Pakde & Fireworks
by theKRY™ on 22/09/09 at 4:03 pm
Ini adalah sekelumit tradisi yang baru pertama kali saya lakukan. “Pesta kembang api”. Event keluarga yang dimulai jam 23.00 wib. Malam itu sehabis takbiran saya hunting kembang api, ada satu kaki lima yang dijaga anak kecil kira2 15 tahun usianya. Kenapa saya singgah di kaki lima ini? karena Ia menjual beragam jenis kembang api. Dari mulai electric spraklers yang pakai kawat sampai kembang api yang sekali sulut meledak sampai berkali-kali di angkasa. Alasan kedua kenapa saya memilih tempat ini, karena jarak kaki lima ini lokasinya tidak jauh dengan trotoar jalan.
Mobil berhenti, saya turun, lalu menghampiri anak kecil itu. Mulutnya komat kamit… “dipilih.. dipilih… dipilih…” layaknya orang padang berjualan. Mana yang dipilih? saya memilih 2 jenis. Pertama electric spraklers untuk anak2 yang keduanya kembang api yang bisa melesat ke angkasa, lalu meledak di angkasa dengan suaranya yang menggelegar, kemudian ledakannya diakhiri dengan ledakan kecil dengan effect bintang bertaburan dengan suaranya yang lebih pelan. 5 kotak electric sparklers yang panjangnya sejengkal, dilkasih harga sekitar 8 ribu per kotak. Beli lima berarti 40 rebu. Terus saya tanya harga kembang api yang dapat meledak 8 kali diangkasa, panjangnya 3 jengkal. Saya dikasih harga 40 rebu per pcs. Asli 40 rebu per pcs. saya tanya berkali2 untuk meyakinkan pendengaran saya, ternyata harganya untuk satu buah kembang api itu memang 40 rebu. What a hell?? Karena pengen bikin small party di rumah, kembang api akhirnya saya bayar juga. Dampaknya… disepanjang jalan saya masih menggerutu, apa iya?…harga kembang api yang bisa meledak 8 kali itu harganya 40 ribu perbatang? Apa karena saya bawa mobil terus sipenjual langsung ngasih harga tinggi? Apakah ia melihat pakde dari kalangan berduit? Sampai harga kembang api saja selangeeeeet?? Atau karena malam itu malam Takbiran jadi serba mahal jadinya???
Jam 23:30 sampai di car port. Pestapun digelar. Tak ada undangan atau hiburan lain, selain menyaksikan kembang api dan mercon saja. Pestanya singkat sekali dan saya tidak powaaassss. Malam itu saya masih kepikiran pengen beli kembang api lagi. 
Jam 10 selepas shalat ied dan keliling komplek, saya berangkat bersama keluarga untuk jalan2 sekalian sungkem dengan beberapa relasi saya di Jambi. Tibalah disebuah pasar dengan nama pasar simpang sado. Disini saya borong lagi. Apa yang saya beli? 4 batang kembang api air mancur yang panjangnya 60 cm. Saya tidak bertanya disini, karena terkesima dengan harganya itu yang hanya 30 ribu untuk 4 batang, belinya nggak bisa beli satuan alias diecer satu batang saja. Harus diborong 4 batang. Mau tak mau saya borong juga 4 batang kembang api. Sisanya saya beli electric spraklers yang panjangnya 3 jengkal, ini dihargai sekitar 5 ribu perkotak, isinya ada 5 batang. Lumayan lebih murah dari harga yang saya dapat dikaki lima pada malam takbiran.
Malam takbiran kedua, lagi2 saya pesta kembang api didepan rumah. Lagi2 tidak powassss karena kembang api yang 4 batang itu tidak ada ledakannya, yang ada hanya api muncrat seperti air mancur itu dengan beraneka warna api saja. Lagi2 kecewa karena kali ini saya tidak bertanya pada sipenjual. Nggak bisa bedain jenis2 kembang api yang saya beli itu. donk-donk 100% bukan? Bermaksud mau borong kembang api yang bisa meledak seperti kembang apai dimalam pertama, eh malah dapatnya mercon air muncrat. Capek deeeeh…
Selesai pesta kembang api malam kedua. Tiba2 muncul anak bos paling besar, ngobrol sebentar lalu ngajak jalan sekalian jemput anaknya… lagi2 saya ketagihan untuk jajan kembang api. Huntinglah ceritanya pada malam itu tuh…kembang api lagi..kembang api lagi… Disini saya fokus harus dapetin lagi kembang api yang yang bisa meledak 8 kali dengan effect bintangnya. kebetulan kaki lima yang kami singgahi malam itu lebih banyak jenisnya, berapa harganya? cuman 30 ribu untuk dua batang. Selisih berapa tuh dengan si penjual kembang api di malam takbiran pertama? Lokasinya sepanjang jalan The Hock arah bandara Sultan Thaha. Ditempat ini jauh lebih murah. Saya borong dua batang kembang api yang isinya 8 bola alias 8 ledakan, satu lagi kembang api yang isinya 100 ledakan tapi suaranya kecil. Ukurannya satu depa dengan diameter sebesar kelingking orang dewasa. Yang ini harganya hanya 15 rebu. __Dengan wajah berbinar2… saya bayar kembang apinya lalu meninggalkan kaki lima bersama anak bos…
Sampai dirumah tamu sudah nungguin, datangnya tanpa kabar. Mereka menunggu laaaaaama sekali. pesta lagiiii pesta lagi. malam itu suasana rumah lagi banyak tamu. Sebagian relasi pada datang alias anjang sono mau ketemuan sama (om cakep) haiyah… Diawali dengan silaturahmi, ngobrol ngalor ngidul, soft drink dan cemilan lengkap sudah, sampai pada puncaknya pesta kembang api pun digelar.
Seperti malam2 sebelumnya, kembang api saya rekatkan pada pagar, cukup diikat dengan tali plastik. Saya meletakannya di pagar luar namun masih dibagian dalam dari pagar tembok, ya…maksudnya demi keamanan bersama. Diikatlah kembang api yang akan mengisi pesta malam itu pada bagian ujung atas dan bawahnya. Aturan sih kembang api itu harusnya di tancapkan di tanah, atau paling tidak ada pijakan yang membuat lontaran apinya bisa melesat kencang. Dan posisi tabung tetap berdiri menghadap kelangit. Maklum karena sok belagu dengan event sebelumnya. Kembang api ini saya ikat ala kadarnya… toh malam kemaren juga tidak terjadi apa2.
srrrreerrtttt…sumbunya mulai saya bakar, tunggu beberapa saat…tiba2 keluar asap dari lubang tabung bagian atas, lalu srrrreerrtttt…melesat keangkasa sebuah bola api…setelah melesat pada ketinggian yang cukup tinggi, terdengar suara menggelegar dan disambut dengan ledakan kecil yang menghasilkan bunga2 bintang bertaburan diatas langit rumah. Kejadian ini terus berlangsung sampai pada bola api ke-5.
Sayang…pada bola api ke-6 daya dorong api dari dalam tabung kembang api itu mampu melepaskan ikatan tali plastik. Tabung kembang api jatuh ketanah dengan posisi sejajar dengan tembok rumah. Jatuhnya tidak memotong arah tembok. Untung saya tahu lubang tabung itu mengarah keujung tembok sebelahnya yang berjarak 3 meter, secepat kilat saya lari dari halaman rumah sambil menutup kuping. Temen saya yang chubby yang awalnya menyaksikan kembang api dari atas ayunan anak-anak secepat kilat melompat. Brakkk terdengar kakinya menyandung pot kembang. Sseerrtttt… tabung kembang api melontarkan api ke-7 arahnya sudah tidak vertikal lagi, karena posisinya memang sudah tergeletak diatas rumput. Dalam posisi lontaran horizontal itulah…api melesat mendekati ayunan lalu mental pada salah satu tiang ayunan..dan DUAAAARRRRR… Kembang api meledak tepat didekat pot yang pecah kena sandungan temen saya itu, semua panik….bingung harus harus lari kemana. mengingat halaman rumah sempiiit sekali… Malam itu kondisi serba panik.. dan terdengar lagi suara srrreerrtttt… api terakhir keluar dari dalam tabung kembang api… yang ini lontarannya lebih jauh… tapi mentok di dinding tembok yang jaraknya 3 meter… berbaliklah apinya mendekati pintu rumah.
Tak ada yang berteriak histeris, semua diam dalam panik, semua kebingungan cari tempat yang aman…Antara takut dan ingin menyaksikan ketololan tingkat tinggi itu berakhir seperti apa. Setiap orang berusaha mencari tempat berlindung dengan wajah pucat pasi, berlari tanpa arah demi menghindar dari kejaran kembang api. Berlarian menyelamatkan diri dengan posisi tangan menutup kuping. Tiba2 DUAAAARRRRR… suara kembang api ke-8 itu meledak diakhiri dengan ledakan2 kecil yang menghasilkan bintang2 yang cukup indah.
Namanya anak muda di tengah panik seperti itu masiiiiih ajaaaaa ada yang bilang.. “bintangnya pungut bintangnya pungut!” entah semua karena pada ngaco, ada guyon begitu langsung ditimpalin ” ini aku dapat satu” … “jual kemana nih?” kata temen saya yang lain. Dibilang “pungut bintangnya!” eh bener2 nurut. Dasar sableng!! Ha ha..
Pesan moralnya:
1. Ikuti semua petunjuk yang ada dalam bungkus kembang api kalau mau bakar kembang api. Jangan asal ya!!
2. Apakah eventnya cukup powas? tentu tidak bukan?
3. Bertanyalah pada ahlinya tentang product yang sama sekali tidak kita ketahui. Iklan jaman dulu bilang TELITI sebelum MEMBELI.









11 Comments
nakjaDimande
Sep 22nd, 2009
klo Pakde pasang petasannya di Bukittinggi, pasti sudah dijewer sama nenekku..
alamendah
Sep 22nd, 2009
wakakakakakakak
selalu ada sisi humor dalam setiap kejadian, ya?
iksa
Sep 22nd, 2009
Pakde,
mantap benar nih pengalaman … kawan-kawan pun bermain kembang api di malam takbir lalu, tapi aku sibuk makan tahu gejrot dan bakwan malang … he he he … [ternyata mahal juga yah .....]
Eka Situmorang-Sir
Sep 22nd, 2009
Pakde met lebaran


mohon maaf lahir dan batin yah
btw, mau duuunk kembang apinyaaaa
tradisinya unik hehehe, yakin mau tiap tahun maen kembang api pakde?
dhodie
Sep 22nd, 2009
Hahaha jangan-jangan Pakdhe masa kecilnya kurang bahagia nih
nh18
Sep 22nd, 2009
Hahaha …
Seru byanget …
Yang jelas kalau saya ada disana …
Pasti sudah menyanyi …
“Kupetik Bintang … ”
Seru pak De Cakep …
iksa
Sep 22nd, 2009
Huaduh itu tandanya sudah tak sinkron tangan dan pikiran … maksudnya mahal juga si kembang api yang kita bakar Pakde ….
isnuansa
Sep 23rd, 2009
Harga kembang api ampe 40 ribu PakDhe?
Oemar Bakrie
Sep 23rd, 2009
Malam takbiran tahun ini saya justru tanpa kembang api Pak De … soalnya adik ipar yg biasanya mbeliin sudah mudik … hehehe
suryaden
Sep 24th, 2009
alhamdulillah,

sungkem dulu, mohon maaf lahir bathin,
kejadian yang asyik, memang kadang ada erorrnya juga, mungkin harus bikin seluncur yang dari besi biar aman ke atas terus…
Kita disini juga maen kembang api juga loh… nggak mau ketinggalan deh…
marshmallow
Sep 25th, 2009
ya allah… pakde niat bener ya main kembang api?
sampe semua dijabanin biar puas.
duh, syukur deh nggak ada tragedi kembang api.
lain kali biar doyan kayak apa, tetep hati-hati dong ya, pakde.
selamat idul fitri buat pakde sekeluarga. mohon maaf lahir dan batin.
Leave a Comment