Pakde Tempo Doeloe
by theKRY™ on 19/09/09 at 4:41 am
Judul asli : Kartu lebaran Pakde dulu dan kini.
“Siap2 design kartu lebaran, mumpung banyak pesanan nih….. hajar bleh!” Kalimat pendek itu saya pasang di wall fesbuk pada tanggal 9 September jam 9:03pm. Respon dari temen2 nampaknya membuat saya sedikit tertahan untuk tidak membuat kartu lebaran. Nada2 sedikit sumbang itu isinya bisa temen2 baca disebelah kiri.
Perayaan Idul Fitri di Indonesia beberapa tahun belakangan ini membeberkan perubahan budaya yang unik. Jika beberapa puluh tahun silam sebagian orang masih saling berkirim kartu lebaran, kini cukup dengan mengirimkan satu paragraf SMS alias pesan pendek. Adakah yang tereduksi?
Dipikir2 ternyata memang tidak salah… Perkembangan teknologi komunikasi kini tengah menggeser budaya Kartu Lebaran. Ditandai dengan semakin marak dan murahnya ponsel sejak tahun 2000-an, bertambah banyak orang yang beralih dari mengirimkan kartu lebaran pada SMS. Karena harga jauh lebih murah, pesan pendek ini dianggap lebih cepat dan mudah. Bayangkan saja, satu pesan bisa di-forward ke banyak penerima sekaligus. Pesaing lainnya adalah E-card. Yang dapat dikirim berantai hanya dengan satu kali kirim. penerima bisa sampai puluhan. Komunitas fesbukiyah pun sama. Sekali Tag saja, langsung terkirim kehalaman album photo.
Semua design yang dibuat sebagian besar karya sendiri. Desain kartu lebarannya menawarkan kekayaan visual dengan beragam design dan ukuran sekaligus menandakan estetika sipembuat. (thanks untuk temen2 yang sudah ngirim E-card).
DOELOE
Eksistensinya sebagai Kartu lebaran dalam melawan “pergeseran” karena munculnya perangkat Komunikasi visual itu, kini beralih menjadi teks virtual SMS. Aspek rupa dalam budaya kartu lebaran tak digarap lagi, dangkal, atau hilang sama sekali. Bisa jadi Kartu Lebaran yang menjadi kartu ucapan “selamat merayakan Idul Fitri” yang dikirimkan kepada relasi, teman, dan sanak-saudara, lambat laun hanya tinggal kenangan.
Perjalanan panjang kartu lebaran dari pengirim, petugas pos, sampai penerima itu menimbulkan kenangan. Belum lagi wujud kartu lebaran itu sendiri yang bisa dikenang secara romantis. Karena setiap kartu lebaran menyediakan ruang visual dan ruang teks yang bisa diolah para desainer dan pengirim.
Kita ingat betul, dalam kartu lebaran itu, orang juga bisa menuliskan catatan, sebagian tulisan tangan asli. Tak sebatas mengulang kalimat ”mohon maaf lahir batin” saja, banyak orang menambahkan pesan khusus untuk teman, rekan kerja, atau keluarga. Antar perusahaanpun demikian, dibuatlah design yang berhubungan dengan citra perusahaan, lengkap dengan crew dan tandatangan tiap2 personil dari divisi perusahaan yang bersangkutan. Sebagian ada yang hanya meletakan photo crew lalu ditandatangani hanya oleh General Managernya saja, lalu dikirim pertengahan Ramadhan. Kedekatan hubungan kadang membuat pesan tersebut menjadi otentik, intim, dan menyentuh, kartu disiapkan saat puasa, dikirimkan lewat Kantor Pos, dan tiba pada sebelum pak pos libur lebaran atau setelah libur lebaran.
Tahun 1995 saya pernah dibanjiri Kartu Lebaran. Jumlahnya ratusan. Terasa sekali ada semacam chemistry yang menyeruak dalam sekali ketika menerima kartu tersebut yang dikirim lewat jasa tukang pos. Jaman itu saya langsung menyimpannya dengan rapih di sebuah laci, sampai ada yang harus ditempelkan di pintu kamar karena designya bagus2. Ada juga yang mengirim pesan nya lewat selembar Telegram. Namanya Telegram Indah, saya masih inget. Telegram biasa berwarna biru muda produk dari Telkom, ini bentuk lain dari Greetings Card dan merupakan telegram yang dikirimkan khusus pada hari-hari tertentu, seperti hari raya maupun tahun baru. Telegram ini merupakan fasilitas yang digunakan untuk menyampaikan informasi jarak jauh dengan cepat, akurat dan terdokumentasi. Namun tetep kalah cepat jika dibandingkan dengan SMS. Nah…jaman itu Telegram disebut2 sebagai media untuk menyampaikan greetings paling waaaaah.
Sulit sekali menggambarkan kebanggaan jaman itu, yang pasti saya merasa ada kedekatan emosional antara saya dengan pendengar. Ya…. ! Sangat membanggakan karena ternyata kehadiran saya digandrungi pendengar yang jumlahnya tidak sedikit. Semua kartu lebaran ditujukan langsung atas nama saya. Semakin banyak Fans semakin banyak pula kartu lebaran. Memang sih nggak ada bonus lebih selain merasakan satu kehangatan relationship yang penuh makna. Imbalan balik dari saya paling menyapa nama pengirim pada saat siaran. Disebut namanya saja mereka kegirangan, apalagi jika dibantu dengan memutarkan lagu kesukaannya…
Memori kartu lebaran masih lekat bagi kita bukan? booming tahun 1970-an, 1980-an, hingga tahun 1990-an. Selama tiga dekade itu, banyak orang yang mengandalkan kartu lebaran untuk mengucapkan selamat lebaran dan saling meminta maaf.
KINI
Di tengah paradoks komunikasi ponsel, E-card, Email dan SMS lebaran juga menyiratkan kontradiksi. Alat yang dirancang untuk menjalin komunikasi itu, ternyata….. justru berpotensi merenggangkan hubungan antarmanusia. Bayangkan saja. Jika kenyamanan silaturahmi secara instan lewat SMS itu dianggap cukup, maka tatap muka tak lagi dipentingkan. Hubungan dengan orang lain pun hanya dijalin di dunia “antahberantah” yang semakin menggila. Entah sekian tahun yang akan datang greetings itu akan berubah wujud seperti apa.
Memang, SMS membuka ruang komunikasi yang lebih egaliter dan memungkinkan siapa saja dari segala umur dan status sosial untuk saling menyapa. Namun, keluasaan ini kerap merangsang munculnya pesan bernada olok-olok, vulgar, dan menerabas batas kesantunan. Meski begitu, bagi mereka yang kreatif, SMS tetap dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pesan yang unik. Sehingga substansi silaturahmi tetap terpenuhi oleh SMS.
Sayangnya, kemudahan teknologi itu tak selalu dibarengi peningkatan kualitas komunikasi, bahkan malah mereduksi beberapa kekuatan kartu lebaran. Jika dengan kartu orang mementingkan visual, lewat pesan pendek orang senang bermain kata-kata. Fasilitas pengiriman yang cepat mendorong silaturahmi lewat SMS lebih massal, bahkan sering mengulang-ulang saja, sehingga kerap kehilangan sentuhan personal. 
Tahun ini saya membuat kartu lebaran sedikit berbeda, didesign sendiri, dicetak sendiri. Bentuknya saya jadikan sebagai cover CD album kompilasi lagu2 religius lengkap dengan parsel benda2 crystal indah, jumlahnyapun terbatas. Hanya untuk beberapa client tanpa menghilangkan sentuhan pribadi dan makna Idul Fitri itu sendiri.
Pesan pakde (om cakep ituuuh) :
Well, boys & girls mohon dimaafkan jika ada kesalahan yg disengaja maupun tidak, baik pada saat online ataupun offline selamat menyambut hari Ied untuk semua.. smoga Ied kali ini membawa keberkahan bagi kita… ![]()










21 Comments
guskar
Sep 19th, 2009
sampai sekarang untuk para kolega, saya masih mengirimkan kartu lebaran dengan catatan tulisan tangan saya spt bertanya kabar, dll dan benar pakde, sentuhan personalnya itu yg tidak tergantikan.. dan saya pun merasa sangat senang ketika mendapatkan krmn kartu lebaran, diantar pak pos..
btw, ide pakde membuat kartu lebaran sbg cover cd sungguh kreatif… kenangannya lbh lama tuh.. apalagi bagi kolektor…
Yuda
Sep 19th, 2009
wah kartu ucapane mantep nulu? bagus yang ada anak kecilnya, lucu pak dhe…
Selamat lebaran yaa.
Kus
Sep 19th, 2009
dulu sempet ngerasain .. hebohnya memilih, menulis kata2 di kartu yang akan dikirim dan menghitung berapa kartu yang diterima .. seru !!
bener pak dhe .. dulu sih berasa banget sentuhan personalnya .. walaupun kadang beli kartu jadi, tapi saat milih tuh membayangkan mana yang cocok tuk si penerima ..
tapi sekarang dah beralih ke sms .. alasannya ya karena cepet gitu .. pengikut sistem instan dan forward .. hehehe
Pakde
Indonesia Menulis
Sep 19th, 2009
Selamat idul fithri pakde!
balisugar
Sep 19th, 2009
Bersilaturahmi kepada semua teman-teman
Minal Aidin Wal Faizin, Mohon maaf lahir bathin.
Refa
Sep 20th, 2009
Saya ucapkan : Selamat Idul Fitri 1430 H …. Mohon Maaf Lahir Bathin
Selamat Berlebaran Pakde…
Salut dengan originalitas yang ditawarkan. Sayapun masih menyimpan beberapa produk Kartu Lebaran. Sudah jadi barang langka sekarang tuh…
alamendah
Sep 20th, 2009
Saya kangen sekali dengan kartu lebaran.
Ada yang mau ngirimin saya?
alamendah
Sep 20th, 2009
<strong>TIME is OUT
SCORE= 0:0</strong>
haris
Sep 20th, 2009
jadi ingat masa lalu deh. masa ketika kita masih bs berdebar membuka kartu2 lebaran.
NoRLaNd
Sep 20th, 2009
wah… satu lagi artikel yang bkin pegel… ho oh…..
selamat Hari raya idul fitri ya pak….
Mau ex-link blog bapak ne
Yari NK
Sep 20th, 2009
To me, Id-al-fitr greeting thru text message is practical and easy. Usually I don’t need any aesthetic visual addition to the greeting. That’s why text message greeting (or even voice phone greeting!) is not of less value than that of card greeting or electronic greeting decorated with graphic enchantment. No matter how artistic it is every card or electronic visual (graphic) greeting that comes to me usually will end up in either my dust bin or recycle bin! Greeting is not about visual aesthetic, it is about the HONEST and sincere feeling embedded deep in your heart…. ‘Personal touch’ is also very very very less important compared to honesty and sincereness..
Yari NK
Sep 20th, 2009
Hayyah… sampai lupa… mohon maaf lahir batin selamat hari raya Idul Fitri 1430H.
vizon
Sep 20th, 2009
Selamat Idul Fitri Pakde. Maafkan juga segala salah dan khilaf saya…
Btw, kartu lebarannya mantap juga, gak nolak deh bila dikirimin satu, hahaha…
andif
Sep 21st, 2009
Selamat Hari raya lebaran 1430H
Taqabalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin.
nh18
Sep 21st, 2009
Om Cakep … (ah lidah saya kelu ketika melafalkan kata ini …)(hahaha)
Benar kata Om …
Sentuhan pribadi pada ucapan lebaran sekarang keknya sudah sangat berkurang …
Gara-gara template sms yang copy paste … memakai kata-kata “disini gunung disana gunung …”
Dan kadang lupa menghapus pengirim originalnya
But yang jelas
Mohon Maaf Lahir bathin …
Terdengar klise namun … ini dari hati
Dari Om (yang juga) Ganteng
(hah narcis ketemu narcis … kop sudah )
dafuad
Sep 21st, 2009
kunjungan balik pak de…salam kenal, Minal Aidin Walfaizin, blognya bagus izin nge-link yah
Ria
Sep 21st, 2009
Pesan buat Om yang cakep itu dari cewek yang cantik ini
Met lebaran pakde..Maaf lahir batin ya…
dan salut untuk creativitas parcel dan kartu ucapan lebarannya…keren!!
Tuti Nonka
Sep 21st, 2009
Setuju Om, kartu lebaran lebih memberikan sentuhan personal, apalagi kalau desainnya dibuat khusus oleh pengirimnya (dengan foto keluarga, misalnya). Tapi sms dengan template bisa juga kita buat lebih memiliki sentuhan pribadi, cukup dengan menambahkan nama orang yang kita kirimi. Memang sih, ngirimnya harus satu-satu …
Ikkyu_san
Sep 22nd, 2009
Pak de… sebelumnya Minal Aidin dulu yaaaa
soal ini pernah saya tulis juga di TE, tapi masalahnya masyarakat Jepang
masih memakai jasa pos untuk menyampaikan kartu Tahun Baru.
Memang jumlahnya berkurang, tapi masih tetap dipakai.
EM
sawali tuhusetya
Sep 22nd, 2009
selamat idukl fitri juga, pakde, mohon dimaafkan segala salah dan khilaf saya selama ini. semoga kita benar2 bisa kembali kepada fitrah-Nya.
Yari NK
Sep 22nd, 2009
۞۩۞ تقبل الله منا ومنك ۞۩۞ Selamat hari raya idul fitri 1430 H Minal aidzin wal faidzin Mohon maaf lahir dan batin
here’s hoping that we all shall be enlightened by the almighty, and forgiven for our wrong doings! Ameen, May Allah bless us all.<
Thank you for the very very personal touch of the eid greeting that you paste it high and low….
Leave a Comment