“Making Love” with Feature

by theKRY™ on 28/06/09 at 11:48 pm

Part One

Feature on Radio

Feature atau Picer adalah sebuah karangan khas, tulisan jurnalistik juga, namun tidak selalu harus mengikuti rumus klasik 5W + 1 H (What, Who, Why, Where, When, + How) dan bisa dibedakan dengan news, artikel (opini), kolom, dan analisis berita. Feature adalah karangan lengkap nonfiksi bukan berita seperti dalam media massa yang tidak menentu panjangnya, dipaparkan secara hidup sebagai pengungkapan daya kreativitas, kadang-kadang dengan sentuhan subyektivitas pengarang terhadap peristiwa, situasi, aspek kehidupan dengan tekanan pada daya pikat manusiawi untuk tujuan memberitahu, menghibur, mendidik dan meyakinkan pendengar.

Umumnya feature, mengandung segi “human interest”.
Tulisan feature memberikan penekanan pada fakta-fakta yang dianggap mampu menggugah emosi, menghibur, memunculkan empati dan keharuan. Sebuah feature juga harus mengandung segi human interest atau human touch menyentuh rasa manusiawi. Karenanya, feature termasuk kategori soft news yang pemahamannya lebih menggunakan emosi. sehingga pada saat orang membaca isi tulisan tersebut akan merasa di libatkan. Berbeda dengan hard news yang isinya mengacu kepada pemikiran data peristiwa dan pemahamannya lebih banyak menggunakan pemikiran.

Mengandung unsur sastra.
Satu hal penting dalam sebuah feature harus mengandung unsur sastra. Feature ditulis dengan cara atau gaya menulis fiksi. Karenanya, tulisan feature mirip dengan sebuah cerpen atau novel bacaan ringan dan menyenangkan namun tetap informatif dan faktual. Seorang penulis feature pada prinsipnya adalah seorang yang sedang bercerita. Jadi, dengan kata lain feature ini merupakan jenis berita yang sifatnya ringan dan menghibur. Ia menjadi bagian dari pemenuhan fungsi menghibur (entertainment) dalam sebuah media namun memunculkan empati dan keharuan bagi mereka yang membaca.

Lalu, apakah Feature ini berlaku untuk media radio? Tentu!.

Feature di media radio jauh memiliki taste yang luar biasa jika di bandingkan dengan featur yang ada di surat kabar. Karena tidak hanya bermodalkan karya tulis, karya tulis ini disampaikan dengan gaya yang naratif, kisahnya deskriptif, memaparkan peristiwa secara objektif, sehingga bisa membangkitkan bayangan-bayangan kejadian yang sesungguhnya kepada pendengar dan dibangun dengan kekuatan sounds illustration serta data audio lengkap lainnya yang memperkuat isi feature. Bisa bentuknya suara musik yang dijadikan backsound, bisa juga audio dari beberapa orang yang di wawancara yang isinya dapat memberikan minat insani cukup besar bagi yang mendengarkan, jangan lupa masukan lagu untuk memperkuat isi feature. Semua di kemas dalam bentuk audio yang akan di perdengarkan kepada pendengar.

Tulisan kali ini saya ingin mengajak temen2 untuk mengenal lebih jauh tentang jenis2 Feature seperti:
1. Feature berita, feature ini lebih banyak mengandung unsur berita, berhubungan dengan peristiwa aktual yang menarik perhatian khalayak. Biasanya merupakan pengembangan dari sebuah straight news. Misalnya, menulis berita tentang MAHALNYA PENDIDIKAN DI INDONESIA, untuk menulis berita tersebut yang kental unsur feature-nya, persiapan dan kondisi keuangan dikalangan keluarga  yang tidak mampu. Bisa cerita tentang kondisi para perekonomian keluarga yang akan di angkat dalam feature, kecerdasan yang dimiliki siswa yang mau melanjutkan pendidikan, atau bisa juga bercerita tentang kesuksesan beberapa orang yang sudah berjuang mati-matian untuk melanjutkan sekolahnya dan kini sukses. Padahal dari sisi ekonomi sangat tidak dimungkinkan orang tersebut kini sudah melewati masa pahit tersebut.

2. Feature artikel yang lebih cenderung segi sastra. Biasanya dikembangkan dari sebuah berita yang tidak aktual lagi atau berkurang aktualitasnya. Misalnya, tulisan mengenai suatu keadaan atau kejadian, seseorang, suatu hal, suatu pemikiran, tentang ilmu pengetahuan, dan lain-lain yang dikemukakan sebagai laporan (informasi) yang dikemas secara ringan dan menghibur. Misalnya, menulis tentang perjuangan hidup wanita penghibur dihadapkan dengan perda.

Berdasarkan tipenya feature dapat dibedakan menjadi:
1. Feature human interest, yang umum langsung memberikan sentuhan penuh keharuan, kegembiraan, kejengkelan atau kebencian, simpati, dan sebagainya. Misalnya, cerita tentang punishment di sekolah, kehidupan seorang petugas kebersihan di jalanan, liku-liku kehidupan seorang guru di daerah terpencil, suka-duka menjadi da’i di wilayah pedalaman, atau kisah seorang penjahat yang dapat menimbulkan kejengkelan. Feature ini akan lebih bagus jika mampu memberikan efect menghibur (entertainment). Laporan harus berwarna-warni terhadap berita-berita rutin seperti pembunuhan, selingkuh, bencana alam dll, sehingga pendengar larut dalam kesedihan atau malah tertawa terbahak-bahak.

2. Feature biografi. Misalnya, riwayat hidup MICAHEL JACKSON yang meninggal, tentang seorang yang berprestasi, atau seseorang yang memiliki keunikan sehingga bernilai berita tinggi. Keatifitas (creativity). Laporan feature harus mengkreasikan sudut pandang penulis naskah berdasarkan riset terhadap fakta-fakta yang telah ditelusuri.

3. Feature perjalanan. Misalnya kunjungan ke tempat bersejarah di dalam ataupun di luar negeri, atau ke tempat yang jarang dikunjungi orang. Dalam feature jenis ini, biasanya unsur subjektivitas menonjol, karena biasanya penulisnya yang terlibat langsung dalam peristiwa/perjalanan itu mempergunakan “aku”, “saya”, atau “kami” (point of view alias sudut pandang orang pertama). Subjektivitas (subjectivity). Sangat mungkin menggunakan sudut pandang orang pertama, atau “saya” dengan emosi campur nalar, sebagai cara mendapatkan fakta-fakta.

Menyulap kalong

Journey To The past

Journey To Nyogan

4. Feature sejarah. Yaitu tulisan tentang peristiwa masa lalu, misalnya peristiwa tentang Angsa yang dijadikan simbol di Jambi. Sejarah wisata kota tua…. dll.

5. Feature petunjuk praktis (tips), atau mengajarkan keahlian—how to do it. Misalnya tentang menulis blog, memasak, merangkai bunga, membangun rumah, seni mendidik anak, panduan memilih perguruan tinggi, teknik beternak bebek, seni melobi calon mertua atau yang lainnya.  Informatif (informativeness). Materi laporan tentang hal yang ringan, namun berguna bagi pendengar.

Feature orisinal karena muatan isinya mengandung nilai Human Interest. Human interest disini berarti segala apa yang menjadi minat, perhatian, atau kepentingan masyarakat. Karenanya, dalam menulis feature justru mementingkan deskripsi. Sebab deskripsi membangkitkan bayang-bayang kejadian sesungguhnya di benak pendengar. Itulah yang membuat feature punya daya greget. Greget kerana orisinalitas dari laporan dan pendeskripsiannya. Namun penulis juga harus patuh pada standar jurnalistik, yakni verifikasi informasi atau fakta atau peristiwa. Karena disiplin verifikasi, tak jarang feature memiliki keunikan. Berbagai anekdot, yang faktual, seolah masuk begitu saja, mengalir dalam bagian-bagian pengisahannya. Daya sedot tulisannya dipenuhi antara lain oleh pelbagai tuturan (faktual) mengenai orang dan aktivitasnya.

Akan lebih baik jika feature ini dikemas dan ditayangkan dalam bentuk rekaman auditif.Jika temen2 bekerja diradio namun belum dilengkapi dengan tenaga penulis. Temen2 dapat mengutip beberapa karya feature tanpa lupa menyebutkan sumbernya. Kemudian lakukan proses rekaman lewat dapur produksi. Pilih karakter suara beberapa penyiar yang cocok dan mampu memaparkan isi naskah. Lakukan proses mixing, yaitu menggabungkan suara narator dengan sound ilustration yang dibutuhkan. Feature siap ditayangkan. Inget loh, Feature itu Tidak Dibatasi Waktu (unperishable). Bahwa feature tidak lapuk dimakan deadline, karena topiknya dibahas secara mendalam, kapanpun bisa di dengarkan kembali. Untuk durasi rasanya 15 menit sudah cukup.

Bookmark and Share

Top Post

6 Comments

munawar am

Jun 29th, 2009

durasi feature untuk radio kalau ditulis dalam teks butuh berapa halaman…, atau cukup dua halaman sementara yang lima halaman buat iklan? Bisa Saja.

Ade

Jun 29th, 2009

Pak de, klo kayak cerita-nya ida arimurti itu termasuk feature atau ga ya?

HE. Benyamine

Jul 3rd, 2009

yap, banyak hal yang menarik dari feature, dan bisa saja dari pengembangan berita dengan berbagai sentuhan psikologi (tentu tetap berdasarkan data). banyak berita yang berlalu begitu saja (cepat basi), tapi bisa dimasak lagi dengan feature dan bisa saja malah lebih heboh dari berita “orang menggigit anjing”.
 

Uke Poet

Jul 6th, 2009

Ternyata jadi script writer buat naskah radio susah juga.
Mampir kemari lagi Pakde :D

Mahendrattunggadewa

Jul 16th, 2009

kalau kesini selalu saja dapat ilmu baru…

silly

Jul 27th, 2009

Pakdheeeeeeeeeeeee…
Makasih banyak udah mampir yahhh… Iya, saya juga bingung setelah unite, and then what?
Kami sedang membicarakan untuk mengkolaborate gerakan ini dengan BFL menjadi gerakan Indonesia bersatu. Jadi Kita bisa lebih menunjukkan tindakan nyata, ketimbang sekedar teriakan kami tidak takut, tapi menunggu yang lain un tuk melakukan apa2.
Doain semoga kolaborasi ini bisa berjalan dengan baik yahhh..
Ohya, makasih udah ngingetin soal banner. Ya ampun, saya malah lupa, padahal saya yang bikin… dasar tolol yah, hihihih
 
selali lagi makaish banyak pakdhe,
-silly-

Leave a Comment

Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.