornya 2 minggu yg lalu dan sekarang pindah ke Paiton.
Ada gak Pakde? ;)

Indonesia Menulis

Jun 13th, 2009

Pengen juga nich ngelamar…….. pakde blogger jambi satu ini pengen ngajak tukeran link nich……..

Pakde
Tukeran link? buleeeeeeh. nanti saya link balik bro

mas nDol

Aug 28th, 2009

Yang diungkapkan… benar. Namun nggak gampang “nemunya”.
Tuntutan dan realita kadang gak “gatuk”.
Penyakitnya satu : Banyak yang mudah menyerah dan kurang daya juang.
‘Kali ini jaman instant ya Pak De.
Salam !

mas nDol

Aug 28th, 2009

Sudah ah ….
sedikit catatan saja :
1. Dalam 3 dekade “hunting” nyatanya yang benar-benar mau prof kurang dari 10. Lainnya…… jadi katak….. dan kutu…. sukanya loncat-loncatan. ha…ha…. Yah itu kan hak masing-masing….
2. Sekarang “tukang omong” sudah diakui sebagai profesi dan bukan hobby lagi. Syukurlah.
3. Tuntutan sekarang : Bukan hanya omong, tapi “opis” (olah pikir positif)
Cerio……

neyra

Dec 28th, 2009

pakdhe,, aq sukak bingung cari materi buat siaran nich
kasih tips dunk

Leave a Comment

Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.