pakDE bicara KAOS

by theKRY™ on 13/10/09 at 12:10 am

jakozsexySuka pakai T-shirt?  T-shirt tidak lagi menjadi sederhana. Jelas, secara fungsional benda tersebut masih berlaku sebagai sebuah sandang. Namun dibalik itu semua, T-shirt memiliki value yang melebihi dari fungsi dasarnya. Sebagai media promosi, medium ini benar-benar dimanfaatkan secara maksimal hingga pada titik yang tak terbayangkan sebelumnya. Kini, konsumen dapat dengan bangga membeli T-shirt dengan logo sebuah produk tertera diatasnya kemudian dipakainya. Artinya, dia secara langsung membeli untuk mempromosikan produk yang bersangkutan secara sukarela tentu saja orang tersebut tidak akan mendapatkan bayaran sepeser pun untuk itu. Terlepas dari itu saya cukup bangga bisa bicara kepada dunia lewat kaos Jakoz.

“siapa menguasai siapa”. Kini selain menjadi sebuah pencitraan, T-shirt jelas menjadi pengantar dari citra / image yang ampuh. Ketika diproduksi secara massal, T-shirt mampu melakukan konstruksi atas citra tertentu. Perang visual melalui medium T-shirt ini menjadi sesuatu yang menarik. Saat ini mungkin kita sudah tak lagi heran ketika menemukan logo terkenal tertera pada sebuah T-shirt yang diletakkan diemperan bersama T-shirt berlogo merek2 terkenal atau bahkan gambar kartun dan logo perusahaan besar sekarang ikut serta dalam perang ikon T-shirt dikalangan muda saat ini. Kita melihat kekuatan T-shirt sebagai medium pengantar pesan visual yang menjadikannya menarik untuk terus ditilik.

Keragaman kaos sebagai pakaian luar sekarang ini sangat bervariasi designnya. Kaos diproduksi baik dalam warna-warna primer maupun dalam kombinasi yang lebih kompleks, beberapa di antaranya dilengkapi dengan corak design yang sangat artistik. Pemakainya sendiri tidak hanya dipakai oleh kalangan muda, laki-laki, atau mereka yang berasal dari golongan bawah saja, tetapi juga dipakai oleh siapa saja. Kaos dipakai dalam beragam aktivitas, dari bekerja hingga mengisi waktu senggang. Kaos oblong sekarang ini juga telah menjadi wahana tanda. Kaos, sebagaimana pakaian lainnya, membawa pesan dalam sebuah “teks terbuka” di mana orang yang melihat kaos yang dipakai bisa menginterpretasikannya.

jakoz4Kaos dan Kehidupan Modern nampaknya lebih dari jenis pakaian yang lain, sejarah kaos bukan saja menunjukkan cepatnya perubahan teknologi dalam industri garmen, melainkan juga menunjukkan bagaimana fashion bernegosiasi dengan ruang dan waktu.

Kaos semula hanya diakui sebagai pakaian dalam. Dan dalam kaitannya dengan pola penempatan ruang, sebagai pakaian dalam, kaos adalah pakaian privat . Tetapi kemudian dengan negosiasi lewat media massa dan penemuan bahan serta model-model baru, kaos perlahan mulai tampil sebagai pakaian publik. Karena itu, sejalan dengan kecenderungan kehidupan modern, perjalanan kaos dari ruang privat ke ruang publik ini merupakan ekspansi ruang privat atas ruang publik (privatisasi ruang publik). Sementara dalam kaitannya dengan pola pemanfaatan waktu, kaos menunjukkan bagaimana waktu senggang semakin berhasil mengekspansi waktu yang lain dalam kehidupan sehari-hari. Kaos bisa dilihat sebagai bagian dari leisure class, yang menunjukkan statusnya dengan pemanfaatan waktu senggang sebesar-besarnya.

jakoz2Anda masih ingat, kapan pertama kali menggunakan kaos oblong? Jawabannya pasti ingat-ingat lupa atau absolutely 100% lupa sama sekali. Jaman dulu, benda yang tidak jelas siapa penemunya ini hanya dipakai sebagai pakaian dalam oleh kaum pria. Ketika itu warna dan bentuknya (model) itu-itu melulu. Maksudnya, benda itu berwarna putih, dan belum ada variasi ukuran, kerah dan lingkar lengan. Pelan-pelan fungsi t-shirt mulai berkembang. Dari sekedar pakaian dalam untuk tentara, pada era 1930-an t-shirt menjadi pakaian olahraga di pertandingan-pertandingan olahraga dan senam dibanyak perguruan tinggi.

Pepatah ‘nasib bisa berubah’ rupanya terjadi pada t-shirt. Tahun 1950 Gara-gara John Wayne waktu itu, Marlon Brando, dan James Dean, t-shirt tiba-tiba menjadi hysteria. Para aktor tersebut memakai t-shirt sebagai pakaian luar dalam film-film mereka dan ditayangkan di tv nasional Amerika. Sampai era tersebut T-shirt dianggap tidak layak dimasukkan kedalam istilah fashion karena fungsinya tetap saja sebagai pakaian dalam. Jadi, ketika muncul di film sebagai pakaian luar dan dikenakan oleh artis terkenal, bisa dibayangkan betapa ‘kebakaran jenggot’ para fashion-minders saat itu.

Di Indonesia sendiri, masuknya benda ini karena dibawa oleh orang-orang Belanda. Namun ketika itu perkembangannya tidak pesat, Karena benda ini mempunyai nilai gengsi tingkat tinggi dan di Indonesia teknologi pemintalannya belum maju. Akibatnya benda ini termasuk barang mahal. Sekitar awal tahun 1970 kaos oblong baru menampakkan perkembangan yang signifikan hingga merambah ke segenap pelosok pedesaan. Ketika itu wujudnya masih konvensional. Berwana putih, bahan katun-halus-tipis, melekat ketat di badan dan hanya untuk kaum pria. Beberapa merek yang terkenal waktu itu adalah Swan dan 77. Ada juga merek Cabe Rawit, Kembang Manggis, dan lain-lain. Mungkin hanya sedikit orang yang tahu kalau kaos “Swan” itu generasi awal kaos oblong di Indonesia… Disusul kemudian dengan “double bull” kaos dalam yang memiliki kancing dibagian leher. Keduanya dibuat sebagai pakaian dalam yang sangat simple, berbahan dasar katun yang mampu menyerap keringat dengan sangat baik.

Saat ini, t-shirt telah mendunia dan menjadi salah satu produk terbesar. T-shirt juga pada akhirnya berhasil menjadi produk yang dapat dikenakan siapa saja. T-shirt telah menjadi pakaian yang hampir selalu ada disetiap lemari pakaian di dunia ini. Tidak berlaku jenis kelamin dan batasan usia. T-shirt juga yang pada akhirnya berhasil merajalela dengan popularitas yang tak pernah pudar. Puncaknya, t-shirt berhasil menghilangkan batasan cultural dan status dalam sosial masyarakat.

jalan6Sebuah perpaduan gaya hidup modern telah lahir dalam media T-shirt sebagai sebuah cerminan estetika kehidupan sehari-hari yang mencirikan urbanlife, di mana “yang etis” bergeser menjadi “yang estetis”.  Persis seperti semboyan kaos oblong Jakoz! Beyik… beyik“. “Beyik” bagi orang Jambi, “Enak” bagi temen2 sebagai cinderamata. Inilah kaos oblong yang mengajarkan bagaimana gaya hidup urban disatukan dengan kearifan melestarikan budaya lokal tanah pusako betuah. Jakoz melestarikan budaya lokal lewat kaos! Jakoz Beyik adalah  “Kaos Berbumbu Jambi” The Culture & Ethnic T-Shirt Of Jambi. “Wahana kami bertutur, bercerita, berpantun dan menggambar tentang Jambi”.

Hasil ‘rekayasa alam’ genetik telah lahir. Seorang anak rimba dari Suku Anak Dalam mampu mengucapkan salam & sapa teranyarnya. Sederhana namun mampu meretas kearifan lokal bagi mata dunia… Jakoz Beyik!!!

Pesan Pakde : Besok kalau jalan2 ke Jambi. Jadikan Jakoz sebagai cinderamata ya!! Dapatkan kaos Jakoz hanya di:

  • Waroeng Jakoz, Griya Mayang Asri M-1, Jl. Kebon Daging, Mayang Mangurai Jambi.
  • Galeri Sri Tanjung, Ruang Tunggu Penumpang, Bandara Sulthan Thaha Syaifuddin, Jambi


Bookmark and Share

Most Commented Posts

25 Comments

alamendah

Oct 13th, 2009

Saya punya koleksi banyak kaos. Rata-rata ada tulisan panitia atau organisasinya.
Kaos gratis…..!

Pakde
saya dulu juga punya kaos begituan, agustusan tuh biasanya rame, atau pada saat tournamen Taekwondo dan Bolla volley… berlanjut setiap kali bikin event apapun ada embel2 kaos panitia. Kadang saya koleksi juga tuh T-shirtnya. Sekarang masih ada…

suryaden

Oct 13th, 2009

waduh pakde.. gambar pertama bikin gak bisa tidur nich.. :D

pakde
ha ha ha…sapu sana pakai sapu ijuk… sikat amatanya gih,… itu kan lengkungan doank!

HE. Benyamine

Oct 13th, 2009

kaos paling atas … jadi mengkhayalkan mempunyainya.
Jakoz Beyik … menginspirasi bagi daerah lainnya untuk “Wahana kami bertutur, bercerita, berpantun, menggambarkan tentang …. ”

Pakde
Saat ini sudah ada beberapa daerah yang mencoba mempublikasikan budaya. Lambat laun sekarang malah menjadi industri garmen yg besar.

Ria

Oct 13th, 2009

boleh tuh pakde…aku dikirimin satu kaos warna hitamnya ^^
klo disini banyak kaos yg ada logo perusahaannya, setiap gathering setahun sekali pasti dibagiin kaos…hehehehe

 Pakde
Boleh tahu kerennya karena apa? hayooooo…wikikiiki

nh18

Oct 13th, 2009

Satu kalimat saja …

“HIDUP JAKOZ”

pakde
Selengkapnya temukan disini, http://jakozbeyik.blogspot.com/2009/05/jakoz-beyik_21.html

Oemar Bakrie

Oct 13th, 2009

bagi dong kaosnya ?

pakde
Karena ujungnya pakai tandatanya jadi itu tidak berarti permintaan, tapi pertanyaan. ha ha ha… dikirim kemana nanti?

randu

Oct 13th, 2009

Wah…Pakde Proyekan trus, lali kancane…

pakde
Ini usaha kecil-kecilan, lumayan lah…siapa tahu seperti temen2 yang lain om.

heru

Oct 13th, 2009

Musim Kampanye koleksi bertambah trus :P

Pakde
Iya… satu person bisa punya 20 kaos partai… mantab kan!

inge

Oct 13th, 2009

suka juga koleksi kaos…
tp kalo jalan2 biasanya yang dipake cuman itu2 ajah…
soalnya nggak semua yang terbeli enak dipake huhuhu…
 
pakde… kaos yang putih bagus tuh… bagi duuunk (loh???) hehehehe =)

Pakde
Itu edisi khusus, jadi ndak bisa di cetak banyak karna ada gambar tokohnya.. maaf bangeeeddd he he hee.
Yang lain deh… nanti saya coba hubungi bagian pemasaran ya… Tapi saya ndak janji… karena ACC ada pada beliau

ikkyu_san a.k.a. imelda

Oct 13th, 2009

Pakde mustinya pake Kaos bergambar Pakde, waktu menjadi model untuk Kaos…jadi seru kan bisa bertumpuk gitu hihihi
 
EM

Pakde
Malu mbaaaaak… apa kata blogger nanti??? wekekekeke

munawar am

Oct 13th, 2009

Konon banyak Wanita yang suka sekali dengan Pria Berkaos:
apa betul ini, Pak De.

Pakde
jaman dulu begitu, sekarang sepertinya semakin menjadi2.. apalagi kalau kaosnya di basahin atau dibuat ketat, tapi bukan perut yang onepack ya… atletisnya keliatan… kayaknya seeeeeh.

iksa

Oct 14th, 2009

Aku senang pakai kaos yang polos-polos saja Pakde ….

Pakde
lah??? nggak bisa jadi iklan berjalan donk pak?!

Omiyan

Oct 14th, 2009

boleh boleh tapi kapan saya kesana ya hehehehe…

Pakde
Maunya kapan.?? kami tunggu!

adipati kademangan

Oct 14th, 2009

Kaos tidak hanya berfungsi sebagai pelindung tubuh namun sekarang berubah arahnya menjadi sebuah penyampai pesan. Sekarang orang tidak malu lagi mengamati tulisan atau gambar yang ada pada kaos.
sebuah promosi yang cukup inspiratif.

Pakde.
Dengan semakin tumbuhnya industri periklanan, kaos merupakan bilboards mini yang cukup efektif untuk mengkomunikasikan sebuah produk, sebagaimana mengkomunikasikan diri atau identitas. Dan pakde jadi modelnya… thanks adipati kademangan.

edda

Oct 14th, 2009

klo saya emang lbh suka make kaos, dibanding kain atau apapun :)

Pakde
Tapi inget situasi dan kondisi juga yaaaaa.

Siti Fatimah Ahmad

Oct 15th, 2009

Assalaamu’alaikum
Apa khabar pakDe ? lama juga ya tidak bersilaturahmi ni… bicara tentang t-shirt ya… kalau di Bangi, Malaysia;  kita boleh tempah t-shirt secara SMS dengan nama menulis nama kita sendiri  pada t-shirt dan boleh mereka bentuk corak yang kita mahu dengan mengirimkannya menerusi email dengan harga murah iaitu RM30 sahaja untuk berlengan panjang bagi muslimah dalam apa juga jenis saiznya. hanya guna t-shirt ketika mahu riadah sahaja. Salam mesra.

Pakde
Kabar baik, terimakasih untuk info T-shirt Malaysianya… semoga ada T-shirt yang motif nya pakde buanget.

 

Gatut Heru Susanto

Oct 15th, 2009

T-Shirt memang telah menjadi media promosi yang luar biasa,mulai dari peluncuruan produk baru (mobil, motor, film, dll), promosi wisata, promosi cinta lingkungan, sampai promosi jabatan alias pilpres ataupun pilkada.
 
Maju terus unutk Jakoz Beyik! Kalau ada kesempatan ke Jambi pasti saya cari.

Pakde
Maturnuwun Pakde, sudah melengkapi catatan saya, ditungguh kedatangannyah….

Eka Situmorang-Sir

Oct 17th, 2009

pakde sebelum beli biasnya ada trial nya dulu :)
sini kirim ke Jakarta dulu hehehe

Pakde
Hahaha..ada T-shirt Trial ya… boleeeeh lah boleeeeeh

Afdhal

Oct 20th, 2009

wah pakde
mau donk kaos yang ada gambar pakde..
tak beli deh berapa harganya??
plissssssssss

pakde
Itu edisi khusus oooom… cuma bikin satuuuu.

Wong Jalur

Oct 20th, 2009

Jika ada waktu ke Jambi insya Allah akan diusahakan membelinya, kebetulan banyak keluarga mertua yg di sana. Salam kenal

pakde
Salam kenal juga bro… kalau jalan2 ke Jambi jangan lupa mampir ya…

Love4Live

Oct 28th, 2009

ada yang pernah bilang.., “kaos t-shirt adalah pakaian orang-orang merdeka..”

Pakde
Kemerdekaan dalam media fashion, barangkali ya….! dalam hal lain belum tentu lah.

itempoeti

Oct 28th, 2009

sayangnya istri saya lebih suka klu saya gak pakai kaos… gak pakai baju… gak pakai apa-apa…
halaaahhhh…, gak nyambung ya pakde… wkwkwkwkwk…

Pakde
Itu lain bosssssss… momentnya bedaaaa… coba tanya istri sendiri, mau nggak sampean nggak pakai kaos everyday kemanapun anda pergi? halah halaaaaah… apa kata dunia? tentunya berdasakan izin istri. hahaha

masnur

Oct 29th, 2009

InsyaAllah pakDe. Dua bulan lalu waktu ke Bengkulu saya juga beli oleh2 2 tshirt dengan identitas khas Bengkulu.
Kapan ya ke Jambi….ah semoga saja ada jalan….

Rujiyanto

Nov 7th, 2009

Pakde,
Sukses buat Jakoz-nya. Bravo Kaos….

bukan mama laurent

Dec 29th, 2009

wuiihhh asoy geboy buat JAKOZ. tetap beyik kan? beyik..beyik…(baei..baik..)

Leave a Comment

Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.